Showing posts with label Energi Matahari. Show all posts
Showing posts with label Energi Matahari. Show all posts

Friday, February 15, 2019

Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap: Membangun Masa Depan Indonesia Berdaulat Energi

Energi menjadi kebutuhan pokok yang begitu penting untuk dipenuhi dalam kehidupan sehari-hari. Tersalurkan dalam wujud listrik yang menjadi bagian tidak terpisahkan dalam mendukung aktivitas setiap harinya. Bisa dibayangkan jika terjadi krisis energi listrik? Gelap gulita, tidak bisa akses dunia informasi, semuanya pasti serba terkendala. Pemadaman bergilir yang sifatnya sementara saja sudah banyak membuat kendala dan sambat yang berkepanjangan, apalagi dalam waktu yang lama? Semoga dan jangan sampai terjadi.

Well, tingkat konsumsi energi listrik pun terus meningkat seiring dengan pesatnya pembangunan dan tingginya pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan jasa konstruksi serta industri. 

Pertumbuhan Konsumsi Listrik di Indonesia
Kebutuhan energi listrik nasional meningkat rata-rata sebesar 18% rata-rata per tahun. Total konsumsi listrik domestic mencapai 188 terawatt hour (TWh) pada tahun 2013, meningkat sekitar 40% dari tahun 2009. Berdasarkan data proyeksi, konsumsi listrik nasional tahun ini meningkat sekitar 64% dari tahun terakhir data realisasi tahun 2013. Peningkatan yang cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Total Konsumsi Listrik Masyarakat Indonesia 
Sementara itu, penyediaan listrik saat ini pun masih menjangkau 73% dari masyarakat Indonesia. Salah satu faktor penyebab yang terpenting dan perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu semakin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil khususnya minyak bumi. Pun penggunaan energi fossil secara terus menerus sebagai sumber energi pembangkit listrik jelas tidak bagus untuk kelestarian lingkungan. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai bauran energi primer Indonesia tahun 2016, pemanfaatan sumber energi masih dikuasai oleh energi fossil. 

Bauran Pengunaan Energi Primer Indonesia

Perincian mengenai penggunaan energi primer di Indonesia, yaitu minyak bumi 43.05%, batu bara 28.7% dan gas bumi 22.05%. Sementara untuk pemanfaatan energi baru terbarukan baru mencapai 6.2%. Pemanfaatan energi terbarukan terbesar saat ini adalah panas bumi dan hydro. Pemanfaatan energi baru terbarukan ini ditargetkan mencapai sebesar 23% pada tahun 2025.
Bauran Energi Primer di Indonesia
Sejumlah kebijakan pemerintah pun mulai direncanakan guna menarik investasi untuk pembangunan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dan mencapai target yang diharapkan. Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA) tahun 2012, Indonesia berada pada negara urutan ke-6 terendah dalam hal penggunaan energi terbarukan untuk sumber pembangkit listrik. 

Sebesar 46 gigawatt (GW) listrik berasal dari pembangkit berbasis energi terbarukan ditargetkan bisa dicapai sampai tahun 2025. Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap pun telah dilaksanakan tahun 2017 dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional dan mendukung pencapaian target pemanfaatan energi baru terbarukan. Dari target total 23%, proyeksi pembangkit listrik tenaga surya sebesar 5000 MW tahun 2019 dan 6400 MW pada tahun 2025.
Produksi listrik dari beberapa sumber energi baru terbarukan 
Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan

Pembangkit listrik dengan menggunakan energi matahari belum dimanfaatkan secara maksimal hingga saat ini. Padahal sumber daya energi surya yang cukup besar tersedia di khatulistiwa dengan potensi daya sebesar 32,654 MW. Pada tahun 2017, pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya secara nasional baru mencapai 80MW.

Yap, pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan bahkan masih dimanfaatkan 1.6% dari target pada tahun 2019 (5000 MW). Beberapa dalam pencapaian pengembangan energi terbarukan diantara lain minimnya investasi akibat persoalan finansial termasuk bunga bank yang terlalu tinggi, tantangan dalam akuisisi lahan maupun masalah teknis berupa terbatasnya ketersediaan jaringan interkoneksi.


Selain itu, keterlibatan banyak lembaga Pemerintah dalam hal perizinan menambah panjang proses yang menyebabkan pengembangan proyek-proyek energi terbarukan semakin rumit dan cenderung tidak efisien. Potensi pemanfaatan energi surya ini sebenarnya luas, salah satunya sebagai sumber listrik untuk menerangi daerah terpencil atau terpelosok dengan minimnya akses terhadap sumber daya energi lainnya. Kondisi lainnya, dari segi pertimbangan ekonomis menggunakan pembangkit listrik energi surya dibandingkan dengan penggunaan pembangkit listrik lainnya.

Pemanfaatan energi surya sebagai sumber energi terbarukan cukup luas, beberapa diantaranya penerangan rumah dan jalan, sumber daya sistem telekomunikasi dan sumber daya rambu-rambu lalu lintas serta pompa air

Bagaimana memaksimalkan potensi Energi Surya?

Dalam rangka mendorong peningkatan sumber listrik dari tenaga surya di Indonesia, seperti sebelumnya saya sampaikan terbentuklah Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap. Deklarasi ini didukung oleh bebagai pihak mulai dari pemerintah maupun masyarakat luas melalui berbagai asosiasi beberapa diantaranya asosiasi energi surya Indonesia, perkumpulan pengguna listrik surya atap, masyarakat energi terbarukan Indonesia serta beberapa asosiasi lainnya.

Apa sih “Deklarasi Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap”?

Gerakan nasional sejuta surya atap ini dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan energi terbarukan menuju Gigawatt Fotovoltaik dengan menggunakan energi surya. Gerakan nasional ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:
Yuk, dukung Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap ~
Beberapa kesepakatan pun telah dibuat untuk mewujudkan gerakan nasional ini sebagai langkah pasti mewujudkan Indonesia lebih berdaulat energi khususnya dengan sumber energi surya. Kolaborasi dan sinergitas dari segala lini khususnya pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan dalam pembangunan pasar fotovoltaik nasional yang luas dan kompetitif.

Selain itu perlu sekali dilakukan sosialisasi secara aktif kepada masyarakat, pemangku kebijakan dan pemangku kepentingan mengenai besarnya potensi penggunaan energi surya dengan pengembangan fotovoltaik atap. Terakhir yang tidak kalah pentingnya untuk mengoptimalkan pengintegrasian fotovoltaik atap dalam proyek penyediaan listrik, pembangunan perumahan rakyat serta pembangunan fasilitas dan infrastruktut publik yang diinisiasi dan didukung oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

Perwujudan Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap dan Inovasi Teknologi

Perwujudan gerakan nasional sejuta surya atap ini juga makin mudah dengan beragam inovasi teknologi yang ada. Beberapa inovasi panel surya yang bisa meningkat effisiensi energi surya sehingga menghasilkan daya listrik yang lebih besar. Saya tertarik dengan beberapa inovasi teknologi panel surya yang dipasarkan oleh Insun Power. Inovasi teknologi yang diterapkan di dua panel surya ini terbukti mampu secara efektif menyerap energi surya dengan maksimal kemudian mengkonversikannya ke energi listrik.

Q-peak 320 Duo black frame

Panel surya monokristalin dengan daya sebesar 320 Wp dan presentase produksi energi sebesar 19.3%. Mampu memberikan hasil yang lebih tinggi pada bidang yang kecil. Panel surya ini didukung oleh  generasi terbaru cell Q.ANTUM yang memecahkan rekor dunia dengan kombinasi sirkuit sel yang canggih dan desain six-busbar.


Uniknya lagi permukaan depan sangat pekat hitam dan mampu menghilangkan degradasi yang disebabkan oleh cahaya (light-induced degradation (LID)) yang dapat mengurangi kinerja sistem karena dilengkapi oleh teknologi anti LID. Produk dari brand QCells ini merupakan paling popular dan terkenal di sel-sel PV Eropa dan Australia.  

Panda Bifacial 60CL

Inovasi panel surya berikutnya adalah Panda Bifacial 60CL, super istimewa mampu meningkatkan hasil energi sebesar 10-30% lebih tinggi. Panel surya ini mampu menghasilkan daya dari kedua sisi, depan dan belakang. Saat bagian belakang memanfaatkan cahaya yang dipantulkan dan tersebar dari sekitarnya serta mampu menghasilkan daya sampai 30% lebih banyak tergantung pada albedo.

Panel surya ini juga tahan lama dan dapat bekerja dengan baik dalam kondisi lembab. Selain itu, panel surya Panda Bifacial juga secara independen telah diuji mampu bertahan di kondisi lingkungan yang keras, seperti paparan kabut garam dan ammonia. Waaah, hebat kan ya. Tahan lama dengan daya hasil yang tinggi. Panel surya ini juga rendah LID dengan kinerja cahaya rendah yang baik dan koefisien suhu  sel surya silicon monocrystalline tipe N.


Superb! Keren banget kan panel suryanya. Kalau diaplikasikan tentunya bisa efektif mendukung gerakan nasional sejuta surya atap. Kualitas sudah terbukti dan mampu menghasilkan energi listrik yang tinggi. Pemanfaatan sumber daya energi surya jelas bisa lebih maksimal sehingga target pemangunan masa depan Indonesia dengan pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan bisa tercapai.

Bentuk nyata untuk mendukung gerakan sejuta surya atap ini bisa dengan mengaplikasikan pemakaian panel surya sebagai sumber energi listrik skala rumah tangga, perkantoran ataupun sekolah. Investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Energi listrik yang tersimpan dari panel surya bisa digunakan jika sewaktu-waktu ada pemadaman sementara dari PLN. So, kegiatan tetap bisa jalan dan no sambat-sambat yaa karena pemadaman listrik 😁

Selain itu, kebutuhan listrik juga bisa dibagi sumbernya dari PLN ataupun dari panel surya. Efektifitas yang tinggi dari panel surya juga berpotensi menghasilkan energi listrik yang besar sehingga bisa mencukupi semua kebutuhan listrik skala rumah tangga. 

Indonesia sebagai negeri berdaulat energi tidak sekedar menjadi harapan, namun menjadi impian yang terealisasi dengan potensi melimpahnya energi surya di negeri ini. Yuk, ikut beraksi dengan turut menyebarkan informasi dan mendukung gerakan nasional sejuta surya atap sebagai aksi nyata membantu membangun masa depan Indonesia berdaulat energi. Viel erfolg! 

Referensi:
Buku Ketahanan Energi: Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (2015)
Gerakan Nasional Sejuta Surya Atap Menuju Gigawatt Fotovoltaik di Indonesia (www.ebtke.esdm.go.id)
Porsi Energi Terbarukan di Indonesia berdasarkan Kementerian ESDM (www.databoks.katadata.co.id)
Statistics Data International Energy Agency (www.iea.org)
Solar Panel Product: Insun Power (www.insun-power.co.id/solar-panels/)
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES