Saturday, May 31, 2014

Resiko dan Pilihan

Selalu bersyukur, kotak kecil itu masih senantiasa penuh dengan senyum. Seperti tak pernah habisnya banyak peringatan yang datang. Allah sungguh sayang padaku. Itu kesimpulannya. Begitu mulai berbelok ke arah salah, ada batu menghadang. Ketika mulai tergiur dengan iming-iming menyesatkan, ada petir menggelegar. Bangun lucy! Itu intinya. Ada yang salah dengan diri ini. Entah berbeda dari sebelumnya. Atau terlalu banyak menganggap enteng dan berpikir kalau aku bisa menyelesaikan segalanya. Memang bisa, namun lainnya jadi keteteran dan tidak maksimal. 

Keluar dari zona nyaman, risk taker, be proactive. Itu alasan utama yang mendasari aku berani menggambil tanggung jawab yang telah dipercayakan padaku. Walau bahkan harus menerima konsekwensi terhadap apa yang telah menjadi pilihanku. Aku tahu itu, dan aku terima. Karena tidak semua orang memiliki tanggung jawab untuk memegang amanah. Bersyukur, Allah memberikan aku kepercayaan untuk bisa dipercaya orang lain. 

Malam ini, satu hal yang ingin aku bagi ke kalian. Sesusah apapun masalah yang kalian hadapi, terus semangat-terus optimis dan terus percaya kalau pasti ada jalan keluar dari semua masalah yang ada. Allah pasti tak akan menguji makhluknya dengan beban diluar batas kemampuan yang dimiliki. Semua awalnya sulit sebelum menjadi mudah. Terus percaya bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita semua. 

Satu point penting yang harus diingat, semua dipergilirkan. Ada saatnya kamu merasa bahagia dan ada saatnya kamu akan merasa sedih. Tak perlu terlalu bersedih hati ketika mendapatkan musibah atau hasil yang tidak sesuai dengan keinginan hati. Sesungguhnya apa yang kamu anggap baik belum tentu baik bagimu. Allah pasti punya rencana lebih indah, dan kamu hanya perlu bersabar mengunggu waktu itu datang.  Sebaliknya, ketika mendapat kebahagiaan jangan terlalu bahagia. Boleh bahagia namun dalam batas sewajarnya, sebagai ungkapan syukur pada Sang Maha Baik. Tidak perlu terlalu membusungkan dada, merasa paling hebat bisa menggapai segalanya. padahal nyatanya semua akan kembali pada Sang Pemilik Kehidupan. 

Hmmm, terima kasih untuk malam ini ya Allah. Semoga cambuk kali ini bisa membuatku lebih baik lagi. Aamiin :D 

Well, selamat pagi Surabaya. Selamat mewujudkan mimpi masing-masing ^^

Thursday, May 29, 2014

Harusnya Tidak Begitu

Masih (juga) terjaga. Entah kenapa malam ini mood tidak begitu baik untuk menyelesaikan masalah perpipaan. Padahal satu bab lagi selesai. Selalu, memulai adalah hal tersulit yang harus dilakukan. Selanjutnya, setelah berjalan justru keenakan sampai lupa waktu. 

Biarkan rehat sejenak, pikirku. Berbagi uneg-uneg yang sebenarnya sudah lama kusimpan. Ini perihal kejujuran. Mungkin sudah beberapa kali aku mengeluh mengenai kejujuran yang rasanya mulai punah. Semuanya berlomba-lomba mendapatkan puncak kejayaan tanpa menghargai proses yang baik dengan jujur sebagai pondasi utamanya. Semuanya menganggap enteng dosa yang akan diterima, berdalih bahwa cara yang mereka lakukan bukanlah mengingkari kejujuran namun terlebih pada siasat atau trik cerdas mendapatkan kesuksesan. Walaaa. Seperti itu, tinggal tarik nafas dalam-dalam. Hmm, jaman sekarang tambah edan -_- 

Satu fakta mengagetkan. Yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Apa yang kita anggap baik, ternyata belum tentu baik. Benar kata pepatah. Don't only judge from the cover, just see the inside and you'll know the truth. Benar demikian. Sempat kaget dan tidak habis pikir mendengar pengakuan seorang teman. Dia akan melakukan apa saja agar bisa dapet nilai ujian yang bagus. Termasuk kerja sama dengan teman saat ujian. Sebegitu berhargakah nilai ujian jika prosenya penuh dengan kecurangan ?. Dan sekarang, rasanya saya berada diantara orang-orang seperti itu. Awalnya marah, merasa bersaing tidak fair. Sempat jengkel melihat kondisi seperti itu. Bersaing dengan orang-orang tidak bermoral. Rela merendahkan dirinya sendiri demi mengejar angka-angka yang jelas diakhirat nanti tidak ditanya nilai ujian di kelas. Hmm, memang jaman sekarang tambah edan -_-

Mencoba terus mengingatkan saja. Membentengi diri agar tidak ikut arus. Terus menjunjung tinggi kejujuran. Terus berusaha, mengepakkan sayap lebih lebar, terus menebar kebaikan. Memang, berjuang itu pahit karena surga itu manis. Semangat putri pollux ! Kamu hanya perlu jadi diri sendiri, terus lakukan kebaikan, Inshaa Allah kebahagiaan akan terus mengikuti :D Aamiin 

Sekian dulu, perpipaan sudah menunggu. Sampaikan salamku pada Caruban. Aku lebih awal merindukannya :*

Tuesday, May 27, 2014

Hai 20 ! Get glory ^^

Hai langit. Terima kasih untuk senyum terindah malam ini. Alhamdulilah, masih bisa merasakan panasnya surabaya ditengah semilir angin berhembus menyibak ujung rambut. Terima kasih untuk kesempatan mendapatkan banyak petuah bijak mengenai kehidupan. Sujud syukur yang semoga selalu senantiasa menghiasi. Kebaikan dan ketulusan yang (juga) tak bosan-bosannya menemani. Terima kasih ya Allah, untuk 19 tahun cerita penuh manis dan pahitnya pelajaran hidup. Semoga kasih dan sayangMu senantiasa dan selalu bertambah menemaniku di tahun ke 20 ini :) Aamiin ya rabbal alamin :)

Berkurang satu tahun, bertambah satu pemahaman baik bagaimana harusnya menghargai setiap detik kehidupan. Berhenti mengeluh dan merenggek setiap masalah datang menghampiri. Melebarkan senyum , meningkatkan keikhlasan dan kesabaran dalam menghadapi hidup yang memang tak semudah yang dibayangkan. Satu hal penting, semoga tak pernah lalai untuk bersyukur pada Sang Maha Baik atas segala berkah dan pelajaran berharga yang diberikan :)

20 ini cukup berbeda. Aku mendapatkan kejutan 1 hari lebih dulu daripada hari semestinya. Tak apalah, apa bedanya 25 dan 26, toh juga akan berkurang umurnya. hahaa. . makasii buat ayah dan ibuk yang senantiasa mendidikku, menanamkan banyak pemahaman baik bagaimana harusnya menghargai tiap detik kehidupan, peri cantikku yang tak pernah lelah menyemangati dan adek gembul yang entah mengapa ketulusan hatinya mengajarkanku betapa mulianya memaafkan tanpa pernah menyimpan dendam. Terima kasih Ya Allah, sungguh syukurku harus selalu berlebih :D

Terima kasih juga untuk sahabat-sahabat baikku. Terima kasih untuk ribuan doa yang telah dikirimkan ke langit. Semesta pantas tak henti tersenyum mendengar doa-doa yang begitu mengharu biru, penuh pengharapan dan kadang menggelitik hati. Terima kasih untuk saudara seperjuangan yang tak lelah mendampingi perjuangan ini. Aku tak perlu kata-kata manis yang membuat hati berbunga-bunga, namun pengorbanan nyata yang membuatku begitu bangga dan bahagia memiliki saudara seperti kalian. Untuk saudara seperjuangan Mbabat Alas #SA1stbatch. Jelass cium jauh untuk para rempong yang bikin rindu (Adita-Andien-Mpii-Mbak Ngkikk). Sahabat-sahabat terbaik sepanjang masa Ema - Dini - Adista - Mbak Elok - Prilly - Atika - Dara - Mbak Epi' - Rinda - Rizkiy - Mbak Ayu - Fauzul :D  

Selanjutnya, beribu sayang untuk saudara baruku volunteer ITS International Office. Keluarga baru yang kian lama kurasakan betapa baiknya kalian, merangkul seperti layaknya keluarga. Semoga bisa memberikan dedikasi tertinggi bersama-sama kalian. Terimakasiii semuuaaa ^^ Semoga kesuksesan selalu mengiringi perjalanan kita semua. Aamiin ya Allah :)

special from Mbak Gita :* ex. Koor Medfo terbaik :)

Makasiii mbak ngkikkk cantiikk :* Kangen rempong deh :')
special dari Princess Nervi. Thank you princess ^^
Semoga sisa usia yang ada penuh dengan berkah. Aamiin ya rabbal alamin :D

Saturday, May 17, 2014

Entahlah

hai kosong. satu poin penting, paling sulit mengendalikan diri sendiri. mengendalikan rasa tidak suka, benci atau hal-hal jelek lainnya. seperti halnya aku sekarang. ketika muak menyergap, yang terjadi adalah pertengkaran hebat antara aku dan kembarku. aku yang salah ? lantas kalau sudah tidak suka harus bagaimana lagi ? cukup. aku lelah. setumpuk pekerjaan masih menunggu. selamat siang. semoga bahagia senantiasa mengikuti. selamat melebur kebencian. 
COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES