Tuesday, August 6, 2019

Indah yang Dinanti di Dadaepo Beach

Senja, senang rasanya ketika bisa menikmati sepenuhnya. Menatap lekat-lekat langit, menutup mata dan membayangkan orang orang terkasih juga menyaksikan indah yang sama. Indah yang selalu dinanti banyak orang setiap harinya, penutup hari yang begitu istimewa. Menanti senja menjadi momen paling favorit sampai saat ini. Healing dan #metime terbaik dengan langit. Kadang ingin sepenuhnya menikmati sendiri. Sejenak menjaga jarak, introspeksi agar lebih paham dengan mau diri. 

Baca juga: 
Menikmati Pesona Pantai Eksotis di Busan 

Dadaepo jadi pantai paling direkomendasikan untuk menikmati senja, setelah senja yang juga begitu istimewa bisa dinikmati di marine city rasanya Dadaepo masih jadi favorit saya sejauh ini. Deburan ombak dan semilir angin pantai begitu menyenangkan. Rasanya masalah dan penat bisa hilang sejenak. Sejenak sampai senja sempurna dipeluk malam. Haha singkat ya :"

Istimewanya senja di Marine City, Busan (credits: luckycaesar.com)
Perjalanan dari PNU ke Dadaepo memakan waktu yang cukup lama karena dari ujung ke ujung. Hampir dua setengah jam lebih Lama ya :" Iya soalnya sebelumnya mampir dulu ke Masjid Hidayatullah dan juga Jangnim Harbor.  Pertama kalinya mampir ke masjid selain di dusil dan gimhae. Setelah selesai Ashar kami melanjutkan perjalanan ke destinasi pertama. Indahnya senja tipis-tipis bisa dinikmati di port yang banyak dihiasi ruko warna-warni. Bagus untuk difoto, jadi ingat Gamcheon culture village. Mirip-mirip di Jodipan dan Kenjeran. Jadi rindu malang sama surabaya nih :"





Untuk mencapai Jangnim Harbor a.k.a Jangnim Port bisa menggunakan subway turun di Sinpyeong Station ( line 1) exit 5. Lalu lanjut dengan No. 3-1 dan turun di Pongjo Food (ํ’์กฐ์‹ํ’ˆ) bus stop. Nah karena tidak fokus kami lupa untuk turun di stop line yang ditunjukkan (eh bukan kami sih, saya mah kalau jalan bareng ikut komando dari mas hani atau mas yoga wkwkw). Well, akhirnya kami memutuskan untuk naik taxi berlima haha untung si om baik. Hemat gais, 3300 won.




Sesampainya di first stop (Jangnim Harbor) langsung foto-foto. Gen jaman now begini :" tenang, saya menikmati panas sempurna bikin keringetan semua. Jadi kumus-kumus juga kalau difoto :" Untunglah bagusnya foto jarak jauh supaya warna-warni ruko dan estetika bangunan yang begitu apik bisa terlihat lebih jelas. Foto siluet dan senja juga lebih indah dibanding foto selfie yang penuh keringat haha.



Setelah puas foto, kami menuju ke Pantai Dadaepo hanya sekitar 10-15 menit ditempuh dengan mini bus 3-1. Hanya satu bis itu kalau gak salah, jadi harus nunggu dan jangan sampai kelewatan. Dari kejauhan tampat birunya laut dengan cahaya mentari berpendar keemasan. Begitu cantik.

Kami memutuskan turun dan berjalan di jalan kayu sembari menikmati momen menanti senja yang begitu langka. Iya langka karena bersyukur banget bisa main weekend. Eh yang benar-benar weekend hanyalah hari Ahad karena sabtunya masih harus pergi ke lab. Jadi biasanya tiap Ahad rehat di kosan, maklum raga sering ngamuk akhir-akhir ini kelelahan.




Menanti senja di Dadaepo sungguh istimewa, kalau ndak percaya ayok coba hehe. Dimana saja sebenarnya senja memberikan tempat istimewa tersendiri di hati. Senja menjadi pertanda, apapun yang terjadi hari ini banyak hal yang harus disyukuri.

Tidak setiap hari jadi hari terbaik, sebaik yang kamu harapkan. Pun mungkin tidak sehebat yang kamu bayangkan. Kadang ada hari yang begitu menguras emosi. Ada juga hari yang bahkan kamu tidak ingin melewatinya. Tumpukan deadline, menghadap prof, atau bahkan bertemu dia dari masa lalu #ehkok.



Terlepas hari yang melelahkan dan penuh ujian, selalu ada banyak hal yang wajib disyukuri setiap harinya. Sehat yang diberikan tanpa syarat oleh Allah, nikmat iman yang sampai saat ini senantiasa tertanam dalam hati, keluarga yang sehat bahagia, termasuk kesempatan menikmati bergantinya hari dengan ikhlas. 

Percayalah dengan bersyukur semua akan tetap dan selalu baik-baik saja. All is well, everyday will pass, tenang. Tapi jangan lupa usahakan sebaik mungkin untuk menjalaninya. This too will pass, rencana Allah adalah yang terbaik. Allah selalu memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu harapkan ♥️ Selamat menanti senja besok! 

11 comments:

  1. Wah keren udah nyampe Dadaepo beach di Busan. Sunsetnya bagus ya, pantainya terlihat terawat.

    ReplyDelete
  2. Wahh bagus banget kaaak, pengen juga deh kesana tapi di Korea :(

    ReplyDelete
  3. pantai bangunannya semua terlihat indah aduh kapan saya punya waktu ke korea ya

    ReplyDelete
  4. ini mah keren! haha rumah warna warni nya juga jadi keinget rumah yg ada di malang nih

    ReplyDelete
  5. Duuuuh aku suka banget deh kalo baca2 blog yg begini nih, ada foto2nya. Jalan-jalan begini tu aku suka banget. Foto2nya bagus2 pula. Terang dan tajam.

    ReplyDelete
  6. Nice travelling. Tampak masih asri dan sejuk. Sepertinya jauh dari hiruk pikuk dan polusi. Oh ya saya follower baru blog ini. Thx

    ReplyDelete
  7. Aku juga suka banget lho sm pantai dan sunset. Baru menikmati yang di Indonesia aja sih hehe semoga segera bisa menyusul ke Korea ya hehe

    ReplyDelete
  8. setuju, dengan bersyukur semua jadi terasa lebih nikmat. sunsetnya keren, semoga bisa kesana juga segera. hehe

    ReplyDelete
  9. Hmmm aku pun penikmat senja. Sunrise juga sih. Pemburu dua peristiwa alam itu. Paling suka dari senja itu, kalau pas di tepi pantai pas liat mataharinya pelan-pelan turun. Pergerakannya itu kasat mata banget. Pantainya bersih banget ya. Berharap pantai-pantai di Indonesia bisa dijaga sedemikian bersihnya. Dulu pas ke Korea enggak sempat main ke pantai. Bdw, aku yang tinggal di Surabaya malah belum main ke kampung warna-warni di kampung Bulak, Kenjeran :D

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES