Energi
menjadi kebutuhan pokok yang begitu penting untuk dipenuhi dalam kehidupan
sehari-hari. Tersalurkan dalam wujud listrik yang menjadi bagian tidak
terpisahkan dalam mendukung aktivitas setiap harinya. Bisa dibayangkan jika
terjadi krisis energi listrik? Gelap gulita, tidak bisa akses dunia informasi,
semuanya pasti serba terkendala. Pemadaman bergilir yang sifatnya sementara
saja sudah banyak membuat kendala dan sambat yang berkepanjangan, apalagi dalam
waktu yang lama? Semoga dan jangan sampai terjadi.
Well,
tingkat konsumsi energi listrik pun terus meningkat seiring dengan pesatnya
pembangunan dan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sangat erat
kaitannya dengan pertumbuhan jasa konstruksi serta industri.
![]() |
Pertumbuhan Konsumsi Listrik di Indonesia |
![]() |
Total Konsumsi Listrik Masyarakat Indonesia |
Sementara
itu, penyediaan listrik saat ini pun masih menjangkau 73% dari masyarakat
Indonesia. Salah satu faktor penyebab yang terpenting dan perlu mendapatkan
perhatian khusus yaitu semakin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi
fosil khususnya minyak bumi. Pun penggunaan energi fossil secara terus menerus sebagai sumber energi pembangkit listrik jelas tidak bagus untuk kelestarian lingkungan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (ESDM) mengenai bauran energi primer Indonesia tahun 2016,
pemanfaatan sumber energi masih dikuasai oleh energi fossil.
Bauran Pengunaan Energi Primer Indonesia
Perincian
mengenai penggunaan energi primer di Indonesia, yaitu minyak bumi 43.05%, batu
bara 28.7% dan gas bumi 22.05%. Sementara untuk pemanfaatan energi baru
terbarukan baru mencapai 6.2%. Pemanfaatan energi terbarukan terbesar saat ini
adalah panas bumi dan hydro. Pemanfaatan energi baru terbarukan ini ditargetkan
mencapai sebesar 23% pada tahun 2025.
Sejumlah
kebijakan pemerintah pun mulai direncanakan guna menarik investasi untuk
pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dan mencapai
target yang diharapkan. Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA) tahun 2012, Indonesia berada pada negara urutan ke-6 terendah dalam hal penggunaan energi
terbarukan untuk sumber pembangkit listrik.
![]() |
Bauran Energi Primer di Indonesia |
Sebesar
46 gigawatt (GW) listrik berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan
ditargetkan bisa dicapai sampai tahun 2025. Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta
Surya Atap pun telah dilaksanakan tahun 2017 dalam rangka memperkuat ketahanan
energi nasional dan mendukung pencapaian target pemanfaatan energi baru
terbarukan. Dari target total 23%, proyeksi pembangkit listrik tenaga surya
sebesar 5000 MW tahun 2019 dan 6400 MW pada tahun 2025.
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber
energi terbarukan
![]() |
Produksi listrik dari beberapa sumber energi baru terbarukan |
Pembangkit
listrik dengan menggunakan energi matahari belum dimanfaatkan secara maksimal
hingga saat ini. Padahal sumber daya energi surya yang cukup besar tersedia di
khatulistiwa dengan potensi daya sebesar 32,654 MW. Pada tahun 2017, pemanfaatan
pembangkit listrik tenaga surya secara nasional baru mencapai 80MW.
Yap,
pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan bahkan masih
dimanfaatkan 1.6% dari target pada tahun 2019 (5000 MW). Beberapa dalam pencapaian
pengembangan energi terbarukan diantara lain minimnya investasi akibat
persoalan finansial termasuk bunga bank yang terlalu tinggi, tantangan dalam
akuisisi lahan maupun masalah teknis berupa terbatasnya ketersediaan jaringan
interkoneksi.
Selain
itu, keterlibatan banyak lembaga Pemerintah dalam hal perizinan menambah
panjang proses yang menyebabkan pengembangan proyek-proyek energi terbarukan
semakin rumit dan cenderung tidak efisien. Potensi pemanfaatan energi surya ini
sebenarnya luas, salah satunya sebagai sumber listrik untuk menerangi daerah
terpencil atau terpelosok dengan minimnya akses terhadap sumber daya energi
lainnya. Kondisi lainnya, dari segi pertimbangan ekonomis menggunakan
pembangkit listrik energi surya dibandingkan dengan penggunaan pembangkit
listrik lainnya.
Pemanfaatan
energi surya sebagai sumber energi terbarukan cukup luas, beberapa diantaranya penerangan rumah dan jalan, sumber daya sistem telekomunikasi dan sumber daya rambu-rambu lalu lintas serta pompa
air
Bagaimana memaksimalkan potensi Energi
Surya?
Dalam
rangka mendorong peningkatan sumber listrik dari tenaga surya di Indonesia,
seperti sebelumnya saya sampaikan terbentuklah Deklarasi Gerakan Nasional
Sejuta Surya Atap. Deklarasi ini didukung oleh bebagai pihak mulai dari
pemerintah maupun masyarakat luas melalui berbagai asosiasi beberapa
diantaranya asosiasi energi surya Indonesia, perkumpulan pengguna listrik surya
atap, masyarakat energi terbarukan Indonesia serta beberapa asosiasi lainnya.
Apa sih “Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta
Surya Atap”?
Gerakan
nasional sejuta surya atap ini dalam rangka memperkuat ketahanan energi
nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan menuju Gigawatt Fotovoltaik
dengan menggunakan energi surya. Gerakan nasional ini memiliki beberapa tujuan
sebagai berikut:
Beberapa
kesepakatan pun telah dibuat untuk mewujudkan gerakan nasional ini sebagai langkah
pasti mewujudkan Indonesia lebih berdaulat energi khususnya dengan sumber
energi surya. Kolaborasi dan sinergitas dari segala lini khususnya pemerintah
dan masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan pasar fotovoltaik nasional
yang luas dan kompetitif.
![]() |
Yuk, dukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap ~ |
Selain
itu perlu sekali dilakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat, pemangku
kebijakan dan pemangku kepentingan mengenai besarnya potensi penggunaan energi
surya dengan pengembangan fotovoltaik atap. Terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk mengoptimalkan
pengintegrasian fotovoltaik atap dalam proyek penyediaan listrik, pembangunan
perumahan rakyat serta pembangunan fasilitas dan infrastruktut publik yang
diinisiasi dan didukung oleh pemerintah dan pemerintah daerah.
Perwujudan Gerakan Nasional Sejuta Surya
Atap dan Inovasi Teknologi
Perwujudan
gerakan nasional sejuta surya atap ini juga makin mudah dengan beragam inovasi
teknologi yang ada. Beberapa inovasi panel surya yang bisa meningkat effisiensi
energi surya sehingga menghasilkan daya listrik yang lebih besar. Saya tertarik
dengan beberapa inovasi teknologi panel surya yang dipasarkan oleh Insun Power.
Inovasi teknologi yang diterapkan di dua panel surya ini terbukti mampu secara
efektif menyerap energi surya dengan maksimal kemudian mengkonversikannya ke
energi listrik.
Q-peak 320 Duo black frame
Panel surya monokristalin
dengan daya sebesar 320 Wp dan presentase produksi energi sebesar 19.3%. Mampu memberikan
hasil yang lebih tinggi pada bidang yang kecil. Panel surya ini didukung
oleh generasi terbaru cell Q.ANTUM yang
memecahkan rekor dunia dengan kombinasi sirkuit sel yang canggih dan desain
six-busbar.
Uniknya lagi permukaan depan
sangat pekat hitam dan mampu menghilangkan degradasi yang disebabkan oleh
cahaya (light-induced degradation (LID)) yang dapat mengurangi kinerja sistem karena dilengkapi oleh teknologi
anti LID. Produk dari brand QCells ini merupakan paling popular dan terkenal di
sel-sel PV Eropa dan Australia.
Panda Bifacial 60CL
Inovasi panel surya berikutnya adalah Panda Bifacial 60CL, super istimewa mampu meningkatkan hasil energi sebesar 10-30% lebih tinggi. Panel
surya ini mampu menghasilkan daya dari kedua sisi, depan dan belakang. Saat
bagian belakang memanfaatkan cahaya yang dipantulkan dan tersebar dari
sekitarnya serta mampu menghasilkan daya sampai 30% lebih banyak tergantung pada
albedo.
Panel
surya ini juga tahan lama dan dapat bekerja dengan baik dalam kondisi lembab.
Selain itu, panel surya Panda Bifacial juga secara independen telah diuji mampu
bertahan di kondisi lingkungan yang keras, seperti paparan kabut garam dan
ammonia. Waaah, hebat kan ya. Tahan lama dengan daya hasil yang tinggi. Panel
surya ini juga rendah LID dengan kinerja cahaya rendah yang baik dan koefisien
suhu sel surya silicon monocrystalline
tipe N.
Superb!
Keren banget kan panel suryanya. Kalau diaplikasikan tentunya bisa efektif
mendukung gerakan nasional sejuta surya atap. Kualitas sudah terbukti dan mampu
menghasilkan energi listrik yang tinggi. Pemanfaatan sumber daya energi surya
jelas bisa lebih maksimal sehingga target pemangunan masa depan Indonesia
dengan pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan bisa tercapai.
Bentuk nyata untuk mendukung gerakan sejuta surya atap ini bisa dengan mengaplikasikan pemakaian panel surya sebagai sumber energi listrik skala rumah tangga, perkantoran ataupun sekolah. Investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Energi listrik yang tersimpan dari panel surya bisa digunakan jika sewaktu-waktu ada pemadaman sementara dari PLN. So, kegiatan tetap bisa jalan dan no sambat-sambat yaa karena pemadaman listrik 😁
Selain itu, kebutuhan listrik juga bisa dibagi sumbernya dari PLN ataupun dari panel surya. Efektifitas yang tinggi dari panel surya juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang besar sehingga bisa mencukupi semua kebutuhan listrik skala rumah tangga.
Bentuk nyata untuk mendukung gerakan sejuta surya atap ini bisa dengan mengaplikasikan pemakaian panel surya sebagai sumber energi listrik skala rumah tangga, perkantoran ataupun sekolah. Investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Energi listrik yang tersimpan dari panel surya bisa digunakan jika sewaktu-waktu ada pemadaman sementara dari PLN. So, kegiatan tetap bisa jalan dan no sambat-sambat yaa karena pemadaman listrik 😁
Selain itu, kebutuhan listrik juga bisa dibagi sumbernya dari PLN ataupun dari panel surya. Efektifitas yang tinggi dari panel surya juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang besar sehingga bisa mencukupi semua kebutuhan listrik skala rumah tangga.
Indonesia sebagai negeri berdaulat energi tidak sekedar menjadi harapan, namun menjadi impian yang terealisasi dengan potensi melimpahnya energi surya di negeri ini. Yuk, ikut beraksi dengan turut menyebarkan informasi dan mendukung gerakan nasional sejuta surya atap sebagai aksi nyata membantu membangun masa depan Indonesia berdaulat energi. Viel erfolg!
Referensi:
Buku Ketahanan Energi: Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (2015)
Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia (www.ebtke.esdm.go.id)
Porsi Energi Terbarukan di Indonesia berdasarkan Kementerian ESDM (www.databoks.katadata.co.id)
Statistics Data International Energy Agency (www.iea.org)
Solar Panel Product: Insun Power (www.insun-power.co.id/solar-panels/)