Sunday, November 27, 2016

Kisahku bersama Universitas Airlangga, Dari Olimpiade Matematika Hingga Kreasi Kostum Daur Ulang Sampah

Hidup sekali, harus berarti. Mantra yang sangat ampuh bagi saya ketika mulai malas berjuang, malas mengembangkan diri ataupun malas menyelesaikan deadline pekerjaan yang serasa tidak ada habisnya. Hidup sekali, jadilah bermanfaat untuk diri sendiri dan sekitar. Selalu mudah mengucapkannya, untuk melaksanakannya butuh niat dan tekad yang kuat. Salah satu jalan yang saya lakukan untuk mewujudkannya adalah konsisten dalam mengembangkan potensi diri.
Sejak duduk di bangku sekolah dasar saya sudah membiasakan untuk menguji kemampuan diri (Baca juga: Karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama #mudabikinbangga). Menekuni apa yang menjadi passion saya, lalu mengujinya melalui kompetisi ataupun perlombaan.

Perjuangan Menaklukan Soal Olimpiade Matematika Universitas Airlangga
Pada masa biru putih alias SMP, saya begitu suka mengutak-utik angka. Meskipun bukan golongan orang yang sangat cerdas dibidang itu, angka membuat saya merasakan banyak hal baru, khususnya di bidang olimpiade. Saat awal-awal berkecimpung di dunia olimpiade, saya beberapa kali berpikir untuk menyerah ketika gagal dalam seleksi. Satu-dua kali lolos,  membuat optimisme saya untuk belajar lebih cerdas dan tekun lagi meningkat. Saya bahkan sampai hafal dengan jadwal-jadwal seleksi olimpiade yang diadakan oleh beberapa universitas terkemuka, salah satunya adalah olimpiade matematika yang di selenggarakan oleh Universitas Airlangga, Surabaya.

Awal mula mengikuti olimpiade matematika yang diadakan oleh Universitas Airlangga adalah saat tahun pertama SMP, yaitu tahun 2006, tepatnya saat saya baru mulai pembelajaran kelas 7. Pertama kali ikut, banyak pelajaran yang saya dapatkan. Mulai dari atmosfer olimpiade yang sangat berbeda dengan saat olimpiade IPA sekolah dasar (SD) serta variasi soal olimpiade ada beberapa yang baru dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memecahkannya. Tahun pertama ikut saya hanya sampai peserta, namun bersyukur karena perlombaan yang diadakan adalah tingkat SMP sederajat nasional dan bisa masuk ke 50 besar dari ratusan peserta yang ada se-Karesidenan Madiun. 
Tahun ke-2 SMP, tahun 2008, saya kembali mengikuti olimpiade Matematika yang diadakan oleh Universitas Airlangga. Dari 50 besar, saya masuk ke 30 besar regional Karesidenan Madiun. Ada peningkatan setidaknya, harus lebih keras dan giat berlatih lagi. Kekurangan saya dalam mengikuti olimpiade matematika karena seringkali tubuh tidak dalam kondisi yang maksimal. Selalu begitu, ekspektasi yang terlalu besar justru membuat saya drop duluan. Terlebih kondisi fisik saya memang mudah sekali jatuh sakit 😢 Saya masih punya satu tahun lagi untuk menguji kemampuan saya di bidang olimpiade matematika.
Tahun berikutnya saya mengikuti lagi olimpiade Matematika yang diadakan oleh Universitas Airlangga. Allah Sungguh Maha Baik, memberikan saya kesempatan untuk terus mencoba dan mengembangkan diri. Saya masuk ke tahap perempat final. Dengan membawa harapan besar, saya berangkat ke Surabaya untuk mengikuti seleksi berikutnya. Kali itulah,  pertama kali saya menginjakkan kaki di kampus Universitas Airlangga. Melihat banyak mahasiswa-mahasiswi dengan gagahnya menggunakan jas yang seragam. Dulu saya belum tahu kalau jas seragam itu disebut almamater 😁 Ah, begitu hebatnya menjadi mahasiwa. Pikir saya kala itu 😂
Seleksi semakin ketat, soal juga semakin bikin pusing kepala. Namun tidak masalah bagi saya, saya sudah mengerjakan soal dengan semaksimal mungkin dan belum menjadi rejeki saya untuk membawa piala juara. Saya harus banyak bersyukur sampai di babak perempat final. Masih harus terus belajar dan berlatih banyak soal lagi. Lebih logis dan matematis lagi dalam berpikir 😊

Mengasah Kreativitas Diri dengan Kostum Daur Ulang
Memasuki dunia putih abu-abu, saya sudah jarang mengikuti olimpiade matematika lagi. Lebih mengarahkan diri ke pengembangan kreatifitas diri dan skill dalam dunia kepenulisan dengan mengikuti berbagai perlombaan mading 3D, lukis mural, dan karya tulis. Tahun 2011, saya kembali mengukir cerita bersama Universitas Airlangga. 

Saat itu Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR mengadakan Lomba Daur Ulang Sampah Anorganik dengan tema Create An Excellent Generations by Care On Environment (Baca Juga: Peduli Sampah, Raih Gelar Juara 3 Se-Jatim). Kompetisi tingkat Jawa Timur ini sebagai wadah yang tepat untuk menyalurkan kreativitas saya dan tim. Berawal dari keinginan mengatasi permasalahan sampah plastik yang kian hari kian menggunung jumlahnya, saya bersama tim memiliki ide untuk membuat kostum dari sampah plastik. Kami mengangkat tema keindahan bawah laut untuk kostum yang dibuat. 
Warna-warni Kostum Daur Ulang dari Sampah Bertemakan Keindahan Bawah Laut
Tumbuh di lingkungan asrama membuat kami mudah mendapatkan bahan untuk membuat kostum. Berbekal dari usaha menyebar informasi melalui grup angkatan dan door to door ke masing-masing kamar , kami bisa mengumpulkan plastik-plastik yang dibutuhkan dan sesuai kriteria dalam waktu singkat. Bahan-bahan yang kami gunakan pada kostum haruslah mudah didaur ulang dan tahan lama.

Sebagian besar bahan yang digunakan pada kostum terbuat dari kain perca untuk bagian dalam kostum, kantong plastik, bungkus makanan atau minuman, karung bekas, bungkus detergen serta brosur-brosur yang sudah tidak dipakai lagi. Kostum yang kami buat tanpa menggunakan bantuan mesin jahit sedikitpun alias jahit tangan manual. Pada tahap pembuatan kostum, bahan-bahan dibentuk dan dijahit sesuai dengan desain yang telah direncanakan sebelumnya. Kostum dengan tema keindahan bawah laut ini terdiri dari topi, baju atasan, rok dan sepatu yang merefleksikan keindahan bawah laut. 
Topi Unik berbentuk Udang Laut
Topi didesain dengan bentuk seperti udang laut dengan warna-warni rumput laut sebagai hiasan pendukung. Bahan untuk topi terdiri dari pot bekas yang dihias dengan kertas semen. Kertas semen dibentuk sedemikian rupa menyerupai udang laut. Selanjutnya diberikan hiasan rumput laut dari kain perca dan diberikan hiasan keong, bintang laut, serta kantong plastik yang dibentuk seperti terumbu karang. 

Warna-warni Terumbu Karang pada Baju Atasan 
Baju Atasan ini didesain semenarik mungkin untuk menunjukkan warna-warni keindahan bawah laut. Pada baju atasan ini diberikan hiasan yang menyerupai terumbu karang, keong serta tajamnya batu-batu dasar laut. Setiap bagian hiasan memancarkan keindahan laut yang memesona. 

Rok berhiaskan Kerang dan Terumbu Karang yang Istimewa 
Rok pada kostum ini menambah kesan indah dan sangat menarik dengan kombinasi warna-warni yang dipadukan. Rok dasar terbuat dari karung terigu yang di dalamnya ditopang dengan rangka dari kawat yang dibentuk bersusun. Bagian luar rok dihias dengan kantong plastik yang dibentuk seperti terumbu karang bergelombang dan ditambahkan hiasan kerang. 

Sepatu Berhiaskan Kerang dan Kolase Rumput Laut
Sepatu didesain dengan hiasan kerang dan kolase rumput laut dibagian depan agar lebih elegan dan menarik. Sepatu yang digunakan adalah sepatu bekas yang kemudian direkatkan dengan kain keras dan dimodel seperti sepatu boot. Selanjutnya, sepatu dihias menggunakan kain perca dan kantong plastik dibentuk seperti rumput laut.
Saat Penerimaan Hadiah Lomba Daur Ulang Sampah Anorganik oleh FKM UNAIR 2011
Tampak dari kejauhan warna-warni kostum keindahan biota bawah laut begitu indah dan memesona. Pada kompetisi ini, saya dan tim berhasil memukau juri dan peserta lainnya saat presentasi dan display kostum dengan fashion show yang begitu menarik. Lengak-lengok warna-warni kostum begitu luwes dan menarik perhatian. Kami berhasil membawa Juara 3 dalam kompetisi ini dan membawa pengalaman tidak terlupakan mampu mengubah barang tidak bernilai guna menjadi menarik serta memiliki nilai dan keindahan.
Piala Juara III Lomba Daur Ulang Sampah Anorganik oleh FKM UNAIR 2011
Univeritas Airlangga begitu membantu pengembangan diri saya mulai dari skill eksakta melalui olimpiade matematika sampai skill penuh kreasi yaitu pemanfaatan bahan daur ulang menjadi sesuatu yang berharga. Kisah yang akan selalu terkenang baik dan memberikan nilai penting dalam pengembangan diri saya menjadi lebih baik lagi. Terima kasih Universitas Airlangga atas kesempatannya menciptakan momen penting dalam kisah perjalanan hidup saya. Semoga Universitas Airlangga semakin jaya sesuai dengan jargonnya "Excellence with Morality". 
Selamat Melanjutkan Perjuangan!
Semoga sekelumit cerita kisah perjalanan saya bersama Universitas Airlangga 
dalam pengembangan diri ini bisa memberikan kebermanfaatan untuk yang lain.

Salam, 

Kota Perjuangan
27.11.2016

Friday, November 25, 2016

Cerita Di Balik Nilai Luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Warna-warni pelangi memberikan keindahan yang memesona. Menyejukkan melihat harmonisasi warna yang begitu istimewa. Keberagaman penuh keindahan layaknya warna-warni pelangi, pernahkah membayangkan pelangi hanya terdiri dari satu warna saja?  Tentu tidak akan seindah pelangi yang ada sekarang, tujuh komponen warna berbeda membentuk spektrum warna yang begitu istimewa.

Sama halnya pelangi, keberagaman membawa keindahan dalam kehidupan. Seperti semboyan kebanggaan Negeri ini, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun tetap satu jua.  Memiliki makna mendasar mengenai keberagaman yang bersatu, saling menghargai, saling mendukung satu sama lain untuk mewujudkan kehildupan yang lebih sejahtera dan beradab.

Bhinneka Tunggal Ika mewarnai setiap aspek multidimensional dalam kehidupan sehari-hari mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, ras ataupun agama. Beragam latar belakang pendidikan, budaya,  suku,  ekonomi, ataupun keyakinan tetap bersatu dan saling menghargai satu sama lain. Menerapkan nilai-nilai sesuai dengan lima sila menuju negeri yang sejahtera. Begitu indahnya Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik nyata nilai-nilai luhur Pancasila. 

Pembangunan dan perkembangan teknologi menuju moderanisasi turut memberikan banyak tantangan dalam penerapan Pancasila, apalagi melihat keberagaman masyarakat Indonesia. Mulai dari degradasi moral para generasi muda saat ini sampai dengan ketegangan yang terjadi antar umat beragama akhir-akhir ini. Hal ini sangat bisa dicegah ataupun ditanggulangi agar tidak terjadi dengan berpedoman pada lima sila utama Indonesia "Pancasila" dan kesadaran diri bahwa Indonesia beragam,  heterogen, sehingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika terpatri kuat dalam diri. Yuk simak cerita praktik Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan mengilhami nilai Bhinneka Tunggal Ika 😄
Toleransi Antar Umat Beragama
Indonesia terdiri dari masyarakat dengan beragam agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha ataupun Konghuchu. Sesuai dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap masyarakat Indonesia merdeka untuk memeluk agama dan melaksanakan ibadah sesuai kepercayaannya masing-masing. Beragam keyakinan yang ada menjadikan beragam peraturan dan tentunya kebiasaan sesuai dengan agama masing-masing. 

Keberagaman yang ada memberikan keindahan dengan toleransi, membina kerukunan antar umat beragama. Seperti yang diajarkan pada agama masing-masing, tentunya setiap agama mencintai kedamaian, kebersamaan, dan keindahan saling berbagi bahagia satu sama lain. Bhinneka tunggal ika, beragam agama yang ada namun tetap satu jua mewujudkan negeri yang sejahtera. 

Berbagai praktik toleransi antar umat beragama terjadi di kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya terjadi di masyarakat kabupaten Bojonegoro, khususnya di Desa Kolong, Kec. Ngasem. Masyarakat di desa tersebut saling bergotong royong dalam membangun tempat ibadah. Tidak hanya itu, masyarakat juga saling menghormati dan menghargai dalam perayaan bersama hari besar keagamaan dan ritual kematian antar umat beragama. 

Masyarakat Kampung Kristen Dusun Kwangenrejo, Desa Leran, Kec. Kalitidu di Kabupaten Bojonergoro pun juga menerapkan nilai toleransi antar umat beragama dengan mengadakan buka bersama saat Bulan Ramadhan dengan masyarakat muslim. Tidak hanya itu, masyarakat juga membentuk kepanitiaan bersama untuk takbir keliling. Para masyarakat minoritas muslim demikian sebaliknya ikut menjadi panitia bersama dalam kegiatan sosial di gereja.  

Praktik toleransi antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan yang ada di sekitar saya sehari-hari. Saya tumbuh dan berkembang di lingkungan dengan beragam agama sejak kecil. Pada masa-masa perkuliahan 3 tahun terakhir dan tergabung dalam volunteer ITS International Office saya memiliki banyak sahabat bahkan sudah seperti saudara sendiri dari agama yang berbeda-beda. Saya memandang perbedaan sebagai suatu yang indah dengan saling menghormati satu sama lain.
Bermain Games dengan warga Dusun Rowo Terate, Malang

Senam Bersama dengan warga

Bersama dengan volunteer lainnya yang tergabung di ITS International Office, kami melakukan kegiatan sosial di Dusun Rowo Terate, Malang. Dusun tersebut mayoritas masyarakatnya beragama Kristen dan Katolik. Pemandangan yang baru awalnya bagi saya karena muslim sebagai minoritas. Namun saya melihat masyarakat tetap hidup saling menghargai seperti layaknya kampung lainnya saat muslim menjadi mayoritas. Selama kegiatan sosial disana, kami tidur di rumah warga dan diterima dengan sangat baik. Mereka juga menyediakan tempat dan waktu untuk saya dan volunteer yang lainnya menjalankan ibadah.
Merayakan Lomba Balap Karung dengan warga

Saya bersama volunteer lainnya yang diberikan tempat bermalam dan diterima baik oleh salah satu warga setempat
Beberapa minggu yang lalu, pada peringatan hari anak universal,  saya juga melihat begitu indahnya toleransi antar umat beragama dalam mendukung perlindungan anak dan menolak aksi kekerasan pada anak-anak (Baca juga: Meriahnya Peringatan Hari Anak Universal 2016 - Stop Child Abuse!). Pada acara tersebut, para pemuka agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu melakukan doa bersama sesuai dengan agama masing-masing dengan satu tujuan terwujudnya kehidupan anak-anak yang bebas dari kekerasan dan penuh kebahagiaan, kasih sayang dan kesempatan mengembangkan diri. 
Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan
Setiap masyarakat Indonesia memiliki hak sama di depan hukum atas perlindungan hukum yang sama, kebebasan, serta pengakuan atas persamaan derajat.  Praktik penerapan sila ke-2 Pancasila ini lebih pada bidang sosial dan kemanusiaan. Setiap manusia terlahir dengan jiwa kemanusiaan dan sosial masing-masing. Saling menolong dan meringankan beban orang lain telah menjadi naluri manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup tanpa sosialisasi dan keberadaan yang lainnya.  

Terdapat banyak program yang menerapkan makna menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Beberapa contohnya adalah kegiatan donor darah yang sering diadakan setiap bulannya, bakti sosial ke kampung-kampung yang membutuhkan dan kegiatan sosial di panti asuhan. Masyarakat di daerah Kabupaten Bojonegoro juga mengadakan program EBAGA (Evakuasi Banjir Bahagia). Masyarakat saling gotong royong menyediakan logistik dan bantuan pangan untuk para pegungsi. Indahnya gotong-royong membantu sesama.  

Bersatu Kita Teguh,  Bercerai Kita Runtuh
Bersama-sama membawa perubahan, tercerai berai menimbulkan perpecahan. Begitu pentingnya makna persatuan dalam menciptakan perubahan besar untuk bangsa. Menumbuhkan kecintaan pada bangsa dengan memaknai sumpah pemuda dapat meningkatkan nilai persatuan yang ada.  Selain itu, penerapan makna nilai Persatuan Indonesia menyarankan adanya unsur pemersatu diantara masyarakat baik secara individu ataupun golongan. Saling bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

Sebagai contoh praktik nyata yang memperkuat persatuan masyarakat Indonesia adalah partisipasi masyarakat dari Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, salah satu daerah di Kabupaten Bojonegoro, dalam pengumpulan dana rukun kematian. Selain itu, warga muslim Desa Pajeng juga melakukan aktivitas ibadah dalam satu masjid (NU-Muhammadiyah) untuk mempererat kerukunan pemuka agama.

Musyawarah menuju mufakat
Musyawarah (berembug - diskusi) dalam pengambilan keputusan  ataupun pemecahan masalah hingga mendapatkan kata mufakat atau kesepakatan bersama. Penerapan sila ke-4 "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan" adalah tidak dibenarkan dari kita melakukan penyelesaian masalah ataupun pengambilan keputusan berdasar atas inisiatif sendiri sehingga mengganggu kebebasan orang lain. 

Setiap dari masyarakat Indonesia berhak untuk menyampaikan pendapatnya, berpartisipasi dan ikut serta dalam pemerintahan. Penerapan sila ini mengedepankan pengambilan keputusan secara musyawarah bukan pada suara mayoritas dan mempertanggungjawabkan setiap hasil keputusan musyawarah secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Praktik nyata sila ke-4 pada masyarakat Kabupaten Bojonegoro dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu Dialog Publik, terdapat aplikasi lapor, terbentuknya wali amanah desa, serta membentuk perkumpulan GDSC (Gerakan Desa Sehat Cerdas).

Setiap masyarakat berhak atas keadilan dan kesejahteraan
Asas keadilan tercermin dalam sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Keadilan disini ditujukan bagi kepentingan umum, tidak apa pembeda ataupun diskriminasi antar individu. Setiap masyarakat memiliki hak jaminan sosial, mendapatkan pekerjaan serta perlindungan.

Salah satu praktik pelaksanaan sila ini dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro tepatnya di Desa Pajang, Kec. Gondang dengan mendirikan koperasi simpan pinjam untuk mengelola simpan pinjanm warga desa. Selain itu, masyarakat desa Pajeng juga mempunyai lumbung padi "Lumbung Pangan Kemakmuran" untuk menjaga kestabilan pangan masyarakat daerah (Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bangun 20 Lumbung Padi).

Praktik nyata lainnya dalam melaksanakan makna sila ke-5 ini adalah adanya dana abadi migas dan perlindungan potensi lokal oleh masyarakat dengan keterlibatan masyarakat dan perusahaan lokal dalam supply chain industri migas.

Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mengilhami Bhinneka Tunggal Ika tentu bukan hal yang mudah. Namun juga bukan hal yang susah. Saya ada beberapa tips nih yang bisa menjadi pedoman dalam menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Yuk simak lebih lanjut 😁
Hidup adalah tentang berbagi kebermanfaatan
Berbagi kebermanfaatan adalah salah satu jalan untuk berbagi bahagia, menjadi berguna ataupun meringankan beban orang lain. Sebisa mungkin membagi apa yang dimiliki dengan orang lain bisa menumbuhkan jiwa sosial dan kemanusiaan. Berbagi kebermanfaatan juga bisa menjadi jalan berbagi bahagia dan bentuk syukur atas apa yang dimiliki.

Waspadai Provokasi - Bijak dalam menggunakan teknologi
Perkembangan teknologi khususnya media informasi menjadi kemudahan dan juga tantangan dalam pelaksanaan praktik sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kebijaksanaan dalam penggunaannya justru menjadi dasar untuk meminimalisir segala dampak negatif yang akan ditimbulkan. Selalu berpikir sebelum berbicara dan bertindak 😁 Sekelumit pemikiran saya mengenai penggunaan media sosial, pengaruh yang ditimbulkan serta tips bijak dan cerdas dalam menggunakannya bisa dibaca disini

Bersatu - Bergerak Bersama Membawa Perubahan Besar
Bergerak bersama untuk kebaikan memberikan pengaruh lebih besar dibanding dengan bergerak sendirian. Untuk menerapkan Pancasila dengan pengaruh lebih besar bisa dengan mengikuti perkumpulan atau komunitas, bisa di bidang pendidikan, kemanusian ataupun bidang sosial lainnya.

Beberapa tahun yang lalu saya tergabung bersama ITS Education Care Centre (IECC) melakukan kegiatan sosial IECC for Indonesia di salah satu pedalaman yaitu Dusun Kepetingan, Sidoarjo. Berbagai rangkaian kegiatan sosial kami lakukan disana seperti mengajar adik-adik SD, membuat perpustakaan dan berbagi ilmu dengan masyarakat setempat (Baca juga: Setahun Lalu, Bahagianya Berbagi dalam IFI 2013)

Makna "Sumpah Pemuda" Terpatri dalam Jiwa
Sumpah pemuda memiliki makna dan arti mendalam dalam diri saya. Memiliki tempat sendiri, tentunya. Selalu bangga menjadi orang Indonesia. Negeri ini memiliki banyak hal untuk dikagumi, dicintai dan dibanggakan. Sumpah pemuda yang terpatri dalam jiwa akan menjadi dasar untuk terus melakukan yang terbaik, menjadi kebanggaan negeri hingga ke seantero penjuru dunia dan garda terdepan bersama generasi Indonesia lainnya mewujudkan perubahan berarti untuk negeri ini (Baca Juga: Sumpah Pemuda = Bhinneka Tunggal Ika).

Bhinneka Tunggal Ika - Kini, Esok dan Selamanya
Mengilhami makna Bhinneka Tunggal Ika, semakin mencintai keberagaman dan perbedaan yang berkembang di masyarakat. Keberagaman yang ada jika bersatu padu, adanya toleransi satu sama lain serta berbagi kebaikan dalam persaudaraan akan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tentram dan sejahtera.
Kelima sila dalam Pancasila sejatinya adalah dasar yang menaungi setiap hak-hak yang dimiliki oleh  masyarakat Indonesia. Dapat dikatakan bahwa Pancasila memayungi Hak Asasis Manusia (HAM) melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila yang ada. Praktik pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membawa kebaikan, kesejahteraan hidup, persatuan serta terbinanya kerukunan di lingkungan masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Semboyan bhinneka tunggal ika yang terpatri kuat dalam diri juga mendukung praktik pelaksanaan Pancasila mulai dari tingkat lokal, nasional sampai dengan mancanegara.

Tahun ini perayaan Festival HAM 2016 memiliki tema "Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal" yang akan diselenggarakan di Bojonegoro pada tanggal 30 November - 2 Desember 2016. Pada tahun-tahun sebelumnya Festival HAM diadakan di Jakarta,  namun untuk tahun ini Bojonegoro mendapatkan kehormatan dan terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara festival.  Hal ini tidak lepas dari komitmen dan keberhasilan Bojonegoro mewujudkan kota ramah HAM dan sebagai daerah percontohan Open Government Partnership (OGP).

Festival HAM 2016 ini memiliki tujuan utama untuk membumikan Pancasila dalam implementasi kehidupan rakyat Indonesia. Khususnya dalam tingkat lokal yaitu kehidupan masyarakat sesuai dengan tema yang diusung. Penerapan nilai-nilai luhur Pancasila yang ada sudah tentu sebagai usaha nyata untuk penegakan nilai-nilai HAM.
Festival HAM 2016 (Sumber Gambar
Hidup bukanlah sebuah kebetulan, namun pantulan dari tindakan yang kita lakukan. Hidup juga bukan melulu tentang teori namun lebih ke aksi nyata diri. Mulai wujudkan perubahan untuk negeri dengan pedoman nilai-nilai luhur Pancasila. Semangat berubah, semangat berbenah. Indonesia butuh aksi, bukan hanya teori ataupun sekedar janji-janji.
 Rawe-rawe rantas
Malang-malang putung
Terapkan Pancasila para generasi berkualitas
Mewujudkan Indonesia menjadi Negeri yang agung

-----
Referensi Pendukung:  

Monday, November 21, 2016

Meriahnya Peringatan Hari Anak Universal 2016 - Stop Child Abuse!

Malam minggu kali ini sangat berkualitas bagi saya. Setiap mendapat kesempatan menghabiskan waktu untuk hal bermanfaat selalu membuat mood diri pada level sangat baik 😁😂 Sabtu malam lalu (19/11), saya menghadiri acara peringatan hari anak universal atau banyak yang menyebutkan hari anak sedunia diadakan di Gedung Robotika, ITS Surabaya. Mendapat kabar mengenai acara itu baru H-1 jam,  tapi tetap cuss aja deh. Betapa tidak asiknya sabtu malam ngedate sama laptop dikosan 😂

Acara dimulai sekitar pukul 8 malam dan dihadiri oleh beberapa tamu penting yaitu, Bu Sinta Nuryah Abdurrahman Wahid (Istri Mantan Presiden Gusdur), Bapak Syaifullah Yusuf (Wagub Jatim), Bapak Joni Hermana (Rektor ITS-Tuan Rumah), Konsulat Jendral Amerika, Konsulat Jenderal Jepang, Pemuka Agama mulai dari Islam-Kristen-Katolik-Konghucu-Budha-Hindu, komunitas peduli anak yang ada di Surabaya ataupun Jawa Timur serta bapak/ibu guru SD/MI undangan di Surabaya. 
Pembukaan Acara Peringatan
Hari Anak Universal 2016
Peringatan Hari Anak Universal ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak, hak-hak anak untuk mendapatkan kebahagian, kasih sayang serta kesempatan untuk mengembangkan potensi diri sebagai generasi penentu masa depan dunia. Peringatan hari anak universal diperingati setiap tanggal 20 November merupakan refleksi dari bentuk keprihatinan banyaknya kasus kekerasan atau bahkan kematian yang terjadi pada anak-anak diakibatkan oleh kelalaian orang dewasa. Tentunya kelalaian ini beragam bentuknya baik langsung ataupun tidak langsung, perilaku atau keputusan, yang tentunya memberikan dampak buruk pada aak. Mulai dampak mental atau bahkan dampak fisik. 

Begitu banyak kekerasan pada anak yang terjadi akhir-akhir ini menurut saya. Mayoritas yang terjadi adalah kekerasan seksual pada anak-anak oleh orang dewasa. Miris sekali ketika mendengar banyaknya pelecehan seksual yang korbannya adalah anak-anak. Hmmm, sudah sedemikan rusaknya kah moral orang dewasa saat ini hingga marak sekali pelecehan seksual pada anak-anak? Padahal mereka berkah atas kebahagian, rasa aman, dan kasih sayang sehingga pertumbuhan mental dan fisiknya bisa sesuai dengan seharusnya. Kok jadi sedih 😢Kembali ke peringatan hari anak universal deh biar moodnya baik 😁 

Acara peringatan hari anak universal dibuka dengan semangat meraih mimpi melalui lagu laskar pelangi dibawakan oleh Troy (Club Athletic) yang juga berkecimpung di dunia seni musik. Salah satu lagu favorit saya, jatuh cinta sejak pertama kali mendengar melalui film laskar pelangi. 

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah, sampai engkau meraihnya
- cuplikan lagu Laskar Pelangi

Keceriaan, tawa canda, masa kecil yang indah, kegembiraan penuh kenangan bersama sahabat serta semangat untuk menggapai mimpi menjadi hak setiap anak di dunia. Setiap anak-anak di belahan dunia manapun berhak untuk mendapatkan kebahagiaan, bukan kekerasan. Stop child abuse! Tagline dalam acara peringatan hari universal anak ini sebagai bentuk dukungan menolak aksi kekerasan pada anak-anak. 

Setelah opening lagu laskar pelangi, saya dibuat terharu juga dengan kemauan dan tekad luar biasa untuk terus belajar-mengembangkan diri serta tidak menyerah dengan kondisi yang ada. Acara dibawakan oleh dua orang MC, salah satu MC adalah seorang tunanetra. Alfian, satu-satunya mahasiswa tunantetra dari Unair, jurusan antropologi yang sungguh berhasil membuat saya terharu. Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama dan tentunya setiap dari mereka berhak memutuskan untuk mengambil keputusan maju atau menyerah dengan keadaan. Keadaan tidak akan mampu mengalahakan semangat dan tekad diri untuk menjadi bermanfaat, berkembang, ataupun berprestasi. 

Pada rangkaian acara malam ini juga dimeriahkan oleh penampilan paduan suara dari St. Stefanus, Orchestra POS (Perkumpulan Olah Seni) Surabaya, dan juga penampilan spesial sendratari dari anak-anak lereng bromo. Ah masih kecil sudah jago nyanyi, main musik, menari dan bermain drama. Masa anak-anak bagi saya memang masa paling mudah untuk belajar, menyerap banyak ilmu. Masa anak-anak adalah masa penuh imajinasi sehinga bisa mengembangkan kreatifitas dengan semaksimal mungkin. Jadi rindu bahagia dan indahnya masa kecil dulu 😁
Penampilan Choir St. Stefanus
Sendratari Anak-anak Lereng Bromo
Penampilan dari Perkumpulan Olah Seni Surabaya (POSS) 
Setelah performance memukau dari anak-anak yang multitalenta, saya juga terpesona dengan keberagaman yang ada. Ini baru Indonesia, ucap saya berkali-kali dalam hati. Indonesia memang harusnya begini. Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi semboyan bangsa ini tersirat dalam ritual doa bersama dalam acara ini. Berbeda-beda namun tetap satu jua. Berasal dari beragam agama, ras dan budaya yang ada namun tetap saling toleransi, mendukung dalam kebaikan, berjuang bersama mewujudkan kesejahteraan,  menuju keberadaban. 
Ritual doa bersama dilakukan oleh para tokoh agama sesuai dengan agama masing-masing. Berdoa dengan tujuan yang sama yaitu kesejahteraan dan kebahagiaan untuk anak-anak di seluruh dunia. Harapan agar tidak ada lagi kekerasan yang terjadi pada anak-anak. Harapan untuk anak-anak agar selalu mendapatkan kebahagiaan, keceriaan, kasih sayang, dan tentunya mendapatkan dunia mereka, dunia anak-anak. Bukan dunia anak-anak yang dipaksa beralih menjadi dunia orang dewasa. 
Selain rangkaian ritual doa bersama oleh para tokoh agama, juga dibacakan surat anak untuk dunia. Surat yang begitu menyentuh. Anak-anak berhak bahagia, anak-anak berhak mendapatkan kesejahteraan, karena mereka penerus cerita kehidupan ini! Surat anak untuk dunia ini dibacakan dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Cina dan Bahasa Inggris.
Pembacaan Deklarasi
Sebelum acara ditutup, Bu Sinta Nuryah Abdurrahman Wahid membacakan deklarasi masyarakat Indonesia yang berisi menentang segala bentuk kekerasan dan penyalahgunaan anak-anak. Stop Child Abuse! Berikan kasih sayang dan dunia kebahagiaan untuk anak-anak! 

Peringatan Hari Anak Universal juga dilanjutkan dengan acara Fun Run pada minggu kemarin (20/11). Acara Fun Run ini start dari Gedung Rektorat ITS dan finish di Gedung Robotika ITS. Saya juga turut memeriahkan acara Fun Run ini. “Fun Run For Your Fight” tertulis besar di baliho gerbang utama ITS sebagai bentuk dukungan dalam melawan perilaku ataupun usaha kekerasan yang dilakukan pada anak-anak.
Anak-anak sedang aksi cap tangan 😁
Stop Child Abuse! 👧👦
Fun Run ini dimeriahkan dengan aksi cap tangan pada kain putih panjang sebagai bentuk penolakan aksi-aksi kekerasan yang sangat marak dilakukan pada anak-anak. Sungguh sangat berharap aksi kekerasan pada anak-anak bisa lenyap sehingga tidak ada lagi anak-anak yang hidup sengsara, menderita, ataupun mengalami trauma karena kekerasan.

Selain aksi cap tangan, para peserta Fun Run juga mendapatkan gelang bertuliskan “Stop Child Abuse”, doorprize, konsumsi dan yang paling saya suka adalah es krim gratis. Yummy. Niatnya ikut Fun Run untuk membakar kalori, eh tambah nambah 😂
Selamat Hari Anak Universal 2016
Setiap anak di dunia berhak untuk bahagia.
Stop Child Abuse!

Thursday, November 17, 2016

STAEDTLER Pensil Terbaik Untuk Anak – Dulu, Kini dan Nanti Selalu di Hati

Staedtler (memang) pensil terbaik untuk anak. Bagi saya, Staedtler selalu mengingatkan masa-masa penuh kreativias dan imajinasi saat kecil. Bermain dengan warna, menghubungkan garis, membuat coretan mulai dari sederhana hingga beragam menjadi kegemaran saya sejak kecil. Mengikuti perlombaan mewarnai, menggambar atau bahkan melukis bahkan sudah menjadi hobby atau kebiasaan. Saya terlalu cinta dengan warna, imajinasi, dan karya seni. Staedtler teman setia saya sejak kecil. Mulai dari membuat sketch, Staedtler membantu saya dengan kemampuan dan keunggulannya dalam setiap goresan yang saya buat. Lebih dari sekitar 1 dekade, Staedtler setia menemani perjalanan saya. Menemani mewujudkan mimpi khususnya dalam berkarya seni. 
Tumbuh dalam era yang semakin modern tetap tidak merubah kebiasaan saya membangun ide dengan mencorat-coret di kertas. Mengembangkan kreativitas sangat susah bagi saya kalau langsung bentuk digital, jadi membutuhkan sketch proses jelas di kertas baru memindahkannya dalam bentuk digital. Dalam proses mengembangkan kreativitas tentunya Staedtler telah berkontribusi banyak, termasuk memberikan ruang ide imajinatif serta kreatif dalam pengerjaan gambar, tulisan ataupun karya seni yang saya kerjakan. 

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka kecil sekali kemungkinannya untuk jatuh cinta. Agar semakin cinta dengan Staedtler yang notabene adalah pensil terbaik sejak dulu, saat ini dan di masa depan nanti yuk simak sejarah lahirnya pensil terbaik yang selalu di hati ini.

Sejarah Staedtler - Pensil Terbaik Dambaan Hati
Pensil Staedtler dibuat pertama kali di dunia pada tahun 1662 oleh Friederich Staedtler. Pada tahun 1683, Friederich Staedtler dinobatkan sebagai Pembuat Pensil Pertama Kali di Dunia. Setelah Revolusi Industri, generasi ke-3 dari Friederich Staedtler, yaitu Johan Sebastian Staedtler meneruskan usaha keluarganya dengan mendirikan Pabrik Pensil Pertama di Dunia yang diberi nama J.S Staedtler pada tahun 1835 yang terletak di Kota Nuemberg-Germany. Hal itu sekaligus ditandai dengan pembuatan pensil warna pertama di dunia (1834) dan diwakili di Pameran Dunia New York tahun 1835.
Dari tahun 1840, J.S Staedtler berpartisipasi pada setiap pameran besar dan selalu bangga memamerkan produk-produknya yang inovatif. J.S Staedtler mendapatkan penghargaan atas kinerja dan kualitas pensil yang luar biasa dan menerima penghargaan dan medali kehormatan di Nuremberg, London dan Paris. Pada tahun 1866, penjualan Staedtler semakin meluas ke beberapa Negara besar, termasuk Austria, Prancis, Inggris, Italia, Rusia, Amerika dan Timur. Pada tahun 1870, Staedtler mampu memproduksi lebih dari 2 juta pensil yang dihasilkan di seluruh dunia. 

Bagaimana dengan pensil Staedtler yang dijual di Indonesia? 
Pensil Staedtler di Indonesia didistribusikan kepada PT ASABA yang telah lama mengembangkan penyediaan alat tulis seperti stationary, copier dan solusi dokumen, manajemen data dan keamanan kantor, perlengkapan komputer, digital printing, survey sistem dan lain-lain. Dalam mendukung pertumbuhan bisnis, PT ASABA telah sukses mengembangkan distribusi pensil Staedtler ke kota-kota besar Indonesia seperti Jakarta (Head Quarter), Medan, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Balikpapan. PT ASABA juga memiliki sub distributor yang luas dan jaringan reseller di kota-kota lain di seluruh Indonesia.

Proses Pembuatan Staedtler - Pensil Terbaik Dulu, Kini dan Nanti
Bagian terpenting dari sebuah pensil adalah Lead atau lebih dikenal dengan mata pensil. Lead terbuat dari campuran antara graphite dengan tanah liat atau clay. Pensil Staedtler yang pertama kali diproduksi adalah Tradition. Seiring dengan berkembangnya teknologi, maka Staedtler membuat pensil terbaik merek Mars Lumograph dengan 7 grade tingkat kehitaman. 
Pasti sudah tahu dong ya Staedtler Mars Lumograph? Yap, pensil andalan dengan kualitas terbaik ini setia menemani sejak bangku sekolah dasar bahkan sampai lulusan perguruan tinggi masih menggunakannya apalagi saat ujian. Staedtler dengan 7 grade tingkat kehitaman terdiri mulai dari H, 2H, 2B, 3B, 4B, 5B dan 8B. 
Pensil Staedtler 2B memiliki tingkat pencampuran yang sempurna antara Graphite dengan tanah liat dibandingkan dengan grade pensil lainnya. Tentunya, pensil Staedtler Mars Lumograph 2B adalah yang paling sering digunakan untuk ujian. 

Kenapa harus Produk Staedtler? 
Pada saat ujian tentunya ada persyaratan alat tulis yang digunakan. Umumnya pensil yang disyaratkan adalah pensil 2B. Nah, pensil Staedtler 2B ini menjadi idaman saya saat musim ujian dengan segala keunggulan yang dimiliki. Satu hal yang perlu diperhatikan saat membeli pensil Staedtler 2B adalah asli atau palsu. Banyak sekali pensil Staedtler 2B yang palsu alias kw dengan harga lebih murah namun jelas kualitasnya jelek. Produk Staedtler 2B adalah pensil terbaik yang memiliki banyak keunggulan dan jelas telah memenuhi standar untuk digunakan ujian.
Pensil Staedtler 2B Mars Lumograph asli memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

Leads Pensil Besar dan Mengkilap 
Apabila dibandingkan dengan pensil merek lainnya, pensil Staedtler 2B Mars Lumograph memiliki lead yang lebih besar dan mengkilap. Lead pensil yang lebih besar dan mengkilap membuat pensil Staedtler 2B Mars Lumograph menghasilkan bulatan lebih cepat, lebih hitam serta dapat terbaca oleh scanner. 

Lulus Test Optical Mark Reader (OMR)
Pensil Staedtler 2B Mars Lumograph telah mendapatkan sertifikat sebagai bukti uji lulus OMR. Pensil kualitas terbaik ini terbuat dari campuran sempurna sehingga membuat hasil tulisan hitam mengkilap dan dapat terbaca oleh scanner. 

Pensil Lebih Nyaman Saat Dipakai
Pensil Staedtler 2B Mars Lumograph asli sangat empuk saat digunakan karena terbuat dari kayu kualitas tertentu sehingga nyaman saat dipakai menulis. Tidak hanya itu, pensil Staedtler 2B Mars Lumographpun tidak mudah patah saat diraut ataupun digunakan. 

Logo Merek Staedtler Besar dan Jelas
Pensil Staedtler 2B Mars Lumograph asli memiliki logo yang jelas dan besar di tengah-tengah. Sementara pensil 2B Mars Lumograph yang tiruan memiliki logo yang kecil dan tidak jelas atau buram. Jadi pastikan jeli dan teliti saat membeli ya, jangan sampai salah beli yang palsu :”

Harga normal untuk Pensil Staedtler 2B Mars Lumograph satu pack sebesar 33 ribu rupiah. Satu pack berisi 12 buah sehingga satu pensil seharga 2.750 rupiah jika beli eceran. Well, untuk harga pensil Staedtler 2B Mars Lumograph yang tiruan alias palsu atau KW dipasaran sekitar 2 ribu rupiah. Jangan sampai salah beli ya guys! :D

Nah, seiring dengan berkembangnya teknologi, saat ini Staedtler mengeluarkan produk baru andalan yaitu Staedtler Noris Triangular. Pensil ini memiliki beberapa keunggulan yaitu berbentuk segitiga sehingga sangat pas digenggam (ergonomis) dan tidak mudah lelah. Pensil terbaik Staedtler Noris Triangular terdiri dari enam pilihan warna yaitu biru, pink, hijau, kuning, putih, dan abu-abu sangat tepat menemani hari-hari belajar dengan keceriaan. 
Kelebihan lain dari pensil Staedtler Noris Triangular ini ditujukan untuk anak yang baru belajar menulis seperti menulis huruf abjad, angka, menulis halus, dan lain-lain. Tagline Staedtler Noris Triangular “Terbaik Untuk Anak” terus berinovasi dalam mengembangkan produknya. Pensil Staedtler Noris Triangular ini juga memiliki karakter-karakter yang unik dan lucu di setiap warnanya. Cocok sekali Staedtler Noris Triangular sebagai pensil terbaik untuk mengasah kreativitas anak serta mengembangkan ruang imajinasi  yang dimiliki.

Staedtler sebagai pensil terbaik juga memiliki beberapa produk pensil warna Staedtler Luna. Pensil warna Staedtler luna merupakan pensil warna bagus dengan kualitas terbaik dan terdiri dari berbagai macam varian yang memiliki keunggulan berbeda-beda. Yuk simak lebih lanjut 😁

Pensil Warna: Staedlter Luna Watercoloured 
Pensil Staedtler Luna Watercoloured memiliki kualitas yang berstandar internasional, warna lebih cerah dan alami, arsiran warna lebih pekat dan aman digunakan oleh anak-anak. Pensil Staedtler LUNA watercoloured terdiri dari berbagai pilihan jumlah warna yaitu 48, 36, 24, 12, dan 12 pendek. Tidak hanya itu, pensil Staedtler Luna Watercoloured juga tersedia dalam bentuk dueto dengan 12 pensil terdiri dari 24 warna.

Pensil Staedtler Luna Watercoloured juga memiliki banyak keunggulan, yaitu memiliki tiga efek mewarnai seperti efek pensil warna, efek crayon dengan mendapatkan bantuan kapas, serta efek cat air dengan bantuan air dan kuas. Sebelumnya, pensil Staedtler luna watercoloured memiliki ciri unik dengan dilapisi ABS (Anti Break System). ABS ini berguna supaya pensil tidak mudah patah. Namun saat ini dengan perkembangan teknologi yang ada, Staedtler mengkombinasikan bahan pensil warna dengan formula ABS sehingga pensil lebih kuat dan tak mudah patah.

Pensil Warna: Staedlter Luna Coloured
Pensil Staedtler Luna Coloured berbeda dengan watercoloured. Pensil warna ini diperuntukan untuk anak yang baru belajar mewarnai (biasanya anak usia 2-9 tahun) dan tidak bisa tercampur dengan air (efek cat air) seperti pensil Staedtler Luna Watercoloured. Pensil Staedtler Luna Coloured juga tidak mudah patah, memiliki mata pensil yang empuk dan mudah dipakai, serta banyak pilihan warnanya. 

Pensil Warna: Staedtler Luna Triangular Coloured dan Watercoloured
Pensil Staedlter Luna Triangular Coloured dan Watercoloured memiliki keunggulan dibandingkan dari pensil warna luna lainnya dari segi bentuk. Bentuk triangular atau segitiga membuat anak lebih nyaman mewarnai dan tangan tak akan mudah lelah. Bentuknya yang ergonomis, membuat pensil staedlter luna triangular coloured dan watercoloured pas ditangan, nyaman digunakan dan semakin mendukung dalam pengembangan kreativitas anak.

Apakah Pensil Staedtler ramah terhadap alam dan lingkungan?
Jawabanya. Absolutely Yes. Pensil Staedtler telah mendapatkan sertifikat FSC (Forest Stewardship Council) 100% Wood. FSC sendiri adalah organisasi internasional non profit, independen yang menggabungkan pandangan dari semua kelompok kepentingan secara demokratis, menetapkan prinsip-prinsip global dan kriteria kehutanan yang bertanggung jawab serta menggunakan prinsip dan kriteria untuk menggembangkan standar pengelolaan hutan yang baik.
Sertifikat FSC 100% wood menunjukkan bahwa produk Staedtler berasal dari hutan yang dikelola dengan baik dan sumber terkontrol lainnya. Wah, selain kualitas unggul dan terbaik pensil Staedtler juga ramah lingkungan :D Semakin cinta deh :*

Terima kasih Staedtler. Pensil Terbaik –Dulu, Kini dan Nanti. Tentunya Staedtler akan menjadi pensil terbaik untuk anak saya di masa depan nanti. Terima kasih Staedtler, satu dekade lebih telah setia menemani saya dan membantu menggapai mimpi. Perjalanan hidup masih berlanjut, Staedtler semoga semakin maju, produknya semakin inovatif dan semakin banyak membantu dalam mengasah kreativitas anak, menggapai mimpi dan mengembangkan imajinasi. 
STAEDTLER Pensil Terbaik Untuk Anak – Dulu, Kini dan Nanti Selalu di Hati
------
Tulisan ini diikutsertakan dalam
Lomba SEO Staedtler 2016 
Yuk, ikut lombanya dan berikan review mengenai
Staedtler Pensil Terbaik Untuk Anak
Semoga Bermanfaat :)
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES