Selasa, 15 Agustus 2017

17 Alasan Indonesia Selalu Istimewa di Hati

Hi, I am Lucy from Indonesia”, begitu bahagianya saya ketika memperkenalkan diri dan menyebut Indonesia saat menjadi delegasi di acara internasional. Ada rasa bangga yang terselip bersama semangat untuk bisa terus membawa dengan baik nama Indonesia. Membuat mereka mengenal baik Indonesia dengan kualitas para generasinya, keunikan budaya, dan keramahan yang senantiasa melekat pada diri warga Indonesia. Yap, Negeri yang begitu istimewa, tidak ada duanya. Meskipun kondisi sekarang yang kian carut-marut, Indonesia masih punya banyak peluang untuk memperbaiki diri serta masih memiliki generasi yang terus memupuk asa untuk membangun Negeri. 

Saya pun begitu, senantiasa memiliki asa, cinta dan tekad kuat untuk membuat Negeri ini menjadi lebih baik dengan kelebihan yang saya miliki. Saya percaya, setiap generasi Indonesia pun memiliki kesempatan yang sama untuk membuat Negeri ini jaya. Nah, beberapa alasan ini membuat Indonesia selalu punya istimewa di hati saya. Yuk simak yuk 😊.

1. Indonesia: Rumah terindah untuk pulang
Indonesia is my best home ever. Kemanapun saya pergi, Indonesia selalu ada di hati dan menjadi tujuan untuk pulang. Tidak ada yang bisa menerima saya kembali selain Indonesia, tidak mungkin juga kan ya pindah ke Negara lain. Lol. 😅

2. Pada Indonesia saya temukan keberagaman yang membuat bahagia
Ind-ONE-sia. Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Tergambar jelas dari berbagai agama, suku, ras, budaya yang ada tetap satu Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika terpatri kuat dalam diri sebagai semboyan pemersatu Negeri ini. 
3. Indonesia mengajarkan saya untuk tangguh dan terus berjuang
Bagi saya, Indonesia itu tahan banting. Begitu tangguh dan gigih dalam mengusir mundur para penjajah. Selama 3,5 abad dijajah oleh Belanda dan 3,5 tahun kemudian dikuasai oleh Jepang. Histori perjuangan yang begitu mengharukan membuat saya harus berjuang lebih untuk Negeri ini. Tidak boleh cengeng dan mudah menyerah dengan tantangan hidup yang ada. 

4. Indonesia dan wujud syukur atas alam indah nan subur
Gemah ripah loh jinawi. Pantai yang indah, untaian pegunungan yang menawarkan pemandangan yang istimewa serta kesuburan tanah Indonesia patut untuk disyukuri serta terus dijaga kelestariannya. 

5. Indonesia bersama keramahan warga dalam menjunjung tinggi etika
Keramahan warga Indonesia membuat saya betah sekaligus bahagia. Terlahir di sebuah desa yang jauh dari hingar-bingar lalu lintas kota membuat saya merasakan indahnya tenggang rasa, saling sapa walaupun tak saling kenal. Pun menebar senyum ketika bertemu dan menjunjung etika untuk saling bertegur sapa. 

6. Indonesia Negara kepulauan terbesar di dunia
Indonesia terdiri dari 34 provinsi dengan total 13.466 pulau. Wah banyak banget yak 😄. Tidak salah kalau Indonesia mendapatkan julukan sebagai negara kepulauan terbesar di dunia 😎.
7. Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah dan dialek yang beragam
Indonesia memiliki 700 bahasa dan dialek daerah yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Meskipun begitu, bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai bahasa pemersatu bangsa. 

8. Indonesia memiliki beragam jenis flora dan fauna
Indonesia memiliki beragam jenis flora dan fauna yang sangat banyak. Tercatat terdapat 38.000 jenis tumbuhan, 1.531 jenis burung, 270 jenis amphibia, 515 jenis mamalia dunia dan 511 jenis reptilia.

9. Banyak warisan budaya dunia di Indonesia
Indonesia memiliki 13 warisan budaya yang tercatat oleh UNESCO dari total sebanyak 981 warisan budaya dunia yang ada. Warisan budaya dunia di Indonesia terdiri dari 5 karya budaya tak benda, 4 cagar budaya dan 4 warisan alam. 

10. Uniknya warga Indonesia dengan segala fenomena yang ada
Beberapa bulan yang lalu, fenomena telolet di Indonesia bahkan terkenal sampai ke mancaNegara. Bahkan banyak yang orang luar pun membuat parodinya. Tidak hanya itu, beberapa kelucuan yang ada pasti memberikan kerinduan tersendiri. 

11. Lambang Garuda Indonesia selalu jadi kebanggan
Lambang burung Garuda Indonesia memberikan kesan gagah dan pemberani. Ikon kebanggaan Indonesia yang menjadi ciri khas para generasinya yang tangguh. 

12. Beragam kesenian dan budaya Indonesia yang memesona
Asiknya hidup di Indonesia salah satunya memiliki banyak kesenian dan budaya yang memesona. Beberapa diantaranya adalah Reog, Remo, Dongkrek, dan masih banyak lagi. 

13. Masakan Indonesia paling lezat sedunia
Rendang, nasi pecel, dan pempek adalah makanan terlezat di dunia menurut saya. Belum ada yang bisa menandingi deh cita rasa masakan Indonesia. 

14. Bisa menikmati jajanan pinggir jalan dengan harga bersahabat di kantong
Bahagianya hidup di Indonesia bisa bebas menikmati jajan pinggir jalan yang halal pun dengan harga yang tidak mudah membuat kantong jebol. 


15. Biaya hidup yang sangat terjangkau
Biaya hidup di Indonesia termasuk yang paling murah dibandingkan dengan Negara lain lho. Satu bulan biaya hidup di Jawa Timur rata-rata sekitar 2,5 juta rupiah dengan gaya hidup yang sederhana.

16. Biaya pijat di Indonesia sangat ramah kantong
Ini termasuk yang saya suka, biaya pijat di Indonesia termasuk yang sangat terjangkau di kantong karena dengan 30 ribu rupiah saya bisa menikmati pijatan selama kurang lebih 1,5 jam. Bahagianya.

17. Saya untuk Indonesia!
Ini saya, begitu bangga bisa berjuang bersama Indonesia dan saya akan terus berjuang untuk membuat Indonesia bangga memiliki saya sebagai bagian dari generasinya. 
Bagaimana dengan kamu? Apa yang membuatmu bangga dan cinta pada Indonesia? 
Yuk bagi juga ceritanya 😄. Indonesia selalu istimewa! Merdeka!

Kamis, 10 Agustus 2017

Teknologi Susu Listrik, Karya Anak Muda Indonesia yang Mendunia

Kreatif, prestatif, dan inovatif. Tiga kata yang menggambarkan sosok Hadi Apriliawan, penerima apresiasi SATU Indonesia Awards tahun 2015. Pemuda kelahiran Banyuwangi yang telah lama menimba ilmu di Malang ini merupakan pencipta alat pasteurisasi dengan teknologi kejut listrik. Beruntung sekali saya bisa bertemu langsung dengan beliau dan menggali ilmu sedalam-dalamnya mengenai teknologi susu listrik yang ia beri nama “Sulis” atau "Milk Electricity". 

Hadi Apriliawan, Sosok Inspiratif dibalik Inovasi Susu Listrik

Pria kelahiran 1989 ini dengan ramah menyambut kedatangan saya beserta tim SATU Indonesia Berbagi di pabriknya yaitu PT. MaxZer Solusi Steril yang berlokasi di Jl. Karya Barat 21, Malang. Terlihat mesin Sulis menghiasi beberapa sudut pabrik. Hadi begitu sumringah menyambut kedatangan kami dan mulai bercerita panjang lebar mengenai perjuangannya dalam mengembangkan Sulis serta suka cita dari hasil perjuangan yang telah ditapaki. 

Asal-Muasal Lahirnya Teknologi Susu Listrik (Sulis) 
Berawal dari keprihatinan Hadi terhadap kondisi peternak sapi perah di desanya, terlebih kedua orang tua Hadi yang juga peternak sapi perah mengeluhkan betapa rendahnya harga jual susu sapi perah dan tidak sebanding dengan tenaga serta ongkos operasional merumput, selain itu susu yang dihasilkan pun juga lebih cepat basi karena tidak dilakukan pengawetan. Dari situlah Hadi bertekad untuk menemukan alat pasteurisasi (metode pemanasan pada suhu tinggi untuk membunuh bakteri jahat yang ada pada susu) agar bisa mengawetkan susu sehingga peternak sapi perah tidak terus merugi.


Prototype Susu Listrik Kapasitas 5 Liter

Umumnya susu hasil perahan para peternak hanya bisa bertahan selama 3-4 jam pada suhu ruang tanpa dilakukan pengawetan. Pembeli biasanya membeli di sore hari dan memberikan harga rendah dengan alasan kualitas susu sudah tidak baik. Saat berada di suhu kamar, susu hasil perahan sangat rentan terhadap pencemaran yang dapat menurunkan kualitas susu. Kerusakan pada susu ini menyebabkan susu mulai basi yang diakibatkan karena terbentuknya asam laktat hasil fermentasi laktosa oleh bakteri jahat seperti E.coli. Fermentasi ini menurunkan kualitas susu yang ditandai oleh perubahan rasa, aroma, atau bahkan warna. 

Oiya, susu pasteurisasi yang diproduksi PT. MaxZer ini terdapat lima varian rasa lho. Ada coklat, stroberi, melon, leci, dan pisang. Enak dan segar banget rasanya.
Produk Susu Hasil Pasteurisasi Menggunakan Sulis. Yummy banget lho!
Sulis telah terbukti menjadi solusi jitu untuk mengawetkan susu hasil perahan agar lebih tahan lama dengan kualitas susu yang terjaga baik sehingga harga susu perahan sebanding dengan usaha yang dilakukan oleh peternak. Uniknya Sulis menggunakan pasteurisasi dengan metode pulsed electrical yang lebih efektif membunuh bakteri namun tetap mempertahankan kandungan nutrisi serta protein pada susu. Setelah melalui proses pasteurisasi menggunakan Sulis, susu hasil perahan bisa tahan 3-4 hari pada suhu ruang tanpa ditambahkan pengawet apapun. Nah, enaknya lagi kalau disimpan pada freezer bisa tahan 3-6 bulan. Selain meningkatkan harga jual susu, Sulis juga membuat kualitas susu tetap terjaga dengan baik dalam waktu yang lama. 

Keunggulan Pasteurisasi Susu dengan Sulis
Sulis – Alat Pasteurisasi Susu yang Cepat, Mudah dan Hasil Berkualitas 
Inovasi teknologi susu listrik tentunya memberikan kemudahan untuk para peternak sapi perah dalam mengawetkan susu hasil perahan. Proses penggunaannya pun tergolong cepat. Sulis dengan kapasitas 5 liter membutuhkan waktu 5 menit. Lama proses kejut listrik bergantung dari kapasitas susu yang sedang dipasteurisasi. Proses pasteurisasi menggunakan Sulis juga mudah, seperti gambar berikut: 

Proses Pasteurisasi Susu menggunakan Sulis
Metode kejut listrik pada Sulis ini menggunakan teori lompatan proton dalam elektron. Pada saat proses dikejut, dinding sel pada susu dimasuki oleh ion-ion sehingga muncul gelembung yang kian membesar dan akhirnya lysis (pecah). Gelembung yang kian membesar ini adalah bakteri jahat, penyebab susu menjadi mudah basi.
Sistem Batch dan Kontinu Mesin Susu Listrik

Proses pasteurisasi dengan metode pulsed electrical berhasil menonaktifkan 99% bakteri jahat yang ada pada susu tanpa merusak kandungan protein dan nutrisi. Susu menjadi tetap segar seperti awal diperah. Apabila dibandingkan dengan pasteurisasi thermal, nutrisi pada susu akan rusak lebih dari 50% serta warna berubah menjadi kecoklatan. Pasteurisasi menggunakan Sulis memberikan banyak keuntungan dibandingkan dengan mengguanakan pasteurisasi thermal. Selain harganya yang jauh lebih murah, daya yang digunakan juga cukup rendah, yaitu hanya 90 watt saja. Untuk lebih detailnya bisa simak gambar berikut: 
Perbedaan Proses Pasteurisasi Susu: Susu Listrik vs Pasteurisasi Thermal
Perjalanan Hadi Apriliawan Mengembangkan Teknologi Susu Listrik 
Hadi Apriliawan, sosok hebat dibalik teknologi kejut listrik, telah menerima banyak penghargaan mulai dari tingkat nasional sampai dengan internasional. Hadi mulai melakukan penelitian sejak di bangku kuliah (2007). Alumni dari Fakultas Teknologi Pertanian ini juga aktif mengikuti berbagai kompetisi ilmiah saat itu dan mendapatkan beragam penghargaan di tingkat nasional salah satunya adalah medali emas pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXIII tahun 2010 di Bali. 

Ajiz, tim RnD PT. MaxZer Solusi Steril, sedang menjelaskan mengenai cara kerja Sulis
Hadi mengajukan topik mengenai alat pengawet susu untuk Tugas Akhir studi. Perlahan namun pasti, Hadi mulai mengembangkan mesin pengawet susu dengan menggunakan uang tabungan serta pendanaan penelitian dari kampus. Teknologi susu listrik ini telah dikenalkan ke publik sejak tahun 2011 dan beberapa peternak sapi perah di kampungnya mulai memesan pada Hadi untuk dibuatkan Sulis.

Perjalanan Hadi dalam mengembangkan Sulis tidaklah selalu mulus. Beliau bahkan pernah ditipu oleh investor senilai puluhan juta rupiah dan sempat kehilangan semangat untuk melanjutkan pengembangan teknologi susu listriknya. Berkat dorongan serta semangat dari sang Ibu, Hadi mulai membangun kembali semangat dan motivasi untuk meneruskan Sulis hingga akhirnya bisa menjadi seperti sekarang ini.
Sulis telah diproduksi secara massal (Inframe: Mesin Sulis yang telah diproduksi di PT. MaxZer Solusi Steril)

Hadi menuturkan bahwa inovasi teknologi Susu Listrik ini merupakan pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. Saat ini, Sulis telah diproduksi secara massal mulai dari kapasitas 5 liter hingga 3.000 liter dan sudah dijual hingga ke seluruh daerah di Indonesia dan mancanegara.  Bahkan Hadi sempat diundang oleh Universitas Tokyo, Jepang, untuk mempresentasikan Sulis serta diberikan tawaran oleh salah satu investor dari negeri Sakura tersebut untuk dibeli patennya dengan harga kurang lebih 60 milliar dalam rupiah. Namun, kecintaannya pada Indonesia membuat Hadi kekeuh mempertahankan Sulis sebagai produk asli Indonesia. 

Saat ini, Sulis sedang dalam proses sertifikasi Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan akhir tahun ditargetkan sudah bisa mendapatkan SNI dari BSN. Tidak hanya mengembangkan Sulis, Hadi, bersama timnya di bawah bendera usaha PT MaxZer juga telah memproduksi mesin-mesin turunan produk susu seperti mesin produksi keju, yoghurt, dan juga sabun susu. 

Sabun Susu Hasil Produksi PT. MaxZer Solusi Steril
Hadi Apriliawan Terus Berinovasi dan Menebar Kebermanfaatan 
Hadi menuturkan sejak dirinya mendapatkan apresiasi SATU Indonesia Awards pada tahun 2015, banyak perkembangan pesat dalam usaha teknologi Sulis. Astra secara konsisten memberikan support dan bantuan pada Hadi dalam proses pengembangan Sulis, salah satunya dengan promosi sampai tingkat nasional, sehingga berhasil meningkatkan profit mulai dari penjualan mesin Sulis ataupun susu. Tidak hanya itu, PT. MaxZer pun telah jauh berkembang sekarang. Mulai dengan karyawan yang jumlahnya hanya belasan pada tahun 2013 sekarang sudah mencapai 200 karyawan. 

Sulis telah memberikan banyak manfaat dalam membantu meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah hingga membuat mereka lebih mandiri dalam pengolahan susu yang dihasilkan. Hadi sebelumnya telah memberikan pelatihan pada para peternak sapi perah. Tidak hanya itu, Hadi juga memberikan lowongan pada mahasiswa untuk bisa kerja praktik di laboratorium PT. MaxZer selama kurang lebih 2-3 bulan. Laboratorium tersebut juga membuka untuk pengujian umum, khususnya untuk para mahasiswa yang ingin melakukan pengujian seperti kandungan gizi makanan, pengujian kandungan produk serta jenis pengujian lainnya. Hal ini tentunya menjadi wujud nyata salah satu Triple P Roadmap Astra, yaitu Public Contribution Roadmap, sebagai wujud komitmen untuk sejahtera bersama bangsa.  

Mahasiswa Melakukan Kerja Praktik di Laboratorium PT. MaxZer Solusi Steril

Hadi terus semangat melakukan inovasi dengan membuat Sulis portable untuk Ibu menyusui. Sulis portable ini diharapkan bisa memudahkan para Ibu menyusui dalam mengawetkan ASI yang telah dipompa dengan cepat dan mudah. Hadi bertekad untuk terus melakukan inovasi-inovasi sehingga bisa memberikan banyak manfaat untuk khalayak umum. Tetap berkreasi, berprestasi, dan pantang menyerah!
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES