Sunday, March 7, 2021

Serba Serbi Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Tidak terasa sudah genap 1 tahun lebih 5 hari sejak kasus pertama covid-19 diumumkan oleh Pak Jokowi tanggal 2 Maret 2020. Hidup di masa pandemi dengan kehidupan yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya membuat kita jadi terbiasa melakukan 5M: memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjauhi kerumuman, serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Sudah mulai nyaman juga keluar kemana-mana pakai masker, sudah menjadi kebutuhan. Justru jika tidak memakai masker rasanya ada saja yang kurang.

Mulai dari awal tahun 2021, rencana dan sosialisasi mengenai vaksin covid 19 sudah dilakukan di seluruh belahan dunia. Termasuk di Indonesia, Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, sudah menerima vaksinasi Covid-19 pada tanggal 13 Januari 2021 di Istana Merdeka, Jakarta. Data terakhir Our World in Data dari 2 hari lalu (05/03/2021), sebanyak 1,11 juta warga Indonesia sudah divaksinasi lengkap. Jumlah tersebut hanya sebanyak 0,42% populasi yang divaksinasi lengkap. Masih tersisa lebih dari 99% warga Indonesia yang belum mendapatkan vaksin covid-19 lengkap.

Namun setidaknya, vaksinasi covid-19 menjadi angin segar untuk membentengi infeksi yang disebabkan oleh virus SARS COV2. Vaksin ini untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit covid-19. Saat ini ada 6 jenis vaksin yang telah ditetapkan dan dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.


Siapa saja yang termasuk dalam daftar kelompok prioritas vaksinasi covid-19?

Selain ketentuan mengenai jenis vaksin yang digunakan, pemerintah juga menetapkan daftar kelompok prioritas vaksinasi Covid-19. Sekarang vaksinasi sudah masuk dalam vaksinasi covid-19 tahap dua dengan daftar kelompok prioritas terdiri dari lansia, pedagang pasar, pendidik (termasuk guru dan dosen), tokoh agama, pelayanan publik, atlet, serta wartawan dan pekerja media. Namun, saya pribadi untuk saat ini belum mendapatkan panggilan untuk mendapatkan vaksinasi covid-19. Masih untuk para professor di kampus yang mendapatkan prioritas vaksinasi covid-19. Teman-teman bisa juga cek nama apakah sudah masuk dalam daftar vaksinasi covid-19 di https://pedulilindungi.id/ dengan memasukkan nama lengkap dan NIK.

Apa saja persyaratan sebelum vaksinasi covid-19?

Sebelum melakukan vaksinasi covid-19, ada beberapa persyaratan yang juga harus dipenuhi. Ada beberapa kondisi yang membuat vaksin covid-19 tidak bisa diberikan kepada seseorang, sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/4/1/2021 tentang Teknis Pelaksanaan Vaksin. Syarat pertama dan utama jelas harus berusia di atas 18 tahun dan dalam kondisi yang sehat bisa berdasarkan pengukuran tekanan darah normal (180/110 mmHg).


Bagaimana dengan efek samping setelah divaksinasi?

Well, sudah ada beberapa teman saya yang divaksinasi covid-19 dan sejauh ini tidak ada efek samping yang signifikan Alhamdulillah. Oiya, apabila ada gejaya kesehatan yang mencurigakan pasca vaksinasi covid-19, teman-teman secepatnya menghubungi dokter ya. Supaya lebih aman dan praktis, bisa hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc tanpa perlu keluar dari rumah. Jika membutuhkan rujukan ke rumah sakit, teman-teman pun bisa membuat janji terlebih dulu melaui aplikasi Halodoc.

Aplikasi Halodoc ini super lengkap, saya juga sudah pernah beberapa kali menggunakan salah satunya untuk booking drivethru rapid test. Halodoc memiliki banyak layanan yang sangat menarik mulai dari tanya dokter untuk chat dengan dokter umum dan dokter spesialis di mana saja dan kapan saja. Mudah banget kan? Iya dong yaa, yuk segera download appsnya. 

Oiya, ada juga beberapa kabar di twitter kalau ada tenaga kesehatan yang sudah divaksin namun bisa terinfeksi covid-19 dengan gejala ringan. Jadi memang harus jaga imun tubuh terus yaa, jangan sampai lengah juga meskipun sudah divaksin. Selain terus menjaga imun tubuh dengan pola hidup, pola makan, dan rutin mengonsumsi vitamin, teman-teman yang sudah mendapatkan vaksinasi juga harus terus menerapkan 5M. Hal ini dikarenakan mengingat kondisi yang belum aman dan bebas dari virus SARS COV2. Harus selalu menetapkan protokol kesehatan, usahakan untuk meminimalisir kontak dengan banyak orang, dan tentunya menahan diri untuk tidak berpergian jauh. Why?

Yess, karena berpergian jauh pastinya capek dan bisa menurunkan imun tubuh. Selain itu juga  berpotensi untuk kontak dengan banyak orang yang kita belum tau kondisi mereka benar-benar bebas dari covid-19, apalagi kalau berpergiannya menggunakan kendaraan umum. Jadi, lebih baik berkreasi dari rumah dulu yaa sampai kondisi pandemi aman untuk berpergian dan semua sudah divaksinasi.  


Terus jaga kesehataan ya teman-teman semuanyaa dan jangan lupa untuk selalu patuhi protokol kesehatan ~ 

Wednesday, February 17, 2021

Merawat Hitam - Putih - Ibu Kucing dengan Sepenuh Hati #Happypets #Healthypets

Halo 2021. Kontemplasi asa akhirnya kembali setelah sekian lama hiatus. Satu dan banyak hal yang membuat susah sekali ngeblog. Here I am, back to write in the blog again. Menjadi salah satu target di tahun 2021 bisa lebih aktif lagi berbagi cerita di Kontemplasi Asa. 

Hi kakak-kakak, salam kenal kami putih dan hitam (pic: 1 week old)

Sejak September 2020, saya mendapatkan tanggung jawab baru untuk mengurusi anak-anak dari Ibu Kucing. Ibu kucing adalah nama pemberian dari Naris untuk kucing tetangga yang suka sekali main ke rumah sejak saya pindah ke Jakarta. Senang sekali bisa ada teman main berbulu yang menggemaskan.

Tepat pada Harbolnas, 9 September 2020, Ibu kucing telah melahirkan dengan selamat 2 kitten sepasang. Yap dapat satu paket, jantan dan betina. Kitten jantan berwarna putih diberi nama si putih dan Kitten betina berwarna putih dan hitam dominan diberi nama si hitam. Sejak kehadiran hitam dan putih, semakin ceria rasanya hari-hari. Stress kerjaan dan bad mood yang datang silih berganti bisa sedikit hilang ketika bermain dengan mereka.

We do really love mom, ibu kucing 

Kucing tetangga yang betah banget main di rumah jadi berasa kucing sendiri. Sampai pada akhirnya si empunya kucing meminta kembali ibu kucing beserta si hitam dan si putih dan saya harus mengikhlaskannya karena memang mereka bukan kucing-kucing saya. 

But what it’s meant to be, it will be. Ibu kucing membawa kembali si hitam dan si putih ke rumah. Sejak saat itu si empunya kucing tidak pernah meminta kembali Ibu kucing dan anak-anaknya. Namun, sedihnya mereka kembali dengan kondisi sakit. Memprihatinkan sekali. Hitam dan putih kondisinya cukup parah. Mata merah, berair, batuk, flu berat, bersin terus-terusan, dan lesu-letih-lemah. Sedih sekali melihat hitam putih seperti itu.

Sampai pada akhirnya, kondisi putih tidak kunjung membaik. Pada satu pagi putih tidak mau makan sama sekali, kondisinya semakin lemah. Kondisi pandemi seperti ini masih terlalu insecure untuk berkunjung ke klinik atau dokter. Akhirnya saya memutuskan untuk house call vet area Jaktim yang bisa visit ke rumah atas rekomendasi dari teman saya yang juga berprofesi sebagai dokter hewan. Syukurlah dokternya bisa datang hari itu juga meskipun malam hari dan gerimis. Malam itu pertemuan pertama si hitam dan si putih dengan Dokter Dani, hingga sampai sekarang jadi dokter hewan favorit mereka.

Setelah dicek kondisi kesehatan hitam dan putih secara keseluruhan, suhu tubuh hitam ternyata rendah dan harus dipasang lampu di kandang agar lebih hangat. Hitam dan putih juga sudah disuntik dan dapat beberapa obat jalan plus vitamin supaya lekas sembuh. Beruntung sekali cepat ditangani agar tidak semakin parah sakitnya. Gatega banget lihat hitam dan putih sakit.

House call vet ini membantu sekali apalagi yang tidak mau repot cari lokasi klinik hewan seperti saya. Untuk biaya cukup terjangkau, apalagi dengan penanganan yang baik dan informasi yang detail dari dokter. Worth it banget. Dokter hitam dan putih juga baru buka klinik akhir Desember 2020 di Ciracas, Jakarta Timur. Nama kliniknya “NATA Pet Clinic & Store”. Kalau teman-teman ingin berkunjung ke klinik dan ingin tahu lokasi serta petunjuk arahnya bisa langsung cari di Google ya ~

Beberapa layanan yang disediakan oleh NATA Pet Clinic & Store meliputi house call vet, vaksinasi, operasi mayor dan minor, steril jantan/betina dan dilengkapi fasilitas rawat inap, pet hotel, pet store, serta pet grooming. Soon ada delivery service jadi bisa tinggal tunggu dirumah untuk antar-jemput grooming atau makanan-snack-acessoris hewan kesayangan. 

Oiya, saya selalu update informasi tentang kesehatan hewan kesayangan dan juga promo menarik dari NATA Clinic melalui instagram @nata.petclinicstore. Go follow kalau mau kepo dan update terus ya. Ini ada promo menarik edisi februari, bulan januari kemarin bahkan ada diskon 50% untuk steril jantan/betina. 

Setelah mendapatkan perawatan dari Dok Dani, kondisi hitam dan putih semakin membaik. Namun matanya masih berair dan belekan, saya juga menemukan banyak cacing di feses hitam dan putih. Untung saja tidak sampai muntah cacing, Huhu ngeri sekali. Lalu hitam dan putih diberikan obat cacing lagi. 1-2 minggu setelah diberikan obat cacing dan obat tetes mata dari Dok Dani secara rutin, kondisi mata hitam dan putih berangsung pulih. Alhamdulillah, Allah Maha Baik, hitam dan putih kembali sehat dan sembuh sepenuhnya.

Kondisi putih terus membaik, Alhamdulillah ~

Saya sepakat kalau mencegah lebih baik daripada mengobati. Saat sudah sakit parah, selain biaya yang dikeluarkan jadi cukup besar dibandingkan dengan cek kesehatan rutin, proses penyembuhannya juga tidak bisa instan. Membutuhkan waktu yang mungkin semua orang tidak sabar menunggu untuk sembuh. Well, I am so grateful. Everything is great now. Kehadiran hitam, putih, dan ibu kucing membawa banyak berkah untuk saya pribadi dan keluarga, insya Allah akan selalu berusaha untuk merawat mereka dengan sepenuh hati.

Oiya, hitam dan putih sudah divaksin juga bulan ini. Cerita tentang vaksin hitam dan putih insya Allah akan dipost yaa minggu depan. Tidak hanya manusia yang butuh divaksin, tapi hewan kesayangan juga wajib. Apalagi musim hujan dan saat pandemi begini, banyak sekali virus-virus yang mengintai.

Now, they are 5 months old. So happy to see them grow healthy and happy, indeed.

Hewan kesayangan kalian sudah divaksin? Kalau belum, segera hubungi Vet terdekat untuk melakukan vaksinasi ya. Jadi ingat tagline NATA Pet Clinic & Store, Happy pets are Healthy Pets. Yappps, sepakat banget, Healthy pets are Healthy Us. Stay healthy everyone ~

Friday, October 2, 2020

Sedih juga harus secukupnya

Ada satu hari, saat detik, menit, dan jam berjalan begitu lambat. Terasa berat dan rasanya mustahil untuk bisa melalui hari itu dengan tetap baik-baik saja. Rasanya berantakan, susah digambarkan dengan kata-kata. Setelah balok-balok yang berhasil disusun dan memakan waktu yang tidak sebentar, akhirnya kembali berantakan. Setelah retakan yang mulai terisi dan pulih, menjadi kembali retak atau bahkan jadi lebih parah. 

Memang benar, dunia ini tempatnya kecewa. Apalagi dengan ekspektasi yang diberikan pada manusia, mustahil sekali kalau tidak ada kecewa bersamanya. Kembali dengan lagi-lagi menyalahkan diri sendiri, kapan bisa jadi lebih pandai mengatur ekspektasi? Berdamai dengan apa-apa yang memang sudah seharusnya pergi. Penerimaan itu sungguh sulit. Butuh waktu lebih panjang dengan semakin menyibukkan diri atau melakukan banyak hal yang disukai.



Tahun ini memang sungguh luar biasa. Banyak kesedihan bertubi-tubi datang. Pun banyak hal baru yang mau tidak mau harus tetap disyukuri dan dijalani. Rasanya bisa bertahan sampai akhir saja sudah hebat sekali. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dan akan membuat kita paham kenapa harus begini, suatu hari nanti. Ada banyak pertanyaan "kenapa harus begini, kapan yang jadi begitu" yang nanti pasti akan terjawab tepat pada waktunya. Tidak semua harus ada jawabannya sekarang. 

Tahun 2020, kurang 3 bulan lagi berganti. Kamu hebat, masih bisa menyisakan ruang untuk bahagia, meski berbagi tempat dengan sedih yang hadir, kecewa yang menghampiri, dan patah yang belum juga pulih. Tak apa kalau banyak rencana yang tertunda, tidak masalah juga kalau banyak rencana yang bahkan gagal untuk diwujudkan. Setidaknya masih ada kesempatan untuk terus memperbaiki diri, meski dengan rencana yang berbeda. 


Sungguh, kamu tidak sendiri. Bahkan banyak yang lebih jatuh, patah, dan hancur namun berusaha untuk bisa tetap tangguh. Karena mau tidak mau, waktu terus berjalan. Hidup juga harus dilanjutkan. Pun banyak yang masih harus diperjuangkan. Begitupun kamu, sedih itu biasa. Sama halnya dengan bahagia, sedih juga harus secukupnya

Lalu, bagaimana dengan resolusi tahun ini? 
Beberapa target sudah terwujud, sungguh Allah Maha Baik. Ada beberapa target yang harus diikhlaskan, beberapa lainnya harus ditunda dulu sampai datang waktu dan orang yang terbaik. Satu target yang sangat ingin diwujudkan adalah bisa membuat hati merasa "cukup". Karena apa yang sudah terjadi saat ini, jauh lebih dari cukup. 


Dalam perjalananmu nanti, pasti dan akan ada banyak orang yang sibuk berkomentar macam-macam. Meski hal baikpun, pasti tetap ada yang berkomentar. Beberapa komentar, pasti ada yang membekas dihati, terus terngiang di ingatan, atau bahkan sedih kalau mengingatnya lagi. Cukup dengan tidak ikut memberikan komentar yang menyakiti hati, semoga Allah menjagamu dari orang-orang yang tidak bijak dengan ucapannya sendiri. Bukankah seharusnya kita bijak sejak dalam pikiran?

Ada dua tangan juga untuk membantu menutup telinga dari komentar yang tidak perlu didengar. Mungkin banyak komentar yang hadir sebagai bentuk kepedulian, yang secara tak sadar justru membuat makin kecil hati. Membuat semakin kehilangan percaya diri atau bahkan jadi stress sendiri. Jadi, simpan ucapan yang sekiranya bisa membuat orang makin sedih dengan ucapanmu. Apa susahnya berucap untuk membahagiakan hati yang lain? Kalaupun bagimu susah, diammu jauh lebih berharga. 

Untuk banyak hal yang masih sering membuat sesak di hati, perlahan namun pasti semoga bisa sepenuhnya mengikhlaskan. Karena apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan melewatkanmu, seperti halnya rezeki, jodohpun pasti bertemu. Percaya bahwa Allah selalu bersama setiap niat baik. 


Semangat memperbaiki diri, selamat mencukupkan sedih, dan terus semangat melebihkan syukur. Karena sedih datang dengan alasan dan pasti pergi disertai pemahaman. Seperti katamu, semua akan baik-baik saja. Kalaupun tidak, yang tak baikpun akan berlalu. All is well, lucy!

Monday, September 21, 2020

Komik Perempuanmu: Menjadi Perempuan juga Soal Menjadi Manusia

Menatap wajah ibuk dalam-dalam. Rambutnya mulai memutih sebagian. Pun kerutan di wajah beliau semakin banyak. Tak terasa, waktu selalu berlalu begitu cepat. Usia ibuk pun terus bertambah, fisiknya juga tak sekuat dulu. 

Pelan kupeluk ibuk, lama sekali rasanya tidak tidur bersama ibuk. Sekian lama hidup di tanah rantau, saat-saat seperti ini adalah yang paling dirindukan.

Bahagianya bisa membuat Ibuk bahagia | www.luckycaesar.com

Ibuk: Wanita Istimewa Sepanjang Masa

Throwback saat masa kecil dulu, bagaimana Ibuk mendidik saya sampai bisa menjadi seperti sekarang ini. Pengorbanannya yang begitu luar biasa dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk saya, mbak, dan adek.  Dari beliau pun saya belajar untuk jadi perempuan tangguh multitalenta dan selalu bisa berbagi manfaat dengan yang lain.

Ibukpun selalu mensupport saya untuk bisa terus mengenyam pendidikan tinggi. Berkat doa dan restu Ibuklah yang mempermudah setiap perjalanan dan perjuangan yang saya tempuh.

Baca juga: Menjadi perempuan berdaya dan memberikan peran maksimal dalam berkarya

Memang ya, menjadi Ibu adalah proses belajar sepanjang masa, tidak pernah usai. Belajar segala hal, tidak hanya nutrisi terbaik tapi juga perawatan, keselamatan, kecantikan, kenyamanan dan hal terbaik lainnya untuk buah hati tercinta. Sampai saya sebesar sekarang pun, Ibuk selalu membuatkan makanan favorit setiap saya pulang ke rumah. Huhu, kasih Ibuk sepanjang masa.

Drama Mums: Andai saja menjadi Ibu dianggap istimewa?

Bercerita mengenai cinta kasih dan perjuangan Ibuk, saya jadi teringat dengan Komik Perempuanmu bercerita curhatan yang ditulis oleh Mbak Tyas Widjati, seorang ibu rumah tangga dengan 2 orang putri, yang menurut saya sungguh luar biasa.

Statement di awal cerita yang diam-diam saya “iya”kan dalam hati “Kepentingan seorang ibu itu terlihat sepele jika dibandingkan dengan kepentingan kepala keluarga sebagai pencari nafkah”. Stereotype yang berkembang di masyarakat bahwa perempuan memang urusannya hanya sumur, kasur, dan dapur.

Awalnya Mbak Tyas sebagai ibu rumah tangga merasa kehilangan jati diri. Merasa minder dengan mama-mama muda sosialita yang sering upload gambar dan video di Instagram memperlihatkan “betapa enaknya” kehidupan mereka. Padahal semua yang diunggah di media sosial belum tentu sesuai dengan aslinya. Mulai membandingkan #metime sekarang yang tidak seindah dulu saat masih belum menyandang peran ibu.

Perlahan namun pasti, Mbak Tyas akhirya bisa kembali menekuni bidang yang ia suka, yaitu kepenulisan. Ia pun dapat memenangkan berbagi perlombaan menulis serta mendapat pengakuan baik dari dalam ataupun luar negeri, di luar perannya menjadi seorang Ibu.

Bagi saya itu hebat, istimewa yang luar biasa. Hal itu juga menjadi bukti nyata bahwa menjadi seorang Ibu justru semakin lengkap, bukan kehilangan diri sendiri. Anak membuat Ibu terus belajar menjadi lebih baik dan baik lagi.

Banyak dari kita yang sering lupa atau sengaja lupa bahwa menjadi Ibu rumah tangga adalah profesi yang apabila dipasang tarif harga maka gajinya akan sangat besar sekali.

Coba saja hitung biaya mengurus anak, mencuci pakaian, bersih-bersih rumah, memasak, mencuci perkakas dapur, belum lagi antar jemput anak sekolah dan juga menemani anak-anak mengerjakan PR.

Sama halnya dengan pilihan menjadi Ibu yang tetap bekerja di kantor. Keduanya sama-sama berjuang memberikan yang terbaik untuk anak.

Not My Fault: Mencoba bersuara sedikit lebih lantang, sedikit lebih kencang

Cerita Komik Perempuanmu lainnya dari Ary Nilandari berjudul Not My Fault. Membuat saya menghela nafas panjang, mengingat banyak cerita perjuangan perempuan yang menjadi korban kekuasaan laki-laki. Belum lagi stigma yang berkembang di masyarakat bahwa perempuanlah yang harus lebih menjaga diri, memakai pakaian tertutup rapat, jaga jarak dengan cowok tidak dikenal, tidak keluar malam-malam, dan stigma lainnya yang menyudutkan perempuan sebagai pihak yang salah meskipun statusnya sebagai korban.  

Banyak berita pemerkosaan yang membuat saya marah, sedih, dan juga takut. Marah karena tak sedikit berita yang menyudutkan perempuan dengan dalih tidak menjaga aurat ataupun salah karena keluar malam. Sedih karena sebagai sesama perempuan tentu pemerkosaan ini tindakan yang sangat jahat sekaligus dibenci tidak hanya manusia tapi juga Allah. Pun saya takut, kadang juga was-was karena sekarang banyak manusia perbuatannya melebihi binatang, padahal sudah diberikan akal pikiran.

Sepakat sekali dengan statement mbak Nina, “cowok bejat ya bejat saja tidak perlu menyalahkan cewek”. Sudah sepatutnya sesama perempuan kita harus saling dukung, saling memberikan support. Harus bisa bersuara lebih lantang dan lebih kencang tentang hak-hak perempuan yang dilecehkan. Kita perempuan hebat, pasti bisa!

Saya tidak cantik dan saya tidak peduli: Menjadi perempuan juga soal menjadi manusia

Membaca judulnya saja membuat saya terdiam sejenak. Cerita yang membuat saya kembali lebih memanusiakan diri sendiri, terima kasih sharingnya mbak Deanna El Sullivan. Cerita mbak Dea, serasa #selftalk untuk bisa memberikan kesempatan pada diri sendiri. Tentang menyelesaikan masalah, menemukan hobi, terjatuh lalu bangkit lagi, mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, dan juga tentang menyembuhkan luka.

Menjadi perempuan dan menjadi manusia. Pun bisa lebih mencintai diri sendiri agar setiap harinya tidak overthinking karena berusaha keras memenuhi ekspektasi orang lain yang jelas tak akan pernah ada habisnya.

Baca juga: Self-love dan berdamai dengan diri sendiri

In your hands: Semangat berkarya lebih banyak lagi!

Saya ingin menyampaikan salam hormat saya pada seluruh ibuk, mama, umi, ammah, bunda terhebat di seluruh dunia. Cerita yang ditulis oleh kak Liana Bahri sebagai bukti bahwa kasih Ibu sepanjang masa dan begitu tulus untuk melihat buah hati mereka bahagia. Salut dengan pengorbanan Kak Liana dan Mama yang tidak pernah lelah menyemangati serta selalu mendampingi. 

Tangan ajaib, hati yang tulus, kasih sayang Mama yang sedalam samudera bisa menjadi senjata super power untuk bisa berkaya lebih banyak lagi. Tentunya dengan juga lebih mencintai diri sendiri. Terus semangat berkarya, setiap dari kita terlahir istimewa ~

Intermezo: Trouble Talk Perempuan

Ada episode terbaru di Komik Perempuanmu berjudul “Intermezo: Trouble Talk Perempuan” ditulis oleh mbak Zulfairy yang terinspirasi dari kisah viral Bu Tejo dan Yu Ning dari film berjudul “Tilik”. Menarik sekali, saya juga jadi introspeksi. Tanpa disadari banyak Bu Tejo dan Yu Ning disekitar kita, atau bahkan kita yang jadi pemerannya.

Ngegosip demi friendship, atau ngegosip agar tidak ketinggalan berita. Ngegosip yang sudah jadi kebiasaan hampir di semua kalangan. Padahal gosip yang beredar tanpa terbukti kebenarannya bisa jadi rumor yang menyakitkan hati. Yuk lah, mulai biasakan mengurangi gosip. Alihkan dengan yang lebih berfaedah, agar tutur kata yang kita sampaikan tidak menyakiti orang lain.

Begitu Istimewa Komik Perempuanmu

Banyak cerita menarik lainnya di Komik Perempuanmu dari perempuan-perempuan hebat Indonesia yang bisa dibaca di Line webtoon, kwikku, dan website Perempuanmu. Bisa cek IG Komik.Perempuanmu untuk mendapatkan #infoperempuan yang menarik dan sangat bermanfaat.

Oiya, proyek Komik Perempuanmu semuanya dikerjakan oleh perempuan. Mulai dari desainer, komikus, dan penulis, semuanya perempuan. Komik Perempuanmu ini adalah produk dari perempuan untuk perempuan pada khususnya. Tentunya juga cocok dibaca kaum laki-laki agar bisa lebih memahami perempuan.

Banyak sekali pesan tersurat ataupun tersirat yang saya dapatkan dari membaca Komik Perempuanmu. Berharap bisa makin banyak lagi cerita Komik Perempuanmu yang menyuarakan masalah-masalah perempuan, entah itu menyenangkan, menyedihkan, ataupun menginspirasi. Dengan menuliskan masalah-masalah yang dihadapi, saya yakin bisa membantu mengurangi beban, masalah, dan perasaan mengganjal yang dirasakan.

Saya ingin menyampaikan bahwa menurut saya terlahir sebagai perempuan adalah sebuah keistimewaan. Pun setiap perempuan itu istimewa dengan pesonanya masing-masing.

Mari saling support sesama perempuan hebat Indonesia. Terus bangga dengan keunikan dan kelebihan yang dimiliki serta semangat belajar untuk mempersiapkan generasi terbaik masa depan.

Last but not least, saya ingin mengucapkan salam penuh cinta untuk seluruh perempuan hebat di Indonesia dan tentunya salam hormat untuk perempuan terhebat sepanjang masa bernama Ibuk. Kasih Ibuk tak lekang oleh waktu. ~

Wednesday, August 26, 2020

Belajar dari Alam: Semua Punya Perannya Masing-Masing

Sejenak melepas penat, menikmati semilir angin yang begitu menenangkan. Sepi, hanya suara hempasan air mengenai batu pinggiran waduk bersama kicau burung-burung melengkapi bahagia sore ini. Terlihat beberapa ekor capung hinggap bergantian di batang-batang kayu. Beginilah istimewanya, privilege rumah di desa yang masih belum terjamah dengan bangunan pencakar langit. Masih asri, banyak sawah-sawah dan hamparan tanah lapang. Caruban, kampung halaman saya, bersebelahan dengan Hutan Jati Saradan. Sekitar 20 menit dari rumah, terdapat Waduk Widas, tempat saya menghabiskan sore kali ini.

Waduk Widas membendung aliran Kali Bening dan anak sungainya, Kali Pentung, sehingga nama bendungan dari waduk ini diberi nama Bendungan Bening. Waduk Widas dikelola oleh Jasa Tirta dan volume waduk normal mencapai 33 juta meter kubik. Kondisi iklim yang tidak menentu seperti sekarang membuat keberadaan waduk menjadi penting. Saat musim kemarau seperti sekarang ini, tampungan air pada waduk bisa mengurangi potensi terjadinya kekeringan. Sedangkan air yang melimpah pada saat musim hujan bisa di tampung sehingga mengurangi potensi terjadinya banjir.

Sepanjang perjalanan menuju Waduk Widas, terlihat pohon-pohon jati berjajar dengan kokohnya, penjual ikan kuthuk menjajakan hasil tangkapan dari danau, serta sawah-sawah yang ditanami padi, kacang, dan jagung. Sawah ini hanya ditanami ketika musim kemarau seperti sekarang karena air Waduk Widas surut sehingga menjadi lahan untuk bisa ditanami dengan tanaman pokok. Ketika musim hujan datang, lahan akan tertutup penuh dengan air dan banyak kapal bersandar di pinggiran. Pertaruhan yang sulit pastinya untuk para petani menggunakan lahan tersebut, di masa ketika perubahan iklim tidak menentu. Semoga saja perhitungan masa panen yang tepat dan keberuntungan berpihak pada para petani sehingga bisa menikmati hasil panen yang melimpah.

Anomali cuaca, kenaikan suhu bumi dan permukaan air laut yang kian mengkhawatirkan

Berbicara mengenai perubahan iklim, banyak sekali dampak yang kita rasakan sekarang ini. Selain perubahan iklim yang tidak menentu, kemarau jadi semakin panjang sedangkan saat musim hujan datang, curah hujan dengan intensitas lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Menurut kepala BMKG, siklus hujan ekstrem yang biasa terjadi 5-10 tahun sekali memendek kurang dari periode itu. Stasiun Jakarta Observatory BMKG menganalisis perubahan risiko dan peluang curah hujan ekstrem di Jakarta pada periode ulang kejadian 2014 dan 2015, menunjukkan terjadi peningkatan 23% dibandingkan dengan kondisi iklim 100 tahun lalu.

Perubahan iklim jelas mengganggu keseimbangan alam. Akibat dari perubahan iklim juga terjadi kenaikan suhu di wilayah Indonesia dari 0,01 derajat celcius di Maluku sampai yang tertinggi 1,13 derajat celcius di Kepulauan Riau dalam 10 tahun terakhir. Kenaikan suhu ini menyebabkan pencairan es dan kemudian terjadi kenaikan tinggi muka air laut. Hal ini tentu cukup mengkhawatirkan mengingat 2/3 wilayah Indonesia adalah laut. Lebih mengkhawatirkannya lagi 60% dari 150 juta jiwa penduduk pulau Jawa tinggal di wilayah pesisir. 

Penyebab utama dari kenaikan suhu ini akibat adanya korelasi yang dengan kandungan gas rumah kaca dengan kadar karbondioksida (CO2) mencapai rekor tertinggi sebesar 407,8 ppm di wilayah Indonesia. Peningkatan konsentrasi gas rumah kaca terjadi seiring dengan kenaikan CO2 dari transportasi, industri yang tidak ramah lingkungan serta laju deforestasi di Indonesia yang masih tinggi mencapai 465,5 ribu hektar pada tahun 2018-2019. Sebelas persen dari semua gas rumah kaca global disebabkan oleh deforestasi, sebanding dengan emisi dari semua mobil dan truk di bumi.

Laju deforestasi masih tinggi, makin mengancam keseimbangan alam

Perubahan iklim juga disebabkan akibat eksploitasi hutan secara terus menerus untuk alih fungsi lahan sektor non kehutanan, ekstraksi minyak dan gas, dan perkebunan monokultur seperti sawit. Dampak perubahan iklim terkait juga dengan potensi kebakaran hutan dan lahan akibat kekeringan yang dipicu fenomena iklim El Nino yang juga berkepanjangan. Padahal hutan tropis sangat efektif untuk menyimpan karbon dan berperan setidaknya 30% dalam mencegah perubahan iklim.

Hutan merupakan sumber banyak kebaikan untuk kehidupan. Hutan mengatur pasokan air tawar dan air minum serta menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap harinya. Tidak hanya itu, hutan menjadi rumah untuk 50% spesies tumbuhan dan juga binatang hidup mulai dari burung, mamalia, reptilia dan amfibia. Semua penghuni hutan memiliki perannya masing-masing dalam menjaga keseimbangan alam.

Hutan Tropis Indonesia dalam angka | source: ykan.or.id

Sebagai pegiat lingkungan dan perlindungan satwa salah satunya Orang utan, Mbak Davina Veronica, dalam serial terakhir talkshow ruang publik bersama KBR dengan tema “Cerita kita tentang perubahan iklim” menuturkan prihatin dan takut melihat perubahan iklim yang begitu mempengaruhi kehidupan satwa. Dalam hal ini hutan yang makin terancam kelestariannya akibat ulah manusia yang terus mengeksplotasi hutan besar-besaran. Populasi manusia yang tidak terkontrol juga hampir mengambil begitu banyak ruang yang semua diperuntukkan untuk manusia.

Pun manusia sering dikuasai ambisi untuk memanfaatkan segalanya tanpa melihat dampak yang ditimbulkan selanjutnya, yang justru sebagai sumber masalah untuk semua penghuni bumi. Padahal bumi ini tempat untuk semua makhluk hidup dengan perannya masing-masing. Seperti keberadaan Orang utan memiliki peran penting dalam ikut melestarikan, menyeimbangkan, dan menjaga kesehatan alam.

Orang utan memberikan peran besar bagi ketersediaan cahaya matahari di dalam hutan, mengingat kondisi hutan hujan tropis sangatlah lebat dan gelap. Nah, orang utan bertugas membuka kanopi hutan saat mencari makan ataupun membuat sarang dengan memetik dahan dan daun pepohonan sehingga memudahkan sinar matahari untuk masuk dan membantu tunas-tunas tumbuhan dapat berkembang dengan baik.

Tidak hanya itu, orang utan juga membantu persebaran biji-biji buah yang mereka makan dan dikeluarkan bersama dengan feses. Biji-biji buah ini dapat tersebar cukup jauh karena orang utan berpergian sepanjang 10 km/hari.  Bahkan terdapat beberapa jenis tumbuhan yang dapat tumbuh hanya melalui perantara orang utan.

Berkurangnya populasi orang utan akibat rumah yang diambil paksa oleh manusia nantinya akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem hutan dan tentunya mempengaruhi kebelangsungan hidup manusia dalam jangka panjang. Tidak hanya itu, banyak juga orang utan yang ditangkap dan dijadikan hewan peliharaan. Padahal, menangkap orang utan jelas-jelas menyalahgunakan fungsi utama mereka sebagai pemelihara hutan.

Semua memiliki peran masing-masing dalam melestarikan alam

Adanya pandemi ini memberikan ruang sejenak untuk alam bisa beregenerasi. Sudah semestinya kita juga harus mulai beraksi dengan turut ikut serta melestarikan alam, rumah yang telah memberikan banyak kebaikan untuk kehidupan kita selama ini. Mulai dari diri sendiri, dengan langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan sehingga menginspirasi yang lainnya untuk ikut beraksi. 

Ikut kampanye pentingnya hutan dan orang utan untuk mendukung keseimbangan alam

Dalam aksi sederhananya bisa dimulai dengan mengurangi pemakaian kertas untuk menekan jumlah penebangan pohon atau mengganti pemakaian tissu dengan sapu tangan atau kain. Selain itu bisa dengan mengikuti program adopsi pohon  atau menerapkan program satu jiwa satu tanaman. Teman-teman juga bisa lebih selektif dalam membeli produk-produk ramah lingkungan. Jangan membeli produk hasil hutan dan perkebunan kelapa sawit yang tidak menganut prinsip ramah lingkungan. Selain itu, bisa juga dengan memberi donasi ke lembaga konservasi lingkungan.  Oiya, satu lagi yang penting, jangan memelihara satwa liar di rumah ya. Rumah mereka di hutan bukan di rumah kalian.

Ikut andil dalam meminimalisir produksi sampah dan pengelolaan sampah yang baik

Mulai terapkan pada diri sendiri untuk seminim mungkin menghasilkan sampah. Terapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Pasti banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam meminimalisir sampah, termasuk membawa tumbler/kotak makan/tas kain, mengganti popok sekali pakai dengan clodi, beralih dari pembalut sekali pakai dengan menggunakan pembalut kain atau menscup, ataupun selalu menghabiskan makanan yang telah diambil.

Mengenai pengelolaan sampah yang dihasilkan, pilah sejak dari rumah. Jangan buang sampah sembarangan, termasuk limbah minyak jelantah yang dihasilkan. Masih banyak yang abai dengan membuang limbah jelantah ke selokan ataupun saluran air. Padahal bisa menyebabkan penyumbatan karena mengeras dan menempel di dinding pipa. Parahnya lagi, minyak jelantah yang seenaknya di buang ke selokan dapat mencemari perairan. Menurut penelitian, 1 liter minyak jelantah yang dibuang ke lingkungan mencemari 1000 liter perairan di sekitar. Hmm kasihan sekali lingkungan ya kalau terus-terusan abai berbuat seenaknya. 

Oiyaa, ada beberapa NGO yang menangani perihal pengelolaan limbah minyak jelantah ini untuk kemudian diolah menjadi biodiesel. Teman-teman juga bisa kumpulkan minyak jelantah untuk kemudian dimanfaatkan menjadi sabun, atau kalau terlalu susah bisa kontak ke @belijelantah (instagram) untuk pengumpulan minyak jelantah. Namun saat ini hanya tersedia untuk wilayah Jakarta, Depok, dan Tangerang.

Lebih bijak dalam menggunakan air, secukupnya sesuai kebutuhan

Selanjutnya adalah menggunakan air secukupnya. Prinsip reduce, reuse, recycle, dan tambahan replant juga bisa diterapkan untuk melestarikan air. Langkah menggunakan air dengan bijak sesederhana mematikan kran air saat gosok gigi dan mencuci tangan dengan sabun, ataupun menggunakan air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman karena kandungan nutrisinya yang tinggi. Teman-teman bisa juga mulai memikirkan panen air hujan untuk menyambut musim penghujan nanti ataupun merancang pengolahan air sederhana di rumah. Langkah sederhana yang memberikan dampak besar untuk kelestarian air. 

Ikut berbagi kepedulian untuk lingkungan melalui tulisan

Menyuarakan kepedulian untuk lingkungan sangat bisa dilakukan melalui tulisan, karena tulisan itu abadi. Salah satu media yang bisa digunakan adalah blog. Melalui kontemplasi asa, saya bisa menyuarakan opini, isu-isu lingkungan serta aski-aksi sederhana yang bisa dilakukan untuk mewujudkan kelestarian lingkungan dalam tagline #pedulilingkungan

Sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Mbak Widyanti, blogger panutan saya sekaligus sebagai ketua umum pusat komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN), bahwa dalam menyelamatkan lingkungan tidak perlu aksi yang sempurna. Namun lebih pada aksi-aksi sederhana yang meski tidak sempurna namun dilakukan oleh banyak orang.

Gunakan media yang ada saat ini untuk berbagi kepedulian mengenai lingkungan agar makin banyak yang ikut beraksi dalam melestarikan lingkungan. Apalagi sekarang media sosial memiliki power yang luar biasa besarnya. Bisa dengan menulis “lestarikan gerakan #jagalaut” di blog, membuat infografis menarik mengenai “strategi mengatasi krisis air bersih” di Instagram, membuat video informatif “Panen air hujan” di youtube, menuliskan thread “tips mengolah minyak jelantah menjadi sabun” di twitter, ataupun membuat postingan “tips hemat air, check!” di tiktok. 

Banyak sekali media yang bisa kita digunakan untuk menyebarkan kepedulian untuk lingkungan. Semakin banyak yang menyebarkan kepedulian, maka semakin banyak juga yang termotivasi untuk ikut melestarikan lingkungan. Last but not least, saya ingin menyampaikan bahwa kondisi alam sekarang sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, perlu membangun sinergitas antar semua pihak agar bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Yuk, lebih peduli dan mulai beraksi untuk mewujudkan alam yang lestari ~ 

Saya sudah berbagi pengalaman mengenai perubahan iklim. Teman-teman juga bisa ikut berbagi opini atau cerita dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya bisa selengkapnya lihat di sini ya. Yuk ikutan juga, supaya makin banyak yang terinspirasi untuk peduli melestarikan alam dan ikut meminimalisir dampak perubahan iklim ~

Referensi:

Talkshow ruang publik KBR “Cerita kita tentang perubahan iklim”

Kartika, Mimi dan Maharani, Esthi. 2020. BMKG: Tren Kenaikan Suhu di Sejumlah Daerah Meningkat. Diakses 24 Agustus 2020. 

Purningsih, Dewi. 2020. Laju Deforestasi di Indonesia Masih Tinggi. Diakses 25 Agustus 2020. 

Efendi, Ahmad. 2020. Data dan Fakta tentang Perubahan Iklim dalam Angka. Diakses 25 Agustus 2020. 

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES