Sunday, March 17, 2019

Rasa dan ragu

Menjadi dewasa, rasanya tak semenarik dan semenyenangkan yang dibayangkan. Dulu saat masih duduk di bangku sekolah dasar, ingin sekali cepat masuk SMP. Saat sudah SMP, keren rasanya ya pakai seragam putih abu-abu. Lalu saat sudah di SMA, envy dan mengagumi para kakak-kakak mahasiswa-mahasiswi yang bisa pakai baju bebas. Namun saat sudah lulus kuliah sampai sekarang di Strata 2, rasanya iri sekali lihat anak-anak SD yang bebas sekolah dengan PR yang sangat mudah ~ Well, that's life, Lucy!


Selalu begitu, berangan-angan naik kelas namun setelah naik kelas baru menyadari betapa asik dan nyaman kelas sebelumnya. Pada dasarnya hidup selalu menawarkan tantangan, untuk jadi lebih baik dari masa sebelumnya. Jadi bersyukurlah kamu yang bisa merasakan beragam tantangan menjadi lebih baik. Beragam ujian yang membuatmu jadi lebih berkualitas, insya Allah. Aamiin.

Pun semakin bertambah usia harusnya bisa makin mendewasa. Bisa memilah dengan baik apa yang harusnya dipertahankan dan apa yang harus dilepas. Lebih bijaksana mengontrol hati dan pikiran.

Semakin tua rasanya semuanya jadi begitu rumit, jadi sering ragu, was-was dan takut mengambil langkah besar. Ya, kadang takut bermimpi besar. Tidak seperti saat masih kecil, mimpi jadi apapun rasanya ringan. Realistis, mungkin. Namun ketika berlebihan akan jadi penghalang untuk bisa jadi besar.

Perihal rasa, rasanya juga sedemikian rumit. Entah, atau saya saja yang membuatnya rumit? Mengenai rasa harusnya sederhana. Sesederhana bahagia. Kalau terasa rumit, mungkin tujuan dan harapannya berbeda. Sungguh berharap pada manusia jelas akan kecewa.


Semakin dewasa, ragu wajar jika kadang menjulang tinggi. Gapai dan jadikan pecutan diri. Jadikan penguji nyali untuk diri agar bisa jadi makin besar.

Pun demikian dengan rasa, tidak perlu melulu berpikir benar atau salah menyimpan rasa untuknya. Cukup rasakan, cukup sampaikan pada Sang Pemiliki Hati. Genggam rasa dalam indahnya doa. Jika berjodoh, rasa itu akan berlabuh di waktu yang tepat. Bukannya mengikat rasa dalam doa lebih istimewa?


Rasanya begitu, ragu dan rasa harusnya sangatlah sederhana. Nikmati saja, semua akan indah pada waktunya.

1 comment:

  1. Rasanya memang nikmat apalagi saat digenggam dalam doa, semuanya terpancar keistimewaan yang bahagia tapi memilukan. Tapi ini indah rasanya hehehe tulisan yang bagus mba :)

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES