Saturday, October 18, 2014

Bincangku pada percaya.

Hai langit, aku baru saja berbincang dengan percaya. Bicara mengenai banyak hal, banyak perubahan. Banyak yang membuatku berfikir ulang, perlu perubahan lebih. Perlu komitmen lebih dan tanggung jawab lebih. Tapi kau tau langit, aku sampaikan satu hal pada percaya. Satu hal yang sering membuat mataku basah. Tak habis pikir dan hanya menghela nafas panjang. Satu hal yang kadang ingin dengan paksa kuhilangkan. Kau tau apa itu, satu hal langit aku sampaikan pada percaya. bahwa pada satu titik puncak. aku menjadi terlalu muak dengan kenyataan yang ada. manusia yang seenaknya, egois dan tak pernah berfikir apa yang dirasakan orang lain bisa tetap hidup dengan bebas. tanpa ada kesedihan sedikitpun. aku muak bahwa sekarang ini banyak setan yang menjelma jadi manusia. ya manusia, yang bahkan hatipun mereka tak punya. 

Friday, October 17, 2014

Hai guys ! Let's join this ^^


Dalam rangka menghadirkan perusahaan StrongBold di Indonesia. StrongBold berusaha mengajak kamu semua untuk ikut terlibat dalam Lomba Menulis Puisi. Ada hadiah total senilai $ 100.000 (+/- Rp. 1 Milyar) untuk mereka yang berhasil menjadi juara.

Mengenai syarat dan ketentuan, kamu bisa baca di tulisan berikut. Yuk, diintip:

1. Lomba terbuka untuk umum.
2. Peserta merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Baik yang berada di Indonesia maupun di luar Indonesia.
3. Naskah puisi ditulis dengan tema bebas (sebelumnya diharuskan dengan tema tertentu, namun agar tidak terlalu terikat peraturan kembali diubah).
4. Naskah merupakan karya asli. Bukan hasil terjemahan juga bukan hasil plagiasi (jiplakan).
5. Salin pengumuman ini di blog kamu atau share di facebook. Kamu bisa pilih salah satu atau dua-duanya. Jika kamu memilih share di facebook, kamu cukup men-tag 5 orang saja. Termasuk akun facebook StrongBold.
6. Diwajibkan add atau ikuti akun facebook StrongBold.
7. Diwajibkan gabung di grup StrongBold Indonesia. Karena pengumuman pemenang akan diumumkan di grup tersebut.
8. Naskah dikirim ke strongboldindon
esia@gmail.com dalam bentuk lampiran/
attachment. Puisi yang dikirim maksimal 3 (tiga) puisi. Cantumkan juga alamat asli kamu di badan email, kalau perlu biodata.
9. Semua puisi yang lolos akan dibukukan dalam bentuk buku cetak.
10. Lomba dibuka mulai 10 - 17 Oktober 2014 pukul 23:59. Pengumuman pemenang diumumkan pada 20 Oktober 2014.

Hadiah:
1. Juara I : $ 50.000,- + 5 eks buku.
2. Juara II : $ 30.000,- + 3 eks buku.
3. Juara III : $ 20.000,- + 2 eks buku.
4. Semua peserta mendapatkan e-sertifikat dan bonus lagu kualitas premium seharga $ 0,99.

CATATAN: Facebook dengan nama dan foto samaran tidak dipermasalahkan, yang penting alamat email dan alamat rumah merupakan alamat asli.

Facebook StrongBold: https://www.facebook.com/profile.php?id=100006296179308

Grup StrongBold Indonesia: https://www.facebook.com/groups/767043423352785/?ref=ts&fref=ts

Saturday, October 11, 2014

Untuk yang teristimewa, akan merindukan segalanya

Hai langit, selamat hari Sabtu. Selamat tengah malam bersama keheningan yang menyimpan banyak rahasia. Detik ini, banyak hal yang kurenungkan. Tentang kemarin, tadi, hari ini dan nanti. Merenungi apakah setiap detikku berharga, bermakna dan tak sia-sia. Merenungi bahwa setiap detikku tak luput dari dosa, khilaf dan salah yang sengaja kucipta. Merenungi setiap detik berjalan. Menyeret paksa impian yang harus segera jadi kenyataan. Merangkul asa agar tetap jalan beriringan bersama cita. Melangkah bersama, kadang tak segan menoleh. Melihat masa lalu untuk dijadikan pelajaran berharga. Satu hal, merenungi bahwa semua tetap pada porisnya. bahagia yang pas - sedih yang pas. tidak berlebihan. 

Detik ini, aku begitu merindukan seseorang. Seseorang yang mungkin sering membuatku jengkel dengan kejahilannya. Menggodaku tanpa henti. Menggangguku dengan kejahilan yang kadang membuatku marah. Sifat kekanakannya yang kadang muncul dan membuatku sebal. Tapi satu hal, jujur aku merindukan itu semua. Aku rindu tawanya yang begitu khas. Suara yang begitu khas dan mirip dengan suaraku. Kepeduliannya tanpa henti bahkan rela mengalah demi kebutuhanku terpenuhi. Menyemangatiku tanpa lelah saat awal merantau di tanah perantauan. Membuatku terus percaya bahwa aku pasti bisa dan aku mampu mencapai impianku. Aku rindu, dan akan selalu merindukannya. 

Langit, waktu begitu cepat berlalu. Meninggalkanku termanggu menatap memori masa lalu. Menipuku bahwa aku masih kecil dan bersama dia menjalani hari-hari bersama. (Masih) menulusuri lorong waktu. Tepat 15 tahun yang lalu, saat aku harusnya masih bermain-main dirumah tapi aku merengek-rengek ingin ikut sekolah bersamanya. Memakai seragam sekolah, belajar bersama teman dan guru. Sekolah, sejak kecil aku begitu suka dengan sekolah. Melihatnya dan sepupu memakai seragam sekolah membuatku tak sabar untuk masuk sekolah. Berlanjut sampai di bangku sekolah dasar, begitu bahagianya memiliki seorang kakak di satu sekolah yang sama. Tak perlu takut jika diganggu teman-teman yang nakal. Kebiasaan jelek, selalu saat diganggu teman-teman cowok aku begitu cengengnya nangis dan teman-teman cewek langsung melapor padanya. Dia, selalu menghampiriku dan meredakan semuanya meskipun sampai rumah tak pernah lupa melapor pada ibu. Mengatakan semuanya bahwa aku cengeng, bahwa aku tak bisa jaga diri sendiri. Tapi aku tak peduli, yang penting dia selalu ada untuk melindungiku. 

Masih lekat dalam pikiranku, selalu meskipun aku dan dia sering bertengkar, mempermasalahkan sesuatu yang harusnya tidak menjadi masalah. Wajar, semua butuh proses untuk menjadi dewasa. Dan waktu membuat pendewasaan lebih cepat bahkan sangat cepat. Jarak memisahkan kebersamaanku bersamanya dan keluarga. Bulan-bulan awal, masih kuingat dengan jelas setiap pagi selalu ada sms penyemangat darinya. Sms yang selalu membuat mataku basah. Membuatku begitu menyesal kenapa sebelumnya kita lebih sering bertengkar. Selalu setiap pagi, teringat memori bersama keluarga. Tawa dan canda yang selalu kurindukan. 

Waktu berjalan sangat cepat. Begitu cepat bahkan. Sampai aku tak sadar bahwa dia sekarang sudah begitu dewasa. Begitu cantik dengan pemahaman baik yang tumbuh dalam aliran darahnya. Kebijaksanaan yang mengalir bersama ketulusan dan kerendahan hati. Tak terasa, bulan ini begitu istimewa baginya. Bertambah usia semakin bijaksana dan kehidupan baru bersama seseorang yang sama baik hatinya. Selalu, pria baik untuk wanita baik. Dan dia, aku yakin jauh tak sabar menanti hari istimewa itu dari pada hari lahirnya. 

Ah langit, celotehku begitu panjang malam ini. Sampaikan salam rindu dan ucapan selamat ulang tahun untuknya. Sampaikan bahwa aku akan merindukan segalanya. Merindukan kebersamaan masa kecil dan semangatnya yang tak kenal lelah membuatku percaya bahwa aku pasti bisa. Aku, akan merindukan segalanya. Segala celoteh khas sejak kecil sampai umurku sekarang. Aku, akan dan selalu merindukannya. Sampai bertemu di hari spesial nanti, semoga mataku tak basah seperti sekarang karena pasti make-upnya jadi luntur. Salam rindu dari kota perjuangan. Sekali lagi, selamat ulang tahun. 


11-10-2014
dari putri pollux
salam rindu untuk ayah, ibuk dan 
adek gembul
terima kasih untuk setiap bahagia yang diberikan, sungguh syukurku harus selalu lebih.

Saturday, October 4, 2014

Selamat Hari Raya Kurban ^^

Gema takbir berkumandang. Membuat hati bergetar. Tak jarang membuat pipi basah oleh air mata. Malam ini, begitu istimewa. Meresapi setiap takbir, menyebut asma Allah yang Maha Agung. Malam ini, Allah sungguh sangat baik. Membuat semuanya terbuka, membuat semuanya begitu ringan, membuat semuanya begitu terang. 

Malam ini, sungguh pertama kalinya aku merayakan penyambutan hari raya kurban ditanah perantauan tanpa teman ataupun saudara. Benar, karena kadang kamu butuh sendiri untuk introspeksi diri lebih dalam. Menelusuri jalan dan menggumandangkan takbir. Trenyuh mengingat kampung halaman, mengingat canda tawa ayah ibuk mbak dan adek di rumah, mengingat semua kenangan masa kecil saat masih dengan bebasnya bermain. Ya, bermain tanpa beban. tanggung jawab yang jelas tak sebesar sekarang. Sungguh Gusti Allah, ridhaMu yang membuatmu aku bisa tumbuh dan berkembang sampai sejauh ini. 

Mengenang hari raya kurban. Mencium aroma khas tubuh hewan yang besok akan disembelih. Kadang melihat sorot matanya membuatku sedih. Mereka seolah berbicara. Mencoba membagi cerita, membagi rasa. Hanya saja, aku tak bisa mengenali bahasa mereka. Andai saja bisa, mungkin aku lebih dalam berduka. Esok, hari raya yang penuh berkah dan hikmah. 

Satu hikmah tercatat. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

Hikmah kedua yang tercatat bahwa Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah. Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

hikmah kedua tercatat bahwa berkurban adalah ibadah yang paling utama. “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]. Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

Hikmah keempat yang selalu diingat. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

Hikmah kelima yang begitu istimewa. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]. 
Sungguh jika kau tahu, terdapat kebaikan pada setiap helai bulu hewan kurban yang disembelih. Hewan yang dengan ikhlas dikurbankan. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]. 

Selalu, aku teringat dengan cerita Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya Ismail demi kecintaannya pada Sang Maha Asih, Allah SWT. Sungguh semua yang diberikan, pada suatu waktu akan kembali pada Allah SWT. Lalu adakah yang perlu untuk disombongkan ? Kita, hanyalah manusia yang jauh dari sempurna. yang penuh salah dosa. yang kadang lupa syukur dan menjadi kufur. Berbenah, segeralah berbenah. Ketika pintu maaf masih dibuka lebar olehNya. jangan sampai menyesal, dan mengutuki kehidupan dunia yang hanya penuh dosa. Sekian, selamat melanjutkan perjuangan, selamat melanjutkan pengorbanan. Jangan lupa setelah sholat ied besok, sampaikan salam pada hewan-hewan yang baik hatinya. Sungguh mereka sangatlah baik dan penuh kebaikan. 



Semoga syukurku selali lebih, 
Surabaya, 04-10-2014

*)Hadis dikutip dari berbagai sumber


Lekas Sembuh, Lekas Baik

Selamat siang surabaya. selalu, panasmu awet. Panas dari tubuh yang tak kunjung turun, tanda raga benar-benar marah. Aku harusnya sadar diri, semua punya batas. Raga juga begitu, dia butuh istirahat. Butuh waktu untuk dirinya sendiri. Harusnya aku tak egois, memaksanya untuk terus bekerja. Sementara dia lelah menuruti mauku.

Semalam, aku punya banyak waktu berbicara dengan waktu. Merenungi hari-hari yang telah kulalui. Merenung apa aku cukup manusiawi dalam berinteraksi. Introspeksi bahwa aku bukan robot. aku manusia yang punya rasa dan raga.

Semalam , aku banyak berkompromi dengan hati. Memberikan banyak pengertian bahwa aku tak cukup siap untuk jatuh cinta dalam jangka waktu ini. Butuh banyak hal yang harus diperbaiki. Termasuk kebiasaanku yang kadang semena-mena, kepala batu, dan susah menerima pendapat yang bersebrangan. Aku harusnya lebih sadar diri, bahwa dalam perihal hubungan dengan manusia hanya perlu saling menerima - saling menghargai dan saling mengerti.

Semalam (juga), aku memutuskan untuk fokus pada tujuan utama menimba ilmu. Melupakan sejenak perasaan yang biasa disebut cinta. Meningalkan sejenak. Memberikan ruang untuk introspeksi diri. Aku tak boleh bergantung dengan waktu, percaya bahwa jodoh pasti bertemu. Aku yang harusnya bergerak, bergerak menggambil langkah kecil. Dari dalam diriku yang harusnya diubah. Hal-hal jelek tak perlu dipertahankan. Itu yang harusnya dibuang dan diubah dengan hal-hal baik. Tak ada kata tak bisa, hanya perihal mau atau tidak untuk melakukannya.

Cukup sekian. raga sudah merajuk dari tadi. Terus berprasangka baik. Semoga lekas sembuh, semoga lekas baik!

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES