Sunday, January 13, 2019

Perlindungan Terbaik Untuk Kulit Saat Beraktivitas

Beraktivitas di luar ruangan seringkali menjadi hal yang disebalkan oleh banyak orang. Kenapa begitu?  Sebab saat beraktivitas di luar ruangan pasti kita berhadapan dengan debu dan polusi yang kotor belum lagi terik matahari yang begitu menyengat. Meskipun demikian, kita tetap dapat melindungi kulit saat beraktivitas diluar ruangan dengan melakukan beberapa cara berikut ini. 

Menggunakan cream serbaguna
Untuk dapat memberikan perlindungan terbaik bagi kulit tubuh kita saat beraktivitas, maka menggunakan cream serbaguna setiap beraktivitas menjadi salah satu cara andalan. Penggunaan cream serbaguna dapat berguna secara efektif dalam melindungi kulit tubuh sebab kandungannya yang dapat menjaga kesehatan kulit tubuh. Dengan menggunakan cream serbaguna, kita dapat membersihkan kulit tubuh secara lebih efektif sehingga kulit wajah akan tetap sehat meski harus beraktivitas sepanjang hari di luar ruangan sekalipun.
                   
Nivea Creme and Nivea Soft - Cream Pelembab Serbaguna untuk Perawatan Kulit (credits: nivea.co.id)

Well, penting sekali untuk menggunakan produk cream serbaguna yang terbaik dan dapat dipercaya agar bisa mendapatkan perlindungan terbaik untuk menjaga kesehatan kulit.  Nah, cream serbaguna dari Nivea dapat menjadi pilihan yang tepat untuk melindungi kulit tubuh saat beraktivitas sebab Nivea merupakan produk yang telah dipercaya oleh jutaan orang di seluruh dunia untuk memiliki kulit yang bersih dan terawat. Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar perawatan kulit tubuh dengan Nivea bisa langsung berkunjung ke laman berikut https://www.nivea.co.id/saran/body/krim-pelembab-serbaguna.

Menggunakan serum wajah
Selain pentingnya perlindungan kulit tubuh kita agar senantiasa sehat dan terawat saat beraktivitas di luar ruangan,lebih dari itu perlindungan kulit wajah juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pentingnya melindungi kulit wajah agar senantiasa sehat meski harus terpapar debu dan kotoran setiap beraktivitas di luar ruangan. 
Make up starter white day serum Nivea (credits: nivea.co.id)
Agar dapat membuat kulit wajah tetap bersih dan terlindungi bisa dilakukan dengan menggunakan serum wajah secara rutin untuk dapat memiliki wajah yang bersih dan terawat. Serum wajah dari Nivea dapat menjadi pilihan yang tepat karena dapat memberikan perlindungan terbaik untuk wajah.

Itulah berbagai cara yang dapat dilakukan untuk melindungi kulit tubuh dan juga kulit wajah saat beraktivitas di luar ruangan. Selalu lindungi kulit saat beraktivitas di luar ruangan agar senantiasa sehat dan terawat. Semoga bermanfaat ~

Sunday, January 6, 2019

Sekotak Kenangan: Perjalanan Istimewa ke Daegu

Perjalanan panjang setahun ini rasanya berhak untuk mendapatkan waktu sejenak beristirahat. Trip ke luar Busan rasanya menyenangkan sekali untuk refresh pikiran. 25 Desember, tanggal merah yang kami putuskan untuk menyambung tali silaturahim dengan teman lama, best friend of mine - mbak panutan sejak jaman jadi volunteer di IO, yang sekarang sedang menempuh pendidikan S3 di Daegu Gyeongbuk Institut of Science of Technology (DGIST). 

Saya bersama rekan dari PNU, mas yoga-mas hani-bu tita, berangkat bahkan sebelum matahari terbit. Pukul 7 saya keluar dari kosan, jalan ke PNU subway station. Masih gelap, dinginnya cukup menusuk tulang. Kesalahan hari ini rasanya pakaian saya tidak cukup hangat. Padahal sudah 4 lapis, tetiba saya rindu nih jadi gendut. Saya dulu tahan dingin banget, tapi sekarang natural jacketnya (read: lemak) sudah tidak setebal dulu.

Teman main ke Daegu. What a nice trip ~
Perjalanan ke Daegu kali ini kami menempuh jalur darat dengan menggunakan bus. Not my first trip outside Busan, but this trip was so memorable karena tripnya waktu musim dingin dan saya pun salah kostum.lol Kami menuju ke bus station di Sasang dengan menggunakan subway. Perjalanan pagi itu begitu menyenangkan, sekaligus menusuk tulang. Sempat melihat indahnya matahari terbit dari dalam subway, bersama dengan doa pagi itu, semoga semuanya lancar dan baik-baik saja.

Sesampainya di bus station, Sasang, kami langsung menuju ke mesin tiket untuk membeli tiket bus ke Daegu. Tujuan berangkat di pagi yang terlalu awal adalah untuk dapat bus jam 08.00 pagi. Perjalanan ke Daegu dengan bus kali ini cukup drama. Tiket bus dengan diskon 10% akhirnya melayang karena kebodohan kami yang hanya fokus ke platform bus, bukan tulisan busnya. Apesnya, platform ini agak sedikit nyerong, jadi yang kami kira platform 2 ternyata adalah platform 1. Setelah 10 menit menunggu, bus tak kunjung datang. Eh ternyata sebaliknya, bus yang sebenarnya ditunggu dan ternyata di platform sebelah telah pergi.
Setelah beli tiket bus yang baru ~
Hikmah yang bisa diambil, bisa dapet foto-foto disekitaran Sasang lumayan bisa jadi momen #throwback kalau pas rindu main. Hikmah lainnya kayanya perlu minum air putih biar lebih fokus. Setelah ambil beberapa foto di sekitaran sasang dan sebelunya sudah ganti tiket, akhirnya kami memutuskan untuk menghangatkan diri di terminal sekaligus menikmati hangatnya odeng.

Sasang oh sasang, saranghae :" #inikenapasihlucy
Odeng, masih menjadi favorit saya sejauh ini untuk menghangatkan dan mengganjal perut. Dengan 1000 won, kami larut dalam nikmat dan hangatnya Odeng. Alhamdulillah. Jadwal bus berikutnya pukul 09.30, masih di platform yang sama. Jadi sedikit parno, takut ketinggalan bus lagi. Oiya untuk jadwal bus, bisa dicek disini.

Syukurlah, kami berjodoh dengan bus kali ini. Kami masuk ke bus dan mencari kursi masing-masing. Bagus, luas juga jarak antar kursi. Lumayan bisa sejenak istirahat. Perjalanan langsung ke Hyeonpung karena ingin mampir ke DGIST dulu sebelum explore Daegu. Hyeonpung ini wilayah Daegu coret. Semacam caruban, madiun versi coret.
Kondisi dalam bus. 
Sekitar pukul 11 KST, kami sampai di terminal bus Hyeonpung. Untuk mencapai DGIST, kami menggunakan taxi. Perjalanan dari terminal Hyeonpung ke DGIST kena rate sebesar 4500 won. Cukup terjangkau ~




Begitu keluar dari taxi, langsung disambut dengan angin semilir yang sangat menusuk tulang. Tak lama setelah telpon si bos besar pemilik DGIST a.k.a mbak meladia elok, kami bisa masuk dan sejenak lihat kanan-kiri dorm yang cukup mewah. Memang, rumput tetangga selalu terlihat lebih menarik. Dari segi keamanan, dorm DGIST punya sistem keamanan berlapis, lebih bagus jika dibandingkan dengan dorm PNU. Dapur, tempat cuci dan kamarnya pun bagus dengan harga yang lebih murah.


Ini candidnya mbak elok. Kalau lagi serius lucy begini ternyata ~ lol
Senangnya kami bisa bersilaturahim dengan mbak mas di DGIST sini. Disambut dengan sangat baik, berasa seperti keluarga sendiri. Ada mbak ana, mas syamsul, mbak dina, mas iman, deddy dan dua jagoan kecil yang begitu menggemaskan, bian dan kayla. Jadi makin rindu sama naris, tata, dan affa di Indonesia. Begini sederhananya bahagia, bisa menyambung tali persaudaraan dengan sesama perantau dari negeri sendiri.
So happy bisa main sama bian, bisa ngobrol banyak sama mbak elok. Memang, bahagia sesederhana ini. Alhamdulillah ~
Selain disambut dengan keramahan mereka, bubur ayam - ayam goreng - pisang coklat sudah menanti kami. Alhamdulillah, sungguh nikmat Allah mana lagi yang kami bisa dustakan? Terima kasih banyak, Allah yang membalas semua kebaikan dan keikhlasan mbak mas semua. Setelah lama berbincang-bincang dan menunggu waktu dzuhur, kami merencanakan plan untuk ice skating dan menikmati malam di Suseong lake. Asikk, dingin" main ice skating dan ke danau wkwkw, yak winter terakhir di Korea harus anti mainstream kan ya ~

Jalan raya di Hyeonpung tampak lengang. Enak gak begitu ramai ~


Bian so cute ~~
- Ice skating dan keberanian terus mencoba :" 

Perjalanan menuju ke tkp ice skating cukup jauh, naik bus lalu berganti monorel. Key, karena saya kalau trip begini gampang lupa jalan dan sekarang sudah lupa rutenya bagaimana #sorrybanget  Oiya di perjalanan, mbak meladia elok mampir beli croissant dengan berbagai rasa. Rasa coklat selalu yummy dan jadi favorit saya. Croissant daegu ini katanya terkenal enak banget, per buah seharga 800-900 won.

Tempat tujuan ice skating berlokasi di Sport plaze, Daebong. Harganya pun murah meriah, 1000 won/jam sudah termasuk peminjaman sepatu, free. Sesampainya di lokasi ice skating, yaak lautan manusia. Maklum hari libur natal, quality time jelas kan ya. Nikmati saja keramainannya. Selepas ganti sepatu dan siap bermain, nyali menciut. Paling juga jatuh, apalagi dinginnya pakai banget. Benar juga, apa yang dipikirkan menarik semesta untuk mewujudkannya. Envy kalau lihat anak-anak kecil jago main begitu, bisa lihai meliuk-liuk gitu ya. lol. Nanti ya lucy junior, ibu ajarin pas kecil. Ibu les in aja, soalnya ibu juga ndak bisa main #iningomongkesiapalucy :"
So happy liat foto ini, meskipun ice skatingnya gagal ya ~ wkwkw
Memang tidak diragukan lagi sih kalau anak kecil adalah peniru yang ulung, gampang belajar, belum banyak pertimbangan seperti orang orang tua, atau orang-orang beranjak tua seperti saya. Semuanya diperhitungkan. Ketakutan jadi alasan paling ampuh untuk menghindar, mundur, lalu bahkan tidak mencoba sekalipun. Jadi inget, Lucy junior yang jauh lebih-lebih berani ambil resiko dibanding Lucy yang sekarang, yang semuanya serba takut.

Sekitar pukul 4 sore kami mengakhiri permainan dan mencari mall terdekat untuk menunaikan sholat Ashar. Semakin menjelang malam, semakin dingin pula. Cacing-cacing di perut juga sudah sibuk konser masing-masing. Pun butuh kehangatan, dan butuh kamu mas. Iya mas mas penjual makanan yang hangat maksudnya #jangangalau

- Menikmati lezatnya Haemultang ~

Setelah banyak perhitungan dan diskusi yang kian ruwet, akhirnya dipilihlah Haemultang untuk menu makan malam spesial di Daegu kali ini. Harusnya makan haemultangnya di Busan yah, deket laut. Nah haemultang di Daegu pasti import dari Busan. lol. Alhamdulillah, masih diberikan rezeki untuk menikmati makanan halal. Insya Allah.



Satu porsi Haemultang yang kami santap untuk ukuran 4 orang dengan harga sekitar 45.000 won. Nasi belum termasuk, jadi per porsi nasi sekitar 2000 won. Oiya, untuk setiap rumah makan di Korea pasti dilengkapi dengan bancan gratis bisa minta refill atau refill sendiri (self-service). Bancan ini beragam mulai dari kimchi, kadang ada telur, semacam ikan teri asam manis, dan beragam sayur yang rasanya asam manis. Banyaknya bancan ini juga berbeda tergantung restaurannya.


Lezatnya haemultang membuat kami asyik sendiri menikmati mangkuk masing-masing. Haemultang isinya macam-macam, mulai dari kerang, udang, cumi, gurita, sayur-mayur dan jenis seafood lainnya #maafkanlupa Setelah selesai menyantap semua bancan dan haemultang, kami memutuskan melanjutkan perjalanan. Perjalanan selanjutnya adalah menikmati dinginnya Suseong lake.

- Susoeng lake, warna-warni lampu, dan hembusan angin malam 

Lokasi Susoeng lake berada tidak jauh dari restaurant Haemultang, sekitar 15 - 20 menit dengan jalan kaki. Sudah terlihat dari jauh, semacam gapura berhiaskan lampu bintang-bintang. Indah sekali, penuh bintang. Kami mengambil beberapa foto dan melanjutkan kembali menikmati atmosfer di sepanjang pinggir danau. Kalau pagi atau sore sepertinya lebih indah, tp malam ini juga bagus ada banyak lampu-lampunya tampak dari kejauhan. Setelah puas dan lumayan menggigil karena suhu terasa makin dingin, kami memutuskan untuk pulang.


Rombongan akhirnya harus berpisah, saya dan teman-teman PNU langsung pulang ke terminal ditemani dengan mbak elok sementara rombongan yang satunya balik ke DGIST. Perjalanan pulang ke PNU naik bus malam pukul 22:20. Malam itu bisa tidur nyenyak di bus sampai Dusil dan rejeki kami bisa dapat subway terakhir. Selalu takjub dengan rencana Allah, selalu lebih indah dari semua yang direncanakan sebelumnya.

Terima kasih untuk kenangan yang begitu istimewa. Sampai ketemu lagi, sebelum balik ke Indonesia September nanti insya Allah disempatkan main ke Daegu lagi. Aamiin. 

Sunday, December 30, 2018

Menikmati warna-warni Nampo-dong di penghujung tahun 2018

Desember tak jauh padat dari bulan November kemarin. Bersyukur sekali bisa menyelesaikan semester 3 dengan lancar, atas kekuatan doa super ajaib yang senantiasa dirapalkan dan menggetarkan langit. Tuntas juga beban sks kelas untuk program master, selanjutnya tinggal tesis semester depan. Deg-degan rasanya, tesis sudah di depan mata. 

Baca juga: 

Sejenak nostalgia akhir tahun 2017, menikmati musim dingin dengan full kegiatan di lab. Aktivitas hanya sebatas lab-kosan-lab-kosan. Berasa kupu-kupu ya, jadi ingin banget membuat akhir tahun 2018 ini lebih berwarna dan lebih berkesan. Mengingat, hanya 8 bulan bersisa untuk menyelesaikan program master di negeri rantau ini. So, yuk ah banyakin main juga ~ 

Exploring Nampo-dong bersama sahabat dari Brunei #momenttoremember
Dalam rangka merealisasikan lab life balance membuat akhir tahun lebih berwarna akhirnya Nampo jadi tujuan. Banyak kerlap-kerlip lampu dengan beragam dekorasi mewarnai Nampo street. Terhitung sudah 3 kali kesana bulan ini. Untuk mencapai lokasi, saya menggunakan Subway Line 1 dengan tujuan terakhir Dadaepo beach. Perjalanan ke Nampo sekitar 31 menit, sekali jalan tidak perlu transfer line. Untuk sekali naik subway sekitar 1.300 won.

- Explore Yongdusan park - Busan Tower (Dec 09, 2018)

Pertama ke Nampo-dong bulan ini bersama teman-teman saya dari Brunei. Seneng sekali rasanya bisa reuni dengan kak Rabbi setelah terakhir perpisahan saat mengikuti volunteering program AYVP 2015 di Kamboja. Kakak yang begitu baik dan tulus. Inspiratif  banget pokoknyaa. Kak Rabbi berkunjung ke Busan bersama 2 saudaranya, Kak Thea dan Ebi. 


Malam itu cuaca tidak sedingin malam sebelumnya, cukup nyaman untuk menikmati Busan. Pun malam terkahir Kak Rabi di Busan. Tujuan malam itu adalah menikmati food street di Nampo dan sejenak melihat Busan Tower. Menikmati atmosfer Nampo yang tidak begitu padat malam itu. Mengambil beberapa foto di sepanjang kerlap-kerlip lampu Nampo serta belanja produk skincare yang mereka butuhkan. 


Yongdusan park adalah taman yang di dalamnya ada Busan Tower. Baru sadar juga, karena tahun lalu main ke Busan tower di siang hari. Jadi sekalian pertama kali banget menikmati Busan Tower di malam hari. Jalan ke arah Busan Tower ini tepat di sebelah kiri Gong-cha dan ada ekskalator naik ke atas. Di depan sebelum ekskalator naik ke atas ada slow photo box untuk foto on the spot. Sesuai namanya, file foto nanti dikirim ke email, minimal 3 bulan setelah foto disitu. Yaaak, selamat sabar menunggu ~



Sebelum pulang kami menikmati odeng, ttopokki, ttok, dan yace mandu. So yummy semuanya. Normalnya harga odeng atau omuk 500 - 1000 won per tusuknya. Untuk malam ini 2000 won dapat 3 tusuk. Ttopokki seharga 3000 won untuk satu piring dan kali ini super pedas. Saya paling suka cheese ttopokki karena tidak suka yang terlalu pedas.

Untuk Ttok harganya sama dengan odeng, 2000 won dapat 3 tusuk. Untuk yace mandu, 3000 won dapat 6 buah jadi 500 won perbuahnya. Kenyang juga jalan-jalan malam itu, Alhamdulillah ~

Thanks for coming to Busan Kak, see you when I see you again ~ 
What a quality night, thanks for coming to Busan kak. Waiting for the next trip to Philippines. Let's make it next year, insya Allah :) #ayvpreunited 

- Sejenak jalan-jalan dan menikmati kuliner Indonesia di "Bakso Bejo" (Dec 22, 2018) 

Dua malam sebelumnya (Dec 20, 2018) saya juga mampir menikmati Nampo, namun fotonya tinggal kenangan masih menunggu Maret 2019 nanti. Fotonya menyusul yak ~ Pun agendanya sama, menikmati makan malam di Bakso Bejo dengan menu ayam bakar. Yummy banget ayam bakarnya dengan porsi ekstra super mengenyangkan. 
Ramainya Nampo malam itu. Penuh sesak :" (credits: Zaki)
Dua hari berikutnya, saya dengan beberapa teman dari PNU kuliner ke Bakso Bejo untuk sejenak melepas rindu makanan-makanan Indonesia yang penuh kerinduan. Suasana malam minggu, penuh dengan pengunjung. Banyak para pekerja maupun mahasiswa yang memenuhi setiap meja. Beruntungnya saat kami datang, ada segerombolan geng yang keluar jadi bisa dapat tempat deh. Emang kalau uda rejeki ndak kemana ya. 

So happy kan ya liat semangkok bakso. lol (credits: Zaki)
Terpesona dapat seporsi iga bakar. wkwkwk (credits: Zaki)
Menu malam itu beragam, saya dan dika pesan bakso campur. Isinya ada bihun, sayur dan beragam pentol dengan isi ranjau dan telur puyuh. Dari segi rasa lumayan bisa mengurangi kerinduan akan pentol gila, tapi tetep pengen banget makan pentol gila ramah 2. Pengen banget banget rasanya :" #apadehlucy Teman-teman yang lain pesan mie ayam, iga bakar (ini juga recommended banget, porsinya super besar), sate, dan bakso biasa (tanpa isi). Saya juga pesan es campur untuk menghilangkan kerinduan akan es-es khas Indonesia. Malam minggu yang sungguh mengenyangkan dan berkesan. 
Bahagianya menyantap sate. rotfl wkwk (credits: Zaki)

Peace dulu ya Bu tita bersama semangkok mie ayam bakso wkwkwk (credits: Zaki)
Setelah puas makan, kami pun berbelanja beberapa produk makanan Indonesia yang di jual di Bakso bejo. Sekalian isi stok persediaan di kosan, saya belanja indomie goreng. Oiya disini satu bungkus indomie dijual seharga 500-600 won. Dari segi rasa, kalau menurut saya pribadi berbeda dengan Indomie yang diproduksi di Indonesia. Kadar micinnya lebih dikurangi, perbedaan lainnya adalah saus diganti dengan bubuk cabe. 
Price list makanan di Bakso Bejo, oiya harga dalam won ya :) (credits: Zaki)
Beragam produk makanan yang ada di Bakso Bejo mulai dari snack ringan, biskuit, kecap, saus, tempe mentah, sampai dengan petai frozen juga ada. Super komplit deh, takut kalap kalau sering main kesini. Maklumlah jiwa-jiwa mak-mak.lol.

Selanjutnya, kami meneruskan jalan-jalan menikmati warna-warni lampu di Nampo-dong. Lautan manusia yang menikmati malam minggu untuk quality time bersama keluarga ataupun kekasih tampak di berbagai sudut dan sejauh mata memandang. 

Terima kasih teman main ~

Kadang berpikir, kalau sedang ditengah hiruk-pikuk manusia dan gemerlap seperti ini rasanya perlu untuk mengingatkan diri berkali-kali. Bahagia secukupnya, tidak perlu berlebih. Bahagia sewajarnya, karena bahagia dan sedih punya jarak yang begitu dekat. Semoga tidak pernah lupa, tidak terlalu berlebihan juga memaknai sedih dan bahagia. Satu perkecualian, melebihkan syukur yang selalu dan senantiasa dianjurkan. 

Someday, this moment will surely be missed and worth to remember ~
Selamat menikmati bahagia dan selamat memeluk sedih. Tak lupa berterima kasih pada jiwa dan raga yang sudah sejauh dan setangguh ini bertahan. Sekian cerita jalan-jalan di Nampo-dong. Semoga aura bahagianya tersalurkan ~

Thursday, December 27, 2018

Bahagia dari merasa cukup

Be happy for no reason. Benar begitu? Pasti hati kecil bertanya - tanya. Memang iya? Kamu bahagia? Pertanyaan yang begitu sederhana, tapi kadang begitu susah untuk dijawab. Selalu ada alasan yang menyertai. Jadi bahagia tanpa memerlukan alasan, masih masuk akal? 

Tentu. Bagi sebagian orang, bahagia itu sederhana. Bagi sebagian yang lain, bahagia menjadi sangat rumit. Ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda-beda, sesuai kelapangan hati, sesuai ambisi, sesuai banyak faktor yang sengaja dipatok masing-masing orang. Walaupun sebenarnya, bahagia bisa saja begitu sederhana. 


Bahagia, bisa sesederhana ini. 
Bahagia dari merasa cukup. Cukup atas apa yang dimiliki, didapati, dan yang telah dilakukan. Pun dengan merasa cukup pasti lebih bisa merasakan indahnya bahagia. Namun nyatanya, manusia memiliki nafsu tinggi untuk menjadi dan mendapatkan yang lebih hingga kadang butuh banyak alasan untuk bisa bahagia. Memandang rumput tetangga selalu lebih indah daripada rumput di ladang sendiri. 

Melihat betapa enak hidup orang lain dan begitu mudah dalam mendapatkannya. Sedangkan hidup sendiri yang terseok-seok begitu berat. Melihat hanya dari sampulnya saja, tanpa mau tahu bagaimana rumitnya perjalanan untuk mencapai titik tersebut. Hidup ini ibaratnya sawang sinawang. Tentang bagaimana melihat atau memandang kehidupan. Melihat yang semu dari pandangan kita terkadang seolah-olah terlihat nyata. 

Hidup orang lain terlihat begitu enak, sedangkan nyatanya belum tentu begitu. Hanya saja orang tersebut pandai membawa diri, seolah semuanya terlihat menyenangkan dan sedikit mengeluh. Padahal untuk mencapai posisi sekarang, banyak jatuh bangun dan halang rintang yang telah dilalui. Jadi, perlu sekali bijaksana memaknai kehidupan yang sedang berlangsung sekarang. 



Nyatanya, kadang hidup memang terasa begitu berat. Seakan hanya kita sendiri yang punya masalah. Padahal ya, everyone is fighting their hard battles. Sama-sama sedang berjuang, jadi tidak perlu sampai segitunya meratapi kehidupan yang rasanya kian berat #ngomongkedirisendiri Semakin berat ujian hidup, berarti Allah semakin percaya kalau kita mampu untuk mengatasinya, melewatinya dan menaklukkannya dengan sangat baik. 

Nah, agar lebih ringan bisa dicoba dengan sebijaksana mungkin memandang ujian yang datang sebagai jalan kebaikan kita kedepannya. Supaya hidup terasa lebih mudah, lebih ringan. Nikmati ujian yang ada. Gampang memang bicara begini, coba kalau sedang down bisa jadi lebih melow dan drama. Memang hidup di Korea penuh drama ya. lol #bercandakok #emangtapidisinibanyakdrama


Kalau sedang lelah dan merasa susah, sejenak berikan waktu untuk memandang apa yang sudah terlewati. Merenungkan bahwa perjuangan sudah setengah jalan, atau bahkan sudah hampir mencapai titik finish. Banyak yang sudah dicapai dengan perjuangan yang tidak gampang, jadi nikmat Allah mana lagi yang bisa kita dustakan? Ketangguhan yang senantiasa Allah lekatkan dalam hati dengan caraNya yang begitu istimewa.

Sejenak, luangkan waktu untuk introspeksi diri setiap malam sebelum tidur. Berikan apresiasi pada diri sendiri. Semacam penghargaan bahwa sudah mencoba melakukan yang terbaik. "Well done, lucy. You have done many good things". Pun kalau sedang terpuruk dan gagal, atau merasa hari itu buruk sekali. Katakan pada hati "Gakpapa, besok kita coba lagi. It's only a bad day, not a bad life". Self talk ini saya rasa sangat penting untuk menjaga kesehatan jiwa, kesehatan mental. Meskipun saya juga masih berusaha istiqomah menerapkannya. 

Bahagia dari merasa cukup. Semoga bisa senantiasa melebihkan syukur, mengurangi mengeluh dan bijaksana memaknai kehidupan. Cukup terkadang lebih dari cukup. Letakkan dunia di genggaman, jangan letakkan di hati. Pun kalau terlalu lelah, berikan waktu istirahat sebentar. Kamu berhak bahagia, nikmati saja semua pasti bisa selesai.  It's fine to be slow, as long as you're not quit and keep making progress. 


Coba sejenak lihat awan, dia juga selalu punya cara membuat penduduk di bumi bahagia ~
Last but not least, ketika hidup terasa semakin berat, mungkin Allah sengaja mengetuk hati kita, Allah rindu lembutnya doa dan lantunan  ayat-ayat Al-quran kita. Allah rindu curhatan dari hati ke hati di sepertiga malam. Tenang, ketika semuanya terasa berat, kita selalu punya Allah, punya doa yang begitu istimewa dan selalu ada sujud dengan doa-doa yang menggetarkan langit. Tenang, Allah selalu bersama kita. 

Sekian, selamat berdamai dengan hati masing-masing. Terus merangkai sabar dan zikir. Semoga berkah dan kebaikan selalu menyertai. Aamiin. 

Pun, bahagia sesederhana bisa bertemu teman lama ~

Friday, December 14, 2018

Truly beyond blessed

Selepas trip ke Seoul, langsung disuguhi dengan conference. Istimewa memang, harus terus berjuang setelah sejenak melepas penat. Sesampainya di kosan, kondisi tubuh sudah remuk redam namun ppt presentasi belum juga selesai dari revisi. Nikmati saja lah, raga juga butuh istirahat. Akhirnya memutuskan untuk siap-siap tidur dan niat bangun lebih awal untuk menyelesaikan ppt.

Baca juga: 2D1N What an amazing trip to Seoul ~ 

Terbangun, masih pukul 3 pagi. Badan sudah lumayan enakan, meski masih terasa juga remuk redamnya. Bersiap diri, cuci muka dan mulai buka laptop. Waktu pagi adalah waktu terbaik untuk bekerja, masih jernih dan mood masih sangat baik. Alhamdulillah ~ 

Semester ketiga, emang sudah sewajarnya jadi semester super produktif. Apalagi di lab, semester ketiga merupakan semester harus conference dan publish hasil eksperimen yang selama ini dikerjakan. Bulan ini saya berkesempatan untuk ikut 20th Cross Straits Symposium (CSS) 2018. Topik yang saya bawakan mengenai performance anammox untuk mengolah nitrogen dan optimalisasi pertumbuhan anammox agar lebih cepat guna mendukung rencana implementasi pengolahan limbah dengan anammox skala besar.

20th CSS 2018 diikuti oleh sekitar kurang lebih 100 peserta untuk Oral dan Poster presentation. Awalnya sempat ciut dan menyesal karena daftar Oral Presentation, apalagi untuk Oral presentation didominasi oleh mahasiswa PhD. Apalah Lucy yang masih S2 dan butiran jasjus begini. Beruntungnya saya punya Ayah yang begitu supportive, beliau menyampaikan bahwa dengan masih S2 pressurenya lebih rendah karena masih tahap belajar. Kalau S3 harus sudah mahir dan memang wajar kalau lebih baik karena jam terbang juga lebih banyak dibandingkan dengan mahasiswa S2.
Bersama rekan dari PNU yang mengikuti CSS 2018
Senin (26.11) itu hanya pembukaan dan gala dinner untuk semua peserta simposium. Ditengah padatnya jadwal lab, kalau boleh memilih saya memilih tinggal di lab dan melaksanakan penelitian. But hey, i do need to escape for awhile. My reactors are gonna be fine, hopefully. Saya semeja dengan beberapa peserta dari Jepang dan China. Ternyata pula, mahasiswa PhD dari Jepang, Mr. Toyama ini adalah teman temannya teman saya, Mia, yang sekarang ambil S2 di Kyushu University. Alhasil cepat akrablah dengan beliau.


Sebelum makan malam saya bersama rekan satu lab, Mbak Evy dan Dohyoun Oppa, sejenak menikmati pantai Heundae dari kejauhan. Sudah lama di Busan tapi baru kali ini main ke Heundae, maafkan jarang main banget saya ya :".

Makan malam berlangsung cepat, tidak banyak yang bisa dimakan karena kebanyakan menu udang. Udang oh udang, selanjutnya balik ke kosan dan mempersiapkan presentasi besok. Masih minder, takut yang berlebihan seperti biasa. Beruntungnya, doa ayah ibuk dan semua teman baik begitu menenangkan. Saya percaya, doa selalu bekerja begitu ajaib.

Never expect, but always strive to do your best ~

Pada simposium kali ini terbagi menjadi 3 subtema. Material, Energy dan Environment. Saya masuk di subtema Environment. Satu ruangan dengan sub tema Environment punya beragam topik yang begitu menarik. Ada beberapa topik yang menarik minat saya namun jauh dari bidang yang saya tekuni, yaitu mengenai computational fluid dynamic analysis. Lumayan bisa menambah isi gelas dengan hal lain yang juga sangat bermanfaat dalam mendukung peningkatan kualitas lingkungan.


Akhirnya giliran saya pun tiba. Ajaibnya, nervous hilang seketika begitu sampai di depan audiens dan bisa menikmati presentasi yang saya bawakan. Nyata sekali kekuatan doa, jelas saya masih ingat disaat sidang akhir S1, saya juga begitu menikmati proses presentasi dan sidang hingga 2.5 jam. Tidak ada tips khusus untuk bisa presentasi dengan baik, kuncinya menguasai apa yang dipresentasikan. Kalau merasa ada yang belum paham, cari tahu selengkap mungkin atau lebih baik tidak perlu ditampilkan. Beberapa pertanyaan mendasar dari audiens alhamdulillah bisa terjawab, semoga jawabannya juga memuaskan. Terima kasih banyak, doanya tersampaikan dengan baik yah buk #blesseddaughter


Ayah benar, saya terlalu dan selalu takut berlebihan terhadap sesuatu yang bahkan belum terjadi. Overthinking.  Mencoba untuk membiasakan berpikir seperlunya untuk yang penting-penting tapi susah kali ya, harus membiasakan diri. Karena bisa kadang datang dari kebiasaan. Setelah presentasi selesai, schedule selanjutnya adalah melihat poster session presentation.



Pun saya belajar banyak hal baru di poster session ini, termasuk penelitian modeling optimasi energi kinetic dengan kerangka layang-layang. Selalu menarik bisa belajar banyak hal baru.. Selesai poster session sembari menunggu awarding night, saya bersama dua rekan dari PNU, Hyonseok dan Soyoen eonni, melepas penat dengan bermain langsung ke pantai Heundae. Menikmati lembayung langit Busan, senja memang selalu istimewa.



Selesai menikmati sore dan angin pantai, kami kembali ke aula untuk mengikuti awarding night. Honestly, setiap mengikuti perlombaan saya tidak expect untuk mendapatkan yang terbaik. Pernah satu atau dua kali expect untuk bisa menang, nyatanya berujung kecewa. Tidak punya ekspektasi justru lebih rileks dalam menjalani apapun, namun dengan tetap berusaha melakukan yang terbaik sebisa mungkin.



Photo session dengan semua penerima awards dan para Professor pelaksana CSS 2018

Rencana Allah sungguh terbaik, saya masuk dalam Outstanding Paper Awards kategori Environment untuk Oral Presentation. Sungguh Allah Maha Baik. November bulan yang sangat padat, ditutup dengan begitu indah oleh Allah. Alhamdulillah ~
Alhamdulillah, semoga syukur ini bisa selalu berlebih. Aamiin ~
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES