Sunday, June 26, 2016

Ductioner #10tahunlagi - Satu Langkah Menjadi Eco-Leader Sejati

You can do it! (Sumber Gambar)
You can, if you think you can!
No matter how high your dreams are,
you just need to strive your best and
make it happen!

Make it happen! Mantra yang selalu saya rapalkan setiap saya mulai jauh, tidak semangat ataupun malas-malasan sedangkan di depan mata deretan impian masih on progress ataupun belum dijamah sama sekali. Setiap orang pasti memiliki impian ataupun target hidup masing-masing. Setinggi atau sesederhana apapun impian itu pasti akan membuat hidup menjadi lebih terarah karena jelas capaiannya. Impian ibarat tempat berlabuh, garis finish, ataupun puncak pendakian. Selalu butuh perjuangan dan usaha keras untuk mencapainya, mewujudkannya menjadi hal nyata.

Apa mimpimu #10tahunlagi?

Ketika ditanya, apakah impian saya 10 tahun lagi? Banyak hal yang terbesit dalam pikiran. Melihat resolusi 2016 di dinding kamar, banyak sekali target yang bahkan belum tercoret. Sebagai environmentalist dan calon engineer yang concern di bidang lingkungan, satu mimpi yang konsisten saya tuliskan setiap tahun adalah be the real eco-leader. Banyak hal yang harus saya lakukan untuk mencapai hal tersebut. Menjadi seorang pemimpin sejati, tidak bisa instan melainkan membutuhkan proses yang panjang, penuh tempaan, dan jelas konsistensi diri. Untuk menjadi eco-leader sejati saya memiliki banyak plan untuk dilakukan. Ada rencana jangka panjang dan ada pula rencana jangka pendek. Rencana jangka pendek yang dilakukan adalah aksi-aksi sederhana seperti mendukung program diet kantong plastik dengan membawa tas belanja sendiri, menghemat penggunaan air, selalu menghabiskan dan tidak menyisakan makanan agar tidak ada sampah makanan, serta menghemat penggunaan kertas dan produk-produk berbahan dasar kayu untuk menekan laju penebangan pohon.

Konsep Pengolahan Sampah Makanan dengan Ductioner (dok.pribadi)
Rencana jangka pendek ini memang dikhususkan untuk diri sendiri dan orang-orang di sekitar saya agar lebih peka dengan kondisi lingkungan sekitar. Lebih peduli terhadap kondisi lingkungan yang makin kritis. Untuk rencana jangka panjang sudah mulai saya cicil dari sekarang. Salah satu rencana jangka panjang yang ingin saya wujudkan #10tahunlagi adalah pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan prinsip socio-entrepreneurship. Sampah yang diolah ini dikhususkan untuk sampah dapur atau sampah rumah tangga berupa sampah makanan yang dihasilkan setiap harinya. “Ductioner” sebagai inovasi pengolahan sampah rumah tangga (sampah makanan) dengan konsep komposting diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan sampah dapur yang masih tidak termanfaatkan dengan baik saat ini. Ductioner memiliki fungsi ganda selain menghasilkan kompos dari proses komposting sampah makanan juga sebagai media tanam untuk tumbuhan. Tumbuhan yang ditanam bisa berupa sawi, kangkung, tomat, ataupun tumbuhan yang mudah tumbuh dan bernilai jual lainnya.

Bagaimana mewujudkan DUCTIONER #10tahunlagi ? 

1. Uji Coba Desain Ductioner
Untuk mewujudkan Ductioner ini diperlukan modal serta konsep matang karena akan diterapkan di masyarakat luas. Dalam perjalanan mempersiapkan Ductioner #10tahunlagi saya mulai menyusun desain yang sesuai untuk Ductioner dan melakukan masa percobaan apakah bisa benar-benar memiliki fungsi ganda dalam komposting dan media tanam tumbuhan.

2. Standard Operating Procedures (SOP) Social Entrepreneur dan Food Waste Ranger
Selain dari segi persiapan desain alat yang tepat, saya harus mempersiapkan SOP yang tepat saat diterapkan di masyarakat karena menggunakan prinsip social entrepreneur. Tumbuhan dan kompos yang dihasilkan dari Ductioner memiliki nilai jual dan bisa menjadi income untuk masyarakat sekitar. Prinsip social entreprenur ini sekaligus melatih masyarakat untuk lebih peka, peduli dan tanggap terhadap sampah yang dihasilkan dan mengolahnya menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual. Program ductioner ini bekerja sama dengan para pemuda di kampung membentuk sebuah organisasi yang dikenal dengan “food waste ranger”. Tugas dari food waste ranger ini sebagai agen pemantau kegiatan pengolahan sampah makanan dari masyarakat dan mengorganisir hasil kompos dan tumbuhan dari Ductioner. Diperlukannya SOP dan mekanisme yang tepat untuk mengetahui dengan tepat Ductioner yang dibutuhkan untuk skala satu kampung dan keuntungan yang bisa didapatkan oleh masyarakat sekitar.

3. Modal Realisasi Ductioner Skala Besar
Untuk merealisasikan Ductioner jelas membutuhkan biaya yang cukup besar. Modal yang dibutuhkan harus mulai dipersiapkan dari sekarang. Untuk 10 tahun ke depan, dengan banyak impian lainnya yang masih diperjuangkan, yaitu lanjut kuliah S2 di kampus dan negeri impian dan bisa memulai untuk mencicil beli rumah dan membangun rumah impian maka saya harus lebih pintar menyisihkan tabungan lainnya untuk merealisasikan Ductioner.

Bagaiamana Modal untuk Realisasi Ductioner #10tahunlagi ?

10 tahun bukanlah waktu yang terlalu lama, namun juga bukan waktu yang terlalu singkat. Waktu yang cukuplah untuk mempersiapkan modal realisasi Ductioner skala besar, setidaknya skala satu kampung. Banyaknya Ductioner yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya sampah makanan yang dihasilkan dan jumlah warga kampung yang menjadi implementasi. Realisasi Ductioner untuk awalnya nanti akan diterapkan di kampung halaman saya terlebih dahulu, yaitu di Dusun Kronggahan, Desa Mejayan - Caruban, Kabupaten Madiun. Sebagai seorang pemula dan masih sangat muda dalam menjajaki dunia investasi, saya mencoba untuk melakukan investasi demi mewujudkan Ductioner #10tahunlagi. Saya memulai investasi saya di pasar modal syariah. Awalnya saya berpikir bahwa investasi harus memiliki modal yang besar. Namun, setelah belajar dan membaca banyak sumber ternyata dengan modal sedikit, yaitu mulai dari 100 ribu rupiah sudah bisa berinvestasi. Salah satunya dengan melakukan investasi di pasar modal syariah.

Saya masih dalam tahap perkenalan dengan pasar modal syariah ini. Mengenal lebih dalam dan lebih lanjut mengenai keuangan syariah serta jenis investasi yang tepat saya gunakan untuk mulai menanam modal realisasi Ductioner nanti. Sangat berharap sekali bahwa investasi syariah ini bisa membantu saya dalam mewujudkan Ductioner #10tahunlagi.

Reksadana Syariah untuk Ductioner #10tahunlagi ? 

Perhitungan Investasi dengan Reksa Dana Syariah (Sumber Gambar)
Investasi dengan prinsip syariah memang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Investasi berbasis syariah dapat dilakukan dengan reksadana syariah. Reksadana syariah ini sebagai wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat sebagai pemodal. Selanjutnya, dana ini diinvestasikan dalam portofolio efek yang dilakukan oleh manajer investasi sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah islam. Dalam hal investasi reksadana syariah, dana investasi tidak boleh ditanam di perusahaan yang berhubungan dengan sesuatu yang haram, seperti produsen minuman keras ataupun perusahaan yang berhubungan dengan judi, hiburan maksiat, pornografi, dan hal haram lainnya. Selain itu, portofolio yang bertentangan dengan ketentuan syariah juga harus dijauhi, seperti portofolio yang bersifat riba perdagangan barang palsu dan yang mengandung ketidakpastian. Jadi investasi reksadana syariah ini sudah terjamin kehalalannya, insya Allah.

Menjadi investor reksadana syariah juga tidak susah dan tidak memerlukan modal yang besar. Hanya butuh niat dan tujuan yang sudah jelas pastinya, mulai dengan modal 100 ribu sudah bisa menjadi investor reksa dana syariah. Keuntungan lainnya adalah investasi dengan reksadana syariah lebih aman dam stabil. Hal ini dikarenakan perusahaan yang bisa dibiayai lewat reksadana memiliki rasio hutang dan modal setidaknya 45% : 55%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan itu secara umum memiliki struktur modal yang sehat dan kuat, sehingga jauh dari ancaman bangkrut. Fokus investasi dari reksadana syariah ini adalah pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, valuasi masih rendah, keunggulan kompetitif kualitas bisnis yang sehat serta memiliki turnover story.

Keterbukaan Informasi dan Monitoring Investasi Reksadana Syariah (Sumber Gambar)
Keuntungan lainnya berinvestasi melalui reksadana syariah adalah praktis dan fleksible. Hal ini dikarenakan bisa melakukan pembelian secara online melalui agen penjualan ataupun langsung kepada perusahaan manager investasi. Selain itu, keterbukaan informasi juga menjadi keuntungan sebagai investor karena dapat melihat daftar reksadana syariah dan memeriksa laporan tiap bulan untuk mengetahui kinerja manajer investasi dan keadaan uang investasi yang semakin berlipat-lipat. Selain itu, reksadana syariah juga memberikan beberapa manfaat bagi pemerintah dan bursa efek, yaitu memobilisasi dana masyarakat, dapat mengoreksi tingkat bunga, meningkatkan peranan swasta nasional dalam menghimpun dana masyarakat serta mendorong perdagangan surat-surat berharga dipasar modal Indonesia.

Dengan segala pertimbangan, baik keadaan dan modal yang ada sekarang ini membuat saya semakin mantap untuk memulai berinvestasi dengan reksadana syariah. Tidak harus menunggu gaji besar baru berinvestasi, gaji yang ada sekarang sudah bisa disisihkan untuk mewujudkan impian jangka panjang yang memang sudah sedari dulu diinginkan. Hal lainnya, tak mungkin berinvestasi tanpa resiko, namun dengan reksadana syariah resiko investasi bisa diminimalisasi dengan adanya manager investasi serta sistem mitigasi resiko yang dimiliki oleh reksa dana sehingga membuat saya lebih tenang dalam berinvestasi.

Ductioner #10tahunlagi menjadi semakin nyata dengan mulai melakukan investasi di reksadana syariah. Semoga jalan ini dilancarkan oleh Allah sampai 10 tahun ke depan dan Ductioner benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai solusi pengolahan sampah rumah tangga khususnya sampah makanan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Aamiin ya rabbal alamiin. .

Referensi: 

Duitpintar.com. 2015. Kunci Sukses Investasi: Tanpa Menentukan Tujuan Sama Aja Bunuh Diri.
Duitpintar.com. 2015. 6 Tahap dalam Tata Cara Beli Reksa Dana di Bank. 
Icanende. 2010. Reksadana Syariah.
Respati, Yogie. 2016. Reksa Dana Syariah Sahamm Pilihan Investasi Terpopuler.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Oleh: Lucky Caesar Direstiyani

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Investasi Syariah

Diadakan dalam rangka Kampanye Nasional Aku Cinta Keuangan Syariah

Friday, June 24, 2016

Tri Hita Karana - Prinsip Bijak Menggunakan Media Sosial

Social Media as Main Needs? (Sumber Gambar)
Technology brings any changes in human life.  
It may enlighten the future or leads to new problems

Teknologi memberikan banyak perubahan dalam aspek multidimensional baik dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, ataupun pendidikan. Dalam era globalisasi dan pembangunan yang sedang giat-giatnya tidak bisa dipungkiri hadirnya teknologi informasi berupa internet menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Hampir setiap orang di Indonesia memiliki smartphone karena tingginya kebutuhan internet sehingga memberikan pengaruh pada semakin berkembang pesatnya kebutuhan akses media sosial setiap orang.

Media sosial tidak lagi menjadi hal yang asing saat ini. Anak-anak yang masih TK sampai orang tuapun bahkan sudah sangat akrab dengan berbagai media sosial, mulai dari facebook, line, kaskus, whatsapp, twitter, instagram, path, dan media sosial lainnya. Media sosial ini menjadi penghubung yang sangat cepat, mudah diakses serta murah karena bisa menggunakan layanan wifi gratis yang banyak terpasang di tempat-tempat umum. Media sosial menjadi sesuatu yang digandrungi hampir setiap kalangan. Menjadi media silaturrahmi dengan saudara atau kolega yang berada di luar pulau atau bahkan di belahan negara lain, menyampaikan ide dan aspirasi, ataupun wadah informasi berbagai kompetisi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Tanpa batasan ruang dan waktu, media sosial menjadikan siapapun dapat berkomunikasi di manapun dan kapanpun mereka berada. Hal ini membuat media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan kehidupan seseorang. Seperti kondisi yang ada saat ini, media sosial sudah menjadi candu tidak hanya bagi kalangan remaja, kalangan orang dewasapun banyak yang kecanduan dengan media sosial. Tiada hari tanpa mengakses media sosial. Media sosial menjadi kebutuhan yang harus ada setiap harinya, seperti makan dan minum.

Perkembangan media sosial yang kian pesat akhir-akhir ini perlu diberikan kewaspadaan yang lebih. Pasalnya media sosial tanpa batasan ruang dan waktu, dalam sedetik-dua detik penyebaran informasi dapat tersampaikan keseluruh penjuru dunia. Informasi yang baik akan memberikan manfaat karena tersebar luas dan bisa berguna untuk orang lain. Sebaliknya, informasi negatif seperti terorisme, pornografi, kriminalitas akan menjadi propaganda yang menggiring menuju perpecahan ataupun perkelahian.

Maraknya media sosial sebenarnya berkaitan erat dengan cara bersosialisasi, berteman serta berinteraksi. Perbedaannya adalah media sosial menjadi wadah untuk melaukan komunikasi secara tidak langsung (tidak bertatap muka) dan berinteraksi melalui komentar, pesan ataupun chat. Melalui media sosial banyak hal yang bisa didapatkan, mulai dari berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, berbagi ilmu dan diskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi, penyebaran informasi atau aksi peduli lingkungan dan perayaan lainnya sampai mendapatkan teman baru. Hal yang perlu diwaspadai dengan penggunaan media sosial adalah dengan memasang filter pada diri sendiri. Menggunakan media sosial dengan bijak dan sesuai dengan fungsi media komunikasi yang baik. Mengutip konsep Tri Hita Karana yang dijadikan oleh warga Bali dalam menjalani hidup, bisa diterapkan sebagai prinsip bijak dalam menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tri Hita Karana – Tiga Keharmonisan dalam Hidup
[1] Membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan.
[2] Membina hubungan harmonis antara manusia dengan alam
[3] Menjalin keharmonisan antar sesama manusia

Media sosial sebagai media komunikasi yang baik dan menjadi pembangun toleransi ketika digunakan dengan sebagaimana mestinya. Bukan perihal yang mudah menjadikan media sosial menjadi pembangun toleransi pada peradaban yang terus berkembang seperti sekarang ini. Namun, bukan perihal yang sulit juga untuk membangun toleransi melalui media sosial asalkan ada kesungguhan dan komitmen diri untuk mewujudkannya. Nothing impossible. If you want it, make it happen!

Budaya Toleransi - Membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan

Sejak kecil, setiap dari kita pasti diajarkan untuk membangun toleransi dengan orang lain. Sederhananya, bersikap saling menghargai dan saling menghormati terhadap sesama. Membangun budaya toleransi melalui media sosial dapat dilakukan dengan saling menghargai dan menghormai antar individu. Indonesia sebagai negara dengan beragamnya agama yang ada menjadikan sebuah kesempatan positif untuk melestarikan budaya toleransi antar umat beragama. Khususnya dalam toleransi beragama, tidak memaksakan ajaran agama tertentu terhadap seseorang, melecehkan atau bahkan membuat isu-isu yang dapat menimbulkan perpecahan. Perlu diwaspadai bahwa sekarang ini banyak situs-situs yang menyebarkan isu-isu keagamaan dengan mengangkat keberpihakan pada suatu ajaran agama tertentu sehingga memancing reaksi permusuhan dari ajaran agama lain.

Hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal ini adalah selalu bijaksana dalam mendapatkan informasi. Pahami dan gali informasi lebih dalam lagi dengan membaca berita tidak hanya dari satu sumber. Terapkan prinsip untuk tidak mudah tergiring dengan opini publik dan mantapkan niat untuk selalu membawa misi toleransi dan perdamaian. Penggunaan media sosial yang benar bisa menjadi sarana untuk berbagi informasi dan tips-tips keagamaan, sharing cerita mengenai kondisi realita toleransi umat beragama seperti harmonisasi umat beragama dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat tercipta pemahaman publik untuk mendukung terciptanya toleransi dalam umat beragama. Satu hal yang terpenting adalah penggunaan media sosial jangan membuat lupa untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah pada dunia nyata. Jangan sampai sibuk di media sosial untuk menyebarkan kemuliaan dalam beragama, namun ibadah yang sebenarnya terlupakan.

Satu pengalaman menarik yang pernah saya alami mengenai toleransi beragama adalah saat saya dan teman-teman yang tergabung sebagai volunteer ITS International Office mengadakan kegiatan CSR di salah satu desa di Malang, yaitu di Desa Rowo Terate. Desa ini mayoritas penduduknya beragama kristen dan ada juga beberapa penduduk yang muslim. Tidak seperti pada desa umumnya dimana Islam sebagai mayoritas, namun keharmonisan tetap terjaga dengan sangat baik di desa ini. Saling menghargai dan menghormati antar sesama umat beragama benar-benar terbina. Saya bisa merasakan bagaimana menjadi minoritas dan tanpa ada masalah apapun yang terjadi. 

Membuat Taman Baca di Rowo Terate (Dok.pribadi)

Merenovasi UKS di SD Rowo Terate (Dok.pribadi)
Lomba Balap Karung dengan Warga Rowo Terate (Dok. pribadi)

Lebih Bijak dalam Bertindak - Membina hubungan harmonis antara manusia dengan alam

Media sosial menjadi wadah yang sangat tepat untuk menyebarkan berbagai macam informasi. Sebagai agen informasi yang bijak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan harmonis dengan sesama dan lingkungan sekitar. Salah satunya melalui media sosial bisa bergabung dengan grup-grup sosial yang ada untuk ikut beraksi saat ada kegiatan serta menyerukan aksi pada yang lain untuk ikut bergabung. Hubungan harmonis ini bisa tercipta dengan dukungan dan kemauan dari pihak-pihak terkait. Adanya toleransi satu sama lain menjadikan harmonisasi lebih mudah untuk terbina. 

Kalangan Remaja dan Dewasa Merajai Media Sosial
Satu hal yang perlu diperhatikan mengenai penggunaan media sosial adalah saat ini kalangan remaja yang hiperaktif di media sosial sering memposting kegiatan sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup yang mencoba mengikuti perkembangan jaman, sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya. Satu sisi, untuk orang-orang yang tidak peduli hal ini tidak memberikan efek sama sekali. Namun, untuk beberapa orang pasti akan menimbulkan kecemburuan. Kecemburuan positif akan membawa perubahan untuk bekerja dan berusaha lebih keras. Namun, jika kecemburuan negatif maka akan membawa pada perasaan sinisme, menimbulkan prasangka negatif dan merusak harmonisme. Untuk membina harmonisme melalui media sosial dengan manusia ataupun lingkungan sekitar diperlukan sikap yang bijaksana dan selalu waspada dalam mengambil setiap tindakan. Tindakan apapun yang dilakukan pasti akan ada konsekuensinya, sekecil apapun itu.

Be Present! - Menjalin keharmonisan antar sesama manusia

Potret Penggunaan Media Sosial dalam Kehidupan Sosial (Sumber Gambar)
Media sosial bisa dikatakan berhasil membawa sebagian besar manusia masa kini dalam koneksi antar layar melalui penggunaan smartphone, tablet ataupun komputer untuk berkomunkasi ataupun berinteraksi dengan yang lain. Tanpa disadari, kehadiran media sosial bisa mengasingkan diri di tengah-tengah kehidupan sosial. Kondisi yang terjadi saat ini, di tempat-tempat umum banyak yang lebih asyik dengan gadget sendiri daripada berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar. Manusia sibuk terhubung dengan berbagai aplikasi media sosial untuk terhubung dengan manusia lain yang jaraknya sangat jauh melalui layar dan jaringan, namun pada saat yang sama telah menciptakan jarak dengan mereka yang dekat di lingkungan sosialnya. Kebiasaan ini harus dihentikan, kehidupan sosial nyatanya lebih penting daripada kehidupan yang terjadi dimedia sosial. Be Present – kehadiran adalah yang sejatinya penting di kehidupan sosial. Letakkan gadget ketika sedang berada ditempat-tempat umum. Jalin komunikasi dan keharmonisan yang nyata dengan orang-orang sekitar. Letakkan gadget ketika sedang berkumpul dengan teman-teman karena obrolan nyata lebih terkenang daripada chat yang jumlahnya ratusan. Letakkan gadget, tinggalkan sejenak media sosial untuk membangun keharmonisan di kehidupan sosial yang sebenarnya.

Last but not least, media sosial membawa berkah dalam pembangunan toleransi baik toleransi beragama ataupun toleransi antar sesama manusia dan lingkungan sekitar. Berkah bisa tercipta dengan kebijaksanaan dan menerapkan sikap mawas diri sebelum mengambil tindakan. Tri Hita Karana – Tiga Keharmonisan dalam Hidup sebagai prinsip bijak yang sangat tepat untuk diterapkan dalam penggunaan media sosial pada kehidupan sehari-hari. Berkah bisa jadi musibah, semuanya tergantung pada apa yang kita lakukan. So, be wise!

----------------------------------------------------

Friday, June 17, 2016

Bonus Demografi dan Perwujudan Generasi Berencana Menuju Indonesia Sejahtera


Isu kependudukan menjadi permasalahan nasional yang memberikan dampak multidimensional terhadap sektor ekonomi, sosial, pendidikan dan sektor lainnya. Isu kependukan ini mencakup kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk.  Kependudukan di Indonesia yang sangat dinamis berdampak pada  pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu negara. Indonesia terus menikmati pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan sejak awal tahun 2000 sampai saat ini. Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut adalah besarnya konsumsi dalam negeri dan kreatifitas serta produktivitas penduduk usia muda. 

Indonesia Padat Penduduk (Sumber)
Indonesia sudah memulai bonus demografi sejak tahun 2012. Bonus demografi merupakan bonus yang dinikmati oleh negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang terjadi di negara tersebut. Bonus demografi memberikan banyak manfaat mulai dari pembangunan sosial, ekonomi, budaya, politik, lingkungan, hingga pertahanan dan keamanan.

Dalam bonus demografi terdapat istilah dependency ratio atau rasio ketergantungan, yaitu sebuah rasio yang menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk usia non produktif (usia < 15 tahun dan >64 tahun). Sebagai contoh, angka rasio ketergantungan 57 menunjukkan 100 orang berusia kerja produktif menanggung sebanyak 57 orang yang belum maupun yang sudah tidak produktif lagi. Pertumbuan ekonomi secara maksimal terjadi ketika rasio ketergantungan berada dibawah 50. Kondisi ini disebut sebagai the window of opportunity. Terdapat setidaknya empat faktor utama untuk memaksimalkan window of opportunity demi kemajuan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan penduduk, yaitu
(1) SDM yang berkualitas
(2) Terserap dalam pasar kerja
(3) Adanya tabungan pada tingkat rumah tangga
(4) Perempuan dalam pasar kerja.

Untuk memanfaatkan window of opportunity maka kebijakan pengembangan SDM, sektor tenaga kerja, sektor keuangan, sektor riil dan pemberdayaan perempuan harus lebih dipertajam dan disinkronisasikan satu dengan yang lain dengan memperhatikan dinamika demografi dan sosial ekonomi dari kelompok penduduk usia produktif. Selain itu, perlu diperhatikan kondisi global karena bagaimanapun ke depan keterkaitan antar negara dalam bidang sosial dan ekonomi akan semakin erat.

Indonesia bergerak menuju tercapainya jendela kesempatan atau the window of opportunity pada tahun 2028-2031. Pada saat itu ditargetkan rasio ketergantungan berada pada angka 47. Rasio ini akan kembali meningkat pada tahun 2031 karena meningkatnya jumlah penduduk berusia >64 tahun.  Pada kurun waktu 2020-2030, jumlah penduduk di Indonesia berkisar antara 268 juta jiwa (2020) dan 293 juta jiwa (2030). Jumlah penduduk usia produktif pada kurun waktu yang sama adalah 198.5 juta dan 200.3 juta. Bonus demografi ini menjadi kesempatan emas untuk Indonesia dalam mendatangkan peluang yang sangat menguntungkan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin generasi muda menjadi generasi yang produktif dan berkualitas. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mewujudkan bonus demografi, yaitu:

Kualitas Pendidikan

Pendidikan menjadi dasar menuju kehidupan yang lebih baik. Pendidikan juga menjadi senjata utama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Perlu adanya penyiapan SDM kependudukan dengan dimulai dari pembentukan karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Untuk mewujudkan SDM Indonesia yang berdaya saing tinggi perlu adanya perubahan/revolusi yang mendasar yang memerlukan kerjasama semua pihak.

Pendidikan yang berkualitas mempunyai peran besar dalam mempecepat pembangunan suatu bangsa. Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi. Kemajuan ekonomi bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan yang berkualitas menghasilkan generasi-generasi cemerang penuh dengan karya dan inovasi dibidang pengetahuan serta teknologi sehingga memberikan pengaruh yang besar dalam roda perekonomian bangsa.

Tersedianya Lapangan Kerja yang Berkualitas dan Perbaikan dalam bidang Partisipasi Kerja

SDM yang berkualitas mempunyai nilai saing dan daya kerja yang tinggi sehingga memiliki partisipasi kerja yang sangat baik. Selain itu, peningkatan ketrampilan kerja lainnya dan penguasaan bahasa asing merupakan hal yang wajib dan tidak bisa ditawar lagi. Lapangan kerja yang berkualitas mendorong para tenaga kerjanya untuk selalu meningkatkan kompetensi diri dan keluar dari zona nyaman masing-masing.  Melakukan hal-hal baru untuk menguji kemampuan diri ataupun mendapatkan pengalaman dan menambah skill baru sehingga terus berkembang menjadi SDM yang unggul dan penuh potensi.

Menggiatkan Program Pemerintah untuk Menekan Laju Kelahiran dengan Program KB

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program untuk mewujudkan kesejahteraan nasional. KB dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui progtam KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Solusi Anak Cukup 2 bukan merupakan pilihan namun kewajiban. Gizi dan aspek kesehatan menjadi aspek sangat penting dan perlu untuk diperhatikan.

Keberhasilan program KB yang mulai terasa adalah menurunkan jumlah penduduk di bawah 15 tahun. Dinamika perubahan struktur umur ini yang berdampak pada menurunnya proporsi penduduk non produktif dan meningkatnya proporsi penduduk usia produktif. Secara potensial, kondisi ini sangat baik untuk mendukung kemajuan bangsa. Penduduk usia produktif terutama kaum muda merupakan kelompok yang sangat energik dan kreatif. Selain itu, potensi sumber daya alam yang melimpah dan besarnya proporsi penduduk usia produktif khususnya usia muda merupakan faktor kunci yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan nasional.

Selain itu, melalui program GenRe (Generasi Berencana), yaitu suatu program yang berada dibawah naungan BKKBN dan dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja diharapkan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul yang nantinya membawa kemajuan untuk bangsa. Tujuan dari GenRe adalah untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana. Melalui GenRe ini sangat diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang baik dan berkualitas dan menjadi tonggak utama menuju Indonesia Emas. 

Pemerataan Penduduk untuk Kelestarian Sumber Daya Alam dan Kualitas Lingkungan

Pemerataan penduduk menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam serta kualitas lingkungan tempat tinggal. Semakin padat penduduk di suatu tempat maka semakin besar potensi terjadinya penurunan kualitas dan defisit sumber daya alam yang ada. Hal ini disebabkan karena semakin banyak penduduk maka semakin banyak kebutuhan yang dibutuhkan dan buangan yang dihasilkan seperti limbah cair, sampah, emisi udara, dan buangan lainnya.

Semakin besar tingkat pertumbuhan penduduk dengan sistem tepusat (tidak tersebar merata) maka akan semakin sulit menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada, seperti sumber air dan potensi penurunan kualitas lingkungan semakin besar. 

Baca juga: 
Tekan Laju Deforestasi – Bukan Sebuah Pilihan Namun Kewajiban  

Kebijakan dan strategi menyiapkan SDM Indonesia yang penuh potensi dan berkualitas dikaitkan dengan berbagai hal, yaitu kompetisi antar negara yang semakin meningkat, gambaran pasar kerja dimasa mendatang (skala global maupun nasional), kemajuan teknologi, dinamika kependudukan secara global utamanya migrasi penduduk, laju urbanisasi  potensi SDA Indonesia, serta langkah nyata strategi pembangunan global pasca 2015 melalui revolusi kependudukan. Adanya bonus demografi menjadi kesempatan emas dan senjata utama untuk meningkatkan derajat kualitas kesejahteraan nasional sehingga bisa tercapai tujuan nasional pembangunan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal ini juga perlu adanya dukungan dan peningkatan kualitas diri dari seluruh pihak. Pendidikan yang berkualitas dan generasi muda yang kompetitif menjadi pionir utama menuju Indonesia yang lebih baik. Terus memperbaiki diri dengan mengasah kemampuan dan menjadi pribadi yang unggul serta berkualitas. 
Selamat berbenah dan terus meningkatkan kualitas diri. 
Generasi Muda untuk Indonesia Sejahtera! 
REFERENSI:
Sekarpuri, Anindita Dyah. 2015. Revolusi Kependudukan Menyambut Era Pasar Terbuka ASEAN. Bogor: Widyaiswara Balai Diklat KKB Bogor

Ulfira, Bunga Rizki. 2015. GenRE, Saatnya yang MudaBerencana!



Artikel ini diikutsertakan dalam
Sayembara Blog Kependudukan 2016 BKKBN
Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Yuk ikutan juga!
Tulis Opinimu Mengenai Kondisi
Kependudukan Indonesia.
Penulis: Lucky Caesar Direstiyani

Tekan Laju Deforestasi – Bukan Sebuah Pilihan Namun Kewajiban

Hutan Indonesia Paru-paru Dunia (Sumber)
Indonesia sebagai paru-paru dunia dengan kekayaan hayati berupa hutan tropis yang memiliki luas terbesar ketiga setelah Brazil dan Zaire. Luas kawasan hutan Indonesia pada tahun 2012 mencapai 130,61 juta ha yang merupakan 68,6% dari total luas daratan Indonesia (Kementrian Kehutanan, 2011). Fungsi hutan yang sangat penting dalam menunjang keseimbangan lingkungan seperti mengatur tata air, mencegah dan membatasi terjadinya banjir, serta memelihara kesuburan tanah. Hutan juga menjadi salah satu unsur strategi pembangunan nasional melalui pemanfaatan hasil hutan secara bijaksana melalui program tebang pilih.

ANCAMAN KEBERADAAN KAWASAN HUTAN INDONESIA

Kerusakan Hutan di Indonesia Semakin Kritis (Sumber)
Seiring berkembang pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk yang meningkat setiap tahun membuat pemanfaatan hasil hutan menjadi tidak terkendali. Terjadi deforestasi besar-besaran sehingga mengakibatkan permasalahan lingkungan yang sangat serius. Laju deforestasi pada periode tahun 2000-2009 sebesar 1,51 juta ha/tahun, dengan laju deforestasi terbesar terjadi di Kalimantan yaitu 220.586 ha/tahun. Apabila laju deforestasi tidak ditekan, maka diperkirakan pada tahun 2020 kawasan hutan di Jawa akan habis dan pada tahun 2030 kawasan hutan di Bali-Nusa Tenggara juga akan habis (FWI, 2011). Selain itu, terjadinya alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi pemukiman ataupun menjadi perkebunan kelapa sawit dengan tujuan industri komersil perlu mendapatkan penanganan yang serius. Bidikan ancaman yang sangat serius tersebut menimbulkan tingkat kerusakan hutan di Indonesia per tahunnya mencapai 45% terbagi menjadi 32% kawasan hutan dan 13% di luar kawasan  hutan (Kementerian Kehutanan, 2011). Hampir setengah dari luas hutan di Indonesia telah terfragmentasi oleh jaringan jalan, jalur akses lainnya serta berbagai kegiatan pembangunan seperti perkebunan dan industri.

Faktor ancaman lainnya yang perlu mendapatkan perhatian serius mengenai keberadaan kawasan hutan Indonesia yaitu pembalakan skala besar sampai pembukaan hutan skala kecil oleh keluarga petani, dari tebang habis untuk membuka lahan industri pertanian hingga kehancuran akibat kebakaran hutan yang berulang (FWI, 2011). Hutan alam di Sumatera hilang 1% setiap tahunnya akibat pembukaan lahan perkebunan kayu dan kelapa sawit yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan kita akan produk tisu, kertas, makanan dan pembersih yang berbahan baku komoditas tersebut. Sepanjang tahun 1990 hingga 2005, setidaknya 56 persen atau seluas 1,7 ha pembukaan lahan untuk perkebunan sawit banyak dilakukan pada kawasan hutan yang masih tertutup hutan (LP Koh dan DS Wilcove, 2008). Hingga Juni 2010, tidak kurang dari 2,8 juta ha kawasan hutan dilepaskan untuk keperluan ekpansi sawit sementara realisasi tanamnya baru mencapai 1,11 juta ha (Kemenhut RI, 2014). Beberapa laporan dari berbagai LSM maupun Badan Pemeriksa Keuangan yang memotret sepak terjang perusahaan perkebunan sawit di kawasan hutan bahkan memperlihatkan bagaimana okupasi sawit pada kawasan hutan dalam berbagai kasus sudah tidak segan-segan untuk melakukan pembukaan lahan dengan membabat hutan (land clearing) tanpa izin pelepasan kawasan.

AKIBAT HILANGNYA KAWASAN HUTAN

Prediksi bencana yang akan terjadi akibat hilangnya kawasan hutan yang merupakan habitat asli dari berbagai spesies yang hidup di hutan. Meskipun luas daratan Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan permukaan bumi, namun di dalamnya memiliki tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi dan sebagian besar spesies ini hidup di dalam hutan–hutan Indonesia. Spesies ini meliputi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia, dan 16% spesies burung (FWI/GFW, 2001). Selain itu, hutan Indonesia juga menjadi rumah beberapa mamalia paling disayangi di dunia, yaitu orangutan, harimau, gajah, dan badak. Terjadi penurunan populasi dari masing-masing mamalia akibat fragmentasi hutan dan pembangunan pertanian yang terjadi di kawasan hutan. Lebih dari 50% jumlah badak merosot selama sepuluh tahun terakhir (FWI/GFW, 2001). Fragmentasi dan konversi habitat yang terjadi secara khusus juga telah menghancurkan spesies primata.

Hutan-hutan Indonesia juga menyimpan jumlah karbon yang sangat besar dan mampu menghasilkan lebih dari 14 miliar ton biomassa yang setara dengan sekitar 20% biomassa di seluruh hutan tropis di Afrika. Jumlah biomassa ini secara kasar menyimpan sekitar 3,5 miliar ton karbon (FAO, 2001). Beberapa fragmentasi kawasan hutan yang secara ekstensif terjadi di Indonesia sementara hutan yang ditanami kembali masih sangat terbatas sehingga menyebabkan lebih banyak karbon yang dihasilkan daripada yang disimpan (FWI/GFW, 2001). Hal ini berarti karbon yang dihasilkan memberikan andil yang besar terhadap pemanasan global.

TEKAN LAJU DEFORESTASI DAN KERUSAKAN HUTAN
Kondisi hutan di Indonesia yang semakin memprihatikan menuntut aksi nyata untuk menekan laju kerusakan yang terjadi. Salah satu LSM lingkungan yang terbesar, Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), telah menyerukan suatu penangguhan total terhadap semua industri pembalakan di areal hutan alam, yang dilakukan secara bertahap selama 2-3 tahun. Hal ini disampaikan pada Consultative Group on Indonesia (CGI). Namun kondisi yang ada, banyaknya masalah-masalah yang terjadi di berbagai bidang seperti politik, sosial dan ekonomi yang dihadapi Indonesia, dan hampir tidak adanya tindakan terhadap masalah-masalah agenda reformasi kebijakan kehutanan apa pun selama beberapa tahun yang lalu, membuat ramalan mengenai hutan-hutan Indonesia tetap suram.

12 Komitmen Indonesia kepada CGI Mengenai Hutan dan Kebijakan Kehutanan
Penekanan laju deforestasi dan meminimalisasi bahaya kerusakan hutan di Indonesia sebenarnya bisa dilakukan mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu mengatur tingkat konsumsi terhadap bahan-bahan yang digunakan sehari-hari yang berbahan baku komoditas hasil hutan seperti tisu, kertas, dan diapers (pampers, pembalut). 
 
Aksi Pengurangan Penggunaan Tisu dan Kertas (Sumber)

Sebagai konsumen yang baik harus selektif serta cerdas dalam membeli produk dan pastikan memiliki ekolabel. Ekolabel merupakan label sertifikasi yang menginformasikan bahwa sebuah produk diproduksi dari sumber yang lestari serta melalui proses produksi yang bertanggung-jawab dan berkelanjutan. 

Beli Produk dengan Ekolabel (Sumber)
Aksi sederhana lainnya adalah melakukan penghijauan dan menerapkan prinsip satu jiwa satu tanaman. Hal ini merupakan cara sederhana gerakan penghijauan dan mengembalikan pohon-pohon yang telah ditebang bebas. Penanaman kembali hutan yang telah rusak menjadi satu cara untuk mengurangi bahaya pemanasan global yang semakin kritis. Penekanan laju deforestasi bisa dilakukan dengan melakukan reformasi UU dan Kebijakan Hutan yang ada dengan penerapan sanksi berat dan tegas terhadap siapapun yang dengan kesadarannya merusak hutan. Harapannya para oknum kerusakan hutan takut untuk melanggar peraturan yang ada.

Yuk, ikut berkontribusi menekan laju deforestasi dengan lebih peduli terhadap apa yang dilakukan dan dikonsumsi setiap harinya #beliyangbaik #nomoreconsumtifforbetterlife

REFERENSI:
Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). 2001. Unasylva. No. 205, Vol. 52.
FWI. 2011. Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode Tahun 2000-2009. Forest Watch Indonesia
FWI/GFW. 2001. Keadaan Hutan Indonesia. Bogor, Indonesia. Forest Watch Indonesia dan Washington D.C.: Global Forest Watch
Kemenhut RI: Jatah Lahan untuk Kebun Sawit Masih Ada 1,7 juta ha, ttp://riaubisnis.com/index.php/agriculturemainmenu-109/pertanian-news/42-pertanian/1014-kemenhut-ri-jatah-lahan-untukkebun-sawit-masih-ada-17-juta-ha.
Kementerian Kehutanan. 2011. Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) Tahun 2011-2030. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan:Jakarta
LP Koh dan DS Wilcove. 2008. Is oil palm agriculture really destroying tropical biodiversity? Conserv. Lett. 1:60-64.
www.beliyangbaik.org
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Artikel ini diikutsertakan dalam
Sayembara Blog Kependudukan 2016 BKKBN
Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Yuk ikutan juga!
Tulis Opinimu Mengenai Kondisi Kependudukan Indonesia.
Penulis: Lucky Caesar Direstiyani

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES