Thursday, February 21, 2019

Maksimalkan Potensi Diri dengan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler

Live to the max! Rasanya sudah menjadi tag line yang mendarah daging bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar.  Tidak bisa diam dan begitu antusias melakukan hal-hal yang disukai. Refreshing sejenak dari kesibukan PR ataupun tugas-tugas kelompok di sekolah. Mengerjakan hobi, sesuatu yang tidak pernah bosan kita melakukannya. Bahagia rasanya hidup mengikuti passion.

Bahagianya terpilih untuk Mural painting di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta saat masa SMA
(credits: www.luckycaesar.com)
Sejak sekolah dasar, saya sudah mendapatkan privilege atau hak istimewa dari Ayah dan Ibu untuk bisa bebas menyalurkan hobi dengan mengikuti beberapa kegiatan non-formal yang ada di luar sekolah. Kegiatan non-formal atau sering kita menyebutnya dengan kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi sarana untuk menyalurkan sekaligus mengasah hobi yang ketika ditekuni bisa menjelma menjadi bakat istimewa. Do what you love and love what you do, memang umumnya bakat lekat dengan kemampuan bawaan dari lahir. Namun dengan mengasah kemampuan dan secara tekun melatihnya lama-kelamaan bisa mahir di bidang tersebut.

Baca juga:

Sejenak saya ingin berbagi sekelumit cerita mengenai jejak hidup saya mengikuti passion dan mengembangkan hobi sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Rasanya saya selalu suka mengikuti banyak kegiatan sedari kecil, berimbang antara kegiatan formal dan non-formal. Berusaha menyeimbangkan antara aktivitas akademik dan non-akademik, jadilah saya tidak pernah terlepas dari beragam kegiatan ekstrakurikuler. Yap, menjadi kegiatan penghilang penat yang begitu menyenangkan bagi saya. 

Perlukah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler?
Jawabannya, tentu PERLU, dengan capslock, bold, dan underline. Masa iya mau melewatkan banyak hal positif?

Yuk, yuk maksimalkan potensi diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ~ 
Seni menjadi teman penghilang kebosanan

Saya terlahir bukan dari keluarga seni, namun saya suka corat-coret dan mewarnai. Saat duduk di bangku sekolah dasar, rasanya beruntung sekali punya teman dekat yang begitu mahir di bidang seni. Darinya belajar banyak hal bagaimana mewarnai dengan gradasi yang baik, sama-sama ikut ekstrakurikuler seni, pun selalu bersama ikut lomba mewarnai. Tidak selalu menang, namun rasanya puas ketika melakukan hobi ang diapresiasi. Melalui kegiatan ekstrakurikuler kemampuan mewarnai dan melukis jadi jauh lebih baik. Kesempatan untuk mengembangkan diri juga terbuka lebar.

Kostum kreasi daur ulang sampah plastik (credits: www.luckycaesar.com)
Tidak hanya mengikuti ekstrakurikuler seni lukis, saya pun ikut ekstrakurikuler drumband. Awalnya penasaran dan ingin mencoba hal baru, nyatanya ketagihan dan sampai sekarang masih jadi kenangan yang tidak terlupakan. Saat itu, saya bahagia mendapat bagian paling depan memainkan senar drum. Tak hanya itu, saat bangku SMA saya beserta teman dalam kegiatan ekstrakurikuler seni juga menjuarai lomba daur ulang dari sampah plastik tingkat Provinsi. Betapa beruntungnya bisa tergabung  dalam circle  pergaulan dengan passion dan hobi yang sama ~

Indahnya berbagi dengan adik-adik di SDN Sawojajar 3 mengenai kreasi daur ulang sampah kertas dan plastik
(credits: www.luckycaesar.com)
Dunia jurnalistik dan bahagianya bermain kata

Berlanjut ke jenjang sekolah menengah, saya masih tetap mengikuti ekstrakurikuler seni. Seni rasanya selalu jadi pelarian paling ampuh dari segala kepenatan bidang akademik yang tidak ada habisnya. Semacam oasis yang begitu menyenangkan dan menenangkan.

Melukis Labirin Perjuangan saat SMA (credits: www.luckycaesar.com)
Selain esktrakurikuler seni, saya juga mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Tergabung dalam editor dan kreator majalah dinding serta majalah cetak sekolah membuat saya makin bebas mengreasikan semua ide yang berlari-lari di otak. Pun bahagianya bisa mengkombinasikan dengan seni, membuat ilustrasi ataupun kreasi unik menghias majalah dinding. Saya pun juga secara otodidak belajar membuat desain grafis menggunakan Corel Draw ataupun Photoshop. Pernah juga ikut kursus desain secara online.

Baca juga:

Beruntungnya jaman sekarang yang penuh dengan generasi milenial sangat difasilitasi dengan tersedianya beragam lembaga ilmu untuk mengasah skill dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki. DUMET School adalah salah satu lembaga kursus pilihan diantara banyaknya lembaga kursus yang sudah terbukti kualitasnya. DUMET School merupakan lembaga kursus mulai dari desain grafis, website, digital marketing, video editing serta mobile apps. Banyak program khusus lainnya lho, bisa langsung ke websitenya ya ~
Inhouse training DUMET School PT. Perusahaan Listrik Negara (credits: DUMET School)
Banyak sekali promo menarik yang ditawarkan oleh DUMET School. Kualitasnya pun sudah terbukti melalui karya-karya murid yang belajar di DUMET School. DUMET School juga pernah memberikan pelatihan untuk website dan desain grafis di Badiklat Kementerian Pertahanan dan inhouse training untuk karyawan PT. Perusahaan Listrik Negara. Selain itu, DUMET School juga melakukan pelatihan mengenai Adobe Ilustrator untuk mahasiswa-mahasiswa di Universitas Nasional, Jakarta. Kalau mau kepo bisa langsung lihat ke instagram, facebook, ataupun youtube mengenai testimoni murid-murid DUMET School.

DUMET School bisa menjadi tempat belajar pilihan untuk menimba pendidikan non formal di luar sekolah. Tetunya menjadi sarana terbaik memaksimalkan potensi diri. Kedepannya saya ingin sekali bisa menguasai banyak hal dalam utak-atik website. Belajar motion graphic sepertinya juga menarik. Bisa nih, DUMET School jadi pilihan, asikkk ~

Testimoni Kursus Motion Graphic di DUMET School (credits: Youtube DUMET School)

Oiya, sebelumnya berkat ketekunan dan kegigihan mengikuti ekstrakurikuler majalah dinding a.k.a mading saya bisa beberapa kali menjuarai kompetisi di tingkat kota ataupun provinsi sebagai bonus ketekunan melatih hobi yang disuka sedari dulu. Pun ketika masa SMA bisa mengeksplore banyak potensi termasuk membuat maket rumah saat pelajaran seni. Sungguh banyak sekali pelajaran dan manfaat yang bisa saya petik dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Tugas Pelajaran Kesenian: Kreasi Maket Rumah (credits: www.luckycaesar.com)
Tim membuat maket rumah (credits: www.luckycaesar.com)
Asiknya bersosialisasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi

Memasuki bangku kuliah, saya bertekad untuk tidak mau menjadi mahasiswi kupu-kupu alias kuliah pulang – kuliah pulang. Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung menjadi volunteer International Office ITS bagian divisi media informasi dan beberapa kali menjabat di bagian riset development dan dana untuk kegiatan di himpunan ataupun BEM ITS.

Belajar Batik bersama mahasiswi dari Shantou University Business School, China (credits: www.luckycaesar.com)
What a fun day ~ Asian Global Development Camp ITS and Shantou University Business School, China
(credits: www.luckycaesar.com)
Kegiatan non-formal untuk bangku kuliah rasanya lebih fleksible. Banyak sekali wadah untuk mengeksplore kemampuan diri, utamanya dalam bersosialisasi, meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim serta yang lebih penting lagi kemampuan berkomunikasi. Yap, kemampuan berkomunikasi sangat mempengaruhi kemahiran negosiasi saat pengambilan keputusan ataupun penentuan ide yang akan diterapkan dalam proyek. 
Saat mengikuti ASEAN Youth Volunteer Program 2015 di Kamboja. Sedang melakukan sosialisasi mengenai cara mencuci tangan yang benar (credits: www.luckycaesar.com)
Membagikan sanitasi kit ke adik-adik di balai desa Krakor Village, Kamboja (credits: www.luckycaesar.com)
Kemampuan desain dan jurnalistik juga masih tetap terasah seiring menempati beberapa jabatan strategis di International Office, himpunan jurusan ataupun BEM. Wajib rasanya terus mengasah skill yang dimiliki sekaligus penyaluran hobi yang begitu menyenangkan. Pun saat ini saya masih berusaha aktif menulis dan desain untuk konten-konten di Kontemplasi Asa. Beberapa tulisan juga mendapatkan apresiasi, rasanya jadi semakin semangat menebar kebaikan dan kebermanfaatan melalui tulisan.

Baca juga:
Kontemplasi Asa #WritingAwards

Menjadi narablog terasa sangat bangga, bahagia dan menyenangkan. Nge-Blog menjadi kegiatan ekstrakurikuler sendiri bagi saya. Selain menyalurkan hobi, harapannya dari cerita dan informasi yang dibagikan bisa memberikan manfaat untuk para pembaca. Saya sempat menjadi pembicara dalam sharing session online melalui whatsapp grup mengenai memaksimalkan potensi waktu luang dengan Nge-Blog.

Baca juga:

Kemampuan desainpun masih terus dipakai untuk kepentingan di lab ataupun kegiatan non-lab. Saat ini saya tergabung sebagai anggota divisi media dan informasi di IMUSKA (Indonesian Muslim Student Society in Korea). Sesekali membuat desain poster untuk media sosial dan kalender edisi ramadhan, selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Kalender edisi Ramadhan IMUSKA (credits: www.luckycaesar.com) 
Poster memperingati Kemerdekaan Indonesia ~ (www.luckycaesar.com)
Sejenak meluangkan waktu untuk mengenali potensi diri rasanya penting sekali. Tidak melulu berpikir mengenai pendidikan formal di sekolah ataupun bangku kuliah. Kegiatan non-formal di luar sekolah bisa menjadi sarana paling tepat untuk memaksimalkan potensi diri yang dimiliki. Menjadi sarana menyalurkan hobi atau justru menjadi tempat pencarian jati diri. Terus semangat! Live this life passionately, live to the max! 

Friday, February 15, 2019

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap: Membangun Masa Depan Indonesia Berdaulat Energi

Energi menjadi kebutuhan pokok yang begitu penting untuk dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Tersalurkan dalam wujud listrik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam mendukung aktivitas setiap harinya. Bisa dibayangkan jika terjadi krisis energi listrik? Gelap gulita, tidak bisa akses dunia informasi, semuanya pasti serba terkendala. Pemadaman bergilir yang sifatnya sementara saja sudah banyak membuat kendala dan sambat yang berkepanjangan, apalagi dalam waktu yang lama? Semoga dan jangan sampai terjadi.

Well, tingkat konsumsi energi listrik pun terus meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan dan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan jasa konstruksi serta industri. 

Pertumbuhan Konsumsi Listrik di Indonesia
Kebutuhan energi listrik nasional meningkat rata-rata sebesar 18% rata-rata per tahun. Total konsumsi listrik domestic mencapai 188 terawatt hour (TWh) pada tahun 2013, meningkat sekitar 40% dari tahun 2009. Berdasarkan data proyeksi, konsumsi listrik nasional tahun ini meningkat sekitar 64% dari tahun terakhir data realisasi tahun 2013. Peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Total Konsumsi Listrik Masyarakat Indonesia 
Sementara itu, penyediaan listrik saat ini pun masih menjangkau 73% dari masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab yang terpenting dan perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu semakin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil khususnya minyak bumi. Pun penggunaan energi fossil secara terus menerus sebagai sumber energi pembangkit listrik jelas tidak bagus untuk kelestarian lingkungan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai bauran energi primer Indonesia tahun 2016, pemanfaatan sumber energi masih dikuasai oleh energi fossil. 

Bauran Pengunaan Energi Primer Indonesia

Perincian mengenai penggunaan energi primer di Indonesia, yaitu minyak bumi 43.05%, batu bara 28.7% dan gas bumi 22.05%. Sementara untuk pemanfaatan energi baru terbarukan baru mencapai 6.2%. Pemanfaatan energi terbarukan terbesar saat ini adalah panas bumi dan hydro. Pemanfaatan energi baru terbarukan ini ditargetkan mencapai sebesar 23% pada tahun 2025.
Bauran Energi Primer di Indonesia
Sejumlah kebijakan pemerintah pun mulai direncanakan guna menarik investasi untuk pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dan mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA) tahun 2012, Indonesia berada pada negara urutan ke-6 terendah dalam hal penggunaan energi terbarukan untuk sumber pembangkit listrik. 

Sebesar 46 gigawatt (GW) listrik berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan ditargetkan bisa dicapai sampai tahun 2025. Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap pun telah dilaksanakan tahun 2017 dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target pemanfaatan energi baru terbarukan. Dari target total 23%, proyeksi pembangkit listrik tenaga surya sebesar 5000 MW tahun 2019 dan 6400 MW pada tahun 2025.
Produksi listrik dari beberapa sumber energi baru terbarukan 
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan

Pembangkit listrik dengan menggunakan energi matahari belum dimanfaatkan secara maksimal hingga saat ini. Padahal sumber daya energi surya yang cukup besar tersedia di khatulistiwa dengan potensi daya sebesar 32,654 MW. Pada tahun 2017, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya secara nasional baru mencapai 80MW.

Yap, pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan bahkan masih dimanfaatkan 1.6% dari target pada tahun 2019 (5000 MW). Beberapa dalam pencapaian pengembangan energi terbarukan diantara lain minimnya investasi akibat persoalan finansial termasuk bunga bank yang terlalu tinggi, tantangan dalam akuisisi lahan maupun masalah teknis berupa terbatasnya ketersediaan jaringan interkoneksi.


Selain itu, keterlibatan banyak lembaga Pemerintah dalam hal perizinan menambah panjang proses yang menyebabkan pengembangan proyek-proyek energi terbarukan semakin rumit dan cenderung tidak efisien. Potensi pemanfaatan energi surya ini sebenarnya luas, salah satunya sebagai sumber listrik untuk menerangi daerah terpencil atau terpelosok dengan minimnya akses terhadap sumber daya energi lainnya. Kondisi lainnya, dari segi pertimbangan ekonomis menggunakan pembangkit listrik energi surya dibandingkan dengan penggunaan pembangkit listrik lainnya.

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan cukup luas, beberapa diantaranya penerangan rumah dan jalan, sumber daya sistem telekomunikasi dan sumber daya rambu-rambu lalu lintas serta pompa air

Bagaimana memaksimalkan potensi Energi Surya?

Dalam rangka mendorong peningkatan sumber listrik dari tenaga surya di Indonesia, seperti sebelumnya saya sampaikan terbentuklah Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap. Deklarasi ini didukung oleh bebagai pihak mulai dari pemerintah maupun masyarakat luas melalui berbagai asosiasi beberapa diantaranya asosiasi energi surya Indonesia, perkumpulan pengguna listrik surya atap, masyarakat energi terbarukan Indonesia serta beberapa asosiasi lainnya.

Apa sih “Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap”?

Gerakan nasional sejuta surya atap ini dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan menuju Gigawatt Fotovoltaik dengan menggunakan energi surya. Gerakan nasional ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:
Yuk, dukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap ~
Beberapa kesepakatan pun telah dibuat untuk mewujudkan gerakan nasional ini sebagai langkah pasti mewujudkan Indonesia lebih berdaulat energi khususnya dengan sumber energi surya. Kolaborasi dan sinergitas dari segala lini khususnya pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan pasar fotovoltaik nasional yang luas dan kompetitif.

Selain itu perlu sekali dilakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat, pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan mengenai besarnya potensi penggunaan energi surya dengan pengembangan fotovoltaik atap. Terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk mengoptimalkan pengintegrasian fotovoltaik atap dalam proyek penyediaan listrik, pembangunan perumahan rakyat serta pembangunan fasilitas dan infrastruktut publik yang diinisiasi dan didukung oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

Perwujudan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap dan Inovasi Teknologi

Perwujudan gerakan nasional sejuta surya atap ini juga makin mudah dengan beragam inovasi teknologi yang ada. Beberapa inovasi panel surya yang bisa meningkat effisiensi energi surya sehingga menghasilkan daya listrik yang lebih besar. Saya tertarik dengan beberapa inovasi teknologi panel surya yang dipasarkan oleh Insun Power. Inovasi teknologi yang diterapkan di dua panel surya ini terbukti mampu secara efektif menyerap energi surya dengan maksimal kemudian mengkonversikannya ke energi listrik.

Q-peak 320 Duo black frame

Panel surya monokristalin dengan daya sebesar 320 Wp dan presentase produksi energi sebesar 19.3%. Mampu memberikan hasil yang lebih tinggi pada bidang yang kecil. Panel surya ini didukung oleh  generasi terbaru cell Q.ANTUM yang memecahkan rekor dunia dengan kombinasi sirkuit sel yang canggih dan desain six-busbar.


Uniknya lagi permukaan depan sangat pekat hitam dan mampu menghilangkan degradasi yang disebabkan oleh cahaya (light-induced degradation (LID)) yang dapat mengurangi kinerja sistem karena dilengkapi oleh teknologi anti LID. Produk dari brand QCells ini merupakan paling popular dan terkenal di sel-sel PV Eropa dan Australia.  

Panda Bifacial 60CL

Inovasi panel surya berikutnya adalah Panda Bifacial 60CL, super istimewa mampu meningkatkan hasil energi sebesar 10-30% lebih tinggi. Panel surya ini mampu menghasilkan daya dari kedua sisi, depan dan belakang. Saat bagian belakang memanfaatkan cahaya yang dipantulkan dan tersebar dari sekitarnya serta mampu menghasilkan daya sampai 30% lebih banyak tergantung pada albedo.

Panel surya ini juga tahan lama dan dapat bekerja dengan baik dalam kondisi lembab. Selain itu, panel surya Panda Bifacial juga secara independen telah diuji mampu bertahan di kondisi lingkungan yang keras, seperti paparan kabut garam dan ammonia. Waaah, hebat kan ya. Tahan lama dengan daya hasil yang tinggi. Panel surya ini juga rendah LID dengan kinerja cahaya rendah yang baik dan koefisien suhu  sel surya silicon monocrystalline tipe N.


Superb! Keren banget kan panel suryanya. Kalau diaplikasikan tentunya bisa efektif mendukung gerakan nasional sejuta surya atap. Kualitas sudah terbukti dan mampu menghasilkan energi listrik yang tinggi. Pemanfaatan sumber daya energi surya jelas bisa lebih maksimal sehingga target pemangunan masa depan Indonesia dengan pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan bisa tercapai.

Bentuk nyata untuk mendukung gerakan sejuta surya atap ini bisa dengan mengaplikasikan pemakaian panel surya sebagai sumber energi listrik skala rumah tangga, perkantoran ataupun sekolah. Investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Energi listrik yang tersimpan dari panel surya bisa digunakan jika sewaktu-waktu ada pemadaman sementara dari PLN. So, kegiatan tetap bisa jalan dan no sambat-sambat yaa karena pemadaman listrik 😁

Selain itu, kebutuhan listrik juga bisa dibagi sumbernya dari PLN ataupun dari panel surya. Efektifitas yang tinggi dari panel surya juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang besar sehingga bisa mencukupi semua kebutuhan listrik skala rumah tangga. 

Indonesia sebagai negeri berdaulat energi tidak sekedar menjadi harapan, namun menjadi impian yang terealisasi dengan potensi melimpahnya energi surya di negeri ini. Yuk, ikut beraksi dengan turut menyebarkan informasi dan mendukung gerakan nasional sejuta surya atap sebagai aksi nyata membantu membangun masa depan Indonesia berdaulat energi. Viel erfolg! 

Referensi:
Buku Ketahanan Energi: Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (2015)
Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia (www.ebtke.esdm.go.id)
Porsi Energi Terbarukan di Indonesia berdasarkan Kementerian ESDM (www.databoks.katadata.co.id)
Statistics Data International Energy Agency (www.iea.org)
Solar Panel Product: Insun Power (www.insun-power.co.id/solar-panels/)

Thursday, February 7, 2019

Mencipta dan Merangkai Kenangan #TriptoJeonju

Terlalu banyak kenangan yang tercipta dan kembali untuk dikenang. Liburan Lunar New Year (Seollal) kali ini saya kembali menciptakan kenangan. Merealisasikan janji yang telah lama dibuat untuk bisa travelling bersama dua eonni yang sudah menjadi teman dekat saya sejak masuk di LEME. Mereka rekan satu tim saya dalam grup Anammox.

Baca juga: 

Take a break for a moment ~ (credits: www.luckycaesar.com)
Well, if you really wanna see the true colors of your friends, go travel with them. Emang bener sih, bisa kelihatan bagaimana sifat mereka sebenernya. So far, mereka emang baik, sifat kembak-mbakannya banget. Yah usia kita terpaut 6 tahun. Jelas mereka dewasa banget, aku yang sering kena omelan karena terlalu childish. I am, a bit :"

Terima kasih, teman main ~ (credits: www.luckycaesar.com)
#TriptoJeonju kali ini dimulai hari Sabtu pagi. Pagi yang terlalu awal, kami membuat janji untuk bertemu di Sasang Bus Station. Saya berangkat ke PNU subway station pukul 6.30 pagi. Membutuhkan sekitar 70 menit untuk mencapai Sasang Bus Station. Setelah dari PNU subway, ambil line 1 ke arah Dadaepo beach dan turun di Somyeon. Lalu setelah itu transfer ke arah Sasang dan exit ke Busan Station, arah kanan. Mudah kok, semuanya ada dalam bahasa bilingual.

Sasang Bus Station (credits: www.luckycaesar.com)
Sesampainya di Sasang, dua eonni  belum sampai di meeting point. Alhasil saya sarapan dulu, odeng hangat dan sebotol toreta. Toreta ini mirip dengan pocari sweat namun lebih murah. Satu tusuk odeng seharga 1000 won, lebih besar porsinya dari kebanyakan odeng yang dijual ditenda-tenda.

Odengnya so yummy apalagi pas lapar banget :" (credits: www.luckycaesar.com)
Sekitar pukul 07.50, kedua eonni alkhirnya datang juga. Jadwal bus kami pukul 08.00, kami pun bergegas masuk ke bis. Semua kursi sebagian besar sudah terisi. Perjalanan dari Busan ke Jeonju menggunakan bis sekitar 21,500 won. Busnya nyaman juga, cukup luas.

Rehat sejenak di rest area (credits: www.luckycaesar.com)
Perjalanan sekitar 3 jam sampai di Jenju dengan sekali istirahat di rest area daerah Sancheong sekitar 30 menit. Sesampainya di Jeonju kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan jalan-jalan.

Why Jeonju?  

Bisa ambil peta wisata disini ya ~ (credits: www.luckycaesar.com)
Jeonju merupakan kota yang begitu tradisional dengan arsitektur kuno Korea. Selain itu, banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang bisa dikenang oleh para penduduk lokal ataupun turis macam saya ini. Tujuan kami ke Jeonju adalah Hanok Village. Banyak sekali persewaan Hanbok di sepanjang jalan. Mulai dari 10,000 – 25,000 won per jam, tergantung model dan kualitas hanbok sendiri. This time, we’re not gonna wear hanbok, just enjoy and sightseeing around Hanok Village.

Sabtu, 2 Januari 2019

Ramai sekali hari itu, bertepatan dengan akhir pekan dan libur panjang menuju Seollal jelas jadi waktu terbaik untuk quality time bersama keluarga, sahabat ataupun kekasih. Saat melewati café ice cream yang cukup ramai, kami pun memutuskan untuk berhenti rehat sejenak.




 Original Ice Cream “Langue de Chat”

Interior desainnya klasik modern. Menu es krimnya sebenarnya beragam, mulai dari original, coklat, strawberry, tiramisu namun kali ini kami memilih menu original. Pengen banget coklat tapi sudah terlalu banyak makan coklat kemarin, takut nyeri dada lagi :”



Es krim cone kali ini tidak seperti biasanya, namun terbuat dari roti kering semacam lidah kucing namun berbentuk cone. Satu cone es krim dijual dengan harga 3,800 won. Worth to try, enak banget. Lembut dan tidak terlalu manis.



Setelah puas menikmati es krim dan sejenak berbincang-bincang, kami pun meneruskan perjalanan. Saat itu ada pertunjukan barongsai  khas korea. Namanya Samolnori. Kami pun juga mencoba permainan-permainan tradisional ala Korea, menulis surat untuk diri sendiri dan mengirimkannya ke Indonesia. What fun things to experience.
Pertunjukan Samolnori ~ (credits: www.luckycaesar.com)






Selanjutnya kami memutuskan untuk menuju guest house tempat menginap malam ini. Kami menyewa guest house yang begitu tradisional. Ingin merasakan menginap di rumah-rumah ala Korea. Satu malam untuk bertiga sekitar 90,000 won. Normalnya satu kamar hanya untuk dua orang saja, tambahan satu orang sebesar 10,000 won. Sepanjang jalan menuju guest house, masih terlihat es-es setelah hujan salju kemarin sepertinya.


Model rumah di hanok village (credits: www.luckycaesar.com)
Lukisan di sepanjang jalan menuju ke guest house (credits: www.luckycaesar.com)


Setelah meletakkan barang-barang bawaan, kami istirahat sejenak. Soyoen eonni sakit kepala, Jeongmi eonni pun lelah. Lucy? Baik-baik saja Alhamdulillah. Akhir-akhir ini kecanduan main game, entahlah rutinitas lab terlalu monoton. Udah baca paper, ngelab juga sudah sedemikian padat, namun rasanya kok kosong kurang hiburan. Namun dasarnya tipe yang gampang bosan, dua hari game pun sudah uninstall lagi.

Omokdae dan Indahnya Hanok Village di Malam hari

Malam harinya, setelah badan lumayan bertenaga untuk kembali jalan-jalan kami memutuskan untuk ke Omokdae. Cukup jalan sekitar 25 menit dari guest house, mendaki untuk melihat hanok village dari ketinggian. Top view yang begitu istimewa, malam itu cukup mencekam dengan dingin yang gak wajar. Kerlap-kerlip lampu rumah-rumah penduduk membuat begitu indah. Seperti bukit bintang.



Omokdae Historic Place (credits: www.luckycaesar.com)
Baca juga:

Hanok village di malam hari (credits: www.luckycaesar.com)


Setelah puas foto-foto dan cukup kedinginan, kami melanjutkan jalan-jalan lagi. Next stop adalah Nambu night market. 

Jeonju Nambu Night Market 



Penuh sesak, banyak sekali jenis food street yang bisa dibeli di Nambu Market. Ada takoyaki, odeng, ttopokki, jajanan thailand, jelly warna-warni, macaron mini dan masih banyak lagi. Setelah puas berkeliling, kami memutuskan pulang untuk membeli beberapa barang.




Warna - warni macaron mini (credits: www.luckycaesar.com)
Ring couples, postcards dan absurd photo box jadilah oleh-oleh kami malam ini. Cincin bunga 1,000 won sesuai dengan warna kesukaan masing-masing. Guess, what's mine?



Post cards dengan tipe sketch pen begitu memikat hati kami. Satu paket 8,000 won isi 10 postcards. Sementara photo box absurd karena boxnya terlalu sempit untuk kita bertiga jadinya posenya desak-desakan. Foto 6 kali jepret (pilih 4 foto) dan 3 lembar cetak seharga 4,000 won. Alhamdulillah, sederhananya bahagia ~

Hasil foto box yang begitu absurd :" (credits: www.luckycaesar.com)
Malam yang cukup melelahkan, kaki rasanya gempor pegal-pegal semua. Tidur lebih awal sepertinya ide bagus karena besok edisi jalan-jalan masih berlanjut. Terima kasih, Sabtu ~

Spot yang begitu memorable untuk mengenang masa penjajahan Jepang di Korea (credits: www.luckycaesar.com)
Minggu, 3 Januari 2019

Pagi yang begitu dingin, rintik hujan terdengar pelan di luar. Gloomy day, semoga masih asik untuk jalan-jalan. Plan pagi ini brunch kalguksu spesial dan dilanjutkan ke Gyeonggijeon Hall untuk mengenang dinasti Joseon.

Kalguksu super yummy, porsi ekstra (credits: www.luckycaesar.com)
Kalguksu pagi ini datang dengan porsi extra, satu porsi dengan harga 8,000 won. Bedanya dengan kalguksu yang biasa saya makan dekat kampus, kalguksu kali ini ditambahkan telur yang diaduk jadi satu. Kuahnya juga jadi lebih kental. Mienya sendiri lebih kecil dan tidak gepeng. Normalnya mie kalguksu lebih besar dan gepeng. Recommended banget untuk dicoba, so yummy ~

Exploring Gyeonggijeon Hall 

Jeonju merupakan tempat lahirnya dinasti Joseon. Banyak sekali peninggalan bersejarah yang disimpan di Gyeonggijeon hall. Terdapat pula Potrait Royal Museum, salah satunya adalah King Taejo sebagai founder dari dinasti Joseon. Banyak patung dan miniatur parade yang terbuat dari Hanji, kertas asli buatan Korea.



Oiya, Jeonju ini juga kota penghasil kertas dengan kualitas terbaik yang digunakan untuk keperluan dokumen penting serta didistribusikan ke kota-kota besar di Korea Selatan. Tiket masuk sebesar 2,000 won untuk student dengan batasan usia 25 tahun, lebih dari itu membayar sebesar 3,000 won.

Bersama Patung King Taejo (credits: www.luckycaesar.com)



Mereka suka banget foto yang ganti wajah, padahal serem eh :" Saya bahagia tidak ikutan ke switch #devillaugh (credits: www.luckycaesar.com)


Jalan-jalan bersama hujan, my fav all the time. Meskipun basah, bahagia dan "rasa"nya kerasa banget. Lebih dapat suasana klasiknya korea saat hujan. Rindu juga momen hunting foto, saat ini sd card kamera belum bisa ditemukan dimana :" Nanti suatu saat nanti, entah kapan.



Sendunya dapet kan ya? (credits: www.luckycaesar.com)

Last quality time in Jeonju, menikmati sore 

Sembari menunggu waktu depart Bus pukul 15.00, sore itu kami memutuskan untuk quality time di kafe kekinian. Entahlah si eonni-eonni ini jago kalau cari info kafe kekinian. Satu gelas es coklat seperti biasa sudah dipesan, kami pun memilih duduk di lantai 2. Harga normal segelas seberar 5,000 won dan kue tiramisu sebesar 7,000 won.
Pintu masuk cafe (credits: www.luckycaesar.com)



Desain interiornya klasik, simpel tapi mewah. Suka yang model begini berasa di rumah tapi ternyata di kafe #apasihLucy Enak banget sambil ngeblog disini, tenang banget suasanyanya. Namun sayang jauh dari kosan. Baliknya susah :"

Serem juga mbaknya ya :" (credits: www.luckycaesar.com)


Baca juga:
#EdisiMain Moment Lab: Tempat Kumpul dan Belajar Super Cozy  

Pukul 14.30 kami menuju ke Jeonju bus station untuk balik ke Busan. Tiket bus sama harganya 21,500 won, jadi PP Busan-Jeonju sebesar 43,000 won. Trip yang begitu menyenangkan, Alhamdulillah ~

Nanti kita ciptakan kenangan lebih baik lagi ya ~ Terima kasih eonni ^^ (credits: www.luckycaesar.com)
Selamat merangkai kenangan yang tercipta. Terima kasih untuk teman main dua hari di Jeonju. Nanti kita buat cerita lain yang lebih menarik lagi ya. Selamat menabung untuk jalan-jalan ke tempat lainnya lagi. Selamat kembali bertempur dengan dunia lab, it is coming (really) soon ~

Karena kadang cukup pun lebih dari cukup. Sampai ketemu kamu, kapan?
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES