Minggu, 10 November 2013

Aduanku begini begitu -.-

malam mingguku maaf, aku hanya habiskan setiap jam tubuhmu untuk mengadu. mengadu semua yang teradu diragaku, semua yang teradu di hatiku. semuanya ku adukan tak ada yang tidak.

entahlah, semua aduan ini bahkan sudah berulang kali kuadukan. kuadukan pada pacar ketigaku, pacar spesialku , ayah. maaf ya yah, maaf putrimu yang bahkan terlalu sering mengadu. banyak ini dan itu yang dengan sabarnya kau terima aduanku. 

malam ini bahagiaku sepertinya sedang pergi, entah kemana. mungkin menengok kampung halamanku dari langit. kampung yang begitu kurindukan.  rindu serindu-rindunya. rindu bertemu ibu periku - ibu terbaik sedunia. berbelanja buku bersama ayah, main badminton bersama pangeranku atau sekedar bercengkerama dengan peri cantikuu. rinduku meluap-luap. sampai aku tak tau bagaimana menahannya agar tak jatuh. sungguh Tuhan aku rindu mereka. itu aduanku nomer satu yang mungkin akan terus teradu hinga berjumpa kampungku, memeluk erat bintang-bintangku. 

aduanku tak hanya itu. raga ya raga. pacar no 2 setelah jiwa. pacar yang haus perhatianku hingga mungkin marah padaku. marahnya mengingatkanku , raga juga butuh perhatian . tidak hanya urusan dunia yang memberatkan jadi prioritas nomer wahid. bukan - bukan itu. ragamu juga perlu kasih sayang , perlu kau manjakan, perlu kau timang-timang. ragamu juga punya perasaan. sekarang siapa yang salah ? kalau raga sampai marah. aduanmu harus kaucukupkan, datangi ragamu. peluk erat dan cium dia.  perhatikan dan jangan biarkan dia marah lagi, jangan biarkan dia memanggil lagi gastritismu. jangan sampai !

cukup sekian aduanku. ragaku mulai mengamuk. mengajak ke pulau kapuk secepatnya. aku harus cepat kawan sebelum dipecat. terima kasih, selamat mencium raga masing-masing. jaga mereka baik-baik !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES