Wednesday, December 24, 2014

Setahun lalu, Bahagianya Berbagi dalam IFI 2013

Sebaik-baik manusia di antaramu adalah yang paling 
banyak manfaatnya bagi orang lain  ( HR. Bukhari )

Terus mencoba menjadi manusia yang selalu memberikan manfaat untuk orang lain. Sesuai dengan motto hidup saya, bahwa hidup ini hanya sekali-maka harus berarti. "Berarti" dalam arti bisa memberikan dan melakukan apa yang bisa dilakukan dengan berbagi kebermanfaatan untuk orang lain. Berbicara tentang kebermanfaatan, saya ingin berbagi mengenai salah satu kegiatan yang saya lakukan setahun lalu bersama IECC (ITS Education Care Center) dalam event terbesarnya yaitu IECC for Indonesia (IFI) 2013.   

Dalam kegiatan IFI 2013 ini saya bertindak sebagai fund raising committee alias sie dana. Begitu semangatnya saya berada dalam sie ini. Menggalang dana untuk keberlangsungan acara, untuk adik-adik disana. Ditambah lagi dengan kerjasama antar sie yang begitu solid, penuh totalitas dari orang-orang terbaik :D. Alhamdulilah Allah memberikan kelancaran, semuanya dimudahkan tanpa halangan apapun.
Poster IFI 2013 ^^
Banyak bantuan datang dari berbagai penjuru. Bantuan mulai dari buku-buku cerita, baju layak pakai, fresh money, tas sekolah dan masih banyak lagi. Alhamdulilah, masih banyak yang tergerak hatinya untuk membantu sesama, membantu memperbaiki masa depan melalui pendidikan. Terima kasih untuk yang sudah membantu, semoga berkah dan rahmat selalu dilimpahkan oleh Allah pada kalian semua. Aamiin.

Acara IFI 2013 berlangsung lancar, menyenangkan dan penuh kenangan. Karena memang saya selalu percaya, Allah selalu bersama setiap niat baik. Alhamdulilah, kegiatan yang berlangsung dari tanggal 20-23 Juni 2013 yang bertempat di Desa Kepetingan, Sawohan, Sidoarjo bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Empat hari penuh suka cita, penuh pengalaman baru yang tidak akan pernah terlupakan.

Perjalanan yang cukup panjang untuk mencapai desa kepetingan tidak menyurutkan semangat kami, mulai dari panitia seta volunteer IFI 2013. Perjalanan menuju desa kepetingan ditempuh dengan menggunakan perahu dari dermaga pasar ikan sidoarjo sampai desa kepetingan memerlukan waktu sekitar 35 menit. Panas terik matahari menemani perjuangan perjalanan kami.
Saat di perahu.
Sesampainya di desa kepetingan, kami disambut oleh anak-anak desa kepetingan yang begitu menyenangkan. Baik, tanggap, dan saling membantu. Menyambut baik kedatangan kami disana. Tersanjung ketika melihat warga desa kepetingan yang sangat ramah, senyum setiap kali disapa, sangat terbuka dengan kedatangan kami. Ini yang selalu saya rindukan di kota, tak banyak orang ramah seperti mereka. Tak banyak yang peduli dengan orang lain, bahkan hanya sekedar senyum ketika disapa. Berbeda dengan orang-orang di desa ini, semuanya begitu murah senyum. 

Hari pertama di desa kepetingan diisi dengan bersih-bersih basecamp, klaster buku-buku yang dikumpulkan dari para donatur, memasang listrik dan membersihkan area desa. Cukup menyenangkan dihari pertama ini. 

Pagi hari di hari kedua cukup terkesima dengan sunrise yang begitu menawan. Saya suka menikmati pagi, dan sunrise membuat saya lebih jatuh cinta dengan pagi dan lebih bersemangat untuk menjalankan semua aktivitas hari ini.

cantiknya pagi ^^ By : Aida

Setelah puas menikmati pagi, dilanjutkan dengan kerja bakti desa Kepetingan. Disini saya bersama kelompok membersihkan daerah disekitar masjid sampai balai desa. Cukup miris banyak sampah sana sini, mengapung disungai. Desa kepetingan ini seperti pulau tersendiri, karena diapit oleh sungai di bagian utara dan tambak dibagian selatan. Tragisnya di desa ini tidak ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sehingga sampah-sampah yang dihasilkan langsung dibuang di sungai. Awalnya saya tak sadar kalau ternyata di desa ini tak ada tong sampah sekalipun. 

Miris memang, tapi itu faktanya. Harusnya ada pengadaan bak sampah untuk pembuangan sampah yang ada. Agar tidak langsung dibuang ke sungai yang berakibat mencemari badan air. Selepas kerja bakti, dilanjutkan dengan pembukaan IFI 2013 dan kelas Inspirasi. Di kelas inspirasi ini saya mendapat bagian untuk sharing dengan adik-adik kelas 2 SD. Mereka berbagi cerita tentang cita-cita kedepannya, tentang hobi dan sedikit cerita tentang keluarga mereka. Setelah berbagi cerita, dilanjutkan dengan kelas menggambar #asikasikasik 

Sore hari di hari kedua IFI 2013 adalah sekolah alam. Belajar dengan menyatu bersama alam. Dalam sekolah alam ini, ada mas ryan yang berbagi ilmu mengenai reaksi antara soda dan cuka yang bisa menghasilkan CO2 sehingga membuat balon bisa mengembang dengan sendirinya. ada juga ilmu mengenai filtrasi dengan filter sederhana serta tanya jawab seputar energi, magnet, alam dan juga cerita mengenai sampah dan pemilahannya #asiknyasekolahalam

antusiasme sesi tanya jawab sekolah alam ^^ By : Mbak Basty
Hari ketiga IFI 2013 tidak kalah menarik dengan hari-hari sebelumnya. Pagi ini kami mengikuti acara tasyakuran kelulusan adik-adik SD dan SMP satu atap. Sebelum ke acara tasyakuran, panitia bersama volunteer IFI melakukan senam bersama dan mempersiapkan performance untuk acara tasyakuran. Performance spesial sudah kami siapkan untuk tampil di acara tasyakuran mereka. Sebuah lagu ibu pertiwi dengan puisi yang begitu indah. 


Acara tasyakuran juga diwarnai dengan air disetiap mata memandang. Pukul 09.00 air lalut pasang sampai setinggi mata kaki. Bukan hal baru bagi warga kepetingan air pasang seperti ini. Selain itu juga banyak sampah yang mengambang di sana - sini membuat pemandangan semakin miris.

Saat air pasang
Performance IFI 2013 saat acara tasyakuran kelulusan ^^ By : Mbak Basty
Setelah acara tasyakuran dilanjutkan dengan kelas handmade - membuat celengan dari botol plastik dengan hiasan daun kering. Pembuatan celengan ini untuk menerapkan sikap hidup hemat sesuai dengan pepatah 'Hemat pangkal kaya'. Adik-adik begitu antusias membuat celengan dan menghiasnya dengan daun-daun kering. Begitu menyenangkan melihat mereka berkreatifitas tanpa batas.
Bersama Ajis :D (By : Mbak Basty)
Pada malam hari di hari ketiga, ada nonton bareng bersama adik-adik dan bakr ikan bersama warga desa kepetingan. Sungguh suasana penuh keakraban, tawa canda, dan wajah-wajah penuh dengan keceriaan. Sungguh semoga setiap hari, setiap dari kita selalu bersama kebahagiaaan seperti ini. Acara nonton bareng buyar seiring dengan serbuan pasukan dari langit. Hujan sepertinya ingin bergabung berbagi kebahagiaan bersama kami. 

Malam ini saya dan aida dalam program 'Jika Aku Menjadi'. Menginap di rumah salah seorang warga desa kepetingan. Allah mempertemukan kami dengan keluarga Ibu Nur. Sosok ibu yang begitu baik, keibuan, ramah dan suka tersenyum begitu bahagia menyambut kedatangan kami di rumah mereka. Alhamdulilah, lagi-lagi bertemu dengan orang baik.

Malam ini, saya dan aida berkesempatan untuk membantu ibu nur memilah hasil tangkapan dari suami Ibu Nur. Tangkapan berupa udang dan ikan yang dipilah untuk dipisahkan dengan kotoran yang tersangkut pada jaring. Setelah dipilah, ibu Nur memasak satu piring penuh udang dan kampat dengan dua piring penuh mie rasa kari ayam. Enggan untuk menolak padahal program diet sedang berjalan, akhirnya saya dan aida dengan penuh pengorbanan menghabiskan masakan spesial dari bu nur. 

Keesokan paginya, saya dan aida sudah bersiap untuk membelah muara bersama suami Bu Nur. Ditambah lagi dengan mas faisol yang ikut bersama kami. Alhamdulilah, senangnyaaa bisa mengagumi alam ini dengan lebih dekat. 

Muara Kepetingan :D
Setelah puas berkeliling, mengarungi sungai menuju muara kepetingan. Perahu kecil yang kami tumpangi kembali menuju desa kepetingan. Acara outbond sudah menyambut kedatangan kami. Adik-adik disini selalu antusias mengikuti setiap kegiatan outbond. Mereka terlarut dalam kebahagiaan. 

Setelah acara outbond dilanjutkan dengan closing acara IFI 2013 dengan pemberian kenang-kenangan dan pemberian buku dan alat tulis kepada adik-adik. Selain itu juga ada penyerahan bantuan  berupa rak buku dan buku-buku untuk SD dan SMP satu atap. Bantuan ini merupakan penyaluran donasi dari para donatur ke SD dan SMP satu atap. Tidak lupa ucapan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh warga Kepetingan yang menerima kami dengan tangan terbuka dan membantu menyukseskan acara IECC for Indonesia 2013. Pesan untuk adik-adik kepetingan , gapai mimpi kalian dan terus lakukan yang terbaik. 
Kebahagiaan adalah kesetiaan. Setia atas indahnya merasa cukup. Setia atas indahnya berbagi. Setia atas indahnya ketulusan berbuat baik - Tere Liye
Semoga artikel ini bisa memberikan inspirasi untuk terus berbagi 
serta memberikan manfaat untuk kita semua. 
Sekian dari saya, selamat menjemput sukses! 

Friday, December 19, 2014

Kadang

Kadang, kamu hanya perlu diam sejenak. Menghela nafas panjang. Biarkan semuanya lepas. Tak perlu ditahan. Karena memaksanya tinggal justru memberatkanmu.


Kadang, kamu harus memaksa hati kecil untuk sedikit lebih besar. Memaksanya berhenti merengek. Memberikan sebatang coklat, membuatnya diam dan berhenti berspekulasi. Hati kecil, kadang harus dilatih untuk setidaknya menjadi besar.



Kadang, kamu perlu memaksa dirimu. Melakukan apa yang sebenarnya tidak kamu suka, membuat kamu bernegosiasi sendiri. Merayu diri sendiri "yang kamu benci, belum tentu tak baik. mungkin jadinya justru lebih baik". Tak perlu dipaksa, cukup lakukan. Allah mencoba membawamu ke arus yang seharusnya.



Kadang, kamu tak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Menyukai seseorang yang bahkan tak ada keingingan menyukaimu. Berharap pada seseorang yang bahkan tak akan pernah berharap padamu. Tenang, sungguh harusnya kamu berterima kasih padanya. Karena dari dia, kamu belajar mengikhlaskan, belajar melepaskan. Kamu tak perlu sedih, karena harusnya kamu bahagia Allah mengajarkanmu untuk lebih legowo. Jodoh pasti bertemu, pada waktu yang tepat dan orang yang tepat.



Kadang, kamu terus menerus mengutuki dirimu sendiri. Menyalahkan betapa bodohnya kamu tak bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tak apa, dari situ kamu belajar bahwa memang waktu tak akan pernah menunggu. Selagi masih bisa berjalan bersama, imbangi kecepatannya agar kamu tak kerja keras mengejarnya. Begitu memang, waktu sungguh terlalu.



Kadang, kamu begitu merindukan masa lalu. Saat sendiri atau mungkin saat hujan turun dengan mesranya memeluk bumi. Mulai merenungi masa-masa yang tertinggal jauh dari waktu. Memutar memori indah bersama seseorang di masa lalu ataupun merangkai kenangan saat kamu di manja oleh ayah ibuk semasa kecil. Nikmati saja, karena masa lalu begitu mahal dan selalu istimewa ketika dikenang. Termasuk masa lalu yang kurang begitu menyenangkan. Setidaknya kamu mendapat hikmahnya, bukan?



Kadang, kamu mulai berangan-angan mengenai masa depan. Karir, jodoh, pendidikan atau kesempatan menjelajah dunia. Tak apa, mulai tuliskan satu persatu impianmu. Mulai rangkai jalan yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkannya. Mulai buat strategi bagaimana membuatnya menjadi dekat dengan hidupmu. Termasuk jodoh, ini yang perlu kamu prioritaskan. Dia yang akan mendampingimu untuk mewujudkan sebagian impianmu yang lain.



Kadang, aku begitu lega ketika menuliskan apa yang membuat pikiranku penuh. Setidaknya berbagi rasa, berbagi asa ataupun juga berbagi cinta. Kamu, semoga selalu bahagia. Kadang, asaku mulai habis mengharapkan apa yang jelas sulit untuk diwujudkan.Cukup Allah yang tahu, apakah nanti kita berjodoh atau memang hanya ditakdirkan sebagai teman.



Cukup, masih banyak yang harus dilakukan. Masih banyak yang harus dikejar. Sekian, air hujan semalam masih menggenang. Kamu hati-hati!

Sunday, December 14, 2014

Renungan pagi tadi.

Hai. aku rindu membelai malam. bersama kerinduan dan untaian doa untuk ayah dan ibuk di rumah. bersama asa yang terus terjalin dengan tugas-tugas besar yang merajuk ingin segera diselesaikan. tenang dear, aku hanya sebentar. biarkan sejenak melepas lelah, bahkan peningku sudah terlalu lama berjibaku denganmu. 

Biar apa yang mengganjal di hati sedikit lega dibagikan. Banyak hal yang terpikir dan terperangkap dalam kebingungannya sendiri. Tadi pagi, aku banyak merenung. Merenungi apakah aku cukup bijak menggunakan waktuku, atau aku bahkan tak manusiawi dalam menggunakannya. Kadang begitu, ayahku sering berkata bahwa aku tak terlalu mengerti diriku sendiri. 

Pagi tadi, aku banyak berbicara dengan waktu. Merenungi hari-hari yang telah kulalui. Merenung apa aku cukup manusiawi dalam berinteraksi. Introspeksi bahwa aku bukan robot. aku manusia yang punya rasa dan raga.

Pagi tadi , aku juga banyak berkompromi dengan hati. Memberikan banyak pengertian bahwa aku tak cukup siap untuk jatuh cinta dalam jangka waktu ini. Butuh banyak hal yang harus diperbaiki. Termasuk kebiasaanku yang kadang semena-mena, kepala batu, dan susah menerima pendapat yang bersebrangan. Aku harusnya lebih sadar diri, bahwa dalam perihal hubungan dengan manusia hanya perlu saling menerima - saling menghargai dan saling mengerti. (juga) Pagi tadi, aku tiba-tiba rindu seseorang di masa lalu. Tapi aku harus menghentikannya, karena dipaksa seperti apapun juga kita tak bisa bersama. Yang dulu, biarlah menjadi kenangan tak perlu diungkit lagi.  

Tadi padi (juga), aku memutuskan untuk fokus pada tujuan utama menimba ilmu. Melupakan sejenak perasaan yang biasa disebut cinta. Meningalkan sejenak. Memberikan ruang untuk introspeksi diri. Aku tak boleh bergantung dengan waktu, percaya bahwa jodoh pasti bertemu. Aku yang harusnya bergerak, bergerak menggambil langkah kecil. Dari dalam diriku yang harusnya diubah. Hal-hal jelek tak perlu dipertahankan. Itu yang harusnya dibuang dan diubah dengan hal-hal baik. Tak ada kata tak bisa, hanya perihal mau atau tidak untuk melakukannya. Dan semoga, segera berubah baik, segera mendekatkan jodoh untuk bertemu. Aamiin.
Cukup sekian. tugas besar sudah merajuk dari tadi. Terus berprasangka baik. Segera berbenah, segera bertemu jodoh! 

Siapapun jodohku nanti, pasti yang terbaik dari yang terbaik khusus dari Sang Maha Kasih :)

Sunday, December 7, 2014

I do want this Alston Backpack :)

      Selamat siang surabayaa :D Hari ini teriknya sedang berdamai, bosan mungkin mendengar celoteh kepanasan. Mungkin(juga) sedang ingin mebahagiakan penduduk surabaya, khususnya yg lagi banyak deadline tugas besar ataupun kerjaan kantor yang tak ada habisnya. 
           Selepas rapat kemarin, kantor berencana mengadakan upgrading ke Gunung Kelud seusai UAS semester ini. Asiiik sepertinya. Menanggapii rencana naik gunung, lagi pengen beli tas ransel nih. Tas yang dulu udah rusak :| Butuh yang baru dan lebih kece. Hahhaa. semacam pasangan aja ye :p
             Hasil berselancar di dunia maya dapat satu yang cocok. Sepertinya pas juga buat aku. Harganya juga terjangkau. Sesuai kantong lah 200.000. Ini nih deskripsinya :

Alston Backpack: Alston Backpack by Tucked In. Backpack with a unique shappe, this green backpack sure will be your next favourite backpack, it has a spacious compartment with drawstring and magnetic button closure, front pocket, this backpack will carry your thing with style. Find this cool stuff here: http://zocko.it/LHJD1

              Bagiii yang mau, silahkan pesan juga. Aku juga mau pesan soalnya. Hhahaa. Jadikan Alston Backpack sebagai teman naik gunung ataupun travelling ke tempat yang kamu impikan. Ah semacam pacar nih, andai itu kamu. Hahhaa #nglantur 

Friday, December 5, 2014

Sekelumit Cerita dari Negeri Merlion, Be Brave to Lead and Make Indonesia better!

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving
Albert Einstein

Albert Einstein, sosok yang begitu menginspirasi bagi saya. “Keep moving forward” ya, dunia ini dinamis, selalu berkembang, selalu berubah setiap waktu. Kalau kita hanya termangu tanpa berbuat sesuatu, lambat laun akan terlindas dengan semua kemajuan yang ada.

Saya pun begitu, selalu tertarik menjelajahi hal baru untuk mengisi lumbung ilmu dan pengalaman. Terus upgrade kemampuan diri, tak bosan terus membaca buku-buku penngetahuan, keluar mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, serta tak lupa untuk  introspeksi diri bahwa setiap manusia pasti punya kekurangan yang bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki. Sewajarnya manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, termasuk saya. Namun syukur tetap wajib untuk dilebihkan karena Sang Maha Kasih terus memberikan kesempatan menghirup udara bebas dan merasakan bagaimana kehidupan sebenarnya.

Beberapa minggu terakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negara Sang Merlion selama beberapa hari. Mengunjungi beberapa univeristas untuk menengok banyak hal. Betapa mengagumkan cara hidup mereka, keberagaman dan sikap hidup yang bahkan jarang saya temui di negeri sendiri. Saya dengan beberapa rekan kantor ITS Internasional Office dan para pemenang ISIP melakukan kunjungan dalam rangka mempromosikan ITS dan beberapa program Internasional yang akan diselenggarakan tahun depan seperti summer camp ITS yaitu CommTECH (Community and Technological Camp) dan customize program ASEAN Student Camp. Disini saya berperan sebagai delegasi dari ITS International Office yang membawa misi pengembangan internasionalisasi di ITS. 


Jalanan di Singapura (dok.pribadi)
Dalam rangkaian kunjungan ini, kami berkesempatan untuk mengunjungi salah satu universitas terbaik di Singapura yaitu National University of Singapore (NUS). Kami melihat seluruh seluk-beluk kampus mulai dari perpustakaan, ruang kelas, kantin, fasilitas olahraga, dan berbagai fasilitas lainnya. Semuanya tertata dengan apik, bersih dan enak untuk dipandang. Begitu rapi. Berbagai poster kepedulian dan self personal development banyak dipasang di sudut-sudut kampus.
Saat campus tour (dok.pribadi)
Menulusuri NUS (dok.pribadi)
View NUS (dok.pribadi)
Tempat diskusi dan perpustakaan dipenuhi dengan mahasiswa yang sibuk membaca buku, mengerjakan tugas kuliah ataupun sekedar membaca jurnal di laptop. Perpustakaan yang begitu tenang, tidak saya temui canda tawa dan keramaian seperti perpustakaan di kampus saya. Satu poin yang sungguh berbeda dan begitu membuat saya tersindir melihat pemandangan ini, di kampus saya perpustakaan memang ramai di penuhi oleh mahasiswa, tempat diskusi yang penuh tawa canda dan begitu ramai yang tak jarang sampai menyerupai pasar. Disini berbeda, semuanya tenang nyaris seperti tak ada orang.  Tak jarang jika browshing internet, di kampus saya lebih sering ditemui membuka media sosial seperti facebook, twitter, path dll. Namun disini mereka membuka jurnal – jurnal ataupun running software pendukung mata kuliah. Benar berbeda, negara maju dan negara berkembang. Sikap dan perilaku masyarakatnya yang begitu berorientasi pada kemajuan, tidak sekedar mengharapkan perkembangan namun sikapnya tetap begitu-begitu saja. 
Suasana belajar di NUS (dok.pribadi)
Suasana Perpustakaan di NUS (dok.pribadi)
Fasilitas Olahraga (dok. pribadi)
Fasilitas Olahraga Renang (dok. pribadi)
Selama berkeliling kampus, saya begitu heran. Dari setiap sudut kampus yang dikunjungi sangat bersih dan nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Tempat sampah juga mudah ditemui. Terpisah menjadi tiga bagian yaitu sampah kertas, kaleng dan plastik. Berbeda dengan keadaan kampus sendiri, terutama jurusan saya yang notabene harusnya menjadi jurusan paling bersih karena saya berasal dari jurusan Teknik Lingkungan. Namun faktanya, di jurusan saya sering kali ditemui banyak sampah yang berserakan entah itu di kelas, lorong jurusan, kamar mandi atau bahkan kantin. Bahkan banyak juga yang berserakan di sebelah tempat sampah atau bahkan diatas tutup tempat sampahnya. Ah begitu terlalu, di jurusan yang concern dengan lingkungan kondisi kebersihannya seperti ini, lalu bagaimana jurusan yang lain. Padahal mulai dari diri sendiri sudah menerapkan prinsip untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika saat memegang sampah tidak ditemukan tempat sampah, saya memilih untuk menyimpannya dalam kantong dan membuangnya saat menjumpai tempat sampah. Sungguh tak dapat dipungkiri, memang kita tidak bisa memaksakan suatu kehendak seperti kemauan diri sendiri. Kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan memang harusnya tumbuh dari dalam diri masing-masing. Maka tanpa ada paksaan ataupun perintah, dengan sendirinya akan selalu menjaga kebersihan. Karena kebersihan pun adalah sebagian dari iman. 
Suasana Teras Kelas (dok.pribadi)
Lorong menuju kantin (dok.pribadi)
Toilet (dok.pribadi)
Pembagian tempat sampah di NUS (dok.pribadi)
Selesai melakukan kunjungan ke NUS kami menjelajah kota Singapura. Menerobos masuk kebiasaan hidup masyarakat yang begitu menghargai waktu, mengerjakan segala hal dengan cepat. Seolah-olah waktu juga berjalan dengan begitu cepat. Menjelajahi kota dengan maskot kebanggan Merlion ini menggunakan Mass Rapid Transit (MRT). Kereta yang juga begitu bersih, nyaman, cepat dan tepat waktu. Andaikan negeri saya punya satu, pasti jadi kereta favorit semua orang.
Suasana MRT (dok.pribadi)
View Stasiun MRT (dok.pribadi)
Kota ini juga begitu menakjubkan ketika malam. Kerlap – kerlip lampu membuat kota ini semakin memesona. Kami tak menyianyiakan kesempatan untuk mengunjungi Sang Merlion. Menelusuri setiap kota dengan langkah yang begitu bersemangat. Sejenak mampir ke swalayan untuk membeli air mineral. Memang salah, harusnya kami mencari kran air untuk mendapatkan air minum. Di sini semuanya serba mahal. Kurs yang begitu tinggi untuk Dollar Singapura dibandingkan dengan mata uang Rupiah. Saat ini 1 SGD mempunyai nilai tukar sebesar Rp 9375.
View Singapura saat malam hari (dok.pribadi)
View Sang Merlion (dok.pribadi)
Air kran disini menjadi sumber air yang bisa langsung diminum. Memang water treatment di Singapura sangat baik dengan hasil yang sudah sesuai dengan standar air minum dan layak untuk dikonsumsi. Pengolahan air yang begitu canggih mengubah grey water menjadi air layak minum. Saat ini air hasil pengolahan  di Indonesia khususnya Surabaya masih digunakan sebatas untuk menyiram tanaman.

Banyak hal baru yang saya dapatkan selama perjalanan ini, mendapatkan banyak hal yang sungguh berbeda dari negeri tempat saya berpijak. Mendapatkan banyak pencerahan tentang apa yang harus saya lakukan selanjutnya untuk mengubah negeri. Satu lagi, selama perjalanan ini sungguh saya merasakan bahwa negeri saya krisis sosok leader yang sesungguhnya. Saat perjalanan hal yang terberat adalah tentang kekompakan dan ketepatan waktu. Saat satu terlambat, maka semuanya juga terlambat. 

Sebagai delegasi dari ITS International Office dan juga volunteer yang harusnya sudah tau bahwa leader tidak lahir dengan sendirinya namun dibentuk dari kemauan kuat dan kebiasaan yang mendukungnya, satu pesan dari Dr.Maria, Ketua ITS International Office, saat perjalanan dan melekat kuat dalam memori saya “Ketika kamu menjadi pemimpin, jadilah yang terdepan saat mengerjakan kewajiban dan jadilah yang paling belakang saat mendapatkan hak” . Sungguh negeri ini krisis sosok leader yang kompeten, dedikasi tinggi, dan memiliki nilai moral dan akhlak baik. 

Sungguh miris melihat kondisi negeri sendiri. Negeri gemah ripah loh jinawi namun tak mampu memanfaatkan dengan baik alhasil negeri orang dengan mudah mencurinya. Negeri yang sekarang banyak dihuni tikus berdasi yang notabene adalah para pemimpin negeri. Sosok leader yang sungguh miris, yang bahkan tak memiliki hati nurani dan tega menodai kepercayaan yang telah diberi. Sungguh tak cukup hanya inspirasi untuk meperbaiki sebuah negeri, lebih dari keberanian, kemauan dan kemampuan untuk benar-benar merubahnya menjadi negeri yang lebih beradab.


 Semoga artikel ini membawa kebermanfaatan untuk kita semua. 
Selamat melanjutkan perjalanan, selamat berbenah!
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES