Tuesday, April 9, 2019

Sekelumit cerita musim semi kedua

Musim semi, selalu jadi musim favorit kedua setelah musim gugur. Musim yang selalu menyenangkan, penuh moodbooster di tengah kehidupan dan stress yang makin kesini makin susah dikendalikan. Musim semi bagi saya selalu istimewa. Tahun ini menjadi musim semi kedua saya, pun musim semi terakhir di Busan. Insya Allah ~


Baca juga:
Spring, I am in Love

Nothing lasts forever, semuanya datang dan pergi. Musim semi kali ini lebih berdamai dengan hati dan ekspektasi yang kadang susah dikendalikan. Kembali berteman dengan kehilangan dan menyibukkan diri dalam kebaikan. Semua akan indah pada waktunya, seperti musim semi yang akhirnya datang menggantikan musim dingin.

Beruntungnya tinggal di Busan bisa menikmati warna-warni bunga sakura lebih dahulu dibandingkan daerah lainnya. Sejak dua minggu yang lalu, tepatnya minggu akhir maret, banyak warna-warni bunga yang mulai bersemi. Membuat Busan lebih berwarna, suhunya pun kadang tidak begitu dingin dari minggu-minggu sebelumnya.


Banyak acara yang sudah dirancang untuk totalitas menikmati musim semi kali ini. Banyak spot di sekitaran kampus yang bagus untuk diabadikan. Jadwal piknik cantik pun sudah direncanakan untuk menikmati musim semi. Beberapa tempat di kampus PNU rasanya sudah lunas dijelajahi, Alhamdulillah ~

1. Chemistry Department PNU Level 5 

Selepas welcome party untuk teman-teman intake spring 2019, saya dan beberapa teman menyempatkan main ke daerah level 5 untuk berfoto dengan bunga dari sejenis buah plum yang disebut maehwa. Terlihat berbeda dengan bunga sakura yang ujung tiap kelopak hampir berbentuk cekungan love, sedangkan maehwa ini lebih bulat. Cantik sekali maehwa yang berwarna pink ataupun putih.

Cantiknya maehwa ~


Satu lagi yang saya suka saat menyambut musim semi yaitu bisa melihat perbedaan pohon kering yang hanya tersisa batang-batangnya dan yang mulai bersemi atau daun hijau muda. Memberikan pelajaran bahwa semua akan indah dan bersemi pada waktunya. Semua ada masanya, jadi selama masa penantian nikmati sembari terus menjadi versi terbaik diri sendiri. Stay true to yourself, that's all that matters. 





2. Sangnam International House PNU

Beberapa pohon sakura putih sudah lebat dengan bunga yang begitu cantik. Sore yang cukup menyenangkan setelah seharian ngelab, saya dan mbak evy menyempatkan berhenti di halaman samping Sangnam International dan mengambil beberapa foto. Mood booster rasanya, sejenak melihat bunga sakura yang bermekaran. Nikmati saja, selagi masih ada kan ya. Kalau uda pergi (kaya kamu) kan susah ~




3. Piknik cantik Fokis PNU feat. Humairah di Oncheoncheon

Alhamdulillah rame ya ~ PNU Fokis feat. Humairah ~
Sabtu pagi, satu minggu yang lalu. Cuaca begitu cerah dengan kondisi udara yang bersih. Alhamdulillah piknik cantik Fokis (Forum Kajian Islam) PNU feat. Humairah (Hunian Asri Muslimah Al Fatah) bisa terselenggara dengan lancar. Bahagianya bisa kumpul dengan mbak mas seperjuangan di tanah rantau. Beragam makanan khas Indonesia juga banyak disajikan, sungguh nikmat Allah mana lagi yang bisa saya dustakan? Lebihkan syukur rasanya perlu sekaligus jadi pengingat agar tidak terus-terusan sambat dan merengek untuk segera pulang ke Indonesia.


Musim semi selalu istimewa ~ 
Masya Allah Humairah ~
Baca juga:
Bahagia dari merasa cukup

Beragam bunga sakura, canola dan bunga-bunga lainnya menghiasi sepanjang kanan kiri sungai. Sabtu yang cerah dan indah, banyak foto di berbagai spot. Sejenak melepas penat ditengah rumitnya pikiran akan ekspektasi dan target-target yang seperti tidak ada habisnya. Alhamdulillah masih bisa menikmati udara bebas, suhu yang juga tidak terlalu dingin membuat betah berlama-lama main di luar. Musim dingin resmi berakhir, pun musim berseminya warna-warni bunga rasanya juga terlalu singkat.





4. Menikmati cerahnya musim semi dengan es krim dan sandwich

Pikinik cantik berikutnya dengan teman-teman di lab. Piknik kali ini kami ingin buat sandwich dan makanan penutup es krim cake. Ladder game jd penentu apa yang perlu dibawa oleh masing-masing orang, saya awalnya kebagian bawa kepiting patty (크래미) tapi karena dasarnya ndak suka seafood akhirnya diganti jadi potato patty. Bakalan butuh waktu dan tenaga lebih sih, tapi selama itu yg disuka yaa baik-baik saja. 




Malam sebelumnya saya sudah belanja kentang satu bungkus isi 5 buah seharga 5,000 won. Lalu mengupas dan mencucinya hingga bersih. Memotong kecil seukuran dadu lalu selanjutnya menggoreng. Satu tupperware penuh, awalnya sempat ingin mengeluh a.k.a sambat karena harus menggoreng segitu banyak. Namun rasanya tak pantas sambat terus menerus. Berhenti sambat justru membuat pekerjaan jadi lebih ringan dan selesai lebih cepat dari yang diperkirakan. Overthinking jadi penyakit yang (masih) susah dihilangkan. Pun sama halnya dengan sambat :"

Baca juga: 

Potato patty saya goreng keesokan paginya. 14 patty selesai digoreng dalam kurun waktu 30-45 menit, maklumlah masih newbie. Tidak bisa membayangkan betapa capeknya ibuk yang harus masak setiap hari. Salut untuk semua ibu-ibu diseluruh dunia. Bahagianya piknik kali ini, cuaca begitu cerah dan tidak terlalu dingin ataupun terik. Ice cream cake jadi desert sekaligus penutup cantik piknik kali ini. Terima kasih LEME ~


5. Piknik cantik (lagi) di PNU Level 7

Naik-naik ke level 7 ~
Naik-naik ke level 7 mewarnai Sabtu pagi minggu lalu. Sekaligus bisa membakar lebih banyak lemak yang sudah nyaman bersemayam. Piknik cantik (lagi) karena ingin menikmati bunga sakura yang jatuh diterpa angin sambil foto ala-ala di level 7. Gak bisa bayangin kalau lab pindah ke level 7 bisa makin kurus sepertinya. Jalan di PNU memang berbukit-bukit, jadi ingat dulu perjuangan tiap pulang dari dorm pasti dibayang-bayangin dengan sambatan. Rasanya seperti throwback mendaki ranu kumbolo. lol #alayah



Kurang beruntungnya kami, bunga-bunga sakura sudah banyak yang berguguran. Tidak sebagus minggu lalu, mungkin karena angin Busan yang cukup kencang jadi banyak bunga yg berguguran. Piknik kali ini mbak hasni masak spesial untuk kami, so yummy kalau mbak hasni yang masak Alhamdulillah ~



Baca juga:
Last fall in Busan, please be nice 

Selepas brunch yang cukup menyenangkan karena jarang sekali bisa ngobrol-ngobrol dengan sesepuh di kampus. lol. Terima kasih wejangannya Pak, Bu (nama sengaja tidak disebutkan haha). Akhirnya kami melanjutkan cuci mata sekitaran kampus selagi ada waktu karena setelahnya harus balik ke lab lagi. Lab life balance ceritanya ~




6. Busan Citizens Park - Gathering Perpika Wilayah 3

Selepas piknik cantik di level 7 akhirnya balik ke lab untuk menyelesaikan sampling. Sabtu kemarin rencananya tracking performance reaktor namun akhirnya hanya sampling dua reaktor karena memutuskan untuk ikut gathering Perpika (Perkumpulan Pelajar Indonesia di Korea) wilayah 3 yang diadakan di Busan Citizen Park (BCP). Pikir saya waktu itu sekalian main karena hampir 2 tahun di Busan belum pernah main ke taman kota. Harap maklum, kuli lab jarang main jauh :"



Baca juga:
Burger super yummy sampai istimewanya Knock-Knock Indonesia 2018

Awalnya saya kira jauh, namun nyatanya tidak terlalu jauh. Emang gitu ya, kebiasaan terlalu pikir-pikir jadi sering gak jadinya. Padahal kalau dijalani juga gak serumit yang dipikirkan.

Selama 4 semester ini saya jarang sekali ikut acara kumpul-kumpul Perpika. Kadang merasa hidup hanya sebatas lab-kosan-lab-kosan sejenis lah kupu-kupu. Jadi semester terakhir bertekad lebih seimbang, lebih banyak main untuk mempertahankan kewarasan diri. Kehidupan lab rasanya tidak ada habisnya, kalau diladeni juga bisa seharian penuh di lab :"





Baca juga:
Sekotak kenangan: Perjalanan istimewa ke Daegu 
Mencipta dan merangkai kenangan #TriptoJeonju
#TriptoGeoje Memeluk Senja, Menanti Pagi

Gathering kali ini cukup menyenangkan. Bisa sejenak melepas stress. Meskipun sejenak, bahagia rasanya bisa berkumpul dengan teman-teman Indonesia lainnya. Bisa menikmati tarian-tarian Indonesia dan banyak free foods (jadi rindu makan Ayam, sayangnya kemarin tidak bisa dimakan. lol). Banyak cerita yang bisa dicipta, pun masih banyak tempat yang harus dijelajah. Nanti ya menjelajah sama-sama, mungkin bukan dengan dia yang kamu mau. Tapi dengan dia yang Allah takdirkan bersamamu. #kenapajadicurhatdah




Sampai ketemu lagi, kita buat cerita lain yang lebih menarik (lagi). Selamat menata hati, kamu berhak bahagia ~ 

Monday, March 25, 2019

Solusi Aman Memasang Instalasi Listrik untuk Pabrik Baru

Membuka sebuah pabrik baru dalam rangka memperbesar usaha menjadi impian setiap usahawan. Nah, ada banyak sekali persiapan yang harus dilakukan agar pabrik bisa dioperasikan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan. Salah satu dari perencanaan tersebut adalah instalasi listrik, dimana listrik menjadi faktor yang sangat penting untuk melakukan kegiatan industri.


Membangun sebuah instalasi listrik di pabrik yang baru tidak semudah membalikkan telapak tangan. Untuk mereka yang belum ahli atau tidak memiliki kemampuan dan pengalaman cukup, bisa jadi membuat instalasi listrik justru jadi kacau dan berpotensi menambah biaya listrik. Apalagi jika membuka pabrik besar yang memerlukan tenaga listrik besar dengan pipa-pipa penghubung yang berjumlah sangat banyak. Rasanya mengambil resiko besar dengan mempekerjakan tenaga listrik sembarangan. Sangat tidak direkomendasikan, jika tidak ingin terjadi kendala pada kelistrikan dan mesin-mesin di masa depan.

Eits tenang, ada solusinya. Jika memerlukan pelayanan mechanical electrical dan piping terbaik bisa dengan sangat mudah melakukan konsultasi dan pemesanan tenaga ahli di PT. Sewatama. Sewatama memiliki banyak tenaga ahli kelistrikan dan mechanical yang siap membantu untuk membentuk instalasi baru sesuai dengan kebutuhan dan perencanaan. Oiya, PT. Sewatama sendiri merupakan perusahaan yang telah puluhan tahun berkecimpung dalam bidang kelistrikan dan pengadaan perangkat listrik sehingga bisa diandalkan untuk pemasangan instalasi listrik baru di pabrik Anda.


Pelayanan tenaga ahli di Sewatama dapat memberikan konsultasi, instalasi, perawatan hingga perbaikan selama 24 jam dalam 7 hari seminggu sesuai dengan kebutuhan costumer. PT. Sewatama hanya mempekerjakan tenaga ahli yang handal dan memiliki pengetahuan memadai untuk berbagai masalah kelistrikan yang dimiliki oleh customer. Sebelum melakukan pemesanan pelayanan tenaga ahli, calon customer Sewatama juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu secara gratis melalui website resminya di http://sewatama.com/id/. 


Keuntungaan lainnya, selain memiliki jasa tenaga ahli kelistrikan dan instalasinya, PT. Sewatama juga memiliki koleksi generator, panel listrik, load bank dan lainnya, baik untuk diperjualbelikan maupun untuk disewakan sebagai solusi saat membutuhkan sumber energi listrik cadangan berbagai kapasitas. Banyak banget kan keuntungan dan kelebihan yang ditawarkan oleh PT. Sewatama. Pasang instalasi listrik di parbik baru lebih aman dengan kualitas tenaga ahli yang tidak perlu diragukan lagi. TOP deh pokoknya! 

Friday, March 22, 2019

Mudahnya Proses Perpanjangan Passpor di Busan

Jumat berkah yang indah, alhamdulillah. Lega rasanya ujian kompre untuk kualifakasi kelulusan bisa berjalan dengan lancar hari ini. Selanjutnya, siap melanjutkan perjuangan lainnya. Sembari menikmati jumat, kali ini saya ingin berbagi mengenai perpanjangan passpor di Busan. Mengingat passpor saya expired april tahun ini, jadi mau tidak mau harus mengurus perpanjangan di Busan yang ternyata sangat mudah. Alhamdulillah ~

Kantor Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Busan untuk perpanjangan passpor.
(credits: luckycaesar.com)
Apa saja yang dibutuhkan untuk perpanjangan passpor? 

Mudah. Dokumen yang dibutuhkan hanyalah Alien Registration Card (ARC) dan passpor lama serta biaya perpanjangan passpor sebesar 30 USD yang harus dibayarkan di teller Hana Bank. Sudah itu saja, lalu dokumen-dokumen yang disiapkan dibawa ke ITPC (Indonesian Trade Promotion Center) yang berlokasi di sekitaran Busan Station. Sekitar 27 menit dengan menggunakan subway dari Pusan National University (PNU).

How to get there? 

Perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan bus atau subway. Kali ini saya menggunakan subway dan berangkat dari PNU station. Tidak perlu transfer hanya sekali tap 1,300 won dan turun di Busan station exit 2. Dari exit 2 lalu berjalan sekitar dua gedung untuk mencapai ITPC. Beruntung sekali hari itu, ada feeling buat berhenti di salah satu gedung yang kebetulan memang tempat ITPC.

Halaman depan kantor ITPC Busan (credits: luckycaesar.com)
Hari itu, tepatnya juga hari Jumat, saya sampai di lokasi sekitar pukul 14.00. Suasana sepi, dari pintu masuk ITPC lurus masuk dan ada di sebelah kanan. Pun di dalam ITPC kondisi masih sepi, ada beberapa orang yang sedang menunggu. Masih belum pulang jumatan, pikir saya waktu itu. Sekitar pukul 14.30 KST akhirnya petugas datang. Lalu didata untuk passpor lama dan verifikasi identitas diri serta diberikan receipt untuk dibayarkan ke Hana Bank.

Pintu depan kantor ITPC Busan (credits: luckycaesar.com)

Display beberapa produk buatan Indonesia. (credits: luckycaesar.com)
Jarak Hana Bank dari ITPC sekitar 15 menit dengan jalan kaki, arah berlawanan dari keluar exit 2. Jalan lurus terus sampai di depan McDonalds bisa terlihat Hana Bank di seberang jalan. Antrian cukup panjang siang menjelang sore hari itu. Setelah ambil nomor antrian dan menunggu, terlihat beberapa orang Indonesia yang juga sedang menunggu disana. Para pekerja Indonesia yang tinggal di daerah Ulsan, beruntung sekali saya rasanya tinggal di Busan. Tidak terlalu jauh untuk mengurus perpanjangan passpor.



Setelah melakukan pembayaran di teller, sekitar 30 USD atau sekitar 34,000 won. Kembalilah saya dengan mas-mas Indonesia lainnya ke ITPC untuk melanjutkan proses administrasi. Selanjutnya, diambil foto terbaru untuk kebutuhan passpor. Proses passpor baru membutuhkan waktu sekitar 4 hari dari tanggal registrasi.

Passpor yang jadi bisa dikirim ke alamat kosan, atau diambil langsung ke ITPC. Mengingat waktu dan aktivitas lab yang susah ditinggal, saya pun memilih untuk mengirimkan langsung ke kosan dengan mengisi data dan membayar uang pengiriman sebesar 5,000 won. Setelah passpor jadi, akan mendapatkan notifikasi dari ITPC untuk pengiriman ke alamat yang bersangkutan. Alhamdulillah, passpor baru sudah ditangan. Expired masih lama sampai 2024. So excited to keep travelling the world ~ 

Oiya setelah dapat no passport yang baru jangan lupa untuk update informasi terbaru di website HiKorea (https://www.hikorea.go.kr) dalam kurun waktu 14 hari setelah perubahan. Update informasi bisa masuk di menu E-Application - file an application - notification of change in registered information. Nanti tinggal upload scan identitas passpor yang baru. E-applicationnya hanya bisa diakses saat weekdays aja dan hanya bisa pakai browser internet explorer. Sekian, semoga bermanfaat  ya~

Sunday, March 17, 2019

Rasa dan ragu

Menjadi dewasa, rasanya tak semenarik dan semenyenangkan yang dibayangkan. Dulu saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ingin sekali cepat masuk SMP. Saat sudah SMP, keren rasanya ya pakai seragam putih abu-abu. Lalu saat sudah di SMA, envy dan mengagumi para kakak-kakak mahasiswa-mahasiswi yang bisa pakai baju bebas. Namun saat sudah lulus kuliah sampai sekarang di Strata 2, rasanya iri sekali lihat anak-anak SD yang bebas sekolah dengan PR yang sangat mudah ~ Well, that's life, Lucy!


Selalu begitu, berangan-angan naik kelas namun setelah naik kelas baru menyadari betapa asik dan nyaman kelas sebelumnya. Pada dasarnya hidup selalu menawarkan tantangan, untuk jadi lebih baik dari masa sebelumnya. Jadi bersyukurlah kamu yang bisa merasakan beragam tantangan menjadi lebih baik. Beragam ujian yang membuatmu jadi lebih berkualitas, insya Allah. Aamiin.

Pun semakin bertambah usia harusnya bisa makin mendewasa. Bisa memilah dengan baik apa yang harusnya dipertahankan dan apa yang harus dilepas. Lebih bijaksana mengontrol hati dan pikiran.

Semakin tua rasanya semuanya jadi begitu rumit, jadi sering ragu, was-was dan takut mengambil langkah besar. Ya, kadang takut bermimpi besar. Tidak seperti saat masih kecil, mimpi jadi apapun rasanya ringan. Realistis, mungkin. Namun ketika berlebihan akan jadi penghalang untuk bisa jadi besar.

Perihal rasa, rasanya juga sedemikian rumit. Entah, atau saya saja yang membuatnya rumit? Mengenai rasa harusnya sederhana. Sesederhana bahagia. Kalau terasa rumit, mungkin tujuan dan harapannya berbeda. Sungguh berharap pada manusia jelas akan kecewa.


Semakin dewasa, ragu wajar jika kadang menjulang tinggi. Gapai dan jadikan pecutan diri. Jadikan penguji nyali untuk diri agar bisa jadi makin besar.

Pun demikian dengan rasa, tidak perlu melulu berpikir benar atau salah menyimpan rasa. Cukup rasakan, cukup sampaikan pada Sang Pemiliki Hati. Genggam rasa dalam indahnya doa. Jika berjodoh, rasa itu akan berlabuh di waktu yang tepat. Bukannya mengikat rasa dalam doa lebih istimewa? Pun kalau tidak berjodoh, rencana Allah selalu lebih indah dari semua yang kita rencanakan. Allah Maha Mengetahui, sedangkan kita tidak. Percaya pada manusia, jelas kecewa. Namun, percaya sama Allah jelas tidak akan kecewa.


Rasanya begitu, ragu dan rasa harusnya sangatlah sederhana. Nikmati saja, semua akan indah pada waktunya.
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES