Jumat, 24 Juni 2016

Tri Hita Karana - Prinsip Bijak Menggunakan Media Sosial

Social Media as Main Needs? (Sumber Gambar)
Technology brings any changes in human life.  
It may enlighten the future or leads to new problems

Teknologi memberikan banyak perubahan dalam aspek multidimensional baik dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, ataupun pendidikan. Dalam era globalisasi dan pembangunan yang sedang giat-giatnya tidak bisa dipungkiri hadirnya teknologi informasi berupa internet menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Hampir setiap orang di Indonesia memiliki smartphone karena tingginya kebutuhan internet sehingga memberikan pengaruh pada semakin berkembang pesatnya kebutuhan akses media sosial setiap orang.

Media sosial tidak lagi menjadi hal yang asing saat ini. Anak-anak yang masih TK sampai orang tuapun bahkan sudah sangat akrab dengan berbagai media sosial, mulai dari facebook, line, kaskus, whatsapp, twitter, instagram, path, dan media sosial lainnya. Media sosial ini menjadi penghubung yang sangat cepat, mudah diakses serta murah karena bisa menggunakan layanan wifi gratis yang banyak terpasang di tempat-tempat umum. Media sosial menjadi sesuatu yang digandrungi hampir setiap kalangan. Menjadi media silaturrahmi dengan saudara atau kolega yang berada di luar pulau atau bahkan di belahan negara lain, menyampaikan ide dan aspirasi, ataupun wadah informasi berbagai kompetisi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah.

Tanpa batasan ruang dan waktu, media sosial menjadikan siapapun dapat berkomunikasi di manapun dan kapanpun mereka berada. Hal ini membuat media sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam perkembangan kehidupan seseorang. Seperti kondisi yang ada saat ini, media sosial sudah menjadi candu tidak hanya bagi kalangan remaja, kalangan orang dewasapun banyak yang kecanduan dengan media sosial. Tiada hari tanpa mengakses media sosial. Media sosial menjadi kebutuhan yang harus ada setiap harinya, seperti makan dan minum.

Perkembangan media sosial yang kian pesat akhir-akhir ini perlu diberikan kewaspadaan yang lebih. Pasalnya media sosial tanpa batasan ruang dan waktu, dalam sedetik-dua detik penyebaran informasi dapat tersampaikan keseluruh penjuru dunia. Informasi yang baik akan memberikan manfaat karena tersebar luas dan bisa berguna untuk orang lain. Sebaliknya, informasi negatif seperti terorisme, pornografi, kriminalitas akan menjadi propaganda yang menggiring menuju perpecahan ataupun perkelahian.

Maraknya media sosial sebenarnya berkaitan erat dengan cara bersosialisasi, berteman serta berinteraksi. Perbedaannya adalah media sosial menjadi wadah untuk melaukan komunikasi secara tidak langsung (tidak bertatap muka) dan berinteraksi melalui komentar, pesan ataupun chat. Melalui media sosial banyak hal yang bisa didapatkan, mulai dari berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain, berbagi ilmu dan diskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi, penyebaran informasi atau aksi peduli lingkungan dan perayaan lainnya sampai mendapatkan teman baru. Hal yang perlu diwaspadai dengan penggunaan media sosial adalah dengan memasang filter pada diri sendiri. Menggunakan media sosial dengan bijak dan sesuai dengan fungsi media komunikasi yang baik. Mengutip konsep Tri Hita Karana yang dijadikan oleh warga Bali dalam menjalani hidup, bisa diterapkan sebagai prinsip bijak dalam menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Tri Hita Karana – Tiga Keharmonisan dalam Hidup
[1] Membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan.
[2] Membina hubungan harmonis antara manusia dengan alam
[3] Menjalin keharmonisan antar sesama manusia

Media sosial sebagai media komunikasi yang baik dan menjadi pembangun toleransi ketika digunakan dengan sebagaimana mestinya. Bukan perihal yang mudah menjadikan media sosial menjadi pembangun toleransi pada peradaban yang terus berkembang seperti sekarang ini. Namun, bukan perihal yang sulit juga untuk membangun toleransi melalui media sosial asalkan ada kesungguhan dan komitmen diri untuk mewujudkannya. Nothing impossible. If you want it, make it happen!

Budaya Toleransi - Membangun hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan

Sejak kecil, setiap dari kita pasti diajarkan untuk membangun toleransi dengan orang lain. Sederhananya, bersikap saling menghargai dan saling menghormati terhadap sesama. Membangun budaya toleransi melalui media sosial dapat dilakukan dengan saling menghargai dan menghormai antar individu. Indonesia sebagai negara dengan beragamnya agama yang ada menjadikan sebuah kesempatan positif untuk melestarikan budaya toleransi antar umat beragama. Khususnya dalam toleransi beragama, tidak memaksakan ajaran agama tertentu terhadap seseorang, melecehkan atau bahkan membuat isu-isu yang dapat menimbulkan perpecahan. Perlu diwaspadai bahwa sekarang ini banyak situs-situs yang menyebarkan isu-isu keagamaan dengan mengangkat keberpihakan pada suatu ajaran agama tertentu sehingga memancing reaksi permusuhan dari ajaran agama lain.

Hal yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal ini adalah selalu bijaksana dalam mendapatkan informasi. Pahami dan gali informasi lebih dalam lagi dengan membaca berita tidak hanya dari satu sumber. Terapkan prinsip untuk tidak mudah tergiring dengan opini publik dan mantapkan niat untuk selalu membawa misi toleransi dan perdamaian. Penggunaan media sosial yang benar bisa menjadi sarana untuk berbagi informasi dan tips-tips keagamaan, sharing cerita mengenai kondisi realita toleransi umat beragama seperti harmonisasi umat beragama dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat tercipta pemahaman publik untuk mendukung terciptanya toleransi dalam umat beragama. Satu hal yang terpenting adalah penggunaan media sosial jangan membuat lupa untuk beribadah dan mendekatkan diri pada Allah pada dunia nyata. Jangan sampai sibuk di media sosial untuk menyebarkan kemuliaan dalam beragama, namun ibadah yang sebenarnya terlupakan.

Satu pengalaman menarik yang pernah saya alami mengenai toleransi beragama adalah saat saya dan teman-teman yang tergabung sebagai volunteer ITS International Office mengadakan kegiatan CSR di salah satu desa di Malang, yaitu di Desa Rowo Terate. Desa ini mayoritas penduduknya beragama kristen dan ada juga beberapa penduduk yang muslim. Tidak seperti pada desa umumnya dimana Islam sebagai mayoritas, namun keharmonisan tetap terjaga dengan sangat baik di desa ini. Saling menghargai dan menghormati antar sesama umat beragama benar-benar terbina. Saya bisa merasakan bagaimana menjadi minoritas dan tanpa ada masalah apapun yang terjadi. 

Membuat Taman Baca di Rowo Terate (Dok.pribadi)

Merenovasi UKS di SD Rowo Terate (Dok.pribadi)
Lomba Balap Karung dengan Warga Rowo Terate (Dok. pribadi)

Lebih Bijak dalam Bertindak - Membina hubungan harmonis antara manusia dengan alam

Media sosial menjadi wadah yang sangat tepat untuk menyebarkan berbagai macam informasi. Sebagai agen informasi yang bijak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membangun hubungan harmonis dengan sesama dan lingkungan sekitar. Salah satunya melalui media sosial bisa bergabung dengan grup-grup sosial yang ada untuk ikut beraksi saat ada kegiatan serta menyerukan aksi pada yang lain untuk ikut bergabung. Hubungan harmonis ini bisa tercipta dengan dukungan dan kemauan dari pihak-pihak terkait. Adanya toleransi satu sama lain menjadikan harmonisasi lebih mudah untuk terbina. 

Kalangan Remaja dan Dewasa Merajai Media Sosial
Satu hal yang perlu diperhatikan mengenai penggunaan media sosial adalah saat ini kalangan remaja yang hiperaktif di media sosial sering memposting kegiatan sehari-hari mereka yang seakan menggambarkan gaya hidup yang mencoba mengikuti perkembangan jaman, sehingga mereka dianggap lebih populer di lingkungannya. Satu sisi, untuk orang-orang yang tidak peduli hal ini tidak memberikan efek sama sekali. Namun, untuk beberapa orang pasti akan menimbulkan kecemburuan. Kecemburuan positif akan membawa perubahan untuk bekerja dan berusaha lebih keras. Namun, jika kecemburuan negatif maka akan membawa pada perasaan sinisme, menimbulkan prasangka negatif dan merusak harmonisme. Untuk membina harmonisme melalui media sosial dengan manusia ataupun lingkungan sekitar diperlukan sikap yang bijaksana dan selalu waspada dalam mengambil setiap tindakan. Tindakan apapun yang dilakukan pasti akan ada konsekuensinya, sekecil apapun itu.

Be Present! - Menjalin keharmonisan antar sesama manusia

Potret Penggunaan Media Sosial dalam Kehidupan Sosial (Sumber Gambar)
Media sosial bisa dikatakan berhasil membawa sebagian besar manusia masa kini dalam koneksi antar layar melalui penggunaan smartphone, tablet ataupun komputer untuk berkomunkasi ataupun berinteraksi dengan yang lain. Tanpa disadari, kehadiran media sosial bisa mengasingkan diri di tengah-tengah kehidupan sosial. Kondisi yang terjadi saat ini, di tempat-tempat umum banyak yang lebih asyik dengan gadget sendiri daripada berkomunikasi dengan orang-orang di sekitar. Manusia sibuk terhubung dengan berbagai aplikasi media sosial untuk terhubung dengan manusia lain yang jaraknya sangat jauh melalui layar dan jaringan, namun pada saat yang sama telah menciptakan jarak dengan mereka yang dekat di lingkungan sosialnya. Kebiasaan ini harus dihentikan, kehidupan sosial nyatanya lebih penting daripada kehidupan yang terjadi dimedia sosial. Be Present – kehadiran adalah yang sejatinya penting di kehidupan sosial. Letakkan gadget ketika sedang berada ditempat-tempat umum. Jalin komunikasi dan keharmonisan yang nyata dengan orang-orang sekitar. Letakkan gadget ketika sedang berkumpul dengan teman-teman karena obrolan nyata lebih terkenang daripada chat yang jumlahnya ratusan. Letakkan gadget, tinggalkan sejenak media sosial untuk membangun keharmonisan di kehidupan sosial yang sebenarnya.

Last but not least, media sosial membawa berkah dalam pembangunan toleransi baik toleransi beragama ataupun toleransi antar sesama manusia dan lingkungan sekitar. Berkah bisa tercipta dengan kebijaksanaan dan menerapkan sikap mawas diri sebelum mengambil tindakan. Tri Hita Karana – Tiga Keharmonisan dalam Hidup sebagai prinsip bijak yang sangat tepat untuk diterapkan dalam penggunaan media sosial pada kehidupan sehari-hari. Berkah bisa jadi musibah, semuanya tergantung pada apa yang kita lakukan. So, be wise!

----------------------------------------------------

4 komentar:

  1. Nice post dek :) Keep writing and sharing yaa. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siaaapp mbak :D Makasiih sudah berkunjung. Ayoo bikin blog juga mbak :) Menulis dan berbagi itu menyenangkan, apalagi bisa berbagi lewat tulisan. ^^

      Hapus
    2. Iyaa sama-sama dek. Rajin nulis ya sekarang, aku tak sering-sering mampir blogmu kalau begitu. Insya Allah dek ya, nanti dibikin kalau sudah terkumpul semangat ngeblognya :')

      Hapus
    3. Iyaa mbak. Lagi menyibukkan diri dengan menulis. Kangen blogging juga. Hehehe

      Yeyyy, ditunggu kunjungannya lagi ya mbak di postingan" yang lain. Xie.xie 😇😁😘

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES