Minggu, 07 Agustus 2016

Indonesia Makin Sesak, Wujudkan Generasi Berencana menjadi Nyata!

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terpadat keempat di dunia (setelah Cina, India dan Amerika Serikat) dengan jumlah total sekitar 255 juta penduduk. Tingkat pertumbuhan populasi di Indonesia antara tahun 2000-2010  sekitar 1,49 persen per tahun. Hal ini berarti pada setiap tahun terjadi peningkatan penduduk sekitar 3,8 juta jiwa. Menurut proyeksi yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melihat jumlah populasi absolut Indonesia di masa depan, maka Indonesia akan memiliki penduduk lebih dari 270 juta jiwa pada tahun 2025, lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2035 dan 290 juta jiwa pada tahun 2045.

Indonesia Makin Sesak (Sumber Gambar)
Jumlah penduduk yang bertambah setiap tahunnya membuat negeri ini lama kelamaan menjadi penuh sesak jika tidak dilakukan upaya untuk menekan laju peningkatannya. Tentunya pertambahan penduduk yang sangat besar ini akan mempengaruhi berbagai aspek termasuk diantaranya kebutuhan tinggal, sumber daya alam, perekonomian, kesehatan dan tentunya pendidikan. Salah satu penyebab pertumbuhan penduduk ini adalah tingginya angka kelahiran di Indonesia akibat maraknya pernikahan usia muda.

Program Generasi Berencana (GenRe) dan Konsep Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP)
GenRe - Menuju Hidup Lebih Sejahtera (Sumber Gambar)
Banyak remaja sekarang yang melakukan pernikahan dibawah batas usia seharusnya yaitu kurang dari 21 tahun untuk wanita dan kurang dari 25 tahun untuk pria. Pernikahan yang terlalu dini ini akan memberikan banyak dampak kedepannya, termasuk keselamatan saat melahirkan, kesiapan ekonomi serta perencanaan masa depan keluarga. BKKBN melalui Program Generasi Berencana (GenRE), memiliki sebuah konsep Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) dalam tujuan untuk menekan tingginya pernikahan dini serta sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan generasi muda indonesia di masa mendatang. PUP ini sebagai upaya untuk meningkatkan usia perkawinan dengan usia minimal 21 tahun untuk wanita dan 25 tahun untuk pria. Konsep PUP ini juga untuk memberikan pengertian, pemahaman serta kesadaran kepada para remaja agar merencanakan dengan baik sebelum menikah termasuk mempertimbangkan aspek fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial ekonomi, serta menentukan jumlah serta jarak kelahiran.

Konsep PUP memberikan banyak manfaat tentunya untuk para remaja, yaitu:
  1. Bisa menyelesaikan urusan studi dan meraih cita-cita serta meniti karir yang diimpikan
  2. Lebih mampu mempersiapkan ekonomi  sehingga menghindarkan keluarga dari permasalahan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari 
  3.  Mampu menghadapi berbagai masalah yang timbul dengan cara yang bijak serta tidak mudah putus asa 
  4.  Lebih mudah menerima dan menghadapi konsekwensi persoalan yang timbul dalam perkawinan 
  5.  Melakukan perencanaan yang matang mengenai jumlah anak (penerapan KB, anak cukup 2), usia hamil dan melahirkan akan membantu menghindari resiko kematian dan kesakitan saat proses kehamilan serta persalinan 
  6.  Mampu mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera
  7. Konsep PUP ini juga berkontribusi dalam menekan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sehingga bisa membantu mengatasi masalah ketersediaan ruang dan ancaman kondisi Indonesia yang makin sesak.
Pemahaman Program KB oleh Generasi Muda
Slogan “Saatnya yang muda yang Berencana” dari Program GenRe ini menjadi sebuah spirit yang harus direalisasikan menjadi hal nyata sehingga bisa memberikan dampak yang positif untuk sekitar. Memang sudah seharusnya para Generasi Muda mengambil bagian untuk mewujudkan serta meningkatakan kesejahteraan Indonesia. Selain melalui konsep PUP, para generasi muda juga sudah harus memiliki pemahaman mengenai pentingnya program KB – anak cukup 2. Program KB ini menjadi strategi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pertumbuhan populasi yang rendah akan menyebabkan tingkat PDB per kapita yang lebih tinggi, yang juga akan meningkatkan pendapatan, tabungan, investasi serta menurunkan tingkat kemiskinan.

Perwujudan dari kombinasi PUP dan Program KB ini dapat menjadi langkah kongkrit  untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menekan laju pertumbuhan untuk mengatasi masalah ketersediaan ruang, serta mengendalikan potensi kerusakan lingkungan yang ada akibat pertumbuhan penduduk tidak terkendali.

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi penghalang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada.  Jumlah penduduk yang tidak dikendalikan ini jelas menjadi bencana yang berimplikasi pada penyediaan kebutuhan pokok penduduk, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan, pangan, lapangan kerja dan sebagainya. Dari hal tersebut maka dapat menjadi penghalang dan kendala untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, unggul, serta berdaya saing tinggi.

Menekan laju pertumbuhan untuk mengatasi masalah ketersediaan ruang
Pemukiman di pinggir sungai (Sumber Gambar)
Laju pertumbuhan penduduk yang terkendali dengan pelaksanaan konsep PUP dan program KB ini akan memberikan kontribusi yang besar terhadap jumlah penduduk ditahun mendatang. Pertumbuhan penduduk yang terkendali membuat ketersediaan ruang dapat dipersiapkan dengan matang sehingga menghindari penggunaan ruangan yang tidak seharusnya untuk tinggal, seperti daerah bantaran sungai, TPA, kereta api yang penuh ancaman bahaya keselamatan serta kesehatan.

Permasalahan ketersediaan ruang ini sangat terasa terjadi di Pulau Jawa. Alih fungsi lahan dari pertanian menjadi area pemukiman telah banyak terjadi. Pembangunan apartemen, industri serta jalan tol sedang banyak berlangsung. Kondisi ketersediaan lahan pertanian 5 tahun ke depan akan sangat sulit didapatkan. Berbeda dengan kondisi di luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan ataupun Sulawesi. Masih banyak terdapat lahan kosong. Ketersediaan lahan pertaniaan juga masih sangat luas dibandingkan dengan lahan pemukiman dan industri. Dari kondisi yang ada dapat dilihat bahwa terjadi persebaran penduduk yang tidak merata, masih terpusat pada wilayah tertentu, pada kasus ini adalah Pulau Jawa. Untuk mengatasi masalah ini perlu digalakan program desentralisasi dengan transmigrasi ke Pulau yang masih belum terlalu padat penduduknya sehingga persebaran penduduk menjadi lebih merata. Selain itu, program GenRe dan KB bisa menjadi langkah dini mengatasi masalah ketersediaan ruang karena terus meningkatnya jumlah penduduk sehingga menyebabkan peningkatan kebutuhan lahan untuk pemukiman. 

Mengendalikan potensi kerusakan lingkungan

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali jelas memberikan dampak pada meningkatnya potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas yang dilakukan oleh penduduk setiap harinya. Potensi kerusakan lingkungan yang terjadi  dapat berupa pencemaran air akibat limbah yang dibuang secara sembarangan ke badan air, polusi udara akibat banyaknya kendaraan bermotor ataupun aktivitas industri, kerusakan terumbu karang akibat penangkapan ikan dengan bahan peledak, deforestasi besar-besaran hutan akibat alih fungsi lahan menjadi lahan pemukiman, serta semakin menipisnya sumber daya alam yang ada. Pelaksanaan konsep PUP dan program KB untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk pasti memberikan dampak yang signifikan  terhadap potensi kerusakan lingkungan yang akan terjadi. 

Baca juga: 
Tekan Laju Deforestasi – Bukan Sebuah Pilihan Namun Kewajiban  

Implementasi Generasi Berencana dengan konsep PUP dan KB dapat menjadi langkah awal yang pasti membuat Indonesia tidak (tambah) sesak. Ayo wujudkan! 

2 komentar:

  1. tambahi margin e lus ben enak baca e. spasinya juga ditambahi. btw masih ada daerah yang belum sesak tp anaknya banyak juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Suwunn anak buah sudah mampir, kayanya km buka via mobile ya? kalau versi web nya udah cantik ii :"

      Hahaha nah tidak tersebar merata, di luar jawa masih kosong. Di pulau jawa udah overload :"

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES