Jumat, 13 Juli 2012

GOD I Miss You – Ahmad Rifai Rifan


Liburan adalah saat yang selalu kunanti-nanti. Saat dimana aku selalu dapet buku baru dari Ayah. Hhhe. . J Liburan kali ini aku beli buku judulnya GOD I miss you karangan Ahmad Rifa’i Rif’an. Buku terbitan PT Elex Media Komputindo ini berisi 100 cara mengobati luka jiwa bersama Tuhan.

Buku yang terdiri dari 263 halaman ini mempunyai harga jual Rp 49.800,-. Aku sangat beruntung sekali bisa mempunyai buku ini. Didalamnya terdapat banyak pelajaran baru dalam menyikapi setiap masalah dalam kehidupan. Setiap katanya mengandung makna dalam yang sangat bijaksana memandang setiap masalah. J

Dalam buku ini ada dua cara yang cukup menyentuh hatiku. Pada cara ke-28 dituliskan mengenai pertanda Iman yang kuat. Disitu dijelaskan bahwa percayalah bahwa iman yang kuat baru terlihat saat ujian sedang menghebat. Sedekah saat kaya itu biasa. Sedekah saat miskin baru luar biasa. Rajin ibadah saat tua itu biasa. Anak muda rajin ibadah baru luar biasa. Memuji-Nya saat bahagia itu biasa. Tetap memuji-Nya saat sedih sedang menerpa baru luar biasa. Menolong orang lain saat diri sedang lapang itu biasa. Tapi tetap gemar menolong meski diri sedang sempit baru luar biasa. Sungguh pencerahan yang baru J Luar biasa.

Selanjutnya adalah pada cara ke-63, Semua akan indah pada waktunya. Didalamnya diibaratkan tentang hubungan kebahagiaan setelah kesusahan dan kerja keras. Sama halnya seperti berikut --->
Tak ada pelangi indah sebelum hujan dan terik mentari
Tak ada kupu-kupu cantik sebelum ulat berbulu
Tak ada kesabaran sebelum ujian berhasil ditaklukkan
Tak ada kesuksesan sebelum kerja keras dan doa
Super sekali J Semua akan indah pada waktunya, asal kita tetap kuat dan bekerja keras menggapai keindahan hidup.

Di dalam buku ini juga terdapat kata mutiara yang menyentuh jiwa. Memberikan pandangan baru tentang apa yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh kita. Kutipan kata mutiara dibawah ini adalah salah satu yang spesial bagiku J

“Bukan Tuhan yang tak adil, tapi jiwa kita yang masih terlalu kerdil. Bukan Tuhan yang tak maha kasih, justru jiwa kita yang tak tahu terima kasih. Bukan Tuhan yang pelit, tapi nurani kita yang mungkin berpenyakit. Sehingga berjuta karunia seolah tiada. Bermiliar anugerah jadi tak terasa”

Terima kasih untuk kak Ahmad Rifai Rifan.Terima kasih untuk 100 cara luar biasa.Empat jempol untuk kakak J Semoga lain kali bisa bercakap secara langsung. Amin. . J

3 komentar:

  1. Benar, Allah itu Maha Adil :) Pingin pijem bukunyaaa dong :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha boleh" maen ke rumah sini. hehehe

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES