Tuesday, January 21, 2020

5 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Sebelum terjadi Pemadaman Listrik

Listrik merupakan sebuah kepentingan pada masyarakat saat ini. Banyak peralatan dalam kehidupan sehari-hari yang bergantung pada adanya listrik. Untuk itu ketika terjadi pemadaman listrik terutama pemadaman yang terjadi cukup lama hingga berjam-jam akan sangat menggangu aktifitas masyarakat. Pasti semuanya masih ingat dengan fenomena wilayah Jabodetabek blackout selama lebih dari 10 jam pada bulan Agustus tahun lalu. Wilayah yang biasanya selalu terang-benderang dengan gemerlap lampu tiba-tiba gelap seketika. Banyak yang tidak memperkirakan akan terjadi pemadaman listrik selama itu. Alhasil semua aktivitas terhenti, banyak yang bingung harus bagaimana karena kurangnya persiapan.

Jakarta gelap! (4 Agustus 2019, sumber: nst.com.my/Foto: Fransiska Nangoy)
Tentu banyak kerugian yang ditimbulkan ketika terjadi pemadaman listrik. Untuk itu perlu sekali selalu antisipasi keadaan bila terjadi pemadaman listrik. Yuk, simak beberapa hal yang dapat disiapkan sebelum terjadi pemadaman listrik seperti berikut ini:

1. Sediakan sumber penerangan alternatif
Untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik, khususnya jika terjadi dalam jangka waktu lama, sebaiknya persiapkan sumber penerangan alternatif selain lampu listrik.Penerangan alternatif itu di antaranya adalah lampu senter, lampu teplok, maupun lilin.

Selain itu, persiapkan pula cadangan batu baterai untuk menghidupi sumber-sumber penerangan tersebut. Oh iya, jika menggunakan lampu teplok atau lilin ketika pemadaman listrik, jangan sampai lengah yak arena bisa menimbulkan potensi kebakaran jadi harus siap siaga yes ~

2. Siapkan Genset (Generator Set)
Alternatif lainnya yaitu mempersiapkan generator set atau biasa disebut dengan Genset, jika ketergantungan yang tinggi terhadap aliran listrik saat pemadaman terjadi. Genset bisa menjadi sumber energi jika sewaktu-waktu listrik padam. Saat menggunakan generator, maka alangkah baiknya menyalakannya jauh dari rumah. Tidak disarankan atau bahkan baiknya dihindari menyalakan Genset di dalam rumah. Penghuni berisiko keracunan karbonmonoksida (CO) selama pemadaman listrik ketika generator digunakan dengan cara tidak aman dan dalam keadaan ruangan tertutup.

Nah, untuk yang tidak memiki genset tidak perlu khawatir karena saat ini banyak yang telah menyediakan rental genset. Jadi bisa mempercayakan kegiatan sewa genset di https://sewatama.com/id/ karena telah berpengalaman dan terpercaya dalam jasa rental genset. Pasti aman dan puas ~

3. Tutup pintu lemari es  dan sediakan box es jika dibutuhkan
Lemari es yang tertutup akan menjaga makanan tetap dingin selama sekitar empat jam. Saat freezer tertutup pun dapat menjaga suhu sekitar 48 jam. Nah, jika sedang menyimpan ASI dalam freezer maka bisa pindahkan ke box es yang diisi dengan es batu agar dinginnya bisa tetap terjaga.

4. Cabut peralatan listrik saat listrik padam
.
Mencabut colokan dari sumber listrik bisa menjaga peralatan elektronikseperti komputer dan perangkat lainnya tidak cepat rusak jika ada lonjakan daya sesaat.

5. Selalu sedia uang tunai
Saat pemadaman listrik mati seperti kemarin, hambatan yang dihadapi salah satunya adalah kesulitan mencari mesin ATM. Sebaiknya selalu menyiapkan uang tunai agar tidak kebingungan jika mesin ATM bermasalah saat listrik padam.

Lima hal sederhana yang begitu penting untuk disiapkan sebelum terjadi pemadaman listrik. Bookmark yess, biar kondisi tetap aman terkendali meskipun listrik mati. Sekian, selamat melanjutkan aktivitas ~

Saturday, January 18, 2020

#Kontemplasi2019: Allah Maha Baik ❤️

Januari berjalan cepat sekali. Padahal rasanya baru saja menikmati matahari terbit pertama di awal pergantian tahun 2020, sejenak berkontemplasi tentang apa yang sudah dilalui di tahun 2019. Pun merenungi beberapa pelajaran hidup yang didapat dalam setahun terakhir.

Matahari terbit pertama tahun 2020.
Gwangalli, Busan ❤️ 
Sejak awal tahun 2019, saya tidak menuliskan secara terperinci tentang mimpi dan resolusi yang ingin saya wujudkan seperti tahun-tahun sebelumnya. Antara ingin membuat diri lebih flexible dengan apa yang ada di depan mata, ataupun kebiasaan menuliskan resolusi yang justru membuat saya terlalu keras dengan kemauan diri.

Allah Maha Baik, sudah membuat 2019 saya yang meskipun tanpa resolusi tertulis bisa berjalan seindah dan sebaik ini. Banyak sekali pelajaran hidup yang saya dapatkan. Tentang lebih mencintai diri sendiri, mengontrol ego dan ekspektasi, mengikhlaskan dan melepaskan apa yang memang tidak ditakdirkan untuk diri.

Baca juga:
Self-love dan berdamai dengan diri sendiri

Pun saya belajar banyak tentang kerja keras dan tidak pernah menyerah dengan keadaan. Meski masih harus lebih pandai mengontrol diri yang suka ngeluh, suka ngomel-ngomel sendiri dan kadang suka kecil hati. PR besar yang masih terus jadi resolusi setiap tahunnya. Jadi bijak dan dewasa itu ternyata tidak mudah πŸƒ

2019 was so colorful 🌈
Flashback tentang banyak hal yang terjadi di 2019 begitu nano-nano buat saya. Better late than never, biar jadi pengingat kalau lagi down atau bongkar-bongkar brangkas blog. Kamu lebih kuat dari apa yang kamu pikirkan, rasanya memang benar. 

Everything is possible with Allah ❤️
Masih ingat memori awal tahun 2019 sudah dihadapkan dengan permasalahan di lab, sabotase sampel dan senior yang super menjengkelkan. Belum lagi tuntutan prof dengan ekspektasi yang selalu tinggi sampai seringkali saya bertanya ke diri sendiri, saya bisa nggak ya? Pertanyaan yang terus terngiang seiring banyak kegagalan yang dihadapi saat penelitian. Mulai dari hasil yang ternyata diluar hipotesis dan ekspektasi, kegagalan berkali-kali sampai ingin menyerah dan pulang saja ke Indonesia. 

Sampai pada satu titik minta izin ke ayah buat pulang saja ke rumah karena penelitiannya tidak mungkin bisa selesai tambah kondisi lab yang sungguh tidak nyaman untuk belajar. Lalu jawaban ayah,

"iya pulang aja, gak papa. Kamu terlalu keras sama diri kamu sendiri. Coba ekspektasinya diturunin, penelitian gak berhasil 100% sebenernya gak papa. Kamu aja yang pengen semuanya sempurna, kan uda banyak juga hasil yang diambil. Tinggal dikit lagi selesai, tapi kalau kamu nyerah dan pengen pulang keputusan juga ada di tangan kamu. Pulang aja ayah gak ngelarang". 

Yap, diizinkan buat pulang. Di seberang sana pasti ayah sudah punya perhitungan kenapa justru mengiyakan keinginan ayas untuk pulang. Bukan malah terus memotivasi untuk lanjut. Membuat saya termenung, iya juga ya. Ambis ini keterlaluan, ambis yang tidak saya sadari. Selalu mengelak dan tidak suka kalau dilabeli dengan sebutan ambis. Ini totalitas, jawab saya selalu begitu. Padahal ambis yang totalitas dipikiran banyak orang. 

Akhirnya setelah banyak pertimbangan saya memutuskan lanjut dan bersyukur bisa selesai juga studi di lab yang penuh drama. Emang ya drakor ini melekat di kehidupan nyata di korea. Penuh drama πŸ˜…

Baca juga:
Akhirnya wis-udah: seberapa susah kuliah master di Korea Selatan?

Makna yang perlu digaris bawahi disini, tidak ada yang tidak mungkin. Mungkin satu-satunya yang menjadi penghambat kemungkinan yang terjadi adalah ekspektasi dan ego diri yang terlalu tinggi. Berprasangka buruk sama diri sendiri padahal ada Allah yang selalu membantu kapanpun. Belum lagi kebiasaan menyalahkan keadaan, membuat banyak kemungkinan dan andai-andai yang tampak lebih baik padahal belum tentu begitu. Pada akhirnya apa yang terjadi sekarang memang sudah digariskan seperti ini oleh Allah ❤️

Everything is possible with Allah ❤️
Lebih mencintai diri sendiri 🌻
Ngomongnya gampang, jalaninya susah euy! Tidak sesantuy ngomong santuy untuk selalu mencintai diri sendiri sebelum bucin ke yang lain πŸ˜…πŸ˜‚ Tahun 2019 kemarin saya banyak introspeksi diri, biar lebih paham sama apa sih yang diinginkan. Mulai dari memisahkan dari toxic people yang kehadirannya jarang disadari tapi lama-lama memberikan efek yang buruk ke diri sendiri.


Lebih menyadari kalau diri ini berharga, jadi dont let others dictate your worth. Termasuk melepaskan apa-apa yang memang tidak mau tinggal, buat apa? Toh dia yang rugi, kan!

Memasuki seperempat abad yang kental dengan isu-isu quarter life crisis membuat saya lebih concern tentang kesehatan mental. Jadi lebih paham juga mana yang harus dipertahankan, mana yang tak perlu lagi digenggam. Pun makin tenang menghadapi banyak pertanyaan kapan yang tak ada habisnya πŸ˜…

Baca juga:
Tentang tua dan mendewasa

Selalu ingat pesan dari Umar bin Khattab, "Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku". 

Jadi, apa yang perlu dikhawatirkan? Rencana Allah adalah sebaik-baik rencana ❤️

Berdamai dengan kegagalan dan kehilangan πŸ™…
Masih menyambung point tentang lebih mencintai diri sendiri, tahun 2019 lalu saya juga banyak belajar tentang beragam kegagalan yang terjadi selama setahun terakhir. Membuat saya lebih paham tentang kegigihan dan tidak mudah menyerah ketika gagal. Disisi lain saya juga belajar untuk bertawakal setelah sepenuhnya berikhtiar.

Kita bisa merencanakan apapun, namun pada akhirnya Allah selalu menjadi pembuat keputusan akhir yang mutlak. Kalau sudah rejeki pasti tidak akan kemana, kalau sudah jodoh pun pasti kembali. Sesederhana itu ❤️

Karena yang hilang sejatinya tidak benar-benar hilang. Hanya berpindah ke tempat yang lain, kan?
Begitupun halnya dengan kehilangan. Kita tidak pernah tau apa-apa yang ditakdirkan untuk selalu bersama kita. Termasuk nikmat sehat, nikmat bahagia yang kadang kehadirannya sering terlupakan namun begitu diharapkan dan bahkan sedih sekali ketika nikmat itu hilang. Padahal kalau dihitung banyak sekali nikmat yang masih ada disisi. Memang begitu, manusia seringkali meratapi apa yang telah hilang daripada mensyukuri hal-hal yang sudah dipunya dan senantiasa ada.

“Jangan bersedih, sesungguhnya cukuplah Allah bagimu.” (QS. At Taubah: 40)

Keberuntungan dan bonus pencapaian diri πŸ“–
Lucky, nama yang juga sebagai doa ayah ibuk agar saya selalu dikelilingi dengan keberuntungan dan kebaikan. Kebaikan yang beragam sekali wujudnya. Bersyukur sekali tahun lalu mendapat keberuntungan untuk mencicipi label juara dalam beberapa lomba blog. Pun bisa mengikuti konferensi ilmiah di negeri sakura, negeri yang sejak lama ada dalam list negara yang ingin saya kunjungi.

Bonus plus plus, alhamdulillah πŸ₯°
Bonusnya lagi bisa dapat best oral presentation sembari liburan tipis-tipis dari kehidupan lab. Sungguh nikmat Allah mana lagi yang saya dustakan? Alhamdulillah semuanya sungguh nikmat, termasuk proses dan perjuangannya πŸ₯°

Banyak yang bilang keberuntungan datang bersamaan dengan kesiapan, yap siap untuk mendapat keberuntungan. Memang begitu? Yang pastinya saya percaya apapun yang didapatkan saat ini adalah tanda sayang Allah pada kita, Masya Allah. Allah Maha Baik ❤️

Self-reward dan mencoba banyak hal baru
Sebagai upaya realisasi lebih cinta ke diri sendiri, sekarang saya juga lebih sering memberikan self-reward dengan hal-hal sederhana yang saya suka. Mulai dari mood booster jajan ke kedai es krim, cooking time saat sudah penat dengan kerjaan, beli pernak-pernik lucu untuk hadiah diri sendiri πŸ˜…plus tahun ini juga pengen lebih banyak ngeblog lagi. Lebih konsisten menulis dan mengabadikan momen dalam tulisan. Meskipun semi-semi curcol πŸ˜…

Jalan-jalan juga sebagai bentuk self-reward 😁
Baca juga: 

Self-reward ini saya rasa penting sebagai upaya apresiasi pada diri sendiri. Seringkali tanpa disadari kurangnya apresiasi bisa memicu turunnya motivasi. Apalagi lingkungan sekitar dikelilingi dengan orang-orang yang minim apresiasi dengan tingkat kompetisi tinggi, wah bisa-bisa muncul depresi πŸ˜… Self-reward ini bisa jadi cooling down diri sendiri. Apresiasi paling sederhana biar diri ini terus bertahan dan berjuang. Kalau diungkapkan semacam "Well done, kamu hebat!"

Selain lebih sering memberikan self-reward, saya juga banyak mencoba hal baru serta pergi ke tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi. Tahun lalu pertama kalinya saya ikut kegiatan volunteering di Busan untuk bersih-bersih sekitaran pantai Gwanggali. Bersyukur juga punya kesempatan buat explore tempat-tempat di Korea. Mulai dari yang hits, sampai yang saya gak pernah membayangkan bisa kesana. Kemanakah itu?

Baca juga:
μš°λ¦¬λ΄‰μ‚¬λ‹¨, 화평!  ❤

Naik gunung, eh bukan gunung kali ya. Mungkin lebih pas dibilang bukit karena sebenernya juga tidak terlalu tinggi. Namun karena dasarnya ayas bukan anak rajin yang suka mendaki yaah bukit juga berasa gunung πŸ˜…Tahun lalu alhamdulillah bisa realisasi year end trip ke tongyeong sebagai penutup tahun yang begitu berkesan. Semoga sesegeranya bisa membagi cerita di kontemplasi asa ya, malas ini sungguh terlalu πŸ₯Banyak sekali draft postingan  yang belum terselesaikan πŸ˜…

#momenttoremember πŸ™…
Oiya ada cuplikan perjalanan ke tongyeong yang sudah di upload ke youtube sama mbak elok, check this out ya 😁

Last but not least, senang sekali tahun 2019 kemarin juga berkesempatan mengajak jalan-jalan lab mates saya di Korea untuk menikmati Jogja. Alhamdulillah mereka senang sekali dan plan buat main lagi ke Indonesia, pengennya pas ayas nikahan tapi belum tahu kapan πŸ˜… mohon doanya saja yess 🌻

Jogja selalu istimewa (Sept, 2019)
Sebagai penutup kontemplasi, syukur berlebih harus selalu disampaikan untuk 2019 yang begitu ajaib. Istimewa dengan semua pelajaran hidup yang diberikan. Semoga tahun 2020 bisa terus memperbaiki diri jadi lebih-lebih baik lagi. Aamiin ❤️

Terima kasih 2019 yang begitu ajaib ❤️
Sekian curhatan panjang kali ini. Selamat menikmati minggu 🌻

Saturday, January 4, 2020

Rawat kulit wajah sehat berseri dengan Garnier Micellar Water

Merawat kulit wajah menjadi sebuah keharusan yang dilakukan setiap orang, khususnya saya dan para wanita lainnya. Tidak terkecuali para pria yang juga concern dengan kesehatan kulit wajahnya. Salah satu yang bisa dilakukan untuk merawat kesehatan kulit wajah adalah dengan memperhatikan kebersihannya. Terutama yang menggunakan make-up sebagai kebutuhan pokok setiap harinya. Jelas sekali harus membersihkannya setiap sebelum tidur. Kulit yang sehat menjadi pendukung terbesar kecantikan yang terpancar.

Pentingnya merawat kulit wajah agar selalu sehat berseri (photo credits: garnier.co.id)
Oh iya, memangnya kenapa sih harus rajin membersihkan wajah?
Eits, tidak perlu ditanya kan yaahh. Malas membersihkan wajah sebelum tidur bisa membuat kulit kering karena makeup dapat membuat kulit wajah dehidrasi. Hal ini menyebabkan kulit wajah kekurangan kelembaban akibatnya kulit menjadi semakin kering. Dampak lainnya dari malas membersihkan wajah adalah membuat kulit wajah mengeriput dan tampak semakin menua. Kok bisa, sih?

Yap, makeup dan kotoran pada wajah yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan kerusakan dengan merusak lapisan pelindung pada kulit. Selain itu kulit wajah juga bisa timbul kemerah-merahan akibat malas mencuci wajah. Hal ini dikarenakan makeup yang dipakai mengandung bahan-bahan yang bisa menyebabkan iritasi jika dibiarkan tertinggal dalam waktu yang lama. Wah, menakutkan kan ya bahayanya. Makanya harus rajin membersihkan wajah agar kulit wajah tetap sehat dan berseri.

This is my fav! (photo credits: luckycaesar.com)
Pakai apa sih pembersih yang bagus dan aman untuk kulit wajah?
Nah, kalau saya pribadi pakai garnier micellar water yang pink untuk kulit sensitif. Uda pakai sejak tahun 2016 dan berlanjut sampai sekarang. Wah uda lebih dari 3 tahun berarti, setia sekali. Yap, setia karena garnier micellar water sudah sangat membantu sekali dalam merawat kulit wajah saya tetap sehat dan berseri. Apalagi harganya juga ramah di kantong. Makin cocok aja ~

Garnier micellar water ini tidak beraroma dan juga tidak lengket saat dipakai. Praktis sekali, tidak pakai ribet. Bisa jadi solusi jitu untuk yang malas melakukan ritual membersihkan wajah sebelum tidur nih. Bagi yang uda jadi pengguna setia macam saya pasti sepakat. Ye, kan?

Sunday, December 22, 2019

#Selftalk Sama-sama Lelahnya

Merasa lelah rasanya menjadi hal yang wajar, tabiat kehidupan di dunia, dan semua merasakannya. Belakangan ini berasa sekali lelahnya, atau mungkin hanya jenuh dengan rutinitas yg sama setiap harinya. Kalau kata ayah, kurang variasi.

Jadi, kamu lelah? (photo credits: luckycaesar.com)
Perlu memberikan satu-dua hal berbeda tiap harinya. Biar lebih berwarna, karena kadang jenuh membuat lebih sering lelah daripada kerja ataupun belajar seharian yang emang lebih melelahkan. Lol. Tapi jelas beda kan lelahnya, lelah yang dimaksimalkan dengan banyak pekerjaan dan lelah yang habis di pikiran πŸ€”

Nah,apakah satu-dua hal berbeda itu?
Bukan rahasia lagi, lab-life balance bisa tercapai dengan memadukan hobi bersama pekerjaan wajib. Syukur-syukur kalau pekerjaan wajib yang saat ini dilakukan (juga) merupakan hobi. Jadi tidak berasa gitu kerjanya πŸ˜… 

Kalau suka ngeblog, bisa nge-blog saat jam kantor berakhir ataupun melakukannya saat week-end untuk mengisi waktu luang. Bagi yang suka memasak, bisa juga mencoba resep-resep baru di akhir pekan. 

Bukan resep baru, hanya lagi pengen tempe sama sambel pecel aja sih πŸ˜… so yummy feels like home πŸ˜‹ 
Bagi yang suka tidur? Bisa juga tidur lebih awal πŸ˜… i did this last night, lelahnya sempurna berkurang. Pun merasa lebih fresh bisa bangun lebih pagi. Tidur lebih awal jadi momen langka yang bisa ditunaikan karena saya lebih sering terkena insomnia πŸ’† #mybad 

Intinya, selingi dengan kegiatan ringan yang berbeda dan tentunya menyenangkan. Bisa juga dengan explore tempat-tempat wisata ataupun seharian baca buku favorit. Kalau yang suka bersepeda, naik gunung ataupun ke pantai, gasss lah untuk sejenak refresh pikiran. 

L-lagi L-lagi jalan-jalannya πŸ˜… tapi suka ❤️
LEME squad!

Temen jalan yang cukup suka hal tak pasti. Karena yang pasti tiap hari harus makan πŸ˜…

Ayas mah tipe-tipe yang gampang habis tenaga kalau jalan, jadi spend all day at home lebih berhasil charging energi daripada jalan-jalan panjang yang melelahkan. Yah meskipun harus tetap jalan juga untuk merangkai kenangan lain, kan? πŸ˜‚ #lol #gakkonsisten 

Selain melakukan hobi bisa juga mengisi waktu luang dengan datang ke kajian ilmu sekaligus menyambung silaturahmi dengan teman-teman yang lain. Charging dalam bentuk yang lain lagi 😁

Bersama bu-ibu dan mbak-mbak Humairah ❤️
Memang tidak ada garansi "tidak akan lelah", pasti melakukan hobi pun juga lelah. Tapi lelahnya beda, lelah yang puas bahagia. Bekerjapun begitu, lelah dalam kebaikan karena melakukan hal bermanfaat untuk diri sendiri (upgrade skill secara tidak langsung), keluarga dan juga perusahaan/instansi tempat bekerja. Lelah-lelahlah dalam kebaikan, dan semoga lelahnya lillah, aamiin πŸ˜‡

After all, mau berbuat baik, lelah, Pun berbuat jahat juga lelah. Sama lelahnya, antara beribadah, berbuat baik, atau lelah untuk jalan maksiat. Sama lelahnya.

Yuk bisa renungkan sejenak. Mau lelah untuk hal yang sia-sia, mau lelah untuk hanya bersenda gurau, atau  justru mau berlelah-lelah ibadah di jalan Allah. Sama lelahnya, cuma bedanya yang satu lelahnya akan dibalas dengan kebaikan dunia dan akhirat, dan yang satu lelahnya hanya diakhiri dengan penyesalan.

Udah gitu aja, selamat menikmati lelah!
Jadi, bagaimana lelahmu? Jangan lupa refresh sejenak juga ya. Biar lelahnya gak kebanyakan πŸ˜… Selamat menikmati akhir pekan, minggu akan habis dalam hitungan jam. AdiΓ³s! 🌻

Monday, December 16, 2019

Perhatikan 4 Hal ini Saat Hendak Memilih Asuransi

Keluarga haruslah mendapatkan perlindungan terbaik. Saya rasa semua orang tentu punya pemahaman yang sama mengenai hal tersebut. Nah, salah satu perlindungan yang dapat diberikan adala memilih dengan tepat asuransi untuk keluarga. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika ingin memilih produk asuransi yang akan digunakan. Kali ini saya ingin berbagi informasi mengenai 4 pertimbangan yang harus dilakukan agar mendapatkan asuransi terbaik. Apa aja sih, ya? Yuk, simak ~ 

Pentingnya memilih asuransi kesehatan terbaik untuk keluarga ~ (photo credits: freepik.com)
Well, ada beragam hal yang harus dipertimbangkan agar mendapatkan asuransi kesehatan yang bagus. Berikut adalah 4 beberapa diantaranya yang telah berhasil dikumpulkan:

1.      Jaringan rumah sakit luas
Semakin banyak rumah sakit yang menjalin rekanan pada suatu pihak asuransi, maka akan semakin mempermudah pula proses klaim yang diajukan. Tentu ini adalah hal yang sangat penting untuk dipertimbangkan.

2.      Kemudahan pengajuan klaim walaupun bukan rumah sakit rekanan
Ada beberapa asuransi yang memberlakukan pengajuan klaim walaupun tidak berada di rumah sakit rekanan. Tentu hal ini sangatlah bagus, terkhusus para nasabah yang mungkin daerah tempat tinggalnya cukup jauh dengan rumah sakit rekanan dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit terdekat karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan.

3.      Pembayaran premi mudah dan cepat
Hampir semua pembayaran premi saat ini tanpa menggunakan uang secara fisik. Cukup dengan pengiriman uang melalui jaringan bank maupun auto debet, semua pembayaran dapat dengan mudah dilakukan. Jadi, pastikan menggunakan produk asuransi dengan sistem pembayaran premi yang mudah ya, supaya tak perlu ribet-ribet ~

4.      Berpengalaman di bidang penyedia jasa asuransi dan telah dipercaya
Pengalaman yang sangat lama membuktikan jika penyedia jasa asuransi telah mengalami beragam permasalahan dan tentunya menjadi lebih profesional dalam menjalankan pekerjaannya, yaitu melayani nasabah asuransi. Semakin banyak pengalaman juga menandakan jika perusahaan asuransi tersebut sangat dipercaya oleh nasabah karena telah dibuktikan dengan rekam jejak dan perusahaan yang masih tetap berdiri dengan kokoh.

Keempat poin dalam memilih asuransi keluarga tersebut dapat digunakan jika membuat polis asuransi di Generali. Kok bisa ya? Mengapa demikian? Nah, berdasarkan informasi yang berhasil saya dapatkan melalui situs resminya, yaitu generali.co.id, ternyata perusahaan asuransi tersebut merupakan bagian dari Generali Group yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Eropa dan telah memiliki beragam track record yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. Bahkan di Eropa, perusahaan tersebut telah dipercaya sebagai penyedia produk asuransi andalan yang terkemuka.

Oiya, kabarnya lagi saat ini Generali Indonesia juga sudah mengantongi empat penghargaan bergengsi. Apabila bergabung dengan asuransi kesehatan Generali, maka banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Waah asikk kan, yuk deh segera buat polis asuransi keluarga di Generali atau kalau mau kepo-kepo lebih lanjut bisa kunjungi situsnya untuk mengetahui lebih lanjut mengenai produk asuransi Generali. Tabs kan, hap-hap!

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES