Monday, September 16, 2013

Lagi, malamku terpaku

Mata oh mata. Tak juga terlelap. Walau detik waktu terus menyeret menuju tengah malam. Menjemput esok penuh harap. Dan aku, tetap terpaku. Menghadap layar laptop, dengan suara tv berceloteh - mungkin protes lebih tepatnya karena pikirku dan fokusku hanya padamu. Pada bayang semu yang terus kutunggu. ah aku bosan menunggu, tapi entah kenapa bosanku malam ini tak juga berlalu.

Mungkin, dan jika hanya mungkin. Kamu alasanku. Yang tak pernah mau tahu, aku terus terpaku. Tak beranjak walau sudah berusaha keras mengambil langkah meninggalkanmu. Rasanya ada lem, yang melekatkanku akan memori masa lalu. Masa-masa penuh cerita yang kini tinggal sedih saat mengingatnya. Hiperbola mengenangmu ? aku salah ? ayam saja tertawa ketika aku menanyakan itu. Tak ada yang salah, toh hanya mengenang dalam diam. Biar saja Allah yang tau, beserta semesta dan ayam itu. 

Kamu cukup berlalu, tak perlu menolehku. Aku baik-baik saja. Semangatku menyemangatimu, mata ketigaku terus bersamamu meski kamu tak pernah tau itu. Doaku, semoga kebaikan selalu bersamamu, berjalan beriringan denganmu sebagai penggantiku. Sukses senantiasa memeluk jiwamu, melekat erat dengan bahagia, bersanding bersama rajutan cita-citamu.Yah kamu, pavo-ku. Semoga kamu lekas baik. 

Surabaya, 16-09-2013 . 23:53

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES