Saturday, August 1, 2020

Simak 5 Rekomendasi Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga

Rindu sekali rasanya menikmati indahnya laut biru, sejuknya semilir angin pantai, rindangnya hutan mangrove, sejenak duduk-duduk di pinggir waduk sambil makan gorengan yang masih hangat, ataupun staycation untuk memanjakan diri dengan fasilitas hotel favorit. Liburan, satu kata yang begitu dirindukan setelah berbulan-bulan mengikuti anjuran untuk tetap di rumah saja karena pandemi covid19 belum juga reda. Saya yakin pasti semuanya juga rindu liburan, apalagi bisa liburan dengan keluarga besar. Lama sekali tidak liburan lengkap dengan keluarga besar, apalagi belum sempat liburan dengan ponakan-ponakan sejak merantau ke negeri Gingseng.


Oiya berbicara tentang liburan, jika bertanya kepada teman tentang tempat wisata menarik yang ada di Bogor, maka kawasan wisata puncak adalah salah satu tempat yang akan mereka tawarkan. Wisata di puncak memang menjadi hal sangat menyenangkan karena bisa melihat pemandangan alam yang menyejukkan mata dengan udara segar yang menenangkan. Nah sayangnya di era new normal ini berlibur ke objek wisata yang ramai pengunjung memberikan kekhawatiran tersendiri. Oleh sebab itu untuk bisa tetap menikmati liburan bersama keluarga maka staycation bisa dijadikan pilihan menarik.

Memanjakan diri dengan fasilitas hotel bersama keluarga ataupun teman pasti akan memberikan kesan liburan yang baru untuk kalian. Apalagi sekarang banyak sekali diskon hotel yang bisa kalian nikmati, sehingga tidak perlu memikirkan biaya yang mahal untuk bisa melakukan staycation. Berikut ini adalah beberapa hotel yang bisa kalian jadikan pilihan untuk staycation di Bogor bersama keluarga:

1. Amaris Hotel Padjajaran

Amaris Hotel Padjajaran menawarkan pemandangan hijau Kebun Raya yang bisa kalian nikmati dari kamar hotel. Hotel ini terletak di Jalan Raya Pajajaran No 25, Kota bogor, atau lebih tepatnya di sisi Timur Kebun Raya Bogor. Staycation di hotel ini juga semakin seru karena adanya fasilitas seperti outdoor dining area serta wifi di seluruh area hotel. Bagi kalian yang mencari lokasi staycation yang dekat dengan pusat perbelanjaan di daerah Bogor maka hotel ini merupakan pilihan terbaik.

Amaris Hotel Padjajaran (sumber foto: amarishotel.com)

2. Izi Hotel

Hotel ini terletak di Jalan Pakuan No 25 Baranangsiang, Kota Bogor. Izi hotel juga menyediakan kamar dengan konsep minimalis yang nyaman dan tenang. Jika kalian menginap di hotel ini jangan lupa untuk memanjakan diri dengan fasilitas kolam renang yang tersedia. Di sini kalian juga bisa menikmati makanan lezat dengan menu Indonesia bahkan western. Lokasi hotel ini cukup strategis karena dekat dengan café-café kece di Bogor. Jadi bagi kalian yang ini staycation sekaligus nongkrong bersama teman, Izi Hotel sepertinya bisa menjadi pilihan menarik.

Fasilitas Kolam Renang di Izi Hotel (sumber foto: izihotels.com)

3. New Ayuda Hotel Bogor

Untuk kalian yang ingin melakukan staycation di pusat kota Bogor maka hotel ini adalah pilihan yang tepat. New Ayuda Hotel sendiri berlokasi tepat di Jalan Salak No 8, Bogor. Kamar yang tersedia di hotel ini mengusung tema minimalis dengan warna-warna cerah yang memberikan kesan menyenangkan. Meski merupakan hotel bintang satu, hotel ini memberikan fasilitas yang bagus untuk pengunjungnya, seperti gift shop, wifi dan layanan kamar selama 24 jam.

New Ayuda Hotel Bogor (sumber foto: traveloka.com)

4. Fave Hotel Padjajaran Bogor

Hotel yang satu ini juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk kalian yang mau staycation di Bogor. Lokasi Fave Hotel Padjajaran Bogor ini sangat strategis, kalian bisa dengan mudah untuk menjangkau berbagai pusat perbelanjaan seperti Mall Botani Square atau juga FO. Nah dari beberapa kamar di hotel ini kalian bahkan dapat dengan langsung menikmati indahnya pemandangan alam di Kebun Raya Bogor. Sama halnya dengan Fave Hotel lainnya yang banyak tersebar di Indonesia, Favehotel Padjajaran Bogor ini juga didesain dengan konsep minimalis.

Favehotel Bogor (sumber foto: favehotels.com)

5. The Hayati Inn

The Hayati Inn merupakan salah satu hotel yang berada di Jalan Binamarga II, Baranangsiang, Kota Bogor. Hotel ini memiliki kamar yang cukup luas sehingga cocok untuk menjadi tempat staycation bersama keluarga. Mengusung konsep interior minimalis dengan pilihan furniture berkelas membuat hotel ini menjadi lebih elegan. Yang menarik juga dari hotel ini adalah pemandangan gunung Gede Pangrango yang bisa kita lihat dari balkon kamarnya. 

Jadi itu dia lima hotel yang bisa menjadi referensi sebelum kalian melakukan staycation di Bogor bersama keluarga. Jadi sudah siap untuk mengajak staycation bersama keluarga? Saya udah siap banget nih, pengen ngajakin staycation sama ponakan-ponakan kesayangan. Tapi tentunya harus mematuhi protokol kesehatan juga ya. Ataupun memilih waktu terbaik untuk staycation yang tidak begitu ramai pengunjung sehingga bisa menikmati dengan maksimal fasilitas hotel serta tetap bisa menerapkan social distancing. 

Asik banget pasti kalau bisa staycation sama ponakan-ponakan kesayangan ☺️

Jangan lupa cek Traveloka untuk mengikuti flash sale agar mendapatkan potongan harga yang menarik. Traveloka menghadirkan flash sale potongan harga untuk beragam akomodasi setiap hari Jumat. Asik banget kan, dengan mendapatkan potongan harga dari Traveloka dijamin staycation akan jadi semakin seru karena biaya yang lebih hemat. Stay tuned dan jangan sampai kelewatan ya ~

Monday, July 27, 2020

Solusi Cerdas Layanan Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan #TemanHidupSehat Halodoc

Time flies so fast, tidak terasa sudah hampir 5 bulan sejak covid-19 ditetapkan sebagai pandemi global. Sejak itu juga sudah pulang ke tanah air namun terjebak tidak bisa ke mana-mana. 2020 memang menjadi tahun penuh ketidakpastian dan harus merelakan banyak rencana dalam life plan mundur jauh dari jadwal. Mampu bertahan sampai titik sejauh ini dan ikut menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran sudah cukup dari kata baik  untuk mendukung pemutusan rantai penyebaran covid-19. Apalagi case positif covid-19 yang belum menunjukkan trend penurunan sampai saat ini.

Tentu setiap dari kita berharap pandemi ini bisa segera berkahir, meskipun nantinya kehidupan tidak sepenuhnya kembali normal seperti sebelum covid-19 tersebar. Sebelum vaksin yang tepat ditemukan, kita akan menghadapi kehidupan “new normal”. Mulai dari kebiasaan hidup sehat, pakai masker ketika berpergian, menerapkan physical distancing dengan jarak tertentu di tempat-tempat umum, ataupun perlunya melakukan tes bebas covid-19 dengan rapid test ataupun swab test sebelum berpergian. 

Awal Juni lalu, saya akhirnya bisa pulang ke kampung halaman di Madiun setelah sebelumnya selama 2 bulan di Jakarta membantu kakak saya yang baru saja melahirkan. Pertama kali juga saya mengikuti rapid test sebagai persyaratan mendapatkan SIKM untuk bisa keluar Jakarta karena saat itu masih diterapkan PSBB. Awal mau ikut rapid test jujur cukup takut karena khawatir kalau hasilnya reaktif. Namun saya optimis hasilnya akan non reaktif karena selama pulang dari Korea atau saat di Jakarta pun saya lebih banyak di rumah saja. Meskipun keluar untuk belanja saya selalu mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan. 

Hasil karya adek saya untuk tugas kampus berkenaan dengan jurus jitu cegah penyebaran covid-19

Well semenjak pandemi covid-19, saya begitu takut dan menghindari rumah sakit. Apalagi setelah membaca kemungkinan covid-19 bisa menjadi airborne disease ketika berada di ruang tertutup dan minim sirkulasi udara, i.e rumah sakit. Alhasil, saya mencari alternative rapid test yang tidak dilakukan di rumah sakit. Beruntungnya ada aplikasi Halodoc yang sudah lama terinstal di gadget dan beberapa kali sering saya gunakan untuk baca-baca mengenai artikel kesehatan. Oiya, artikel kesehatannya super komplit, apalagi untuk kesehatan jiwa bahkan ada layanan khusus untuk bisa terapi online ataupun mendapatkan diagnosa dan perawatan medis dari psikiater. 

Apa sih Halodoc itu? 

Halodoc adalah aplikasi yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya dan dilengkapi dengan beragam layanan kesehatan. Halodoc memiliki tagline sehat lebih tenang saat semua ada di genggaman #temanhidupsehat. Halodoc memiliki banyak layanan yang sangat menarik dan bermanfaat mulai dari tanya dokter untuk chat dengan dokter umum dan spesialis dimana saja dan kapan saja. 

Beberapa layanan di Halodoc serta beberapa pilihan artikel kesehatan yang uptodate dan bermanfaat

Hasil yang saya temukan di halodoc super lengkap. Mulai dari RS di bagian barat Indonesia, salah satunya adalah RS Columbia Asia Medan yang dilengkapi dengan informasi umum rumah sakit dan fasilitas-fasilitas yang terdapat di RS, dokter umum serta beragam pilihan dokter spesialis mulai dari spesialis bedah anak sampai dengan spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru). Dokter-dokternya pun sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun. RS Columbia Asia Medan juga masuk dalam daftar rumah sakit yang melakukan perawatan pasien covid-19 di Sumatera Utara bersama 23 RS lainnya. 

Selain itu, saya juga coba mencari RS di kota kelahiran saya, yaitu Madiun. Dari hasil penelusuran di Halodoc terdapat 8 RS yang dilengkapi dengan informasi umum rumah sakit, dokter umum dan juga dokter spesialis di berbagai bidang. Selanjutnya, Halodoc juga memberikan layanan beli obat tanpa antre dan langsung diantar dalam 60 menit. Tidak hanya itu ada layanan untuk bisa booking rumah sakit ataupun layanan cari dokter dengan semua pilihan dokter spesialis mulai dari penyakit dalam sampai dengan bedah anak. 

Hasil pencarian RS di Halodoc 

Semenjak pandemi covid-19, Halodoc juga memiliki layanan untuk cek gejala covid-19 dan disertai saran penanganan apabila gejala menunjukkan ke arah terinfeksi covid-19. Halodocpun memiliki layanan rapid test dan test PCR. Tanpa pikir panjang, langsung saya klik layanan rapid test. Nah pada bagian rapid test ini, banyak sekali pilihan tempat untuk melakukan rapid test.  Mulai dari rumah sakit, klinik laboratorium dan ada juga rapid test drive-thru. 

Senang sekali rasanya tahu ada pilihan rapid test-drive thru. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari lokasi yang paling dekat dengan rumah kakak saya, yaitu di Ciracas, Jakarta Timur. Akhirnya setelah mempertimbangkan beberapa hal, pilihan saya jatuh pada Rapid Test Cilandak by Mitra Keluarga yang berlokasi di daerah CIBIS Park, Jl. TB Simatupang No.2, Cilandak. Sayangnya saat rapid test saya tidak mendokumentasikan prosesnya karena kondisi yang cukup panas dan juga terlalu mager untuk ambil foto.

Layanan rapid test di Halodoc dan hasil pencarian untuk rapid test drive-thru

Proses booking rapid test dengan Halodoc juga sangat cepat, setelah memilih lokasi rapid test selanjutnya menentukan tanggal dan waktu. Isikan identitas diri, upload kartu ID, lalu pilih metode pembayaran, langsung bayar deh. Booking selesai, praktis dan cepat. 

Sewaktu hari H rapid test pastikan untuk mematuhi protokol kesehatan. Sesampainya di lokasi, petugas minta untuk menunjukkan bukti pembayaran. Setelah itu, akan diberikan 2 label yang telah berisi nama dan nomor booking. Lalu lanjut antri untuk diambil sample darah. 

Hasil rapid test covid-19 di aplikasi Halodoc 

Kebetulan saat hari test, antrian cukup panjang tidak hanya untuk mobil namun juga motor. Setelah tiba giliran, langsung diambil darah dan ditest dengan rapid test kit. Cepat sekali tidak lebih dari 10 menit. Setelah selesai, lalu pulang ke rumah dan tinggal menunggu hasil. Hasil keluar tidak lama setelah itu, sekitar satu jam kemudian saya cek di aplikasi Halodoc hasil rapid test sudah keluar. 

Alhamdulillah hasilnya non reaktif. Lega sekali. Terima banyak Halodoc sudah membantu proses booking rapid test yang super praktis dan cepat. Tidak hanya itu, terima kasih juga atas suguhan artikel-artikel kesehatan yang bermanfaat dengan beragam layanan kesehatan yang sangat lengkap dan tentunya bermanfaat.

Yuk, kita semua tetap jaga kesehatan dan selalui patuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19. Jangan lupa juga install aplikasi Halodoc untuk bisa terus update beragam layanan kesehatan dari #temanhidupsehat Halodoc yang super praktis! 

Friday, July 24, 2020

Butuh Perusahaan Sewa Genset? Yuk, Cek di Sini!

Dalam seminggu terakhir, sudah dua kali terjadi pemadaman listrik. Memang tidak seharian, namun dampaknya cukup membuat pekerjaan yang bergantung pada listrik terhenti selama beberapa jam. Saya tidak bisa membayangkan kalau pemadaman listrik terjadi seharian penuh, pasti suntuk karena banyak pekerjaan terhenti dan jelas kerugian yang tidak kecil. Listrik saat ini sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam mendukung aktivitas setiap harinya. Terutama untuk perusahaan atau perindustrian. Maka dari itu, banyak sekali perusahaan atau perindustrian membutuhkan genset untuk mengatasi permasalahan saat terjadi pemadaman listrik.

Genset merupakan mesin yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Biaya untuk pembelian genset sendiri tidaklah murah dan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Kita tidak perlu membeli genset yang jelas harganya tidak murah, kita bisa menyewa genset seperti contohnya ada rental genset bekasi atau area manapun di Indonesia, termasuk di daerah-daerah pelosok. Tenang saja, saat membutuhkan sewa genset bisa langsung menghubungi PT Sewatama secara online. Kebutuhan kelistrikan akan terpenuhi dengan mudah karena PT Sewatama menyediakan rental genset untuk seluruh wilayah di Indonesia. 

Sewa Jasa Bidang Kelistrikan dengan Mudah

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan jika berkonsultasi dan menyelesaikan permasalahan mengenai kelistrikan di PT Sewatama, terutama untuk skala perindustrian. Permasalahan mengenai pemadaman listrik dan potensi kerusakan beberapa komponen kelitsrikan bisa langsung diserahkan pada ahlinya. Tidak perlu pusing dan juga khawatir karena sudah berpengalaman dalam urusan kelistrikan. 

Apa saja yang ada di PT Sewatama saat ini? 

Selain jasa sewa genset, melayani juga dewatering, operation and maintenance, power audit, pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem hybrid, MEP engine reciprocating, konsultasi, perawatan trafo listrik, dan juga sewa loadbank. Kita juga tidak perlu khawatir  dengan harga setiap jasa yang ditawarkan oleh PT Sewatama. Harga yang terjangkau dan ditangani oleh teknisi-teknisi yang cukup handal dan ahli pada bidangnya masing-masing. Bahkan tidak hanya itu saja, PT Sewatama mampu memberikan jasanya hingga ke pelosok nusantara, tidak hanya di Bekasi saja. Maka dari itu, yuk bisa lakukan penawaran menarik dengan PT Sewatama sekarang juga. Bye-bye deh masalah kelistrikan ~

Saturday, July 4, 2020

Lestarikan Gerakan #JagaLaut dan Minimalisir Dampak Perubahan Iklim

Indonesia begitu masyhur dengan pesona laut yang super indah. Tersohor dengan sebutan negara Maritim hingga ke seluruh belahan dunia. Luas laut Indonesia mencapai lebih dari 5 juta kilometer persegi sehingga menjadi negara kepulauan terbesar di dunia. Pun Indonesia sebagai poros maritim dunia menyimpan kekayaan bahari luar biasa dengan beragam jenis biota laut yang luasnya mencapai 80% wilayah Indonesia. Bertepatan dengan peringatan hari kelautan nasional tanggal 2 Juli 2020 lalu, menjadi momen untuk lebih mensyukuri betapa luas dan besar potensi sumber daya alam laut Indonesia. Surga laut yang kaya dengan pesona luar biasa sebagai anugerah alam yang harus senantiasa dijaga kelestariannya. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun untuk generasi-generasi kita berikutnya agar juga bisa menikmati keindahan laut serta kekayaan manfaat bahari Indonesia.

Keindahan Gili Trawangan, Lombok (Sumber foto: www.luckycaesar.com)

Kekayaan dan Keindahan Laut Nusantara

Istimewa bukan kekayaan dan keindahan laut Indonesia? Retoris sekali pertanyaan saya, tentu saja jawabannya Iya. Apalagi saat mengenang masa-masa masih tinggal di Busan, teman-teman Korea saya begitu ingin pergi ke Bali. Beberapa teman lainnya menjadi tertarik untuk wisata ke Lombok setelah saya bagikan cerita betapa memesonanya Pulau Lombok dengan air lautnya yang begitu bening. Terumbu karang yang elok warna-warni, istimewa dengan segala pesonanya. Tidak hanya Bali dan Lombok, banyak laut Indonesia lainnya dengan indahnya masing-masing. Apalagi laut-laut yang ada di ujung timur Indonesia, Raja Ampat, masih ada dalam list yang ingin sekali dikunjungi. Insyaallah suatu saat nanti, aamiin.

Laut Nusantara membentang dari barat ke timur dengan panjang lebih dari 5000 kilometer. United Nations Development Programme menyebutkan bahwa perairan Indonesia menjadi habitat bagi 76% terumbu karang dan 37% ikan karang dunia. Keberadaan laut nusantara memberikan kontribusi besar bagi perikanan dunia dan penompang ekonomi masyarakat, terutama untuk yang tinggal di wilayah pesisir.

Hasil laut berupa ikan menjadi sumber protein penting bagi masyarakat Indonesia, sebanyak 54% kebutuhan protein nasional dipenuhi dari ikan dan produk laut lainnya. Tidak hanya itu, hebatnya lagi laut Indonesia memberikan kontribusi sebanyak 10% terhadap kebutuhan perikanan global. Tidak hanya berperan penting dalam bidang perikanan, laut Indonesia juga mendukung bisnis pelayaran dan memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata.

Kembali melihat folder foto-foto wisata bahari di Lombok beberapa tahun silam membuat saya semakin rindu ingin menikmati semilir angin pantai, deburan ombak dan tentunya vitaminsea yang sudah lama sekali tidak saya konsumsi. Padahal rencana setelah kembali ke Indonesia ingin menikmati indahnya Pulau Dewata berakhir hanya sebagai wacana, sampai pandemi covid19 sepenuhnya berakhir. Semoga Indonesia bisa lekas membaik secepatnya. Terus bertumbuh dan bergerak di masa-masa tidak ideal seperti sekarang ini  bukanlah hal yang mudah. Hanya ada beberapa pilihan tersedia, terus bergerak maju dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Kedua, termangu mengutuki keadaan yang jelas tidak akan berbuah apapun dengan hanya rebahan seharian. Pilihan lainnya atau justru masa bodoh bergerak kemana saja dan abai bisa menjadi pembawa virus kemana mana.

#throwback Menikmati keindahan Pantai Tanjung Aan di Lombok (Sumber foto: www.luckycaesar.com)

Bagaimana kondisi laut Nusantara sebelum dan saat pandemi covid19?

Tidak terasa sudah sekitar 4 bulan sejak covid19 ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi global. Lengkap sudah 3 bulan lebih saya menerapkan anjuran bekerja dari rumah. Mengurangi aktivitas ke luar rumah dan bisa dihitung dengan jari selama seminggu 95% aktivitas saya ada di dalam rumah. Social distancing diberlakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid19 dan menurut hemat saya hanya efektif diterapkan dua bulan saja hingga akhir Mei 2020. Setelah Mei, rasanya sudah banyak yang lebih berani keluar rumah karena memang tuntutan pekerjaan. Pun banyak kantor-kantor yang kembali menerapkan work from office.

Pandemi covid19 memberikan dampak yang cukup berarti dan dirasakan hampir di semua sektor kehidupan manusia. Namun di sisi lain, pandemi memberikan dampak positif bagi bumi, termasuk laut. Berkurangnya aktivitas manusia di luar, termasuk juga menurunnya aktivitas industri memberikan waktu bagi bumi untuk beristirahat. Memberikan  jeda pada laut, langit, hutan, dan alam secara keseluruhan untuk bisa sejenak menghela nafas panjang.

Apakah pandemi covid19  memberikan dampak positif pada sektor kelautan?

Sebelum pandemi covid19, keramaian para wisatawan di berbagai objek wisata bahari tentu memberikan pengaruh pada kondisi laut dan ekosistem di dalamnya. Belum lagi kalau wisatawan tidak bijak dalam berwisata sehingga menyebabkan kerusakan. Kadang ada juga wisatawan yang tidak sengaja merusak terumbu karang atau bahkan buang sampah sembarangan. Menurunnya aktivitas wisatawan juga memberikan pengaruh terhadap jumlah sampah yang dihasilkan di tempat wisata.

Saat pandemi covid19 terjadi, laut menjadi lebih bersih karena penurunan secara drastis jumlah wisatawan yang berkunjung. Kak Githa Anasthasia sebagai Pengelola Kampung Wisata Arborek dan CEO Arborek Dive Shop, Raja Ampat menuturkan saat podcast #jagalaut bersama KBR prime bahwa sejak pandemi jumlah wisatawan di Kampung Wisata Arborek yang jauh berkurang memberikan dampak baik untuk laut. Ikan-ikan terlihat lebih banyak dengan spot  gerak ikan yang luas. Ikan Hiu pun terlihat bermain sampai dekat dengan daratan. Kabar baik lainnya, terumbu karang juga dapat tumbuh dengan optimal.

Tidak hanya itu. tingkat polusi suara atau kebisingan dari kapal-kapal laut yang mengangkut wisatawan maupun pengiriman barang mengalami penurunan. Shipping kapal-kapal besar berkurang secara signifikan. Tumpahan minyak kapal wisata juga hilang selama pandemi. Baiknya lagi, Prof. Muhammad Zainuri, Guru besar kelautan Undip menyampaikan bahwa selama pandemi pelaksanaan konservasi mangrove jadi lebih mudah.

Apakah ada dampak negatif yang diberikan pandemi covid19 pada sektor kelautan?

Kendati demikian, terdapat dampak buruk yang diberikan oleh pandemi covid di sektor kelautan. Salah satunya adalah menurunnya pendapatan aktivitas perikanan terutama pengusaha skala kecil. Para pengrajin oleh-oleh juga mengalami kerugian besar akibat sepinya wisatawan dan terancam gulung tikar. Tidak hanya itu pekerja wisata juga harus banting stir agar tetap mendapatkan pemasukan selama objek wisata masih sepi.

Kak Githa menyampaikan para masyarakat di kampung wisata Arborek belajar untuk menghidupi kembali menjadi nelayan ataupun berkebun. Hasil pancingan merekapun cukup melimpah. Selalu ada hal baik yang bisa diambil di tengah masa-masa ekonomi susah. Hubungan sosial antar warga di kampung wisata Arborek menjadi lebih baik karena sebelum pandemi masyarakat lebih fokus ke wistawan dan tidak punya banyak waktu untuk bercengkerama. 

Berkurangnya jumlah wisatawan di wilayah wisata ternyata juga memberikan dampak buruk dengan keberadaan illegal fishing yang kembali marak di perairan laut dan sekitarnya berdasarkan informasi dari Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI). Hal ini disebabkan karena tidak adanya aktivitas dan rutinitas di titik selam sehingga aktivitas destruktif fishing meningkat. Destruktif fishing ini sangat merugikan dan merusak ekosistem laut sehingga perlu dilakukan kampanye pada masyarakat serta pengawasan yang ketat.

Apa saja problematika laut yang terkait dengan perubahan iklim?

Dampak baik yang dialami oleh ekosistem laut dan perairan nusantara di tengah pandemi menjadi sinyal baik dalam mencegah perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi saat ini telah banyak berimbas terhadap kelangsungan ekosistem laut. Beberapa problematika laut yang terkait dengan perubahan iklim diantaranya sebagai berikut:

- Kenaikan permukaan air laut dan terjadinya intrusi air laut

Kenaikan permukaan air laut sebagai dampak naiknya suhu pada permukaan laut yang diikuti dengan mencairnya es pada glasial dan es di kutub. Tentu masalah tersebut merupakan kontribusi akibat dari perubahan iklim. Letak Indonesia yang berada di antara samudera Pasifik dan Hindia juga menyebabkan variasi kenaikan permukaan laut (El Nino).

Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) memproyeksikan kenaikan permukaan air laut mencapai 44 - 47 cm. Kenaikan muka air laut di pesisir utara Pulau Jawa mencapai 5mm per tahun. Dampak kenaikan permukaan air laut bisa berupa banjir yang diakibatkan pasang air laut (rob) serta intrusi air laut ke dalam air permukaan dan aquifer hingga hilangnya habitat untuk ikan, tanaman dan juga burung-burung.

- Tenggelamnya wilayah pesisir

Pesisir berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan dengan permukaan air laut sehingga membuat daerah pesisir semakin rawan terkena banjir laut atau rob. Potensi tenggelamnya wilayah pesisir mengancam hampir seluruh wilayah pesisir Indonesia dan mengakibatkan lebih dari 100 kabupaten/kota di pesisir Indonesia berpotensi tenggelam. Pada tahun 2018, sebanyak 31% wilayah Pekalongan telah tergenangi air laut secara permanen dan mengalami penurunan tanah sekitar 1-20 cm setiap tahunnya.

- Peningkatan suhu laut dan terjadinya coral bleaching

Perubahan iklim membuat suhu bumi kian meningkat dan penelitian menemukan bahwa ekosistem laut lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Laju pemanasan suhu laut mencapai pada titik mengkhawatirkan dan meningkat 4,5 kali lebih cepat dalam rentang terakhir pada periode 1987 hingga 2019. Suhu rata-rata laut pada tahun 2019 mencapai 0.075 derajat celcius di atas rata-rata tahun 1981-2019.

Coral bleaching (sumber foto: medium.com/@rizkimultimedia)

Karang menjadi organisme laut yang paling rentan dengan perubahan suhu. Terumbu karang akan memutih meskipun dengan sedikit perubahan suhu. Coral bleaching akan memperlambat pertumbuhan karang sehingga menjadi rentan penyakit dan menyebabkan kematian dalam skala besar. Indoneisa termasuk dalam segitiga terumbu karang di dunia dengan luasan hampir 50 ribu km2 atau 18% terumbu karang dunia ada di Indonesia. Kabar baiknya Kak Githa juga menyampaikan bahwa tidak ada mass coral bleaching, namun di beberapa titik masih terdapat coral bleaching di sekitar Raja Ampat.

- Pergeseran garis pantai

Indonesia menjadi negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia mencapai 99.093 km. Garis pantai Indonesia juga menjadi rumah bagi padang lamun terbesar di dunia. Namun garis pantai ini berpotensi rusak oleh abrasi air laut. Prof. Zainuri menyampaikan bahwa telah terjadi perubahan garis pantai sekitar 2.6 km dan menyebabkan tenggelamnya sekitar 3 desa di daerah Demak. Telah dilakukan pembangunan bendungan di Pekalongan, Semarang, Demak, dan Jepara untuk antisipasi terjadinya rob dan mengeliminasi genangan sehingga dapat kembali ke pantai lagi.  

Apa yang bisa kita lakukan untuk #jagalaut dan mengurangi dampak perubahan iklim?

Melihat dampak yang begitu besar akibat perubahan iklim terhadap ekosistem laut, kita perlu untuk ikut beraksi dengan melestarikan gerakan #jagalaut serta meminimalisir dampak dari perubahan iklim. Banyak hal sederhana yang bisa kita lakukan mulai #darirumah dengan konsisten sehingga bisa memantik gerakan-gerakan besar lainnya.  

1. Kurangi penggunaan sampah plastik dan selalu budayakan buang sampah pada tempatnya

Sampah plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa benar-benar terurai. Sehingga perlu sekali untuk terud mendukung gerakan tanpa kantong plastik dan sudah mulai diterapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta mulai 1 Juli 2020. Gerakan larangan penggunaan plastic sekali pakai di swalayan dan oasar tradisional ini untuk bisa meningkatkan kesadaran masyarakat atas dampak limbah plastik.


Selain pengurangan penggunaan sampah plastik, perlu sekali untuk membudayakan tidak buang sampah sembarangan. Hal ini disebabkan karena sampah yang dibuang sembarangan akhirnya akan bermuara di laut dan mencemari laut serta ekosistem di dalamnya. Indonesia masih menjadi penyumbang sampah platsik terbesar ke dua di dunia setelah China. Padahal faktanya, sampah plastik sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup biota laut. Terumbu karang yang tertutup oleh plastik dapat mati karena tidak mendapatkan cukup sinar matahari untuk tumbuh. Bagaimana sampah plastik sangat berbahaya bagi terumbu karang bisa tonton video berikut.

2. Lestarikan gerakan konservasi mangrove

Pelestarian konservasi mangrove sangat diperlukan untuk memperkecil dampak abrasi dan juga menjaga keseimbangan ekosistem. Hutan bakau ini tak hanya mencegah abrasi tapi juga menjadi tempat habitat ikan, kepiting, udang untuk berkembang biak dengan baik. Tidak hanya itu, hutan mangrove juga berkontribusi untuk mencegah pemanasan global. Untuk setiap 1 Ha luas hutan mangrove dapat menyerap karbon 5x lebih banyak dibandingkan dengan hutan di daratan. Pelestarian gerakan konservasi mangrove juga turut membantu dalam menyeimbangkan iklim. Penanaman mangrove menjadi salah satu cara untuk menjaga sistem perairan darat dan laut.

3. Membangun infrastruktur pelindung pantai

Pemasangan teknologi blok beton berkait (3B) sebagai infrastruktur pelindung pantai yang dikembangkan oleh Pusat Litbang Sumber Daya Air (Pusair) dapat mencegah terjadinya longsor dan pergeseran garis pantai akibat erosi gelombang air laut. Selain mengamankan pantai dari abrasi, teknologi ini juga berfungsi sebagai jalan akses ke laut. Teknologi Blok Beton 3B telah diterapkan di Pantai Happy Buleleng, Bali dan Pantai Daruba, Morotai Selatan. 

Teknologi 3B berongga dan bertangga (dok. Kementerian PUPR)

Keunggulan lain dari teknologi 3B memiliki sistem interlocking yang kuat dengan bahan-bahan konstruksi mudah didapatkan. Sistem teknologi 3B juga efektif dalam sistem penanganan pantai dan rayapan gelombang rendah. 

3. Bijak dalam berwisata

Bijak dalam berwisata, bukan sebuah anjuran tapi kewajiban demi menjaga kelestarian objek wisata. Bijak dengan tidak membuang sampah sembarangan. Tidak menyentuh terumbu karang karena sentuhan dapat meningkatkan potensi kematian terumbu karang, cukup nikmati keindahannya dengan melihat saja. Saat menyelam usahakan tidak menggunakan sepatu katak karena juga dapat meningkatkan potensi menyentuh terumbu karang dengan tidak sengaja. Selain itu, sebelum berwisata perlu memahami dan mengenali kondisi lokal tempat wisata. Cari tahu bagaimana peraturan yang berlaku di masyarakat. 

Kak Githa saat sharing juga menyampaikan pengelola wisata juga sudah secara intensif melakukan pengawasan agar para wisatawan tidak merusak tempat wisata. Perlu kerjasama yang baik antar pengelola dan juga wisatawan agar objek wisata tetap terjaga dengan baik.

4. Menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan

Perlu sekali menggunakan alat penangkap ikan yang ramah lingkungan untuk mempertahankan habitat ikan supaya tidak rusak. Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mendampingi para nelayan untuk melakukan peralihan dari alat tangkap tidak ramah lingkungan, seperti Cantrang, berdasarkan tiga kategori sesuai dengan ukuran kapal.


5. Meningkatkan partisipasi aktif, komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat

Perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat dengan cara partisipasi aktif, komunikasi yang baik serta saling percaya dalam mewujudkan gerakan #jagalaut dan tentunya meminimalisir dampak dari perubahan iklim.

Saatnya kita untuk ikut ambil bagian dalam mendukung gerakan #jagalaut agar laut nusantara tetap lestari sehingga anak cucu kita nantinya juga bisa ikut merasakan pesona keindahan dan keistimewaan bahari yang tiada tara. Gerakan #jagalaut ini sekaligus menjadi aksi untuk meminimalisir dampak dari perubahan iklim yang makin hari makin terasa nyata. Global warming is real. Kita bisa mulai melakukan hal kecil, seperti berbagi infromasi ini misalnya. Agar makin banyak juga yang tahu dan peduli. Yuk, beraksi!

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Kalian juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya bisa selengkapnya lihat di sini ya. Yuk ikutaan juga, biar makin banyak yang terinspirasi untuk peduli terhadap gerakan #jagalaut dan ikut meminimalisir dampak perubahan iklim ~ 

Referensi: 

Ali, M.N. 2020. Kota Besar di Pantai Utara Jawa Rentan Terdampak Kebaikan PermukaanAir Laut. Diakses tanggal 2 Juli 2020.

Amindoni, Ayomi. 2020. Perubahaniklim: Pesisir Indonesia terancam tenggelam, puluhan jiwa akan terdampak.  Diakses tanggal 1 Juli 2020.

Biro Komunikasi Publik Kementrian PUPR. 2020. Amankan Garis Pantai Indonesia, Kementrian PUPR Kembangkan Teknologi Blok Beton 3B. Diakses tanggal 1 Juli 2020.

Kuswardani, Anastasia R. 2020. Keistimewaan Laut Indonesia: Kekuatan dan Tantangannya. Diakses tanggal 1 Juli 2020.

Ita. 2020. Penelitian terbaruungkap suhu laut tahun 2019 mencapai titik terpanas. Diakses tanggal 2 Juli 2020.

Satriastanti, F.E. 2019. Bagaimana sampah plastik membunuh terumbu karang. Diakses tanggal 2 Juli 2020.

Monday, June 22, 2020

Sigap Hadapi Ancaman Karhutla di Masa Pandemi

Beberapa hari terakhir hujan sudah enggan datang, kemarau tampak semakin dekat atau bahkan sebenarnya sudah sampai. Panas yang begitu terik membuat gerah seharian. Tanah perlahan menjadi kering karena lama tidak terjamah hujan sehingga banyak debu berterbangan tersapu oleh angin. Debu yang berterbangan di udara sangat rentan mengandung kuman penyakit dan berpotensi menimbulkan gangguan pernafasan. Apalagi di masa pandemi covid19, harus lebih waspada lagi dalam menjaga kesehatan.

Kebiasaan rutin memakai masker saat berada di luar rumah ini sangatlah dianjurkan demi kebaikan diri sendiri dan juga orang lain di sekitar. Apalagi memasuki musim kemarau dengan tingkat polusi udara yang lebih tinggi dibandingkan musim penghujan. Menyambut kedatangan kemarau, banyak sekali yang sudah saya persiapkan. Terlebih lagi di musim pandemi seperti sekarang ini semuanya memang sudah harus diantisipasi. Kedatangan kemarau yang selalu penuh dengan permasalahan dasar mengenai kekeringan, susahnya mendapatkan air bersih, serta masalah yang lebih serius lagi mengenai potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tentunya semakin memperburuk kualitas udara.

Baca juga:

Bersinergi mewujudkanpelestarian #airuntukKehidupan di masa pandemi

Menolak lupa sejarah Karhutla terburuk di Indonesia

Karhutla selalu menjadi langganan terjadi tiap tahun di beberapa daerah di Indonesia. Masih terlekat kuat di ingatan, Karhutla yang terjadi tahun lalu di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat menyebabkan banyak saudara kita yang terdampak asap karhutla, terutama akibat kebakaran lahan gambut. Tercatat data Kementrian Kesehatan hingga September 2019 sebanyak hampir 150 ribu orang menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Area hutan dan lahan yang terbakar per Agustus 2019 mencapai 135,7 ha dan paling banyak terjadi di Sumatera dan Kalimantan. Sejarah Karhutla terburuk terjadi pada tahun 1997 dan 2015. Luas area terbakar mencapai 9.75 juta ha pada tahun 1997 dan 2.6 juta ha yang sama dengan 32 kali luas Jakarta pada tahun 2015. Melihat data area kebakaran hutan, sebenarnya telah terjadi penurunan area karhutla dari tahun 2018 ke tahun 2019 disertai dengan penurunan titik api.

Update data terbaru berdasarkan pantauan satelit Terra/Aqua KLHK RI sampai dengaan 11 Juni 2020 terpantau sebanyak 731 titik api di seluruh Indonesia. Ibu Anis Aliati sebagai Kasubdit Pencegahan Karhutla Direktorat PKHL, Ditjen Perubahan Iklim, KLHK, menyampaikan saat Talkshow Perubahan Iklim Episode 3 bersama KBR, bahwa pada periode yang sama tahun 2019 terdapat 1.066 titik api. Hal ini berarti telah terjadi penurunan titik api sebesar 31,43%. 

Penurunan ini menjadi berita yang menggembirakan untuk masyarakat Indonesia dan tentunya tidak lepas dari usaha tanpa kenal lelah para satgas Karhutla dalam melakukan langkah-langkah pencegahan. Satgas Karhutla dibentuk di tiap daerah yang diketuai oleh Gubernur dan terdiri dari instansi-instansi pemerintah seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah, KLHK, TNI Polri, Manggala Agni, Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta instansi lainnya.

Bagaimana Karhutla bisa terjadi?

Sepengetahuan saya, Karhutla terjadi akibat aktivitas pembukaan lahan untuk berbagi kepentingan dengan cara pembakaran yang tidak tekendali. Hal ini mengakibatkan tidak hanya lahan yang ditargetkan saja yang terbakar, namun merembat ke lahan sekitarnya dan terjadilah kebakaran dalam skala besar yang kemudian disebut dengan karhutla.

Ancaman terjadinya Karhutla meningkat pada musim kemarau. Berdasarkan informasi dari Ibu Dwikorita selaku Kepala BMKG, tahun ini Indonesia mengalami El-Nino netral dengan kekeringan pada musim kemarau lebih tinggi dibandingkan normal. Perlu untuk lebih waspada lagi menyikapi ancaman Karhutla tentunya dengan meningkatkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, tidak hanya pemerintah namun pihak industri dan juga masyarakat.

Berdasarkan informasi dari BMKG, perkiraan daerah yang mengalami kemarau lebih kering dari normal dengan indicator curah hujan relatif di bawah normal termasuk daerah rawan Karhutla, meliputi sebagian wilayah Lampung, beberapa wilayah Sumatera Selatan dan Riau bagian Utara. Potensi Karhutla harus lebih diwaspadai terutama untuk bulan Juni-Agustus.

Seberapa besar dampak yang ditimbulkan akibat Karhutla?

Dampak karhutla sangatlah besar dan tidak bisa dianggap remeh. Karhutla yang terjadi memberikan dampak buruk tidak hanya pada lingkungan yang rusak, pencemaran udara akibat asap pembakaran, namun juga ekonomi dan tentunya kesehatan.

Menyebabkan Penurunan Kualitas Udara

Akibat asap Karhutla, tercatat pada bulan September 2019 kualitas udara di Palangka Raya menurun sampai level “Hazardous” atau berbahaya dengan indeks kualitas udara mencapai 480, jauh dari batas aman yakni 100. Bahkan puncaknya pada 15-16 September 2019 indeks kualitas udara melampaui angka 900. Kabut asap yang begitu tebal juga membatasi jarak pandang dan menyebabkan iritasi pada mata. Tidak hanya kota Palangka Raya, indeks kualitas udara di Pekanbaru juga mencapai 489. Hal ini berarti kandungan partikel dan gas-gas polusi telah jauh lebih banyak daripada udara yang bersih atau sehat.

Indeks kualitas udara yang melebihi 300 memiliki kandungan oksigen jauh lebih rendah dibandingkan dengan kandungan udara sehat. Selain efek dari kandungan bahan polutan yang ada di udara tercemar, turunnya kualitas oksigen tentunya sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Indeks kualitas udara ini dihitung berdasarkan pengukuran partikulat halus, ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) dan emisi Karbon Monoksida (CO).

Nah, kualitas udara juga diukur dengan menghitung partikel halus, yaitu PM2,5 (ukuran partikel 2,5 mikron) dan PM10 (ukuran partikel 10 mikron). Menurut data dari airvisual, pada 13 September 2019, terdeteksi konsentrasi PM2,5 di Palangka Raya mencapai 1200 mikrogram/meter kubik atau setara dengan menghisap sekitar 54 batang rokok. Bisa dibayangkan setebal apa kan ya asapnya, seram sekali membayangkan saja. Implikasi negatif dari Karhutla lainnya adalah kenaikan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan munculnya gas beracun, seperti hydrogen, furan dan juga sianida.

Menyebabkan Masalah Kesehatan Khususnya Pada Masyarakat di Daerah Terdampak

Penurunan kualitas udara akibat Karhutla tentunya sangat memberikan dampak buruk pada masalah kesehatan khususnya pada masyarakat yang tinggal di daerah terdampak. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, udara yang tidak bersih meningkatkan resiko untuk terpapar virus covid19. Karhutla sangat mengancam kesehatan masyarakat khususnya yang memiliki riwayat sakit pernafasan.

Paparan terhadap asap Karhutla dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru meskipun sebenarnya efek tersebut bisa pulih kembali. Jangka pendeknya, asap Karhutla menyebabkan ISPA sedangkan untuk jangka panjang bisa menyebabkan penyakit paru obstruksi kronis (PPOK), menurunkan kecerdasan otak serta menghambat kinerja jantung. Masyarakat yang beresiko tinggi pada Karhutla yaitu sama dengan masyarakat beresiko tinggi pada Covid-19, yaitu anak-anak, ibu hamil serta lansia yang sudah memilki riwayat penyakit kronis seperti asma, stroke, kanker paru dan penyakit jantung koroner. Nah di masa pandemi seperti sekarang ini, kondisi pasien dalam pengawasan covid-19 akan menjadi semakin parah jika berada di daerah yang terdampak asap Karhutla.

Apakah antisipasi yang bisa dilakukan untuk menghadapi ancaman karhutla di masa pandemi?

Melihat penurunan titik api yang tercatat periode Juni tahun ini menjadi bukti usaha Pemerintah yang tidak tinggal diam menghadapi ancaman Karhutla di masa pandemi seperti sekarang ini. Seperti yang dilakukan oleh Satgas Karhutla terus melakukan pencegahan dan penanganan Karhutla dengan tetap memperhatikan protocol kesehatan covid-19. Berikut ini lima langkah antisipasi yang bisa dilakukan untuk menghadapi ancaman karhutla di masa pandemi, yuk simak lebih lanjut ~ 

1. Mengoptimalkan Pemantauan Titik Api 

Satgas Karhutla memilki tugas utama dalam mencegah terjadinya karhutla. Manggala Agni adalah garda terdepan yang bertugas dalam penanggulangan karhutla di lapangan dan sigap melakukan pemeriksaan jika terpantau ada titik api di satelit Terra.

Manggala Agni merupakan brigade pengendalian kebakaran hutan Indonesia yang dibentuk oleh Department Kehutanan pada tahun 2003. Manggala Agni dibentuk dengan tujuan khusus untuk melaksanakan tugas pengendalian kebakaran hutan yang kegiatannya meliputi pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kabakaran hutan. Di masa pandemi covid 19, Manggala Agni bertugas sesuai dengan tatanan normal baru dan protokol kesehatan covid19.

Adanya pemantauan titik api yang optimal diharapkan bisa segera dipadamkan atau dikendalikan sehingga titik api tidak sampai membesar dan terhindar dari kebakaran. Terutama untuk lahan-lahan gambut karena upaya pemadaman lahan gambut menjadi lebih sulit karena karakter lahan gambut yang mudah terbakar.

2. Aktif Melakukan Patroli, Kampanye, Sosialisasi dan Pemadaman

Satgas Karhutla tetap melakukan patroli terpadu, patrol mandiri, kampanye, sosialiasi serta pemadaman dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan covid19. Patroli terpadu dilakukan bersama-sama oleh Manggala Agni, KLHK, TNI Polri, Babinsa dan juga masyarakat. Sementara patrol mandiri hanya dilakukan oleh personel Manggala Agni. Ibu Anis dari KLHK menyampaikan bahwa di beberapa tempat Manggala Agni juga aktif melakukan penyemprotan disinfektan organic buatan sendiri dari cuka kayu. Selain itu, Manggala Agni juga memberikan bantuan alat pencegahan covid-19 pada masyarakat berupa hand sanitizer dan masker.

Sosialisasi pada masyarakat juga gencar dilakukan KLHK melalui berbagai media cetak dan online. KLHK terus berupaya melakukan penyadartahuan kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan rohani dengan menggangeng pemuka agama ataupun melalui kegiatan sosial tentang pencegahan karhutla, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terjadi karhutla.

3. Melakukan Teknologi Modifikasi Cuaca Menghadapi Musim Kemarau

Teknologi modifikasi cuaca dalam rangka menghadapi musim kemarau sudah dilakukan oleh KLHK bersama BPPT, TNI AU, mitra kerja usaha serta didukung data iklim dari BMKG. Teknologi modifikasi cuaca dilakukan pada wilayah-wilayah yang akan memasuki musim kemarau untuk memperpanjang bulan basahnya. Modifikasi ini sudah dilakukan di Riau selama 15 hari. Modifikasi cuaca juga dilakukan di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

4. Melakukan Penegakan Hukum pada Pelaku Karhutla

Sanksi untuk para pelaku Karhutla sudah diterapkan, baik sanksi andministrasi, sanksi perdata ataupun sanksi pidana. Pak Bambang dari Fakultas Perhutanan IPB juga menyampaikan bahwa penegakan hukum pada para pelaku Karhutla ini sebagai salah satu upaya untuk mencegah kerusakan-kerusakan lainnya, seperti peningkatan emisi gas rumah kaca dan penurunan kualitas kesehatan masyarakat terdampak asap karhutla. Penegakan hukum juga menjadi bukti bahwa Indonesia tidak melegalkan perilaku pembakaran lahan yang tidak terkendali. 

5. Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat

Partisipasi aktif masyarakat juga sangat berperan dalam mengantisipasi ancaman Karhutla di masa pandemi seperti sekarang ini. Masyarakat hendaknya tidak melakukan pembakaran sampah di lahan atau hutan terutama saat angin kencang di musim kemarau karena beresiko menyebarkan kobaran api dan menyebabkan kebakaran. Masyarakat juga diharapkan tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan ataupun lahan, apalagi jika masih menyala beresiko memicu terjadinya kebakaran. Masyarakat diharapkan berperan aktif melaporkan ke Satgas Karhutla setempat jika menemukan titik api berbahaya yang dapat memicu terjadinya karhutla.

Selain menjaga lingkungan dari ancaman terjadinya karhutla, dr. Feni Fitriani, Dokter Ketua Pokja Paru dan Lingkungan, menyarankan masyarakat yang tinggal di daerah terdampak Karhutla untuk menerapkan pola hidup sehat terutama dalam menjaga kesehatan paru-paru.

Lima langkah antispasi yang bisa dilakukan mulai dari patroli rutin Satgas Karhutla, penerapan teknologi modifikasi cuaca, penegakan hukum serta pasrtisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu membuat kita lebih sigap menghadapi ancaman Karhutla ketika musim kemarau tiba, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini. Semoga antisipasi yang diusahakan juga bisa berjalan dengan baik dan kemarau di masa pandemi bisa dilalui tanpa adanya karhutla di wilayah Indonesia. Terus semangat juga menjaga kelestarian lingkungan sekitar ya. Stay healthy, stay hydrated and stay away from covid19 ~

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Kalian juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya bisa selengkapnya lihat di sini ya. Yuk ikutaan juga, biar makin banyak yang terinspirasi untuk peduli terhadap ancaman Karhutla saat musim kemarau di masa pandemi seperti sekarang ini #hutandanudara.

Referensi:

Abdi, Alfian Putra. 2019. Cerita Warga Menanggung Penyakit Akibat Asap Karhutla. https://tirto.id/cerita-warga-menanggung-penyakit-akibat-asap-karhutla-ejrq. Diakses tanggal 20 Juni 2020

Anugerah, Pijar. 2019. Kebakaran hutan: Pakar kesehatan peringatkan kualitas udara ‘sangat berbahaya’ akibat asap. https://www.bbc.com/indonesia/amp/majalah-49738855  Diakses tanggal 20 Juni 2020.

Arumningtyas, Lusi. 2020. Kemarau Datang, Waspada Kebakaran Hutan di Masa Pandemi. https://www.mongabay.co.id/2020/05/11/kemarau-datang-waspada-kebakaran-hutan-di-masa-pandemi/. Diakses tanggal 21 Juni 2020.

Kurnia, Alfa. 2020. Kemarau dan Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi. https://ibuibudoyannulis.com/alfakurnia/kemarau-dan-ancaman-karhutla-di-tengah-pandemi/ Diakses tanggal 20 Juni 2020

Talkshow Kemarau dan Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi - KBR Prime https://www.kbrprime.id/ Diakses tanggal 19 Juni 2020

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES