Thursday, February 7, 2019

Mencipta dan Merangkai Kenangan #TriptoJeonju

Terlalu banyak kenangan yang tercipta dan kembali untuk dikenang. Liburan Lunar New Year (Seollal) kali ini saya kembali menciptakan kenangan. Merealisasikan janji yang telah lama dibuat untuk bisa travelling bersama dua eonni yang sudah menjadi teman dekat saya sejak masuk di LEME. Mereka rekan satu tim saya dalam grup Anammox.

Baca juga: 

Take a break for a moment ~ (credits: www.luckycaesar.com)
Well, if you really wanna see the true colors of your friends, go travel with them. Emang bener sih, bisa kelihatan bagaimana sifat mereka sebenernya. So far, mereka emang baik, sifat kembak-mbakannya banget. Yah usia kita terpaut 6 tahun. Jelas mereka dewasa banget, aku yang sering kena omelan karena terlalu childish. I am, a bit :"

Terima kasih, teman main ~ (credits: www.luckycaesar.com)
#TriptoJeonju kali ini dimulai hari Sabtu pagi. Pagi yang terlalu awal, kami membuat janji untuk bertemu di Sasang Bus Station. Saya berangkat ke PNU subway station pukul 6.30 pagi. Membutuhkan sekitar 70 menit untuk mencapai Sasang Bus Station. Setelah dari PNU subway, ambil line 1 ke arah Dadaepo beach dan turun di Somyeon. Lalu setelah itu transfer ke arah Sasang dan exit ke Busan Station, arah kanan. Mudah kok, semuanya ada dalam bahasa bilingual.

Sasang Bus Station (credits: www.luckycaesar.com)
Sesampainya di Sasang, dua eonni  belum sampai di meeting point. Alhasil saya sarapan dulu, odeng hangat dan sebotol toreta. Toreta ini mirip dengan pocari sweat namun lebih murah. Satu tusuk odeng seharga 1000 won, lebih besar porsinya dari kebanyakan odeng yang dijual ditenda-tenda.

Odengnya so yummy apalagi pas lapar banget :" (credits: www.luckycaesar.com)
Sekitar pukul 07.50, kedua eonni alkhirnya datang juga. Jadwal bus kami pukul 08.00, kami pun bergegas masuk ke bis. Semua kursi sebagian besar sudah terisi. Perjalanan dari Busan ke Jeonju menggunakan bis sekitar 21,500 won. Busnya nyaman juga, cukup luas.

Rehat sejenak di rest area (credits: www.luckycaesar.com)
Perjalanan sekitar 3 jam sampai di Jenju dengan sekali istirahat di rest area daerah Sancheong sekitar 30 menit. Sesampainya di Jeonju kami istirahat sebentar sebelum melanjutkan jalan-jalan.

Why Jeonju?  

Bisa ambil peta wisata disini ya ~ (credits: www.luckycaesar.com)
Jeonju merupakan kota yang begitu tradisional dengan arsitektur kuno Korea. Selain itu, banyak peninggalan-peninggalan bersejarah yang bisa dikenang oleh para penduduk lokal ataupun turis macam saya ini. Tujuan kami ke Jeonju adalah Hanok Village. Banyak sekali persewaan Hanbok di sepanjang jalan. Mulai dari 10,000 – 25,000 won per jam, tergantung model dan kualitas hanbok sendiri. This time, we’re not gonna wear hanbok, just enjoy and sightseeing around Hanok Village.

Sabtu, 2 Januari 2019

Ramai sekali hari itu, bertepatan dengan akhir pekan dan libur panjang menuju Seollal jelas jadi waktu terbaik untuk quality time bersama keluarga, sahabat ataupun kekasih. Saat melewati café ice cream yang cukup ramai, kami pun memutuskan untuk berhenti rehat sejenak.




 Original Ice Cream “Langue de Chat”

Interior desainnya klasik modern. Menu es krimnya sebenarnya beragam, mulai dari original, coklat, strawberry, tiramisu namun kali ini kami memilih menu original. Pengen banget coklat tapi sudah terlalu banyak makan coklat kemarin, takut nyeri dada lagi :”



Es krim cone kali ini tidak seperti biasanya, namun terbuat dari roti kering semacam lidah kucing namun berbentuk cone. Satu cone es krim dijual dengan harga 3,800 won. Worth to try, enak banget. Lembut dan tidak terlalu manis.



Setelah puas menikmati es krim dan sejenak berbincang-bincang, kami pun meneruskan perjalanan. Saat itu ada pertunjukan barongsai  khas korea. Namanya Samolnori. Kami pun juga mencoba permainan-permainan tradisional ala Korea, menulis surat untuk diri sendiri dan mengirimkannya ke Indonesia. What fun things to experience.
Pertunjukan Samolnori ~ (credits: www.luckycaesar.com)






Selanjutnya kami memutuskan untuk menuju guest house tempat menginap malam ini. Kami menyewa guest house yang begitu tradisional. Ingin merasakan menginap di rumah-rumah ala Korea. Satu malam untuk bertiga sekitar 90,000 won. Normalnya satu kamar hanya untuk dua orang saja, tambahan satu orang sebesar 10,000 won. Sepanjang jalan menuju guest house, masih terlihat es-es setelah hujan salju kemarin sepertinya.


Model rumah di hanok village (credits: www.luckycaesar.com)
Lukisan di sepanjang jalan menuju ke guest house (credits: www.luckycaesar.com)


Setelah meletakkan barang-barang bawaan, kami istirahat sejenak. Soyoen eonni sakit kepala, Jeongmi eonni pun lelah. Lucy? Baik-baik saja Alhamdulillah. Akhir-akhir ini kecanduan main game, entahlah rutinitas lab terlalu monoton. Udah baca paper, ngelab juga sudah sedemikian padat, namun rasanya kok kosong kurang hiburan. Namun dasarnya tipe yang gampang bosan, dua hari game pun sudah uninstall lagi.

Omokdae dan Indahnya Hanok Village di Malam hari

Malam harinya, setelah badan lumayan bertenaga untuk kembali jalan-jalan kami memutuskan untuk ke Omokdae. Cukup jalan sekitar 25 menit dari guest house, mendaki untuk melihat hanok village dari ketinggian. Top view yang begitu istimewa, malam itu cukup mencekam dengan dingin yang gak wajar. Kerlap-kerlip lampu rumah-rumah penduduk membuat begitu indah. Seperti bukit bintang.



Omokdae Historic Place (credits: www.luckycaesar.com)
Baca juga:

Hanok village di malam hari (credits: www.luckycaesar.com)


Setelah puas foto-foto dan cukup kedinginan, kami melanjutkan jalan-jalan lagi. Next stop adalah Nambu night market. 

Jeonju Nambu Night Market 



Penuh sesak, banyak sekali jenis food street yang bisa dibeli di Nambu Market. Ada takoyaki, odeng, ttopokki, jajanan thailand, jelly warna-warni, macaron mini dan masih banyak lagi. Setelah puas berkeliling, kami memutuskan pulang untuk membeli beberapa barang.




Warna - warni macaron mini (credits: www.luckycaesar.com)
Ring couples, postcards dan absurd photo box jadilah oleh-oleh kami malam ini. Cincin bunga 1,000 won sesuai dengan warna kesukaan masing-masing. Guess, what's mine?



Post cards dengan tipe sketch pen begitu memikat hati kami. Satu paket 8,000 won isi 10 postcards. Sementara photo box absurd karena boxnya terlalu sempit untuk kita bertiga jadinya posenya desak-desakan. Foto 6 kali jepret (pilih 4 foto) dan 3 lembar cetak seharga 4,000 won. Alhamdulillah, sederhananya bahagia ~

Hasil foto box yang begitu absurd :" (credits: www.luckycaesar.com)
Malam yang cukup melelahkan, kaki rasanya gempor pegal-pegal semua. Tidur lebih awal sepertinya ide bagus karena besok edisi jalan-jalan masih berlanjut. Terima kasih, Sabtu ~

Spot yang begitu memorable untuk mengenang masa penjajahan Jepang di Korea (credits: www.luckycaesar.com)
Minggu, 3 Januari 2019

Pagi yang begitu dingin, rintik hujan terdengar pelan di luar. Gloomy day, semoga masih asik untuk jalan-jalan. Plan pagi ini brunch kalguksu spesial dan dilanjutkan ke Gyeonggijeon Hall untuk mengenang dinasti Joseon.

Kalguksu super yummy, porsi ekstra (credits: www.luckycaesar.com)
Kalguksu pagi ini datang dengan porsi extra, satu porsi dengan harga 8,000 won. Bedanya dengan kalguksu yang biasa saya makan dekat kampus, kalguksu kali ini ditambahkan telur yang diaduk jadi satu. Kuahnya juga jadi lebih kental. Mienya sendiri lebih kecil dan tidak gepeng. Normalnya mie kalguksu lebih besar dan gepeng. Recommended banget untuk dicoba, so yummy ~

Exploring Gyeonggijeon Hall 

Jeonju merupakan tempat lahirnya dinasti Joseon. Banyak sekali peninggalan bersejarah yang disimpan di Gyeonggijeon hall. Terdapat pula Potrait Royal Museum, salah satunya adalah King Taejo sebagai founder dari dinasti Joseon. Banyak patung dan miniatur parade yang terbuat dari Hanji, kertas asli buatan Korea.



Oiya, Jeonju ini juga kota penghasil kertas dengan kualitas terbaik yang digunakan untuk keperluan dokumen penting serta didistribusikan ke kota-kota besar di Korea Selatan. Tiket masuk sebesar 2,000 won untuk student dengan batasan usia 25 tahun, lebih dari itu membayar sebesar 3,000 won.

Bersama Patung King Taejo (credits: www.luckycaesar.com)



Mereka suka banget foto yang ganti wajah, padahal serem eh :" Saya bahagia tidak ikutan ke switch #devillaugh (credits: www.luckycaesar.com)


Jalan-jalan bersama hujan, my fav all the time. Meskipun basah, bahagia dan "rasa"nya kerasa banget. Lebih dapat suasana klasiknya korea saat hujan. Rindu juga momen hunting foto, saat ini sd card kamera belum bisa ditemukan dimana :" Nanti suatu saat nanti, entah kapan.



Sendunya dapet kan ya? (credits: www.luckycaesar.com)

Last quality time in Jeonju, menikmati sore 

Sembari menunggu waktu depart Bus pukul 15.00, sore itu kami memutuskan untuk quality time di kafe kekinian. Entahlah si eonni-eonni ini jago kalau cari info kafe kekinian. Satu gelas es coklat seperti biasa sudah dipesan, kami pun memilih duduk di lantai 2. Harga normal segelas seberar 5,000 won dan kue tiramisu sebesar 7,000 won.
Pintu masuk cafe (credits: www.luckycaesar.com)



Desain interiornya klasik, simpel tapi mewah. Suka yang model begini berasa di rumah tapi ternyata di kafe #apasihLucy Enak banget sambil ngeblog disini, tenang banget suasanyanya. Namun sayang jauh dari kosan. Baliknya susah :"

Serem juga mbaknya ya :" (credits: www.luckycaesar.com)


Baca juga:
#EdisiMain Moment Lab: Tempat Kumpul dan Belajar Super Cozy  

Pukul 14.30 kami menuju ke Jeonju bus station untuk balik ke Busan. Tiket bus sama harganya 21,500 won, jadi PP Busan-Jeonju sebesar 43,000 won. Trip yang begitu menyenangkan, Alhamdulillah ~

Nanti kita ciptakan kenangan lebih baik lagi ya ~ Terima kasih eonni ^^ (credits: www.luckycaesar.com)
Selamat merangkai kenangan yang tercipta. Terima kasih untuk teman main dua hari di Jeonju. Nanti kita buat cerita lain yang lebih menarik lagi ya. Selamat menabung untuk jalan-jalan ke tempat lainnya lagi. Selamat kembali bertempur dengan dunia lab, it is coming (really) soon ~

Karena kadang cukup pun lebih dari cukup. Sampai ketemu kamu, kapan?

4 comments:

  1. Pemandangan di tempat ini memang cakep-cakep banget. Bagian terfavoritku adalah pas ngomongin soal makanan. Auto-ngiler, deh. Asli. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mbaak, bagus baguss yaa pemandangannyaa hehehe rumah-rumah tradisional korea. akuu juga nulisnya sambil nahan lapar, kalguksuunya the best wkwkw btw thank you uda mampir mbak :)

      Delete
  2. AAAAh.... Mengingatkanku pada pengalamanku beberapa tahun lalu waktu ke Korea. Tapi cuma di Seoul dan DMZ, nggak sempat eksplorasi ke tempat-tempat yang Mbak ceritain di atas. Duh duh duh.... aku padahal pengen ke Hanok Village di Jeonju. Terima kasih sudah bercerita lengkap di sini. Mudah-mudahan aku punya keberuntungan untuk bisa ke negara ginseng itu lagi dan mengunjungi tempat-tempat itu.

    Aku isi komennya nggak pakai Google Plus, biar tetap terekam di sini. Cedih Google Plus bakal ilang. Hiks hiks *numpangcurhat*

    ReplyDelete
  3. Baca ini jadi lebih tau kuliner sama tempat-tempat bagus di Korea soalnya di drama paling ya itu-itu aja terkadang. Lihat gambar makanannya dan bacanya malem-malem jadi ngiler.. Pengen nyoba es krim sama kalgusu jadinya :D

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES