Wednesday, February 6, 2019

#TriptoGeoje Memeluk Senja, Menanti Pagi

Have a good day, Lucy. Ucap saya pelan sembari menginjakkan kaki ke jalanan, menyemangati diri sendiri semoga hari ini berjalan menyenangkan. Pun jika tidak, saya akan tetap baik-baik saja. Senin yang tidak berasa seperti Senin karena hari ini saya bersama teman-teman satu lab LEME (Laboratory of Environmental Microbiology and Energy) berencana untuk pergi ke pulau tetangga.

Sunrise view from LEME (credits: luckycaesar.com)
Selama menunggu teman yang lain berkumpul, ada tragedi kurang mengenakkan. Ujian kesabaran di pagi yang terlalu awal. Harapannya bisa jadi pelajaran untuk saya pribadi dan teman-teman agar melihat lebih bijaksana sebuah perbedaan. Saat menunggu, tiba-tiba seorang Ahjussi (om-om sekitar 50 tahunan) menghampiri saya dan teman saya dari Indonesia. Dengan raut yang cukup serius dengan nada yang agak marah-marah, "Kenapa pakai hijab, lepas dong hijabnya kan di sini Korea. Aneh banget kelihatannya". Kami berdua hanya terdiam dan saling bertatapan satu sama lain. 

Ahjussi lalu pergi, lega pikir kami saat itu. Lalu tiba-tiba kembali lagi dengan nada yang lebih ngotot lagi, saya agak takut. Takut kalau tetiba si ahjussi menarik jilbab, jadi yaah saya ambil jarak yang cukup jauh. Hmm, baru mengalami pertama kali jadi yah sedikit shock. Perlu bijaksana, banyak juga ahjussi dan ahjumma baik hati disini. Ahjussi yang tadi hanya satu diantara banyak orang-orang baik, agar lebih bijaksana memaknai kehidupan.

Yap, perjalanan hari ini ke Geoje Island. Masuk dalam dua pulau terbesar kedua setelah Jeju. Pulau Geoje ini terkenal dengan industri kapal. Terletak kurang lebih 52.4 km dan bisa ditempuh dengan menggunakan mobil sekitar 50 menit menit. Perjalanan kali ini kami menempuh jalur darat dengan menggunakan Busan-Geoje undersea tunnel. Termasuk dalam daftar terowongan bawah laut terpanjang di dunia dan pertama di Korea. 

Industri perkapalan saat mulai melintasi jembatan (credits: luckycaesar.com)
Terowongan dengan panjang 8.2 km menghubungkan Gadeok island dekat Busan dan Geoje di sebelah selatan Gyeongsang Province yang memperpendek dari jarak sebelumnya 140 km menjadi 60 km, dan mempersingkat waktu perjalanan dari 2 jam 10 menit menjadi hanya 50 menit. What a nice experience, begitu excited saat pertama kali melewati terowongan bawah laut. Maklum yah, Lucy mah dari desa :')

View dari undersea tunnel. It was awesome (credits: luckycaesar.com)
Pemandangan kanan kiri begitu menyenangkan, langit cerah. Hamparan sawah dan tanah luas terbentang di kanan kiri jalan. Berasa di daerah pujon, Malang. First stop setelah memasuki Goeje adalah makan siang di salah satu restoran yang cukup ramai rasanya. Banyak mobil terparkir di kanan kiri jalan resto tersebut.

(credits: luckycaesar.com)
Senin, 28 Januari 2019

- Delicious lunch with Haemuljjim (해물찜) 

Menu makan siang kali ini adalah olahan seafood yang bisa dimakan oleh saya dan mbak evy. Saya yang dasarnya tidak begitu suka seafood selama tinggal di korea jadi mau tidak mau makan seafood. Yap, dan akhirnya terbiasa. Bisa karena terbiasa kan ya. Selain karena pantangan makan udang, ayam dan daging lebih menggugah selera. Tapi haemuljjim kali ini super yummy, pedes manis gitu rasanya. Satu piring besar untuk 3-4 orang dengan harga 40,000 won. Worth to try ~

(credits: luckycaesar.com)
Selain enak disantap bersama nasi putih, ternyata di akhir lebih enak lagi dimakan dengan model nasi goreng gitu. Jadi nasi dimakan campur dengan haemuljjim. Cukup membuat perut penuh dan sedikit mulai nggantuk. Biasa kan sistem pencernaan menyerap banyak energi buat mengolah makanan yang tadi baru masuk #bisaajayaLucy

(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)


Next stop sebenernya adalah Historic Park of Geoje POW Camp namun ternyata hari ini tutup. Jadilah kami ke Windy Hill untuk menikmati betapa kencang angin disana. lol. Enggak lah ya, pengen liat kincir angin ala-ala di Belanda gitu. Tidak jauh lokasinya dari tempat makan siang. Kurang lebih sekitar 20 menit kami mencapai destinasi kedua.

- Geoje Windy Hill (바람의 언덕)

Sesuai namanya, disini angin lumayan kencang. Cukup kencang untuk memutar kincir. Tidak cukup kencang untuk bisa menerbangkan saya. lol #maafreceh Tapi beneran, siap-siap tolak angin ya buat jaga-jaga kalau masuk angin. Cukup ramai hari itu padahal hari Senin. Senin berasa weekend deh jadinya.

(credits: luckycaesar.com)


(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
Healing time. Biru laut sejauh mata memandang. Angin cukup kencang membuat dingin makin menusuk tulang. Matahari cukup terik siang itu, namun tetap dinginnya awet. Banyak spot bagus untuk berfoto. Paling iconic dengan kincir angin dan ilalang-ilalang. Beberapa group foto juga tidak absen pada destinasi kunjungan kali ini. Jarang juga jalan-jalan ramai begini. Alhamdulillah ~

(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
See, we made it ~ (credits: luckycaesar.com)
Sebelum melanjutkan ke destinasi berikutnya kami mampir dulu ke GS, susu coklat jadi pilihan saya yang lain sukanya minum kopi. Oiya, toiletnya lucu. Model pelaut-pelaut gitu, apa ya nyebutnya #maafkanLucycupu

(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
- Geoje Maemi Castle (거제 매미성)

Destinasi berikutnya adalah main ke pantai lagi lebih tepatnya untuk melihat keindahan senja dari Kastil Maemi. Singkat cerita, kastil ini dibangun untuk melindungi area pertanian di daerah sekitar setelah sebelumnya diporak-porandakan oleh angin typhoon Miami jadilah diberi nama "Maemi Castle" setelah diterjemahkan ke bahasa Korea. Menjemput senja yang terlalu awal. Tetap istimewa, biru sejauh mata memandang.

(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
(credits: luckycaesar.com)
Bahagianya menikmati semilir angin laut, suara deburan ombak yang terasa begitu menenangkan. Sejenak melepaskan semua beban di pundak, penat di dada dan semua kerinduan terpendam. Sejenak memberikan waktu untuk diri sendiri, self-healing yang selalu ampuh. Sungguh nikmat mana lagi yang bisa saya dustakan? Alhamdulillah ~





Selanjutnya, kami menuju ke hotel Belvedere East, tempat menginap malam ini. Sepanjang perjalanan, senja begitu memesona. Selalu dan tidak akan pernah gagal membuat saya terpesona. Bahagia bisa sesederhana ini. Senja mengajarkan perihal melepaskan dan mengikhlaskan, mengajarkan kita bahwa apapun yang terjadi hari ini pasti akan berakhir indah.



Senja dari hotel bintang lima pun juga begitu istimewa.


Beruntungnya kami mendapatkan diskon menginap hingga 80% dari 400,000 won per malam menjadi 80,000 won. Mana kuat kantong anak mahasiswa menginap di hotel bintang 5, di Korea pula di Indonesia aja nunggu gratisan program-program training atau lomba. Mending untuk yang lain yah uangnya, kalau menginap seadanya bagi saya sudah lebih dari cukup.






Malam ini acaranya adalah tukar kado, main games, main kembang api dan setelahnya saya memilih me time di kamar dengan mbak evy. Cukup menyenangkan, tapi secukupnya saja tidak perlu yang berlebihan. Sedih dan bahagia jaraknya sangat dekat, jadi secukupnya saja. Teman-teman yang lain masih terjaga hingga saya terbangun lagi, sekitar pukul 4 pagi.


Beda budaya, jadi tidak bisa kalau dipaksakan sama. Budaya minum soju saat upgrading atau kumpul-kumpul dan berbagai perayaan lainnya adalah hal wajar. Minum sampai pagi, selalu begitu. Beruntung sekali rasanya terlahir di Indonesia, rasanya jadi makin cinta negeri sendiri.

Selasa, 29 Januari 2019

Pagi yang penuh syukur. Setiap pagi memberikan banyak harapan untuk mewujudkan mimpi, menjadi pribadi yang lebih baik setiap penantian pagi. Pun seperti senja, pagi juga memberikan tempat istimewa di hati.


Mengawali pagi ini dengan sarapan berat. Setelah sarapan selesai dan packing selesai, kami checkout dari hotel. Acara selanjutnya adalah menulis kesan dan pesan satu sama lain.



Well, pesan untuk saya kebanyakan ditulis dalam bahasa korea. Beberapa teman yang paham rasanya menjadi orang asing rela berpikir lebih keras dalam bahasa asing agar pesan tersampaikan dengan baik. Sisanya, saya udah pusing dulu baca tulisan hangeul yang tidak bisa dibaca karena begitu abstrak. Yahsudahlah, besok kita buat cerita lebih baik lagi ya. Saya tidak mengerti kesenjangan seperti ini, jadinya yaah lupakan saja. Terima kasih yang sudah menyampaikan pesan untuk bisa dimengerti satu sama lain. Wish you guys have blissful days ahead ~


Destinasi terakhir trip ke Geoje hari ini adalah Historic Park of Geoje POW Camp. Belajar sejarah, melihat jejak masa lalu. Sepertinya menyenangkan ~

- Historic Park of Geoje POW Camp

Tempat untuk belajar sejarah, melihat rekam jejak perang yang terjadi antara Korea Utara dan Korea Selatan. Begitu lengkap, mulai dari exhibition hall sampai dengan outdoor performance stage. Terdapat pula exhibitions senjata serta alat tempur perang dan beberapa site-site perang yang tersisa.







Sebenarnya ada pemutaran film 4D namun karena ada jadwal mendesak, saya dan beberapa teman yang lain balik lebih dahulu ke Busan. Cukup sudah liburan singkat ke Geoje kali ini, sudah waktunya balik ke realita. Anammox sudah menunggu, kalau kelamaan doi biasanya cari perhatian  yang berlebih. Sampai ketemu di cerita liburan berikutnya. Have a good day, everyone ~ 

Place your hopes only in Allah, not in people. Be blessed ~

22 comments:

  1. serem enggak sih lewat tunnel bawah laut? kalau bentuknya transparan lebih wooow lagi, hehehe.
    Eh yang foto lompat itu berapa kali take?

    ReplyDelete
    Replies
    1. serem-seremm gimana gtu mbak wkwkw iyaaa kalau transparan lebih serem jgaa mbaak, kan aku gak bsa renang juga hahaha

      udah ahli kita mbak, dua kali take berhasil alhamdulillah hehehe

      Delete
  2. Wow ft nya keren " banget mba..btw emg di Korea gt ya kl liat wanita berhijab.. Mudah " an sih enggak yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, makasiih mbaak hehhe. . enggak semuanyaa kok mbak, masih banyaak yg baik jugaa alhamdulillah :)

      Delete
  3. Keren ya mbak lucy, udah nyampe Korea aza. Sayang banget tuh pemutaran film 4D-nya dilewatkan, padahal seru banget pastinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo mas main sini hehhe, iyaa sayang bangeet padahal juga pengen liat filmnya TT

      Delete
  4. Kalau aku disuruh lepas hijab kyk gt, agak ngeri juga tuh mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah nggak sampe maksa banget kok mbak, cuman yah verbal ttp aja ngeselin ya hehhee

      Delete
  5. Mungkin dia belum paham ajaran agama kita seputar hijab, Lucky. Yang sabar dan semoga terus diberi kesabaran ya. Aku malah ga bisa muvon dari nasi seafood itu ya, enaaak banget mirip nasi lemak. Geoje Maemi Castle mirip kayak di Korea ya, ada kincir angin segala. Duh, jadi inget muridku yang pengin banget ke Jeju Island.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mas, wkwkw susah ya move on liat yg lezat" hehehe . .

      masih banyak yg bagus disini mas, Lombok lebih indah dr jeju tp hehehe

      Delete
  6. Aku takjub Mbak, pagi hari yang musti sabar ya. Foto2nya juga keren. Btw, sampai kapan nih di Korea. Lama banget nggak mampir sini, huhuhu, banyak ketinggalan cerita. Baca postinganmu aku jadi inget ponaanku Mbak, non jauh juga dia, huhuhu... kadang sedih kalau pas ada acar akeluarga gitu, si ponaan ga ngikut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah iya mbak biar lebih sabar ya, insya Allah sampai februari tahun depan mbak pulang dulu nanti agustus hehehe doakaan lancar semester akhir ya mbak, aamiin :)

      waaa iya mbak, hehehe bulek omku juga banyak yg bilang gtu, sedih gak bsa kumpul bareng hehehe

      Delete
  7. Aku kalau lihat laut biru gitu seneng. Karena laut ditempatku ya gitu deh, keruh, cokelat.

    Oh ya masih ada yang mba yang nggak familiar dengan agama kita, dengan hijab dan berlaku seperti itu. Semoga cukup sekali itu aja mba.

    ReplyDelete
  8. Indah sekali pemandangannya, jadi ingat acara tv korea yg berjudul 3 Meals a Day, desa berbukit tapi ada lautnya :D, oiya salam kenal ya mba

    ReplyDelete
  9. Selalu bikin iri postingan Lucy ini.
    Sementara saya makin hari makin seperti ayam goreng dalam tempurung :(

    ReplyDelete
  10. Saya menikmati senja di pedesaan Indonesia aja udah indah banget rasanya, kalau ini udah ngerasain indahnya senja di korea lagi hehe
    Asli liat seafodnya ngiler banget mba.. Semoga bisa ngerasain ke sana jg deh

    ReplyDelete
  11. Sungguh pengalaman berharga ya Lucky.

    Saya terhenyak di awal, soal insiden jilbab itu. Tapi yah begitu, ya harus siap dengan kemungkinan seperti itu.

    Terus saya terkesan dengan:
    Cukup menyenangkan, tapi secukupnya saja tidak perlu yang berlebihan. Sedih dan bahagia jaraknya sangat dekat, jadi secukupnya saja.

    Ya, sering kali kita harus menentukan batas bahagia itu, jangan sampai terlena karena batasnya dengan kesedihan bisa tak terlihat. Sukses terus buat Lucky yaa.

    ReplyDelete
  12. Pengalamannya itu lo ,bikin serem-serem sedap. Takut kayak yang viral di vedeo itu ya, yang ditarik hijabnya. Kalau bepergian memang lebih amannya harus dengan muhrim atu teman yang bisa dipercaya demi keselamatan. Apalagi di negeri orang.

    ReplyDelete
  13. Lumayan lah post nya.. lumayan buat panas gue hingga pingin ke korea.. wkwk... tapi tiket promo tak kunjung muncul juga...wkwk..

    ReplyDelete
  14. songong banget pak tua yg negur, kek punya negara korea aja, suka suka lah, masing-masing saling menghormati, suka emosi saya hehe

    ReplyDelete
  15. Perjalanan yang menyenangkan pastinya, ya, Mbak....kapan saya ke sana, ya? Semoga suatu saat...

    ReplyDelete
  16. Saya malah salah fokus sama makanannya. Langsung #autolapar begitu melihat photo makanannya

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES