Showing posts with label DUMET School. Show all posts
Showing posts with label DUMET School. Show all posts

Thursday, February 21, 2019

Maksimalkan Potensi Diri dengan Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler

Live to the max! Rasanya sudah menjadi tag line yang mendarah daging bahkan sejak duduk di bangku sekolah dasar. Tidak bisa diam dan begitu antusias melakukan hal-hal yang disukai. Refreshing sejenak dari kesibukan PR ataupun tugas-tugas kelompok di sekolah. Mengerjakan hobi, sesuatu yang tidak pernah bosan kita melakukannya. Bahagia rasanya hidup mengikuti passion.

Bahagianya terpilih untuk Mural painting di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta saat masa SMA
(credits: www.luckycaesar.com)
Sejak sekolah dasar, saya sudah mendapatkan privilege atau hak istimewa dari Ayah dan Ibu untuk bisa bebas menyalurkan hobi dengan mengikuti beberapa kegiatan non-formal yang ada di luar sekolah. Kegiatan non-formal atau sering kita menyebutnya dengan kegiatan ekstrakurikuler ini menjadi sarana untuk menyalurkan sekaligus mengasah hobi yang ketika ditekuni bisa menjelma menjadi bakat istimewa. Do what you love and love what you do, memang umumnya bakat lekat dengan kemampuan bawaan dari lahir. Namun dengan mengasah kemampuan dan secara tekun melatihnya lama-kelamaan bisa mahir di bidang tersebut.

Baca juga:

Sejenak saya ingin berbagi sekelumit cerita mengenai jejak hidup saya mengikuti passion dan mengembangkan hobi sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Rasanya saya selalu suka mengikuti banyak kegiatan sedari kecil, berimbang antara kegiatan formal dan non-formal. Berusaha menyeimbangkan antara aktivitas akademik dan non-akademik, jadilah saya tidak pernah terlepas dari beragam kegiatan ekstrakurikuler. Yap, menjadi kegiatan penghilang penat yang begitu menyenangkan bagi saya. 

Perlukah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler?
Jawabannya, tentu PERLU, dengan capslock, bold, dan underline. Masa iya mau melewatkan banyak hal positif?

Yuk, yuk maksimalkan potensi diri dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ~ 

Yap, mengingat banyak sekali hal positif yang diberikan, bisa digarisbawahi bahwa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sangat penting untuk menunjang masa depan, terutama dalam hal memaksimalkan potensi diri. Kegiatan ekstrakurikuler yang notabene merupakan pendidikan di luar kegiatan akademik sekolah juga bisa menyeimbangkan antara kemampuan otak kiri (akademik) dan otak kanan (non-akademik).

Seni menjadi teman penghilang kebosanan

Saya terlahir bukan dari keluarga seni, namun saya suka corat-coret dan mewarnai. Saat duduk di bangku sekolah dasar, rasanya beruntung sekali punya teman dekat yang begitu mahir di bidang seni. Darinya belajar banyak hal bagaimana mewarnai dengan gradasi yang baik, sama-sama ikut ekstrakurikuler seni, pun selalu bersama ikut lomba mewarnai. Tidak selalu menang, namun rasanya puas ketika melakukan hobi ang diapresiasi. Melalui kegiatan ekstrakurikuler kemampuan mewarnai dan melukis jadi jauh lebih baik. Kesempatan untuk mengembangkan diri juga terbuka lebar.

Kostum kreasi daur ulang sampah plastik (credits: www.luckycaesar.com)
Tidak hanya mengikuti ekstrakurikuler seni lukis, saya pun ikut ekstrakurikuler drumband. Awalnya penasaran dan ingin mencoba hal baru, nyatanya ketagihan dan sampai sekarang masih jadi kenangan yang tidak terlupakan. Saat itu, saya bahagia mendapat bagian paling depan memainkan senar drum. Tak hanya itu, saat bangku SMA saya beserta teman dalam kegiatan ekstrakurikuler seni juga menjuarai lomba daur ulang dari sampah plastik tingkat Provinsi. Betapa beruntungnya bisa tergabung  dalam circle  pergaulan dengan passion dan hobi yang sama ~

Indahnya berbagi dengan adik-adik di SDN Sawojajar 3 mengenai kreasi daur ulang sampah kertas dan plastik
(credits: www.luckycaesar.com)
Dunia jurnalistik dan bahagianya bermain kata

Berlanjut ke jenjang sekolah menengah, saya masih tetap mengikuti ekstrakurikuler seni. Seni rasanya selalu jadi pelarian paling ampuh dari segala kepenatan bidang akademik yang tidak ada habisnya. Semacam oasis yang begitu menyenangkan dan menenangkan.

Melukis Labirin Perjuangan saat SMA (credits: www.luckycaesar.com)
Selain esktrakurikuler seni, saya juga mengikuti ekstrakurikuler jurnalistik. Tergabung dalam editor dan kreator majalah dinding serta majalah cetak sekolah membuat saya makin bebas mengreasikan semua ide yang berlari-lari di otak. Pun bahagianya bisa mengkombinasikan dengan seni, membuat ilustrasi ataupun kreasi unik menghias majalah dinding. Saya pun juga secara otodidak belajar membuat desain grafis menggunakan Corel Draw ataupun Photoshop. Pernah juga ikut kursus desain secara online.

Baca juga:

Beruntungnya jaman sekarang yang penuh dengan generasi milenial sangat difasilitasi dengan tersedianya beragam lembaga ilmu untuk mengasah skill dan memaksimalkan potensi diri yang dimiliki. DUMET School adalah salah satu lembaga kursus pilihan diantara banyaknya lembaga kursus yang sudah terbukti kualitasnya. DUMET School merupakan lembaga kursus mulai dari desain grafis, website, digital marketing, video editing serta mobile apps. Banyak program khusus lainnya lho, bisa langsung ke websitenya ya ~
Inhouse training DUMET School PT. Perusahaan Listrik Negara (credits: DUMET School)
Banyak sekali promo menarik yang ditawarkan oleh DUMET School. Kualitasnya pun sudah terbukti melalui karya-karya murid yang belajar di DUMET School. DUMET School juga pernah memberikan pelatihan untuk website dan desain grafis di Badiklat Kementerian Pertahanan dan inhouse training untuk karyawan PT. Perusahaan Listrik Negara. Selain itu, DUMET School juga melakukan pelatihan mengenai Adobe Ilustrator untuk mahasiswa-mahasiswa di Universitas Nasional, Jakarta. Kalau mau kepo bisa langsung lihat ke instagram, facebook, ataupun youtube mengenai testimoni murid-murid DUMET School.

DUMET School bisa menjadi tempat belajar pilihan untuk menimba pendidikan non formal di luar sekolah. Tetunya menjadi sarana terbaik memaksimalkan potensi diri. Kedepannya saya ingin sekali bisa menguasai banyak hal dalam utak-atik website. Belajar motion graphic sepertinya juga menarik. Bisa nih, DUMET School jadi pilihan, asikkk ~

Testimoni Kursus Motion Graphic di DUMET School (credits: Youtube DUMET School)

Oiya, sebelumnya berkat ketekunan dan kegigihan mengikuti ekstrakurikuler majalah dinding a.k.a mading saya bisa beberapa kali menjuarai kompetisi di tingkat kota ataupun provinsi sebagai bonus ketekunan melatih hobi yang disuka sedari dulu. Pun ketika masa SMA bisa mengeksplore banyak potensi termasuk membuat maket rumah saat pelajaran seni. Sungguh banyak sekali pelajaran dan manfaat yang bisa saya petik dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Tugas Pelajaran Kesenian: Kreasi Maket Rumah (credits: www.luckycaesar.com)
Tim membuat maket rumah (credits: www.luckycaesar.com)
Asiknya bersosialisasi dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi

Memasuki bangku kuliah, saya bertekad untuk tidak mau menjadi mahasiswi kupu-kupu alias kuliah pulang – kuliah pulang. Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung menjadi volunteer International Office ITS bagian divisi media informasi dan beberapa kali menjabat di bagian riset development dan dana untuk kegiatan di himpunan ataupun BEM ITS.

Belajar Batik bersama mahasiswi dari Shantou University Business School, China (credits: www.luckycaesar.com)
What a fun day ~ Asian Global Development Camp ITS and Shantou University Business School, China
(credits: www.luckycaesar.com)
Kegiatan non-formal untuk bangku kuliah rasanya lebih fleksible. Banyak sekali wadah untuk mengeksplore kemampuan diri, utamanya dalam bersosialisasi, meningkatkan kemampuan bekerja dalam tim serta yang lebih penting lagi kemampuan berkomunikasi. Yap, kemampuan berkomunikasi sangat mempengaruhi kemahiran negosiasi saat pengambilan keputusan ataupun penentuan ide yang akan diterapkan dalam proyek. 
Saat mengikuti ASEAN Youth Volunteer Program 2015 di Kamboja. Sedang melakukan sosialisasi mengenai cara mencuci tangan yang benar (credits: www.luckycaesar.com)
Membagikan sanitasi kit ke adik-adik di balai desa Krakor Village, Kamboja (credits: www.luckycaesar.com)
Kemampuan desain dan jurnalistik juga masih tetap terasah seiring menempati beberapa jabatan strategis di International Office, himpunan jurusan ataupun BEM. Wajib rasanya terus mengasah skill yang dimiliki sekaligus penyaluran hobi yang begitu menyenangkan. Pun saat ini saya masih berusaha aktif menulis dan desain untuk konten-konten di Kontemplasi Asa. Beberapa tulisan juga mendapatkan apresiasi, rasanya jadi semakin semangat menebar kebaikan dan kebermanfaatan melalui tulisan.

Baca juga:
Kontemplasi Asa #WritingAwards

Menjadi narablog terasa sangat bangga, bahagia dan menyenangkan. Nge-Blog menjadi kegiatan ekstrakurikuler sendiri bagi saya. Selain menyalurkan hobi, harapannya dari cerita dan informasi yang dibagikan bisa memberikan manfaat untuk para pembaca. Saya sempat menjadi pembicara dalam sharing session online melalui whatsapp grup mengenai memaksimalkan potensi waktu luang dengan Nge-Blog.

Baca juga:

Kemampuan desainpun masih terus dipakai untuk kepentingan di lab ataupun kegiatan non-lab. Saat ini saya tergabung sebagai anggota divisi media dan informasi di IMUSKA (Indonesian Muslim Student Society in Korea). Sesekali membuat desain poster untuk media sosial dan kalender edisi ramadhan, selalu menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Kalender edisi Ramadhan IMUSKA (credits: www.luckycaesar.com) 
Poster memperingati Kemerdekaan Indonesia ~ (www.luckycaesar.com)
Sejenak meluangkan waktu untuk mengenali potensi diri rasanya penting sekali. Tidak melulu berpikir mengenai pendidikan formal di sekolah ataupun bangku kuliah. Kegiatan non-formal di luar sekolah bisa menjadi sarana paling tepat untuk memaksimalkan potensi diri yang dimiliki. Menjadi sarana menyalurkan hobi atau justru menjadi tempat pencarian jati diri. Terus semangat! Live this life passionately, live to the max! 
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES