Selasa, 03 Desember 2013

Asaku (hampir) jatuh :|

Untuk bintang yang masih setia menungguku dilangit. Sendiri dalam sepi, berbalut dinginnya malam dengan sejuta misteri membayang. Aku juga selalu setia. Melihatmu dari teras kosan atau dari dalam kamar dengan sedikit gorden tersingkap. Atau bahkan dari dalam kamar - duduk - dan mataku terpejam. Membayangkan terbang memeluk setiap centi kelembutanmu dengan terpaan angin malam yang mungkin membuat bulu kuduku beranjak. Malam ini bintang, hati kecilku kembali merengek. membuatku merenung - bahwa jatuh cinta memang untuk hati-yang sudah dewasa. Begitukah ? jatuh cinta bukan untuk anak kecil atau hati-hati yang (masih) kecil. Dan benar - hati kecil membuat asaku untuk mencinta (hampir) jatuh.

Dengarkan bintang, dengarkan perlahan. aku tidak akan mengulang. karena susah- ya, susah aku mengucapnya berulang. membujuk hati kecilku menghentikan rajukan. membuat simpul senyum lalu menata kotak-kotak bijak membentuk mozaik di dinding pemahamanku. Tapi tak apa, ini untuk masa depan. hati kecil tidak boleh dipaksa. butuh proses menuju dewasa. bukan instan. aku paham - kalau ini memang alasan menunda jatuh cinta - untuk hati yang dewasa. 

Mungkin kau bosan. Mendengar celotehku tentang banyak pangeran. Pangeran - pangeran yang datang dan pergi begitu saja. wuuuuuuuuushhh seperti angin. lantas hilang. pangeran-pangeran khayalan yang jaraknya jutaan tahun cahaya. susah digapai, sangat susah bahkan.Dan biasanya aku hanya memandang dari kejauhan, merapal mantra-mantra berharap Tuhan mendekatkan. 

Ini ceritaku tentang pangeraan langit, tang. Cerita yang mungkin ditunggu-tunggu para kurcaci bumi yang suka mengintip lorong-lorong pikiranku. Pangeran langit ini sebenarnya istimewa sebelum asaku hampir jatuh. Ini harapku tang, ada sesosok pangeran spesial turun dari kerajaan langit. Hadiah istimewa dari Tuhan untukku. Semoga saja hadiahnya cepat turun :3

Berlanjut, hatiku selalu berharap-harap memandangi detik berjalan. Lambattt - sangat lambaaattt. Menanti pangeran turun dari kerajaan menjejak bumi dengan setangkai mawar biru digenggaman. Menanti -nanti. Mematut diri dikaca berlama-lama. Memilih baju terbaik setiap harinya - ah khusus senin dan selasa ini istimewa. Rapi - wangi tapi satu yang kurang -_- hmm, ini kelemahanku, anggunku masih berkelana di negeri orang. aku harus segera menarikknya pulang ke ragaku :3 #hiraukan

Selalu saja, menghubung-hubungkan banyak kesamaan dengan kaitan "berjodoh". ah sekedar menyenangkan diri sendiri. Meski dalam fakta mungkin hanya "kebetulan". Dengan kesadaran penuh dalam fikiran yang mungkin hanya separuh. 

Bulan berganti bulan, menggerogoti waktu yang kian melapuk. Menggigit tiap ujung harapan, dalam asa yang melambung tinggi kemudian perlahan turun. Mungkin helium asaku sudah habis, perlu dipompa lagi agar khayalanku tidak terjatuh bersamaan dengan asaku. Atau mungkin takdir dari Tuhan menyuruhku agar meluruskan jalan - fokus menata batu-batu sukses untuk siap kutapaki. Mungkin saja seperti itu, bisa jadi. 

Sudahlah, tak perlu bahas lagi jatuh cinta atau cinta yang terjatuh. asaku sudah habis dimakan kebosanan menanti pangeran yang tak kunjung datang. pangeranku juga kehilangan radar. sudah cukup ceritaku bintang. radar pangeran langitku sudah hilang, diambil raksasa jingga kerajaan seberang. ragaku pamit dulu tang, perahuku sudah menunggu. selamat pagi, pagi yang terlalu awal :D Selamat menebar bahagia ! :D

Selamat menebar bahagia ! Hati kecil semoga cepat dewasa ! ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES