Monday, March 4, 2019

Tentang Kamu dan Kenangan.

Obrolan kali ini ingin melengkapi #1minggu1cerita dengan tema romantis. Setelah kesekian post terakhir bahasannya cukup serius, jadi bisa tarik nafas sejenak bahas yang ringan tapi tetap dalam. Aku dan kamu, rasanya lebih nyaman. Sekelumit cerita tentangmu, rasanya perlu sejenak dikenang. Sejak pertemuan terakhir yang entah kapan kita bisa bertemu lagi. Nanti, tak perlu terburu-buru kan?

Tentang kamu dan kenangan. Terima kasih ~
Tentang kamu, rasanya selalu rumit untuk dijelaskan. Membawa banyak kenangan kembali timbul ke permukaan. Bersama dengan ragu dan perasaan campur aduk, yang tak pernah ada ujungnya. Selalu begitu, sebenarnya sederhana mungkin bagi sebagian orang. Namun tidak denganku. 

Healing time is over, rasanya begitu. Kamu dan semua skenario indah yang Allah sungguh Maha Baik. Mungkin, kamu adalah jawaban doa-doa selama ini. Membantu melihat semua di dunia lebih dalam dan bijak. Tidak ada yang abadi, semuanya sementara. Tak perlu terlalu mengejar dunia. Kalau sudah lelah rehat sejenak, kan nggak perlu terlalu keras begitu. Semua yang terlalu, tentu tidak baik kan? 

Masih ingat, 10 November tahun lalu, malam pertama kali bertemu di subway saat perjalanan pulang setelah menonton pergelaran Knock-Knock Indonesia 2018 di Kyungsung University. Rasanya bukan yang pertama, pernah bertemu sebelumnya namun tidak berhasil mengingat dimana, jadi anggap saja baru pertama bertemu. 

Baca juga: 

Pertemuan pertama, hanya ngobrol-ngobrol perihal lab. Tidak tahu nama, bahkan yah terlalu takut saat itu untuk bertanya lebih jauh. Kesan pertama, baik, sopan dan envy udah mau lulus studi di Korea. lol. Arah jalan yang berbeda membuat kita berpisah, saat itu hanya berdoa semoga bertemu suatu saat nanti. Nanti di waktu yang Allah tetapkan. 

Skenario Allah sungguh indah, bertemu lagi untuk yang kedua. Kesan kedua, masih sama yah meskipun ada yang berbeda dari ekspektasi pertemuan pertama. Tapi satu hal, sungguh kagum dengan kerja keras dan berani keluar dari zona nyaman. Aku mah apa, terlalu terlena dengan dunia lab yang bagiku sungguh sudah menyenangkan. 


Pertemuan ketiga, sekaligus yang terakhir rasanya. Jalan-jalan yang menyenangkan. Begitu sabar menghadapi aku yang kadang terlalu cerewet atau juga menyebalkan #inisengaja. Jadi tahu kalau kita rasanya sangat berbanding terbalik. Aku suka penelitian, kamu sudah bosan. Kamu suka bisnis, aku rasanya lebih suka menulis. Kamu suka naik gunung, aku lebih suka diam liat langit saja. Kamu suka bersepeda jauhh banget, aku rasanya lebih suka berlama-lama eksperimen di lab. Bagaimana tidak aku semakin ragu? 

Eh, ada beberapa hal yang kita sama. Sama-sama keras kepala. Sama juga anak tengah yang kakak dan adek gak beda jauh umurnya. Sama-sama cerewet. Sama-sama suka kerja keras dan ambisius. Meski ku rasa kamu lebih ambisius, ambisius menuju kebaikan gak papa kok. Satu lagi, kamu taat dalam memegang iman dan punya keyakinan teguh akan islam, insya Allah. Jadi, bagaimana juga aku tidak mempertimbangkanmu? 

Langit malam itu, sungguh istimewa ~
Pertemuan terakhir malam itu, rasanya aku bisa menikmati langit malam dengan bintang dan bulan yang begitu indahnya. Menikmati coklat dan kerlap-kerlip lampu warna-warni yang menghiasi jembatan. Bersama kamu, dan semua obrolan yang masih kuingat sampai sekarang. Rasanya, aku susah lupa untuk urusan yang begini. 

Romantis, ternyata ya. Rasanya telah sekian lama tidak menikmati langit selega hari itu. Setelah malam itu, banyak kenangan bercampur aduk dengan ragu entah menjadi rasa atau hanya cerita belaka. Terima kasih untuk kenangan istimewa yang dibagikan, terima kasih telah hadir dan meninggalkan banyak cerita mengesankan. Nanti ya, kita ketemu lagi kalau Allah izinkan ~

Baca juga: 

Sungguh hanya Allah yang tahu dalamnya hati manusia, biar Allah saja yang tahu sampai saat ini hingga bagaimana nanti. Kalau memang kamu, semoga dimudahkan langkah kita untuk bersama di waktu yang tepat. Sungguh rencana Allah selalu lebih indah dari semua yang kita rencanakan ~ 

Oiya, akhir-akhir ini beberapa kali selalu tidak sengaja melihat jam kembar. Mulai dari 11:11, 18:18, 20:20 dan hari ini 22:22. Entah pertanda apa, banyak orang bilang ada yang rindu. Jelas keluarga di rumah rindu, kamu juga kah? lol. hiraukan ini hanya bergurau. 

#nkcthi Namun rasanya, aku belum siap mengikhlaskan. 
Terima kasih, kamu. Selamat pagi dari Busan, sehat-sehat ya ~ 

11 comments:

  1. Awwww... jadi baper dong hahahah
    Kok kayak drama korea ya, drama percintaan yang indah hahaha

    Jadi baper dan mengingat kisah sendiri, dulu saya sering menulis hal-hal puitis, semacam orang kasmaran hahaha.
    Sekarang.. boro-boro, yang ada cuman teori parenting dan semacamnya wkwkwk

    Tapi untunglah saya sering berkelana di blog temen2 jadi bisa baca hal2 yang mengingatkan tentang cinta *eaaaa

    ReplyDelete
  2. Uu mbaa... Cerita ttg cinta mmg gak akan pernah ada habisnya ya.. Dan aku salah satu penikmat tulisan ttg hal"begini hi hi... Soalnya ttg soal kehidupan... lebih mendalam... Bermakna dan jg menyentuh apalg bg seorang perempuan.... Smg indah pd waktunya... Nice 😊

    ReplyDelete
  3. aseeeekkk..moga berjodoh mba...:-)

    ReplyDelete
  4. duh mba, jadi teringat masa-masa dulu, sebelum menikah.
    jadi baper bacanya.

    semoga dipertemukan dengan yg tepat ya mbaa :)

    ReplyDelete
  5. Kok aku ikut deg-degan bacanya yah jadi inget zaman SMA wkwkwk dulu itu ikutan bimbel penasaran pengen tahu namanya aja sampe harus ubah jam bimbel >> emang ya emak satu ini sll terniat *klo inget jadi ngakak sendiri :p

    semoga bisa ketemu lagi ya mba

    ReplyDelete
  6. Duh kayaknya cerita kita hampir sama, Mbak. Minggu ini aku juga mau cerita di #1minggu1cerita hampir seperti ini.
    Sedih, jadi keinget dia.

    ReplyDelete
  7. Kapan ya nulis terakhir nulis yg baper-baper gini.. Tp emang ya kagum itu malah lebih lama membekasnya

    ReplyDelete
  8. wah ini bar tulisan yang romantis sesuai tema. nggak kayak tulisan saya yang entah-entah. hihihihi
    salam kenal juga ya, mbak :D

    ReplyDelete
  9. Siapa ya yang dimaksud dalam tulisan ini, ehemmm.
    Siapapun itu pasti sangat spesial ya mbak? nyatanya dibikin tulisan sbg kenang2annya hihihi
    semoga lekas ketemu kembali biar rindu menggebu itu ketemu puncaknya

    ReplyDelete
  10. uwaaaaaa
    Inshaa Allah skenario dari Allah adalah yang terbai


    Eeeeeh berarti kita satu wag dong ya?

    ReplyDelete
  11. Duh, bacanya sambil kipas-kipas. Jadi keingetan masa-masa pendekatan yang dilakukan pak suami soalnya. Hahahaha.

    Semoga pada akhirnya nanti bisa berujung dengan indah ya mbak. Hanya bisa mendoakan yang terbaik

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES