Monday, June 18, 2018

Berkah Ramadhan dan Lebaran, Kasih Allah Begitu Nyata

Begini ternyata rasanya. Masih ingat benar, 4 hari yang lalu selepas saya menyelesaikan dua UAS beruntun lalu berlanjut dengan jalan tertatih-tatih membeli makanan untuk buka puasa. Begitu sampai di kosan langsung memutar gema takbir di youtube. Ini pengobat rindu, semua akan baik-baik saja. Besok lebaran, besok hari kemenangan tiba. Batin saya mengelus-elus hati kecil yang begitu gampang mewek ini.


Tahun ini pertama kali saya merasakan Ramadhan dan juga Lebaran di Korea. Selamat berkumpul bersama keluarga dan menikmati libur lebaran, dua kata yang saat diucapkan begitu penuh kerinduan akan kampung halaman. Terdengar alay mungkin ya, karena saya bukan satu-satunya yang menikmati Ramadhan dan Lebaran di tanah rantau. Perdana kali ini pun, Allah memberikan berkah yang begitu istimewa. Saya belajar lebih dalam mengenai makna  kesabaran, keridhoan, keikhlasan, dan perjuangan. Kasih Allah begitu nyata.


21 Mei 2018, Sakit ini pengugur dosa

Sore itu, tepat selesai sholat Ashar saya berberes untuk kembali ke lab melanjutkan uji sampel yang baru saya ambil dari reaktor. Rencananya setelah selesai, saya ingin pergi ke Masjid Al Fatah di Dusil, menghabiskan malam di masjid karena besoknya di sini libur.

Jujur, tidak ada yang saya pikirkan saat itu. Pun saat menuruni tangga, saya melihat anak tangga dengan sangat baik.  Namun, tidak beruntungnya saya terpeleset dengan posisi kaki miring dan akhirnya berguling hingga mencapai dasar tangga. Beruntungnya kepala saya tidak terbentur keras dan badan saya cukup besar sehingga benturan tidak begitu keras. Hal pertama yang saya pikirkan, kenapa bisa jatuh, kan mau ke masjid. Sedih sesedih-sedihnya.

Tangisan saya tertahan karena tidak ingin membuat kehebohan dan merepotkan banyak orang. Namun sakit dipergelangan kaki semakin terasa, badan terasa kaku tidak bisa digerakkan. Bagaimana ini? saya semakin ketakutan. Bagaimana kalau tidak bisa gerak sampai nanti. Akhirnya saya putuskan untuk menangis kencang karena menahan sakit.

Beruntung ada yang mendengar dan dua teman dari lab lain menghampiri saya. Disusul Profesor dari lab lain juga yang kebetulan adalah kepala departemen langsung sigap menelepon ambulance. Saat itu saya begitu lemah tak berdaya, masih meringis kesakitan dan langsung dibawa ke rumah sakit.



Berdasarkan hasil rongten, terjadi retak di bagian pergelangan kaki. Alhasil harus ridho untuk digips dan berjalan menggunakan tongkat. For the first time kaki cidera sampai seperti ini, pun jauh dari keluarga. Alhamdulillah, Allah senantiasa menguatkan dan memberikan sahabat yang begitu setia mendukung dan menguatkan saya.

Hari-hari setelah itu begitu penuh perjuangan. Dealing dengan diri sendiri yang keep blaming for being disable dan merepotkan banyak orang setelah tragedi jatuh. Kerinduan akan ayah dan ibu di rumah ditambah sakit yang terasa sangat berat. Sampai pada akhirnya saya tersadarkan satu hal dan merubah semua cara pandang saya mengenai nikmatnya sakit.


Ayah melatih saya untuk selalu istighfar ketika mulai merasakan sakit, setia merapalkan doa mohon ampun pada Allah, mohon keridhoan pada Allah agar sakit ini bisa menjadi pengugur dosa-dosa yang saya miliki. Ayah selalu menguatkan saya untuk senantiasa Huznudzon pada Allah. Sakit ini nikmat yang juga harus disyukuri, bukan malah sedih dan mengeluh terus-terusan. Banyak hikmah baik yang bisa dipetik dari sakit ini, bisa lebih banyak istirahat, banyak istighfar, banyak bersabar. Jadi bisa merasakan kalau jalan menggunakan tongkat juga butuh kesabaran ekstra. Alhamdulillah.

Pun sakit ini menambah syukur bisa menyambut tahun ke 24 lebih bijaksana. 


15 Juni 2018, Allahu Akbar!

Alhamdulillah, Allah senantiasa menguatkan saya sehingga bisa lancar berpuasa hingga akhirnya bisa menyambut hari kemenangan 3 hari yang lalu. Perdana lebaran di Korea dengan kondisi kaki yang kian membaik. 




Bahagia yang begitu istimewa Hari Raya bisa berkumpul dengan keluarga muslim seperjuangan di sini, masak kari ayam, sambal goreng daging, puding, brownie coklat, lontong, pecel, keceriaan serta tawa canda  mewarnai Hari Raya.  Alhamdulillah, sungguh Kasih Allah begitu nyata. Allah Maha Baik.


Tulisan ini diikutsertakan dalam #KontesMenulisEmir yang telah saya post.
Boleh klik like dan comment post saya di facebook ya, Klik di sini 

Terima kasih banyak yang sudah mampir, sudah like, ataupun comment.  
Sehat sukses dan bahagia selalu semuanya.
Selamat berkumpul bersama keluarga dan menikmati libur lebaran :)

6 comments:

  1. assalamualaikum.. indahnya silaturahim.. :)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah masih bisa dipertemukan dengan lebaran tahun ini. Cepat sembuh ya mbak dan tetap semangat di sana. Saya yakin sepulangnya nanti jadilah wanita yang sukses.

    ReplyDelete
  3. lama ga mampir, ternyata studi di korea toh,alhamdulillah.. syafakillah ya kondisi kaki dan badan keseluruhan, insyaAllah selalu ada maksud terbaik dr Allah atas semuanya :*

    ReplyDelete
  4. Alhamduilllah.. Senang mengetahui kaki Lucy segera pulih. Bersyukur ada banyak teman2 seperjuangan di sana ya..

    ReplyDelete
  5. Good luck ya. Rezeki gak akan ke mana. Saingan yang di mana-mana #eh :P

    ReplyDelete
  6. Cepat pulih kakinya ya, Lucy... Semoga lancar kuliahnya, balik ke Indonesia bisa kumpul lagi sama keluarga :)

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES