Surabaya menjadi semakin hijau, berseri dan memikat hati. Begitu yang saya rasakan selama 5 tahun merantau di Surabaya. Kota Surabaya sekarang memiliki banyak Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan taman kota yang juga semakin terawat. Luas RTH Kota Surabaya mencapai >20% dari total luas Kota Surabaya, yakni seluas 33,048 Ha. Warga Kota Surabaya pun juga saling bahu-membahu dan semangat menata kota Surabaya. Semangat untuk memperindah dan mempercantik Kota Surabaya agar memiliki lingkungan yang asri, tertata, bersih dan sehat.
![]() |
Terjadi Peningkatan Luas RTH Kota Surabaya Setiap Tahunnya |
Surabaya telah memiliki banyak prestasi di bidang lingkungan hidup,
salah satunya telah memenangkan Adipura Paripurna pada tahun 2016.
Penghargaan Adipura Paripurna yang didapatkan tersebut sebagai simbol
bahwa Surabaya telah menjadi kota yang layak huni (livable city) dan telah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Trade, Tourism, and Investment yang berbasis pengelolaan lingkungan hidup.
Pencapaian Kota Surabaya sampai dititik ini tentunya atas peran dari seluruh warga Kota Surabaya dan termotivasi oleh Walikota Surabaya, Ibunya Warga Surabaya, yaitu Ibu Tri Rismaharini. Bu Risma selalu menebarkan semangat gotong royong dan cinta lingkungan pada warganya dengan aktif ikut serta atau terjun langsung ke lapangan. Seringkali saya secara langsung melihat Bu Risma ikut turun ke jalan untuk mengatur kemacetan hingga ikut dalam event kebersihan. Sosok panutan yang sangat dikagumi warganya, termasuk untuk saya yang merantau di Surabaya.
![]() |
IPM Kota Surabaya (2010-2014) |
Program Surabaya Green and Clean mewujudkan Kota Surabaya Hijau, Bersih, dan Sehat
Tingkat kepadatan penduduk di Surabaya termasuk dalam kategori tinggi. Jarak antar rumah yang ada di daerah kampung pun sangat dekat bahkan hanya bisa dilalui oleh sepeda atau motor saja. Hal ini membuat penyakit mudah tersebar dalam lingkungan mereka, terutama untuk perkampungan di bantaran sungai, pesisir ataupun dekat TPA. Tidak hanya itu, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah juga mengalami kendala dalam pengumpulan serta pengolahannya. Apalagi gaya hidup dan mobilitas penduduk yang tinggi membuat timbulan sampah yang dihasilkan semakin meningkat perharinya
Tingkat kepadatan penduduk di Surabaya termasuk dalam kategori tinggi. Jarak antar rumah yang ada di daerah kampung pun sangat dekat bahkan hanya bisa dilalui oleh sepeda atau motor saja. Hal ini membuat penyakit mudah tersebar dalam lingkungan mereka, terutama untuk perkampungan di bantaran sungai, pesisir ataupun dekat TPA. Tidak hanya itu, timbulan sampah yang dihasilkan oleh masing-masing rumah juga mengalami kendala dalam pengumpulan serta pengolahannya. Apalagi gaya hidup dan mobilitas penduduk yang tinggi membuat timbulan sampah yang dihasilkan semakin meningkat perharinya
Mengatasi kondisi dan permasalahan yang ada, melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya maka dibuatlah program partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan kota Surabaya dan mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020 dan Kota Sehat, yaitu Program Surabaya Green and Clean (SGC).
Banyak sekali manfaat positif dari adanya Program SGC. Warga Surabaya menjadi berlomba-lomba memperindah dan mempercantik kampung masing-masing dengan berbagai cara. Warga Surabaya mulai menerapkan sistem bank sampah, membuat kerajinan barang bekas yang unik dan bernilai jual serta mengaplikasikan teknologi pengomposan untuk pengelolaan sampah.
Tidak sampai disitu, para warga di kampung SGC juga mengembangkan Toga dan hidroponik yang dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan penghasilan tambahan untuk para Ibu rumah tangga. Selain itu, kampung-kampung SGC juga mengembangkan pengolahan air limbah domestik untuk selanjutnya digunakan kembali untuk menyiram tanaman serta menerapkan teknologi penyimpanan air hujan
![]() |
Kategori Penilaian Program SGC |
![]() |
Kriteria Penilaian Program SGC |
Animo Warga Surabaya dan Pesona Kampung-kampung Hijau SGC
Peserta program SGC tahun 2009 bahkan mencapai 2774 sebagai bukti bahwa animo masyarakat yang begitu tinggi untuk mengikuti program ini. Program SGC masih terus dilaksanakan sampai sekarang sejak pertama kali digelar tahun 2005. Perjalanan cukup panjang dan telah membuahkan hasil dengan menjadikan Kampung-kampung di Surabaya yang dulunya kotor dan kumuh menjadi hijau, asri, sehat dan nyaman untuk dihuni. Setiap tahunnya program SGC mempunyai tema yang berbeda mulai dari penghijauan, penanganan sampah dan daur ulang, program sampah mandiri dan penghijauan, penataan lingkungan taman kota, penanganan bank sampah dan pengurangan sampah serta meminimalisir adanya banjir.
Peserta program SGC tahun 2009 bahkan mencapai 2774 sebagai bukti bahwa animo masyarakat yang begitu tinggi untuk mengikuti program ini. Program SGC masih terus dilaksanakan sampai sekarang sejak pertama kali digelar tahun 2005. Perjalanan cukup panjang dan telah membuahkan hasil dengan menjadikan Kampung-kampung di Surabaya yang dulunya kotor dan kumuh menjadi hijau, asri, sehat dan nyaman untuk dihuni. Setiap tahunnya program SGC mempunyai tema yang berbeda mulai dari penghijauan, penanganan sampah dan daur ulang, program sampah mandiri dan penghijauan, penataan lingkungan taman kota, penanganan bank sampah dan pengurangan sampah serta meminimalisir adanya banjir.
![]() |
Jumlah Peserta Program SGC |
![]() |
Berita mengenai Anthrophology Exploration of Surabaya's Kampungs 2017 di Buletin ITS (Edisi April 2017) |
![]() |
Kemeriahan dalam setiap kunjungan peserta kegiatan internasional ITS IO |
Menilik Semangat Peduli Lingkungan Kampung Hijau – Keputih Tegal Timur
Salah satu kampung hijau yang telah berhasil memenangkan penghargaan untuk Pengelolaan Lingkungan Terbaik Surabaya Green and Clean Kategori Maju se-Surabaya tahun 2015 dan partisipasi masyarakat terbaik Green and Clean Kategori Berkembang tahun 2014 adalah Kampung Keputih Tegal Timur. Kampung ini terletak di belakang bekas area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Keputih.
Salah satu kampung hijau yang telah berhasil memenangkan penghargaan untuk Pengelolaan Lingkungan Terbaik Surabaya Green and Clean Kategori Maju se-Surabaya tahun 2015 dan partisipasi masyarakat terbaik Green and Clean Kategori Berkembang tahun 2014 adalah Kampung Keputih Tegal Timur. Kampung ini terletak di belakang bekas area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Keputih.
![]() |
Gapura Selamat Datang KBA Keputih Tegal Timur, Surabaya |
Kampung Keputih Tegal Timur awalnya terlihat gersang dan kurang asri, namun warga berupaya untuk menjadikan kampungnya bertransformasi dari kampung kumuh menjadi kampung hijau, bersih dan tertata. Bak gayung bersambut, pada bulan Juni 2013 PT Astra International Tbk bersama Grup Astra Surabaya tertarik untuk menjadikan kampung ini sebagai salah satu Kampung Berseri Astra (KBA) karena melihat motivasi tinggi dan kekompakan dari masyarakatnya serta berdasarkan hasil social mapping yang telah dilakukan. Begitu besarnya peranan Inspirasi 60 Tahun Astra dalam mewujudkan transformasi Kampung Keputih Tegal Timur menjadi Kampung yang lebih bersih, hijau dan sehat.
![]() |
Rencana Pengembangan KBA Keputih Tegal Timur Agar Tercipta Lingkungan Bersih, Sehat, Cerdas, dan Mandiri |
Pemilihan kampung Keputih Tegal Timur menjadi Kampung Berseri Astra (KBA) ini juga karena telah memenuhi tiga kriteria yang ditentukan, yaitu tata lingkungan kampung yang baik, sifat gotong royong yang dimiliki oleh warga, dan kemudahan akses untuk melakukan sosialisasi serta pengawasan program tanggung jawab sosial. Kampung Keputih Tegal Timur sekarang terlihat sangat asri dengan pot-pot tanaman hias dan toga yang menghiasi setiap rumah. Begitu teduh dan rindang dengan pepohonan. Semilir angin berhembus pelan. Begitu sejuk membuat para penghuni dan pengunjung untuk betah berlama-lama di kampung ini.
Terdapat beberapa program yang diterapkan di kampung berseri Astra yang mencakup 4 pilar program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Astra International, yaitu Pendidikan dan Pelatihan, Pelestarian Lingkungan, Kesehatan dan Income Generation Activities (Kewirausahaan). Pilar-pilar CSR PT. Asta Internasional ini diterapkan dalam beberapa program di Kampung Keputih Tegal Timur dengan detail sebagai berikut:
1. Penanaman tanaman produktif
Program penanaman tanaman produktif dimulai pada Juni 2013 hingga akhir 2014 berupa pemberian bibit tanaman sebanyak 8.100 tanaman produktif berupa bibit cabe, terong, tomat, markisa dan anggur. Tanaman produktif tersebut diharapkan bisa menjadi produk unggulan warga kampung keputih tegal timur. Pada tahun 2015, warga sudah mampu menjual buah markisa untuk umum, sementara untuk terong, tomat dan lombok masih dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan warga sendiri. PT. Astra Internasional memberikan bantuan berupa galar pada setiap rumah untuk pengembangan buah markisa .
Program penanaman tanaman produktif dimulai pada Juni 2013 hingga akhir 2014 berupa pemberian bibit tanaman sebanyak 8.100 tanaman produktif berupa bibit cabe, terong, tomat, markisa dan anggur. Tanaman produktif tersebut diharapkan bisa menjadi produk unggulan warga kampung keputih tegal timur. Pada tahun 2015, warga sudah mampu menjual buah markisa untuk umum, sementara untuk terong, tomat dan lombok masih dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan warga sendiri. PT. Astra Internasional memberikan bantuan berupa galar pada setiap rumah untuk pengembangan buah markisa .
2. Pembangunan Rumah Hijau
Rumah hijau adalah tempat yang digunakan oleh warga kampung untuk memproduksi pupuk kompos dan mencukupi kebutuhan pupuk bagi tanaman warga. Hasil produksi kompos dari Rumah Hijau sangat efektif karena tidak hanya dimanfaatkan oleh warga namun juga dijual untuk umum. PT. Astra Internasional memberikan bantuan berupa mesin pencacah agar proses pengomposannya lebih maksimal karena sampah bisa tercacah dengan sempurna. Rumah Hijau dapat memproduksi pupuk kompos sebanyak 500 kg dengan penghasilan sebesar 1 juta rupiah per bulan.
3. Pengelolaan Bank Sampah
Program Bank Sampah merupakan pengelolaan sampah atau barang bekas dengan sistem tabungan, yaitu para warga di kampung menabung dalam bentuk sampah atau barang bekas dan kemudian ditukarkan dengan nilai uang. Bank sampah ini memberikan sedikit penghasilan tambahan untuk para warga kampung yang gigih dalam mengumpulkan barang bekas sekaligus membuat sampah yang dihasilkan lebih terolah karena terpilah dengan baik. Bank sampah ini dapat mengumpulkan sebanyak 500 kilogram barang bekas per bulannya.
4. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
IPAL digunakan para warga untuk mengolah air wudhu yang dihasilkan dari mushola di kampung tersebut dan dimanfaatkan kembali oleh warga untuk menyiram tanaman.
5. Teknologi Pengolahan Air Bersih untuk Warga
Teknologi Pengolahan Air Bersih (water treatment plant (WTP)) ini adalah program unggulan warga di Kampung Keputih Tegal Timur. Warga kampung memanfaatkan air sungai terusan Kali Surabaya, kemudian meengolahnya dengan cara sederhana melalui mesin pengolah air dan adanya penambahan kaporit untuk mengurangi bau dan membunuh bakteri yang ada di air tersebut.
Water Treatment Plant KBA Keputih Tegal Timur Surabaya
PT. Astra Internasional bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk membantu dalam pembangunan mesin pengolahan air. Air hasil olahan WTP ini tidak hanya digunakan untuk mandi dan mencuci namun juga digunakan untuk minum dan memasak. Adanya WTP sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan memberikan keringanan beban ekonomi untuk warga. Mesin WTP ini dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari warga dengan harga 8 jerigen air seharga Rp 2.000 dan dapat menghemat sampai Rp 8.000 karena untuk 8 jerigen air PDAM dihargai sebesar Rp 10.000.
![]() |
WTP di KBA Keputih Tegal Timur |
Program Rumah Pintar ini mendukung pilar pendidikan berupa bangunan dua lantai yang berisi 5 sentra. Rumah Pintar Astra ditujukan untuk bisa menjadi pusat pendidikan bagi warga kampung sehingga para warga bisa meningkatkan skill yang dimiliki dengan membaca buku, bermain musik ataupun melalui pengembangan diri lainnya.
![]() |
Rumah Pintar Astra Mendukung Pilar Pendidikan |
Lapangan serbaguna ini tidak hanya digunakan untuk arena olahraga saja seperti voli, bulu tangkis, sepak bola saja, namun bisa digunakan untuk mengadakan acara lainnya seperti membangun panggung acara kemerdekaan dan berbagi pertemuan lainnya.
PT. Astra Internasional Turut Lestarikan Lingkungan Melalui KBA Keputih Tegal Timur, Surabaya
Begitu beragam program yang dikembangkan di KBA Keputih Tegal Timur. Kampung Keputih Tegal Timur juga sering melakukan pelatihan bagi pengunjung yang ingin belajar bercocok tanam dan juga membuat pupuk kompos. Tidak hanya itu, KBA Keputih Tegal Timur juga setiap sebulan sekali digunakan untuk Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang mendukung pilar Kesehatan pada program CSR Astra.
Rencana kedepan pada tahun 2020, diharapkan KBA Keputih Tegal Timur dapat terus mempertahankan kondisi lingkungan dan menjadi contoh bagi kampung lainnya. Selain itu, diharapkan agar KBA Keputih Tegal Timur dapat berjalan mendiri dan mendukung 4 pilar (pendidikan, lingkungan, kesehatan dan kewirausahaan) yang ada. Saat ini PT. Astra Internasional telah memiliki 24 KBA di 14 provinsi di Indonesia dan target pada tahun 2018 bisa mewujudkan 34 KBA di 34 provinsi di Indonesia.
Begitu meginspirasi kepedulian dan support maksimal yang diberikan oleh PT. Astra Internasional dalam mewujudkan KBA yang ada di seluruh Indonsia hingga menjadi berhasil seperti sekarang ini. KBA Keputih Tegal Timur Surabaya menjadi salah satu contoh kesuksesan Inspirasi 60 Tahun Astra dalam memajukan Indonesia dan tentunya Surabaya bisa menjadi inspirasi untuk mewujudkan Kampung Bersih, Sehat, Cerdas dan Mandiri di kota - kota lainnya.
Referensi:
- Antara News. 2016. Kampung Berseri Astra Ubah Tempat Sampah Jadi Jawara Lingkungan. [Diakses tanggal 10 Juni 2017]
- Beritasatu.com. 2014.Kampung Kumuh di Surabaya menjadi Kampung Berseri Astra. [Diakses tanggal 12 Juni 2017]
- Khasanah, Nur Anisa. 2015. Implementasi Program Corporate Social Responsibility PT. Astra Internasional di Kampung Berseri Astra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
- Ni'mah, Ulviyatun. 2015. Semangat Pantang Menyerah Berbuah Berkah. Majalah Derap Desa Oktober 2015. Juara 2 Anugerah Pewara Astra.
- Surya. 2015. Kampung Pahlawan Kebersihan Asri tapi Tak Tersentuh Walikota. [Diakses tanggal 12 Juni 2017]
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Inspirasi 60 tahun Astra dengan tema "Bagaimana Surabaya mengembangkan potensi diri dalam membangun industri kreatif dan menjadi kota yang menginspirasi"
- Antara News. 2016. Kampung Berseri Astra Ubah Tempat Sampah Jadi Jawara Lingkungan. [Diakses tanggal 10 Juni 2017]
- Beritasatu.com. 2014.Kampung Kumuh di Surabaya menjadi Kampung Berseri Astra. [Diakses tanggal 12 Juni 2017]
- Khasanah, Nur Anisa. 2015. Implementasi Program Corporate Social Responsibility PT. Astra Internasional di Kampung Berseri Astra. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
- Ni'mah, Ulviyatun. 2015. Semangat Pantang Menyerah Berbuah Berkah. Majalah Derap Desa Oktober 2015. Juara 2 Anugerah Pewara Astra.
- Surya. 2015. Kampung Pahlawan Kebersihan Asri tapi Tak Tersentuh Walikota. [Diakses tanggal 12 Juni 2017]
*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Inspirasi 60 tahun Astra dengan tema "Bagaimana Surabaya mengembangkan potensi diri dalam membangun industri kreatif dan menjadi kota yang menginspirasi"