Sunday, September 17, 2017

Indonesia, Tanah Penuh Kerinduan

Belum genap sebulan rasanya, namun Indonesia sudah penuh dengan kerinduan. Banyak hal yang saya rindukan dari tanah kelahiran. Tentunya kehangatan berkumpul bersama keluarga, kelezatan makanan yang sudah jelas kehalalnya serta keramahan warganya. Indonesia, meskipun tidak semaju dan semodern negara ini namun selalu menjadi negeri ternyaman untuk tinggal, khususnya kaum muslim.

Indonesia dengan segala keunikannya, selalu membuat rindu ini kian menderu. Beberapa hal ini yang membuat saya begitu cinta pada Indonesia. Pun sangat bersyukur lahir menjadi warga Indonesia dan tumbuh besar di lingkungan yang begitu menghargai sopan santun serta keramahan. 


Beberapa hal berikut yang selalu menjadi pengingat saya untuk terus bersyukur karena menjadi lahir dan tumbuh di Indonesia:

1. Beragam makanan halal mudah didapatkan
Mencari makanan halal disini? Cukup susah, apalagi sekitar kampus tidak ada café muslim seperti dulu saat summer exchange ke Tianjin. Alhasil, saya pribadi membatasi diri untuk makan di luar dengan alasan meminimalisir makan makanan yang belum jelas halal haramnya. Meskipun menu yang dimakan adalah ikan ataupun hanya sayur, namun apabila dalam café tersebut menyediakan menu babi tentu kemungkinan besar masakannya dimasak menggunakan peralatan yang sama. Mulai dari pisau, penggorengan dan peralatan lainnya. Alhasil makanan menjadi tidak halal karena tercampur dengan babi meskipun secara tidak langsung.

Sedih, padahal kalau melewati café-café gitu aromanya sungguh menggugah selera. Namun apadaya harus selalu selektif dalam membeli makanan yang akan dikonsumsi. Akhirnya untuk mengatasi itu saya masak sendiri di dapur halal yang ada di asrama. Alhamdulillah sampai saat ini selalu diberikan rasa kenyang yang jauh lebih lama dari biasanya. Allah Maha Baik.

2. Selalu mendengar adzan dan banyak tempat untuk melakukan ibadah
Ini adalah hal yang begitu saya rindukan. Dulu setiap mau sholat selalu mendengar merdunya adzan. Pun jelas tersedia musholla atau paling tidak ruangan kecil apabila di tempat umum untuk sholat. Disini saya belajar banyak hal, jadi semakin rindu sama Allah. Semoga bisa istiqomah, menanti waktu sholat sembari melakukan tugas tugas yang bermanfaat. 

Untuk jurusan saya sendiri di kampus, muslim sangat jarang sekali. Hanya 3 mungkin dari sekian ratus mahasiswa dan dosen serta staff. Alhasil tidak ada musholla, pun ruangan untuk belajar sudah terlalu penuh dan tidak ada tempat untuk bisa sholat. Allah Maha Baik, selalu ada jalan keluar untuk hal yang baik. Ada ruang kosong di dekat lift dan jarang dilewati orang.  Alhamdulillah, bisa jadi tempat sholat untuk dua tahun di sini.

3. Budaya dan busana yang terus terjaga
Hidup di negara maju seperti sekarang ini kadang membuat saya takut, takut tidak bisa teguh menjaga pendirian. Pun menjaga sopan santun serta kebiasaan baik lainnya seperti menjaga budaya, menjaga busana dan menjaga ucapan. Indonesia, punya semua aturan yang ada. Disini juga ada aturan sendiri yang jelas lebih bebas daripada di Indonesia. Meskipun ada juga di Indonesia yang sering melanggar budaya dan aturan busana yang ada, namun sopan santun yang berkembang di lingkungan saya tumbuh membuat saya begitu merindukan keseharian yang penuh kesopanan baik segi ucapan maupun busana. Ajining diri ana ing lathi, ajining raga ana saka busana.

4. Keramahan warganya yang selalu menyenangkan hati
Benar, orang Indonesia pada umumnya begitu ramah. Itu yang saya rasakan. Meskipun tidak semuanya begitu, namun menyapa orang Indonesia lebih menyenangkan. Meskipun orang yang tidak dikenal, mereka tetap saja membalas salam ataupun kembali menebar senyuman. Hiks, disini saya mencoba menganggung dan mengucap salam (안영하세요), namun yang disapa terus aja cuek. Apa mungkin aneh disini ya ada budaya sapa menyapa orang yang tidak dikenal. Padahal keramahan yang dibagikan antar sesama selalu menyenangkan hati.

5. Lezatnya indomie hingga sayur lodeh dan gulai ayam yang murah serta mengenyangkan
Yap, indomie (Indonesia mie pakai banget). Saya membawa sekitar 20 indomie kesini, namun rasanya masih saja kurang. Apadaya, bagasi tidak cukup kalau ingin bawa satu pabriknya. Lol. Jumat malam menjadi malam yang sangat menyenangkan bagi saya, karena saya selalu memutuskan untuk nostalgia Indonesia dalam semangkok indomie. Entah mie goreng, mie ayam bawang, mie soto dan rasa lainnya.

Rasa indomie yang dijual di sini pun berbeda. Meskipun belum pernah merasakan secara langsung, namun teman saya yang sudah pernah mencoba langsung menuturkan demikian. Kurang tasty dan gak se-ngreget bumbunya kalau indomie langsung dari Indonesia. Pun harganya disini juga 2 kali lipat lebih mahal, yaitu 500 won atau sekitar 5000 rupiah. Selain lezatnya indomie, saya juga sangat rindu makan sayur lodeh buatan ibuk serta gulai ayam yang begitu yummy. Meskipun kolesterolnya tinggi banget sih. Lol.

Indonesia oh Indonesia, perjuangan baru saja dimulai. Beragam kerinduan ini akan terus berulang setiap harinya. Namun satu, saya tak hanya ingin mencintaimu. Saya juga ingin membuat mereka disini (khususnya teman-teman korea ataupun international students lainnya) lebih tahu dan dekat dengan dirimu. Sampai ketemu Indonesia, doakan saya selalu sukses dan bisa pulang kembali padamu dengan membawa kebanggan.

Salam dalam keheningan
옹비과 B ,
2017-09-17


Sunday, September 10, 2017

Tips Andalan Memilih AC Ramah Lingkungan

Makin hari Bumi rasanya makin panas. Peningkatan suhu bumi secara global dan pergantian musim yang tidak menentu menjadi bukti nyata bahwa efek global warming benar-benar nyata. Suhu bumi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. 

Sesuatu terjadi pasti ada sebabnya. Pun pemanasan global yang terjadi disebabkan karena aktivitas manusia dan pesatnya petumbuhan industri namun belum sepenuhnya ramah terhadap lingkungan. Data menunjukkan bahwa terjadi kenaikan konsentrasi gas rumah kaca, konsentrasi CO2, dan gas methana. Alhasil, terjadi kenaikan suhu bumi sebesar 1,1 derajat celcius dibandingkan dengan periode sebelum Revolusi Industri (1850-1899). 

Tingkat Pemanasan Global yang Terus Meningkat dari Tahun ke Tahun

Antara Produktifitas dan Kepedulian Pada Lingkungan

Suhu yang terus meningkat semakin meningkatkan kebutuhan manusia akan pendingin ruangan. Alasan utamanya agar lebih nyaman dan roduktif dalam belajar ataupun bekerja. Padahal penggunaan AC membutuhkan energi yang besar dan berdampak pada kelestarian lingkungan. Penggunaan AC sudah menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi baik untuk perkantoran, industri ataupun rumah pribadi. AC termasuk dalam perangkat utama yang selalu digunakan setiap harinya. 

Pemakaian AC bahkan ada yang lebih dari 12 jam. Hal ini ditujukan agar bisa menjaga produktifitas karena tingkat kenyamanan berbanding lurus dengan hasil kerja. Namun, besarnya daya listrik juga menjadi pertimbangan dalam pemilihan tipe AC. Pun dampaknya pada lingkungan menjadi concern yang saat ini penting untuk diperhatikan.
Bijak menggunakan energi, wujud nyata selamatkan bumi!
Banyak sekali jenis AC yang ada di pasaran. Beragam brand dengan banyak pilihan berdasarkan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Salah satu AC yang menarik perhatian saya adalah AC dari Daikin menawarkan AC dengan teknologi inverter dan bisa hemat energi hingga 50%. Tentunya biaya pemakaian listrik per bulan menjadi lebih berkurang dan lebih ramah terhadap lingkungan.
 
AC Daikin Inverter: Hemat, Produktif dan Ramah Lingkungan

AC Daikin Inverter merupakan AC hemat energi jika dibandingkan dengan AC konvensional (non-inverter). Pada AC konvensional , kompresor AC akan bekerja pada kapasitas maksimal lalu ketika suhu yang diinginkan tercapai maka kompresor akan otomatis mati dan begitu seterusnya. Siklus mati dan hidup kembali yang terus berulang inilah yang menyebabkan AC konvensional boros energi. 

Kelebihan Menggunakan AC Daikin Inverter

Teknologi inverter pada AC Daikin membuat kompresor bekerja dengan daya maksimal untuk mencapai suhu yang diinginkan kemudian setelah suhu tercapai secara otomatis menurunkan daya pendingin dan menjaga suhu ruangan secara konstan. Jadi, kompresor AC Daikin Inverter tidak mati sehingga beban kerja kompresor lebih ringan serta konsumsi listrik jauh lebih hemat. Penggunaan AC Daikin Inverter tentunya bisa meningkatkan produktifitas karena kesejukan yang diberikan namun tetap hemat listrik dan ramah terhadap lingkungan.

Tidak hanya hemat listrik, AC Daikin Inverter juga lebih tenang serta lebih tahan lama hingga puluhan tahun. Oleh karena itu, pemilihan AC Daikin Inverter menjadi investasi untuk menciptakan kenyamanan serta kesejukan saat belajar ataupun bekerja.  Last but not least, berikut ini tips andalan dari saya untuk memilih AC dengan bijaksana: 

1. Pastikan sesuai dengan kebutuhan 
Pemilihan AC pastikan sesuai dengan kebutuhan

2. Pastikan menggunakan teknologi yang hemat energi
AC dengan Teknologi Inverter terbukti lebih hemat energi

3. Pastikan menggunakan refrigeran yang ramah lingkungan
AC Daikin Inverter telah menggunakan R32, refrigeran yang terbukti ramah lingkungan.

Well, selamat memilih AC dengan bijaksana. Pastikan memilih AC yang hemat energi agar lebih ramah terhadap lingkungan. Kalau AC ya Daikin pilihannya 😁

Referensi:
Daikin
Daikin Indonesia

Jumlah kata: 484 kata 

Wednesday, September 6, 2017

5 Tipe dan Spesifikasi Jam Tangan Casio untuk Wanita

Anda mencari produk dengan kualitas yang terbaik untuk kategori jam tangan? Jika ya, Casio adalah jawaban yang tepat. Terlebih jika anda adalah kaum wanita tentu tidak hanya melihat kualitas tapi model atau tampilan yang dapat mempercantik penampilan anda. Sebagai jam tangan terbaik dan berkualitas tentu Casio juga melihat kebutuhan salah satu target marketnya yaitu kaum wanita, maka Casio berusaha menghadirkan model-model jam tangan terbaru yang sesuai dengan berbagai tema dan acara tertentu.

1. Casio Analog LTP-1383L
Jam tangan Casio tipe ini memiliki model tali terbuat dari kulit, jam tangan ini menimbulkan kesan elegan bagi si pemakainya. Jam tangan Casio ini tersedia dengan berbagai warna yaitu merah, biru, merah mudah, dan putih. Jam tangan analog Casio ini berukuran 4 cm – 5 cm dengan gaya klasik elegan yang diusungnya. Selain itu karena memiliki tampilan analog jam tangan Casio ini memakai baterai sebagai penggerak mesinnya. Untuk jam tangan ini anda cukup mengeluarkan budget sekitar Rp. 1.188.000 saja.

Casio Analog LTP-1383L
2. Casio SHE-3805SPG-7AUDR
Jenis jam tangan Casio ini tahan air loh, jadi anda tidak perlu khawatir jika lupa melepas jam tangan anda. Selain kelebihan ini, jam tangan Casio model ini juga memiliki tali berjenis rantai atau stainless steel yang dapat memberikan kesan mewah atau glamour bagi anda karena terdapat partikel Kristal swarovksi pada penanda jam anda dengan diameter 38, 5 mm. Jam ini cocok Anda gunakan pada saat acara pesta sehingga dapat makin mempercantik penampilan anda. Untuk jam tangan model ini anda cukup mengelurkan Rp. 1.705.000 saja lho!

Casio SHE-3805SPG-7AUDR
3. Casio LW -200-4A
Kali ini jam tangan Casio hadir dengan fitur stopwatch nya lho. Selain itu, jam tangan tipe ini sudah dilengkapi dengan LED Amber yang berfungsi sebagai lampu ketika situasi anda sedang gelap. Dengan kaca model spherical berukuran 3,5 cm ini anda akan mendapat tambahan fitur berupa kalender otomatis, timekeeping dan dual time yang tentunya bermanfaat untuk anda yang multitasking dengan daya tahan baterai sampai 10 tahun lamanya. Untuk model jam tangan Casio ini anda dapat mengeluarkan budget yang tidak cukup mahal yaitu sekitar Rp. 200.000 hingga Rp. 300.000 saja

Casio LW -200-4A
4. Casio LTP-V004GL-9A
Tidak berbeda jauh dengan jam tangan model LTP lainnya, jam tangan ini memiliki model yang terlihat anggun dan berkelas dengan perpaduan desain emas, tali yang terbuat dari kulit, dan case yang stainless steel ini membuat anda terlihat elegan walaupun dibalut jam bergaya kasual. Untuk performa dari baterai ini sampai 3 tahun lho, oke banget kan? Anda hanya mengeluarkan budget Rp. 200.000 s/d Rp. 400.000 untuk jam tangan Casio ini.

Casio LTP-V004GL-9A
5. Casio Analog LTP-1170N
Berbeda dengan jam tangan Casio model lainnya untuk jenis ini Casio hanya menyediakan warna gold dengan memberikan kesan mewah dan premium tetapi cocok apabila digunakan oleh kaum wanita. Dengan ukuran 2,6 cm jam tangan ini dapat memberikan tampilan menawan bagi anda. Selain itu, Casio model ini juga tahan air. Anda hanya cukup merogoh kocek Rp. 511.000 saja lho.


Casio Analog LTP-1170N
Hal yang perlu anda ingat sebelum membeli jam tangan adalah melihat dari kebutuhan anda seperti jam tangan untuk pergi ke acara forman tentu berbeda dengan jam tangan untuk pergi ke acara informal. Kalau anda bingung jam tangan apasih yang cocok, MatahariMall dapat memberikan jawaban yang tepat untuk anda karena disana tersedia berbagai jam tangan Casio yang lengkap dan tentunya lebih terjangkau. Happy shopping!

Monday, August 28, 2017

YDBA Bekerja Sepenuh Hati Menuju UMKM Indonesia Mandiri

Tidak demi terima kasih, tidak demi segala demi
Meski hanya sekali, izinkan memberi
Hanya demi memberi, melulu demi berbagi
-          Henry C. Widjaja (Kepala Yayasan Dharma Bhakti Astra)

Penggalan Puisi Bapak Henry C.Widjaja pada talkshow kewirausahaan dalam rangkaian acara #Astra60Surabaya menambah hidup suasana talkshow saat itu. Berjalan begitu menarik dan penuh antusiasme, peserta yang berjumlah sebanyak 500 orang, terdiri dari komunitas pengusaha (mitra bisnis Astra), komunitas start-up Surabaya, komunitas binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta 25 finalis Astra Start-up Challenge Batch 1 (2016), hari itu memadati talkshow dalam Festival Kewirausahaan bertema “Building A Smart Sustainable Start-up”. Pak Henry C. Widjaja tidak berbagi ilmu sendiri, melainkan ditemani oleh dua pembicara kondang lainnya, yaitu Achmad Zaky (CEO Bukalapak) dan Dissa Syakina (CEO Finger Talk Caffe untu difabel). 


Talkshow Kewirausahaan “Building A Smart Sustainable Start-up
Mengambil tema Astra untuk Indonesia Kreatif pada rangkaian #Astra60Surabaya tanggal 21-23 Juli ini bertujuan dapat menghidupkan jiwa wirausaha serta meningkatkan rasio wirausaha hingga mencapai target pemerintah Indonesia sebesar 4%. Saat ini, rasio wirausaha Indonesia sebesar 3,1 %, berada di atas minimal persentase rasio kewirausahaan sebuah negara (2%). Rasio kewirausahaan sebesar 3,1%  memiliki arti sebanyak 7,8 juta wirausahawan nonpertanian dari total penduduk Indonesia sebanyak 252 juta. Tidak hanya itu, talkshow ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wirausaha yang ada di Indonesia, khususnya di Kota Pahlawan, Surabaya.



Pameran YDBA pada rangkaian acara HUT ke-60 Astra di Surabaya
Untuk mewujudkan target pencapaian 4% rasio wirausaha Indonesia, salah satu Yayasan Grup Astra yaitu, Yayasan Dharma Bhakti Astra bekerja dalam mendorong pengembangan UMKM melalui beragam kegiatan. YDBA fokus dalam pembinaan UMKM yang tersebar di Indonesia. YDBA ini merupakan perwujudan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa yang digagas oleh pendiri Astra Bapak William Soeryadjaya. Sepanjang 37 tahun perjalanannya, YDBA telah membina sekitar 9.828 UMKM dan menciptakan 63.205 lapangan pekerjaan melalui UMKM yang difasilitasinya. Hebatnya lagi, YDBA juga telah melatih sebanyak 701 pemuda yang putus sekolah.

YDBA mengemban misi pembinaan dan pengembangan UMKM di tanah air sekaligus memperkuat value chain usaha Astra melalui program pemberdayaan income generating activities untuk masyarakat yang berada di sekitar operasional Astra. YDBA memberikan beragram program pembinaan, mulai dari bidang teknologi, manajemen, fasilitas pembiayaan, akses pasar hingga teknologi informasi dengan memaksimalkan sinergi pada jaringan value chain Astra secara terintegrasi.


Jumlah Penerima Manfaat YDBA (2016)
YDBA berdasarkan pada operating values CARE, yang terdiri dari Compassionate, Adaptive, Responsible, and Excellent, untuk memfasilitasi UMKM binaan baik yang masuk dalam value chain bisnis Astra ataupun yang tidak. Pelatihan dan pendampingan yang diberikan YDBA sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM, khususnya agar UMKM bisa mencapai kemandirian.

YDBA bersama Grup Astra mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dalam melakukan pembinaan pada UMKM yang sampai saat ini jumlah LPB telah berjumlah 16. Keenambelas LPB tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia, meliputi Jakarta, Mataram, Kutai Barat, Sidoarjo, Palembang, Kapuas Tengah, Tapin, Yogyakarta, Tegal, Paser, Pontianak, Muara Enim, dan Jawa Tengah. Tidak hanya mendirikan LPB, dalam membantu UMKM dan masyarakat di daerah untuk mendapatkan akses pembiayaan, YDBA mendirikan Koperasi atau Lembaga Keuangan Mikro. Saat ini, YDBA telah mendirikan 10 LKM yang tersebar di Kalimantan dan Sulawesi. 


Beragam Penghargaan Mitra YDBA, yakni LPB Waru, Sidoarjo
Beruntungnya saat itu saya bisa berbincang-bincang langsung dengan pemilik salah satu UMKM Binaan YDBA yang berasal dari Jember. Pak Dodi, pemilik usaha bengkel yang telah bergabung menjadi binaan YDBA sejak tahun 2015. Pak Dodi bercerita banyak mengenai usaha bisnis bengkel beliau yang telah banyak berkembang semenjak menjadi binaan YDBA. Oiya, usaha bengkel Pak Dodi berada di bawah binaan LPB Waru, Sidoarjo.

“Banyak sekali yang saya dapatkan sejak menjadi binaan YDBA. Saya senang sekali bisa mendapatkan pembinaan langsung dari YDBA. Bisa mengikuti pelatihan-pelatihan unik untuk meningkatkan skill dalam hal teknisi, marketing, dan tentunya manajemen bisnis”, cerita Pak Dodi panjang lebar.


Pak Dodi (berkacamata) bersama rekan saat menghadiri Talkshow Kewirausahaan #Astra60Surabaya
UMKM yang ingin menjadi mitra atau binaan YDBA bisa mendaftar langsung dengan mengisi formulir yang terdapat pada website resmi YDBA atau melalui LPB milik Astra yang terdapat di daerah masing-masing. Salah satu syarat menjadi mitra binaan YDBA adalah memiliki kemauan kuat untuk berkembang dan menjadi mandiri. Usaha atau bisnis yang baru berkembang dan belum berbentuk badan usaha sekalipun diperbolehkan untuk mendaftar asalkan mau mengikuti training dan menerapkannya pada usaha yang dijalankan. YDBA sangat membantu dalam memperluas akses pemasaran seperti mengajak UMKM binaan untuk menjadi pemasok ke berbagai perusahaan Grup Astra serta mengikutsertakan UMKM ke berbagai pameran dalam negeri maupun luar negeri.

Pada rangkaian acara HUT ke-60 Astra di Surabaya ini juga diberikan penganugerahan terhadap lebih dari 300 UMKM binaan YDBA yang telah naik kelas. Program UMKM Naik Kelas ini diharapkan bisa membuat UMKM binaan YDBA bisa secara mandiri berkembang, mulai dari kualitas produk serta jasa yang diberikan, dan juga bisa berkelanjutan (awet). YDBA pun memiliki program Digital Ecosystems, Unboxing Future! untuk memproyeksikan semua program-program YDBA yang saat ini telah berkembang secara offline menjadi online melalui fitur blog, news, video edukasi, dan e-catalog. Fitur YDBA online untuk blog, news, dan video edukasi dapat dilihat lebih lanjut di www.hebatnyaukm.org sedangkan untuk fitur e-catalog menjadi satu di www.ydba.astra.co.id


Penganugerahaan UMKM Naik Kelas binaan YDBA oleh Menteri Koperasi dan UKM RI

YDBA merupakan bentuk komitmen Astra untuk ingin selalu berperan aktif dalam membangun bangsa seperti yang tercantum dalam butir pertama Catur Dharma Astra, yaitu Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara. YDBA bekerja sepenuh hati untuk mengembangkan UMKM Indonesia menuju kemandirian. UKM Indonesia, Hebat! #HebatnyaUKM #HebatnyaYDBA

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES