Wednesday, August 26, 2020

Belajar dari Alam: Semua Punya Perannya Masing-Masing

Sejenak melepas penat, menikmati semilir angin yang begitu menenangkan. Sepi, hanya suara hempasan air mengenai batu pinggiran waduk bersama kicau burung-burung melengkapi bahagia sore ini. Terlihat beberapa ekor capung hinggap bergantian di batang-batang kayu. Beginilah istimewanya, privilege rumah di desa yang masih belum terjamah dengan bangunan pencakar langit. Masih asri, banyak sawah-sawah dan hamparan tanah lapang. Caruban, kampung halaman saya, bersebelahan dengan Hutan Jati Saradan. Sekitar 20 menit dari rumah, terdapat Waduk Widas, tempat saya menghabiskan sore kali ini.

Waduk Widas membendung aliran Kali Bening dan anak sungainya, Kali Pentung, sehingga nama bendungan dari waduk ini diberi nama Bendungan Bening. Waduk Widas dikelola oleh Jasa Tirta dan volume waduk normal mencapai 33 juta meter kubik. Kondisi iklim yang tidak menentu seperti sekarang membuat keberadaan waduk menjadi penting. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, tampungan air pada waduk bisa mengurangi potensi terjadinya kekeringan. Sedangkan air yang melimpah pada saat musim hujan bisa di tampung sehingga mengurangi potensi terjadinya banjir.

Sepanjang perjalanan menuju Waduk Widas, terlihat pohon-pohon jati berjajar dengan kokohnya, penjual ikan kuthuk menjajakan hasil tangkapan dari danau, serta sawah-sawah yang ditanami padi, kacang, dan jagung. Sawah ini hanya ditanami ketika musim kemarau seperti sekarang karena air Waduk Widas surut sehingga menjadi lahan untuk bisa ditanami dengan tanaman pokok. Ketika musim hujan datang, lahan akan tertutup penuh dengan air dan banyak kapal bersandar di pinggiran. Pertaruhan yang sulit pastinya untuk para petani menggunakan lahan tersebut, di masa ketika perubahan iklim tidak menentu. Semoga saja perhitungan masa panen yang tepat dan keberuntungan berpihak pada para petani sehingga bisa menikmati hasil panen yang melimpah.

Anomali cuaca, kenaikan suhu bumi dan permukaan air laut yang kian mengkhawatirkan

Berbicara mengenai perubahan iklim, banyak sekali dampak yang kita rasakan sekarang ini. Selain perubahan iklim yang tidak menentu, kemarau jadi semakin panjang sedangkan saat musim hujan datang, curah hujan dengan intensitas lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut kepala BMKG, siklus hujan ekstrem yang biasa terjadi 5-10 tahun sekali memendek kurang dari periode itu. Stasiun Jakarta Observatory BMKG menganalisis perubahan risiko dan peluang curah hujan ekstrem di Jakarta pada periode ulang kejadian 2014 dan 2015, menunjukkan terjadi peningkatan 23% dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu.

Perubahan iklim jelas mengganggu keseimbangan alam. Akibat dari perubahan iklim juga terjadi kenaikan suhu di wilayah Indonesia dari 0,01 derajat celcius di Maluku sampai yang tertinggi 1,13 derajat celcius di Kepulauan Riau dalam 10 tahun terakhir. Kenaikan suhu ini menyebabkan pencairan es dan kemudian terjadi kenaikan tinggi muka air laut. Hal ini tentu cukup mengkhawatirkan mengingat 2/3 wilayah Indonesia adalah laut. Lebih mengkhawatirkannya lagi 60% dari 150 juta jiwa penduduk pulau Jawa tinggal di wilayah pesisir. 

Penyebab utama dari kenaikan suhu ini akibat adanya korelasi yang dengan kandungan gas rumah kaca dengan kadar karbondioksida (CO2) mencapai rekor tertinggi sebesar 407,8 ppm di wilayah Indonesia. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca terjadi seiring dengan kenaikan CO2 dari transportasi, industri yang tidak ramah lingkungan serta laju deforestasi di Indonesia yang masih tinggi mencapai 465,5 ribu hektar pada tahun 2018-2019. Sebelas persen dari semua gas rumah kaca global disebabkan oleh deforestasi, sebanding dengan emisi dari semua mobil dan truk di bumi.

Laju deforestasi masih tinggi, makin mengancam keseimbangan alam

Perubahan iklim juga disebabkan akibat eksploitasi hutan secara terus menerus untuk alih fungsi lahan sektor non kehutanan, ekstraksi minyak dan gas, dan perkebunan monokultur seperti sawit. Dampak perubahan iklim terkait juga dengan potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kekeringan yang dipicu fenomena iklim El Nino yang juga berkepanjangan. Padahal hutan tropis sangat efektif untuk menyimpan karbon dan berperan setidaknya 30% dalam mencegah perubahan iklim.

Hutan merupakan sumber banyak kebaikan untuk kehidupan. Hutan mengatur pasokan air tawar dan air minum serta menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap harinya. Tidak hanya itu, hutan menjadi rumah untuk 50% spesies tumbuhan dan juga binatang hidup mulai dari burung, mamalia, reptilia dan amfibia. Semua penghuni hutan memiliki perannya masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam.

Hutan Tropis Indonesia dalam angka | source: ykan.or.id

Sebagai pegiat lingkungan dan perlindungan satwa salah satunya Orang utan, Mbak Davina Veronica, dalam serial terakhir talkshow ruang publik bersama KBR dengan tema “Cerita kita tentang perubahan iklim” menuturkan prihatin dan takut melihat perubahan iklim yang begitu mempengaruhi kehidupan satwa. Dalam hal ini hutan yang makin terancam kelestariannya akibat ulah manusia yang terus mengeksplotasi hutan besar-besaran. Populasi manusia yang tidak terkontrol juga hampir mengambil begitu banyak ruang yang semua diperuntukkan untuk manusia.

Pun manusia sering dikuasai ambisi untuk memanfaatkan segalanya tanpa melihat dampak yang ditimbulkan selanjutnya, yang justru sebagai sumber masalah untuk semua penghuni bumi. Padahal bumi ini tempat untuk semua makhluk hidup dengan perannya masing-masing. Seperti keberadaan Orang utan memiliki peran penting dalam ikut melestarikan, menyeimbangkan, dan menjaga kesehatan alam.

Orang utan memberikan peran besar bagi ketersediaan cahaya matahari di dalam hutan, mengingat kondisi hutan hujan tropis sangatlah lebat dan gelap. Nah, orang utan bertugas membuka kanopi hutan saat mencari makan ataupun membuat sarang dengan memetik dahan dan daun pepohonan sehingga memudahkan sinar matahari untuk masuk dan membantu tunas-tunas tumbuhan dapat berkembang dengan baik.

Tidak hanya itu, orang utan juga membantu persebaran biji-biji buah yang mereka makan dan dikeluarkan bersama dengan feses. Biji-biji buah ini dapat tersebar cukup jauh karena orang utan berpergian sepanjang 10 km/hari.  Bahkan terdapat beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh hanya melalui perantara orang utan.

Berkurangnya populasi orang utan akibat rumah yang diambil paksa oleh manusia nantinya akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem hutan dan tentunya mempengaruhi kebelangsungan hidup manusia dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, banyak juga orang utan yang ditangkap dan dijadikan hewan peliharaan. Padahal, menangkap orang utan jelas-jelas menyalahgunakan fungsi utama mereka sebagai pemelihara hutan.

Semua memiliki peran masing-masing dalam melestarikan alam

Adanya pandemi ini memberikan ruang sejenak untuk alam bisa beregenerasi. Sudah semestinya kita juga harus mulai beraksi dengan turut ikut serta melestarikan alam, rumah yang telah memberikan banyak kebaikan untuk kehidupan kita selama ini. Mulai dari diri sendiri, dengan langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga menginspirasi yang lainnya untuk ikut beraksi. 

Ikut kampanye pentingnya hutan dan orang utan untuk mendukung keseimbangan alam

Dalam aksi sederhananya bisa dimulai dengan mengurangi pemakaian kertas untuk menekan jumlah penebangan pohon atau mengganti pemakaian tissu dengan sapu tangan atau kain. Selain itu bisa dengan mengikuti program adopsi pohon  atau menerapkan program satu jiwa satu tanaman. Teman-teman juga bisa lebih selektif dalam membeli produk-produk ramah lingkungan. Jangan membeli produk hasil hutan dan perkebunan kelapa sawit yang tidak menganut prinsip ramah lingkungan. Selain itu, bisa juga dengan memberi donasi ke lembaga konservasi lingkungan.  Oiya, satu lagi yang penting, jangan memelihara satwa liar di rumah ya. Rumah mereka di hutan bukan di rumah kalian.

Ikut andil dalam meminimalisir produksi sampah dan pengelolaan sampah yang baik

Mulai terapkan pada diri sendiri untuk seminim mungkin menghasilkan sampah. Terapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Pasti banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam meminimalisir sampah, termasuk membawa tumbler/kotak makan/tas kain, mengganti popok sekali pakai dengan clodi, beralih dari pembalut sekali pakai dengan menggunakan pembalut kain atau menscup, ataupun selalu menghabiskan makanan yang telah diambil.

Mengenai pengelolaan sampah yang dihasilkan, pilah sejak dari rumah. Jangan buang sampah sembarangan, termasuk limbah minyak jelantah yang dihasilkan. Masih banyak yang abai dengan membuang limbah jelantah ke selokan ataupun saluran air. Padahal bisa menyebabkan penyumbatan karena mengeras dan menempel di dinding pipa. Parahnya lagi, minyak jelantah yang seenaknya di buang ke selokan dapat mencemari perairan. Menurut penelitian, 1 liter minyak jelantah yang dibuang ke lingkungan mencemari 1000 liter perairan di sekitar. Hmm kasihan sekali lingkungan ya kalau terus-terusan abai berbuat seenaknya. 

Oiyaa, ada beberapa NGO yang menangani perihal pengelolaan limbah minyak jelantah ini untuk kemudian diolah menjadi biodiesel. Teman-teman juga bisa kumpulkan minyak jelantah untuk kemudian dimanfaatkan menjadi sabun, atau kalau terlalu susah bisa kontak ke @belijelantah (instagram) untuk pengumpulan minyak jelantah. Namun saat ini hanya tersedia untuk wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang.

Lebih bijak dalam menggunakan air, secukupnya sesuai kebutuhan

Selanjutnya adalah menggunakan air secukupnya. Prinsip reduce, reuse, recycle, dan tambahan replant juga bisa diterapkan untuk melestarikan air. Langkah menggunakan air dengan bijak sesederhana mematikan kran air saat gosok gigi dan mencuci tangan dengan sabun, ataupun menggunakan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Teman-teman bisa juga mulai memikirkan panen air hujan untuk menyambut musim penghujan nanti ataupun merancang pengolahan air sederhana di rumah. Langkah sederhana yang memberikan dampak besar untuk kelestarian air. 

Ikut berbagi kepedulian untuk lingkungan melalui tulisan

Menyuarakan kepedulian untuk lingkungan sangat bisa dilakukan melalui tulisan, karena tulisan itu abadi. Salah satu media yang bisa digunakan adalah blog. Melalui kontemplasi asa, saya bisa menyuarakan opini, isu-isu lingkungan serta aski-aksi sederhana yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dalam tagline #pedulilingkungan

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Mbak Widyanti, blogger panutan saya sekaligus sebagai ketua umum pusat komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), bahwa dalam menyelamatkan lingkungan tidak perlu aksi yang sempurna. Namun lebih pada aksi-aksi sederhana yang meski tidak sempurna namun dilakukan oleh banyak orang.

Gunakan media yang ada saat ini untuk berbagi kepedulian mengenai lingkungan agar makin banyak yang ikut beraksi dalam melestarikan lingkungan. Apalagi sekarang media sosial memiliki power yang luar biasa besarnya. Bisa dengan menulis “lestarikan gerakan #jagalaut” di blog, membuat infografis menarik mengenai “strategi mengatasi krisis air bersih” di Instagram, membuat video informatif “Panen air hujan” di youtube, menuliskan thread “tips mengolah minyak jelantah menjadi sabun” di twitter, ataupun membuat postingan “tips hemat air, check!” di tiktok. 

Banyak sekali media yang bisa kita digunakan untuk menyebarkan kepedulian untuk lingkungan. Semakin banyak yang menyebarkan kepedulian, maka semakin banyak juga yang termotivasi untuk ikut melestarikan lingkungan. Last but not least, saya ingin menyampaikan bahwa kondisi alam sekarang sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, perlu membangun sinergitas antar semua pihak agar bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Yuk, lebih peduli dan mulai beraksi untuk mewujudkan alam yang lestari ~ 

Saya sudah berbagi pengalaman mengenai perubahan iklim. Teman-teman juga bisa ikut berbagi opini atau cerita dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya bisa selengkapnya lihat di sini ya. Yuk ikutan juga, supaya makin banyak yang terinspirasi untuk peduli melestarikan alam dan ikut meminimalisir dampak perubahan iklim ~

Referensi:

Talkshow ruang publik KBR “Cerita kita tentang perubahan iklim”

Kartika, Mimi dan Maharani, Esthi. 2020. BMKG: Tren Kenaikan Suhu di Sejumlah Daerah Meningkat. Diakses 24 Agustus 2020. 

Purningsih, Dewi. 2020. Laju Deforestasi di Indonesia Masih Tinggi. Diakses 25 Agustus 2020. 

Efendi, Ahmad. 2020. Data dan Fakta tentang Perubahan Iklim dalam Angka. Diakses 25 Agustus 2020. 

Tuesday, August 25, 2020

Langkah-langkah Melaporkan Pajak Secara Online

Di era modern seperti sekarang ini semuanya bisa diselesaikan secara online. Apalagi musim pandemi seperti sekarang, proses aplikasi atau transaksi secara online sangat membantu dalam memutus rantai penyebaran covid19 dan meminimalisir resiko berkumpul dengan banyak orang dalam satu lokasi. Praktis, cepat, dan tidak pakai ribet. Salah satunya adalah melaporkan pajak secara online. Selama mengetahui panduannya dengan baik dan benar, prosedur cara lapor pajak online sangat mudah untuk dilakukan. 

Lapor pajak adalah prosedur untuk mengajukan semua pajak yang harus dibayar sebagai pemilik bisnis. Laporan pajak juga memungkinkan pengusaha menghitung kewajiban pajak dalam pembayaran pajak. Banyak pengusaha biasanya begitu asyik menjalankan operasi bisnis sampai lupa untuk melaporkan pajak. Terkadang, pengusaha bahkan tidak yakin dengan proses yang harus dilakukan dan berapa pajak yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Perlu sekali melakukan tanggung jawab untuk mengisi SPT secara teratur. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk melaporkan pajak secara online.


1. Menyiapkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Sebelum melaporkan pajak, pastikan sudah menyiapkan beberapa dokumen penting seperti Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT), Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan tentunya adalah NPWP. NPWP ini sangat penting karena akan menjadi syarat mutlak dalam melaporkan pajak.

2. Mendapatkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT)

Ketika mempunyai NPWP, biasanya akan mendapatkan SKT dari Kantor Pembayaran Pajak (KPP). Nah, dari SKT inilah, kita bisa tahu apa saja daftar kewajiban pajak yang harus dipatuhi.

3. Membuat EFIN

EFIN atau Electronic Filing Identification Number adalah sebuah nomor yang berfungsi sebagai autentikasi ketika kita hendak melaporkan wajib pajak. Berikut adalah panduan membuat EFIN di aplikasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Online :

  • Unduh aplikasi DJP Online di smartphone
  • Pilihlah  menu fitur “e-Filing”.
  • Jika belum memiliki EFIN, maka klik opsi tulisan “Saya Belum Memiliki EFIN”
  • Setelah itu harus mengunduh formulir pengajuan EFIN
  • Isi semua data untuk pembuatan EFIN.
  • Selesai mengisi formulir, aktivasi EFIN ke KPP terdekat dengan membawa KTP dan NPWP perusahaan.

4. Registrasi Akun Pajak Online

Setelah mendapatkan EFIN, maka selanjutnya harus melakukan registrasi akun pajak dengan cara :

  • Buka situs DJP di djponline.pajak.go.id
  • Klik tulisan“Belum Registrasi”.
  • Setelah itu isi EFIN yang sudah dibuat, NPWP dan kode keamanan.
  • Klik tulisan “Submit” .

5. Laporkan Surat Pemberitahuan (SPT)

Surat Pemberitahuan (SPT) adalah laporan pajak yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pajak. Nah, setelah membuat akun untuk melaporkan pajak, maka langkah terakhir yang bisa dilakukan sebagai berikut :

  • Masuklah ke opsi menu PPh21
  • Setelah itu masukkan data, gaji karyawan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS).
  • Situs akan otomatis menghitung pajak
  • Jika sudah selesai terhitung, maka klik “Simpan”.
  • Kemudian masuklah ke opsi“Setoran” dan buat ID Billing untuk menyetorkan pajak
  • Setelah itu klik opsi “Lapor” dan akan mendapatkan sebuah dokumen bernama Bukti Penerimaan Elektronik (BPE).
  • Kemudian unggah BPE di opsi “Unggah”.
  • Jika selesai mengunggah, maka kewajiban lapor pajak telah selesai.

Bagaimana? Apakah cara lapor pajak online terlalu rumit? Untuk mengira-ngira berapa pajak ke depannya, buatlah catatan keuangan harian agar keuangan bisnis lebih stabil. Unduh aplikasi “BukuKas” untuk membantu catatan keuangan harian kamu, supaya pengeluaran dan keuangan bisnis bisa terpantau dengan baik. Tunggu apa lagi, yuk~

Saturday, August 1, 2020

Simak 5 Rekomendasi Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga

Rindu sekali rasanya menikmati indahnya laut biru, sejuknya semilir angin pantai, rindangnya hutan mangrove, sejenak duduk-duduk di pinggir waduk sambil makan gorengan yang masih hangat, ataupun staycation untuk memanjakan diri dengan fasilitas hotel favorit. Liburan, satu kata yang begitu dirindukan setelah berbulan-bulan mengikuti anjuran untuk tetap di rumah saja karena pandemi covid19 belum juga reda. Saya yakin pasti semuanya juga rindu liburan, apalagi bisa liburan dengan keluarga besar. Lama sekali tidak liburan lengkap dengan keluarga besar, apalagi belum sempat liburan dengan ponakan-ponakan sejak merantau ke negeri Gingseng.


Oiya berbicara tentang liburan, jika bertanya kepada teman tentang tempat wisata menarik yang ada di Bogor, maka kawasan wisata puncak adalah salah satu tempat yang akan mereka tawarkan. Wisata di puncak memang menjadi hal sangat menyenangkan karena bisa melihat pemandangan alam yang menyejukkan mata dengan udara segar yang menenangkan. Nah sayangnya di era new normal ini berlibur ke objek wisata yang ramai pengunjung memberikan kekhawatiran tersendiri. Oleh sebab itu untuk bisa tetap menikmati liburan bersama keluarga maka staycation bisa dijadikan pilihan menarik.

Memanjakan diri dengan fasilitas hotel bersama keluarga ataupun teman pasti akan memberikan kesan liburan yang baru untuk kalian. Apalagi sekarang banyak sekali diskon hotel yang bisa kalian nikmati, sehingga tidak perlu memikirkan biaya yang mahal untuk bisa melakukan staycation. Berikut ini adalah beberapa hotel yang bisa kalian jadikan pilihan untuk staycation di Bogor bersama keluarga:

1. Amaris Hotel Padjajaran

Amaris Hotel Padjajaran menawarkan pemandangan hijau Kebun Raya yang bisa kalian nikmati dari kamar hotel. Hotel ini terletak di Jalan Raya Pajajaran No 25, Kota bogor, atau lebih tepatnya di sisi Timur Kebun Raya Bogor. Staycation di hotel ini juga semakin seru karena adanya fasilitas seperti outdoor dining area serta wifi di seluruh area hotel. Bagi kalian yang mencari lokasi staycation yang dekat dengan pusat perbelanjaan di daerah Bogor maka hotel ini merupakan pilihan terbaik.

Amaris Hotel Padjajaran (sumber foto: amarishotel.com)

2. Izi Hotel

Hotel ini terletak di Jalan Pakuan No 25 Baranangsiang, Kota Bogor. Izi hotel juga menyediakan kamar dengan konsep minimalis yang nyaman dan tenang. Jika kalian menginap di hotel ini jangan lupa untuk memanjakan diri dengan fasilitas kolam renang yang tersedia. Di sini kalian juga bisa menikmati makanan lezat dengan menu Indonesia bahkan western. Lokasi hotel ini cukup strategis karena dekat dengan café-café kece di Bogor. Jadi bagi kalian yang ini staycation sekaligus nongkrong bersama teman, Izi Hotel sepertinya bisa menjadi pilihan menarik.

Fasilitas Kolam Renang di Izi Hotel (sumber foto: izihotels.com)

3. New Ayuda Hotel Bogor

Untuk kalian yang ingin melakukan staycation di pusat kota Bogor maka hotel ini adalah pilihan yang tepat. New Ayuda Hotel sendiri berlokasi tepat di Jalan Salak No 8, Bogor. Kamar yang tersedia di hotel ini mengusung tema minimalis dengan warna-warna cerah yang memberikan kesan menyenangkan. Meski merupakan hotel bintang satu, hotel ini memberikan fasilitas yang bagus untuk pengunjungnya, seperti gift shop, wifi dan layanan kamar selama 24 jam.

New Ayuda Hotel Bogor (sumber foto: traveloka.com)

4. Fave Hotel Padjajaran Bogor

Hotel yang satu ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk kalian yang mau staycation di Bogor. Lokasi Fave Hotel Padjajaran Bogor ini sangat strategis, kalian bisa dengan mudah untuk menjangkau berbagai pusat perbelanjaan seperti Mall Botani Square atau juga FO. Nah dari beberapa kamar di hotel ini kalian bahkan dapat dengan langsung menikmati indahnya pemandangan alam di Kebun Raya Bogor. Sama halnya dengan Fave Hotel lainnya yang banyak tersebar di Indonesia, Favehotel Padjajaran Bogor ini juga didesain dengan konsep minimalis.

Favehotel Bogor (sumber foto: favehotels.com)

5. The Hayati Inn

The Hayati Inn merupakan salah satu hotel yang berada di Jalan Binamarga II, Baranangsiang, Kota Bogor. Hotel ini memiliki kamar yang cukup luas sehingga cocok untuk menjadi tempat staycation bersama keluarga. Mengusung konsep interior minimalis dengan pilihan furniture berkelas membuat hotel ini menjadi lebih elegan. Yang menarik juga dari hotel ini adalah pemandangan gunung Gede Pangrango yang bisa kita lihat dari balkon kamarnya. 

Jadi itu dia lima hotel yang bisa menjadi referensi sebelum kalian melakukan staycation di Bogor bersama keluarga. Jadi sudah siap untuk mengajak staycation bersama keluarga? Saya udah siap banget nih, pengen ngajakin staycation sama ponakan-ponakan kesayangan. Tapi tentunya harus mematuhi protokol kesehatan juga ya. Ataupun memilih waktu terbaik untuk staycation yang tidak begitu ramai pengunjung sehingga bisa menikmati dengan maksimal fasilitas hotel serta tetap bisa menerapkan social distancing. 

Asik banget pasti kalau bisa staycation sama ponakan-ponakan kesayangan ☺️

Jangan lupa cek Traveloka untuk mengikuti flash sale agar mendapatkan potongan harga yang menarik. Traveloka menghadirkan flash sale potongan harga untuk beragam akomodasi setiap hari Jumat. Asik banget kan, dengan mendapatkan potongan harga dari Traveloka dijamin staycation akan jadi semakin seru karena biaya yang lebih hemat. Stay tuned dan jangan sampai kelewatan ya ~

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES