Thursday, December 27, 2018

Bahagia dari merasa cukup

Be happy for no reason. Benar begitu? Pasti hati kecil bertanya - tanya. Memang iya? Kamu bahagia? Pertanyaan yang begitu sederhana, tapi kadang begitu susah untuk dijawab. Selalu ada alasan yang menyertai. Jadi bahagia tanpa memerlukan alasan, masih masuk akal? 

Tentu. Bagi sebagian orang, bahagia itu sederhana. Bagi sebagian yang lain, bahagia menjadi sangat rumit. Ukuran kebahagiaan setiap orang berbeda-beda, sesuai kelapangan hati, sesuai ambisi, sesuai banyak faktor yang sengaja dipatok masing-masing orang. Walaupun sebenarnya, bahagia bisa saja begitu sederhana. 


Bahagia, bisa sesederhana ini. 
Bahagia dari merasa cukup. Cukup atas apa yang dimiliki, didapati, dan yang telah dilakukan. Pun dengan merasa cukup pasti lebih bisa merasakan indahnya bahagia. Namun nyatanya, manusia memiliki nafsu tinggi untuk menjadi dan mendapatkan yang lebih hingga kadang butuh banyak alasan untuk bisa bahagia. Memandang rumput tetangga selalu lebih indah daripada rumput di ladang sendiri. 

Melihat betapa enak hidup orang lain dan begitu mudah dalam mendapatkannya. Sedangkan hidup sendiri yang terseok-seok begitu berat. Melihat hanya dari sampulnya saja, tanpa mau tahu bagaimana rumitnya perjalanan untuk mencapai titik tersebut. Hidup ini ibaratnya sawang sinawang. Tentang bagaimana melihat atau memandang kehidupan. Melihat yang semu dari pandangan kita terkadang seolah-olah terlihat nyata. 

Hidup orang lain terlihat begitu enak, sedangkan nyatanya belum tentu begitu. Hanya saja orang tersebut pandai membawa diri, seolah semuanya terlihat menyenangkan dan sedikit mengeluh. Padahal untuk mencapai posisi sekarang, banyak jatuh bangun dan halang rintang yang telah dilalui. Jadi, perlu sekali bijaksana memaknai kehidupan yang sedang berlangsung sekarang. 



Nyatanya, kadang hidup memang terasa begitu berat. Seakan hanya kita sendiri yang punya masalah. Padahal ya, everyone is fighting their hard battles. Sama-sama sedang berjuang, jadi tidak perlu sampai segitunya meratapi kehidupan yang rasanya kian berat #ngomongkedirisendiri Semakin berat ujian hidup, berarti Allah semakin percaya kalau kita mampu untuk mengatasinya, melewatinya dan menaklukkannya dengan sangat baik. 

Nah, agar lebih ringan bisa dicoba dengan sebijaksana mungkin memandang ujian yang datang sebagai jalan kebaikan kita kedepannya. Supaya hidup terasa lebih mudah, lebih ringan. Nikmati ujian yang ada. Gampang memang bicara begini, coba kalau sedang down bisa jadi lebih melow dan drama. Memang hidup di Korea penuh drama ya. lol #bercandakok #emangtapidisinibanyakdrama


Kalau sedang lelah dan merasa susah, sejenak berikan waktu untuk memandang apa yang sudah terlewati. Merenungkan bahwa perjuangan sudah setengah jalan, atau bahkan sudah hampir mencapai titik finish. Banyak yang sudah dicapai dengan perjuangan yang tidak gampang, jadi nikmat Allah mana lagi yang bisa kita dustakan? Ketangguhan yang senantiasa Allah lekatkan dalam hati dengan caraNya yang begitu istimewa.

Sejenak, luangkan waktu untuk introspeksi diri setiap malam sebelum tidur. Berikan apresiasi pada diri sendiri. Semacam penghargaan bahwa sudah mencoba melakukan yang terbaik. "Well done, lucy. You have done many good things". Pun kalau sedang terpuruk dan gagal, atau merasa hari itu buruk sekali. Katakan pada hati "Gakpapa, besok kita coba lagi. It's only a bad day, not a bad life". Self talk ini saya rasa sangat penting untuk menjaga kesehatan jiwa, kesehatan mental. Meskipun saya juga masih berusaha istiqomah menerapkannya. 

Bahagia dari merasa cukup. Semoga bisa senantiasa melebihkan syukur, mengurangi mengeluh dan bijaksana memaknai kehidupan. Cukup terkadang lebih dari cukup. Letakkan dunia di genggaman, jangan letakkan di hati. Pun kalau terlalu lelah, berikan waktu istirahat sebentar. Kamu berhak bahagia, nikmati saja semua pasti bisa selesai.  It's fine to be slow, as long as you're not quit and keep making progress. 


Coba sejenak lihat awan, dia juga selalu punya cara membuat penduduk di bumi bahagia ~
Last but not least, ketika hidup terasa semakin berat, mungkin Allah sengaja mengetuk hati kita, Allah rindu lembutnya doa dan lantunan  ayat-ayat Al-quran kita. Allah rindu curhatan dari hati ke hati di sepertiga malam. Tenang, ketika semuanya terasa berat, kita selalu punya Allah, punya doa yang begitu istimewa dan selalu ada sujud dengan doa-doa yang menggetarkan langit. Tenang, Allah selalu bersama kita. 

Sekian, selamat berdamai dengan hati masing-masing. Terus merangkai sabar dan zikir. Semoga berkah dan kebaikan selalu menyertai. Aamiin. 

Pun, bahagia sesederhana bisa bertemu teman lama ~

13 comments:

  1. Ahh bener banget mbak, bahagia itu kita sendiri yg ciptakan, merasa cukup dan bersyukur, insyaallah janjiNya benar malah akan ditambah, aamiin

    ReplyDelete
  2. Betul mbak bahagia itu bisa datang dari merasa cukup atas pemberian Allah pada kita. Seringkali kita eh saya malah sibuk meminta ini-itu tapi lupa mensyukuri yang ada

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum Mbak Lucky, akhirnya saya mampir lagi kesini.. hehe

    Kata-kata yang terakhir jleb banget Mbak.. rasanya pas banget sama kondisi saya sekarang.. Kita diuji oleh Allah, karena Allah ingin mendengar tangisan kita dengan menghinakan diri di depannya..

    Saling mendoakan ya Mbak, semoga Allah mampukan kita untuk sabar...

    ReplyDelete
  4. Aaamiiin... Sifat dasar manusia memang selalu kurang puas dengan apa yang ada. Dan ilmu ikhlas itu paling sulit diterapkan. Memang betul, sawang sinawang istilahnya, kita melihat orang lain hidup enak, padahal kita gak tau dalamnya seperti apa, yang terlihat hanya luarnya saja. Great motivation. Thanks for sharing

    ReplyDelete
  5. Bahagia itu sederhana, ketika kita bersyukur dan merasa cukup, maka kebahagiaan di Hati muncul. :)

    ReplyDelete
  6. yoshh kata banyak orang, bahagia itu sederhana gaes hehe

    ReplyDelete
  7. Terimakasih sudah menulis artikel ini. It is very inspiring.

    ReplyDelete
  8. Setuju mba Lucy ketika kita merasa berat adakalanya inilah waktu ternyata Alloh rindu sujud lama kita, rindu mengadu dengan deraian air mata dan ini beneran terasa sama aku :)

    ReplyDelete
  9. Tulisan yang menghangatkan. Terima kasih mba :)

    ReplyDelete
  10. Betul ya mbak... Kadang kita sibuk menengok milik orang lain sampai lupa mengapresiasi milik sendiri. :( thank you for sharing mbak

    ReplyDelete
  11. Bahagia itu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Bahkan kesusahan pun mesti disyukuri karena ada hikmahnya. Yang penting kita sudah berusaha dan ga menyusahkan orang lain itu cukup ��

    ReplyDelete
  12. duluuu, aku sempet sering jealous ama kehidupan temen2 yg kliatannya enk, duit banyak, traveling sering. Tapi lama kelamaan, aku sadar mba, hidup kyk gitu, capek sendiri. iri ama hidup org lain. mau sampe kapan.akhirnya aku lbh melihat ke orang2 yg hidupnya kurang beruntung. melihat mereka ttp kuat, ttp senyum, ttp rajin ibadah, walo hidupnya susah, akunya jd malu sendiri. dari situ sih, kayaknya aku mulai belajar mensyukuri apa yg aku punya. ga pengen mikir yg jelek dan iri2an lg. ga akan prnh bahagia kalo begitu trus :)

    ReplyDelete
  13. Bahagia bacanya, meski pernah alami masa paling susah banget dan bikin depresi, nyatanya semua akhirnya usai meski butuh waktu 4 tahun.
    Allah tahu, saya ini jarang banget meminta sesuatu, cuma minta apa yang telah diupayakan agar bisa terwujud dengan baik. Makanya karena jarang meminta itu, Allah uji dengan musibah besar yang sungguh membuat saya tak tahan. Memendam amarah dan lebih sering ngeluh pada sesama namun tak dapat apa-apa. Lalu sayua ngeluh dan berdoa agar beban berat itu janganlah sampai melampaui batas kemampuan saya. Lalu Allah angkat semua. Saya bersyukur bisa melewatinya. Namun akan selalu ada ujian dari allah agar saya tetap dekat. Saya ini berdoanya standar banget,. sih, soalnya sudah merasa cukup, he he. Cuma sekarang saya sedang berupaya keras agar allah dengar doa untuk memudahkan jalan saya dalam hal rezeki bukan karena tak merasa cukup melainkan ingin ada perubahan lebih baik

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES