Sunday, November 18, 2018

Last fall in Busan, please be nice 🍁

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa bahwa musim gugur tahun ini insya Allah menjadi yang terakhir di negeri gingseng. Semuanya juga berubah, perjuangan pun terasa semakin berat. Well, everyone is facing their hard times too. Saya tidak sendiri, tepatnya tidak pernah sendiri. 


Masih ingat awal-awal perjuangan di sini. Dealing dengan rasa homesick yang bahkan awet sampai dengan hari ini. Lemah mungkin kelihatannya. Setiap bayangan wajah ayah dan ibuk muncul, suara tawa mbak dan adek yang terngiang di telinga, pun semakin besar kerinduan muncul. Tak jarang juga memercikkan api semangat agar saya segera menyelesaikan studi di sini dan kembali ke tanah air. 


Musim gugur sejauh ini menjadi musim favorit saya, melebihi kecintaan saya pada musim semi. Menjadi simbol bahwa semua yang terjadi di dunia ini sudah diatur dengan sangat baik oleh Sang Maha Agung. Tak perlu diburu-buru. Cukup dinikmati saja, di akhir nanti pasti paham bahwa semua rencana yang terjadi adalah yang terindah dariNya. Banyak pesan tersirat yang perlu dipahami dengan khusyuk. 



Saya lebih banyak main juga di musim gugur ini dibandingkan dengan tahun lalu. Banyak main banyak ngelab, tahun terakhir harus dinikmati senikmat-nikmatnya. Termasuk nikmatnya jatuh bangun, nikmatnya begadang berhari-hari, nikmatnya badan remuk redam, nikmatnya kecil hati yang masih sering menghinggapi, hingga nikmatnya sendiri daripada bersama teman main yang ternyata tidak setulus yang dibayangkan. "Nikmati saja, toh sebentar lagi pulang dan tidak kembali ke sana lagi" pesan Ayah beberapa hari lalu ketika meredam kekesalan dan membujuk saya agar tetap bertahan hingga lulus. 


Pesan ayah sangat manjur, jadi ketika mulai kecil hati ataupun marah dengan segala perlakuan tidak menyenangkan di lab selalu merapal pesan itu perlahan. Tenang, tarik nafas panjang. Ajaib, mood mulai stabil dan bisa kembali fokus kembali pada pekerjaan. Betapa pentingnya olah pikiran, pun begitu juga dengan olah rasa. 



Banyak berkumpul dengan teman-teman Indonesia juga membuat Fall kali ini lebih hangat. Memang tidak ada yang mengalahkan hangat dan tulusnya teman-teman dari negeri sendiri. Karena mereka pun merasakan bagaimana harus bisa terus bertahan di negeri yang jauh dari kampung halaman masing-masing. Berjuang di negeri sebagai kaum minoritas. Negeri dengan budaya yang begitu berbeda dengan di Indonesia.


Fall terakhir ini akhirnya bisa punya foto bagus dengan daun ginko atau daun maple. Merah cantik yang begitu memesona. Bisa untuk dikenang nanti ketika balik ke Indonesia. Banyak hal yang harus disyukuri daripada terus dikeluhkan, pun karena terus mengeluh tidak bisa menyelesaikan masalah namun justru makin stress dan depresi. Semoga istiqomah untuk bisa terus positive. Aamiin.

Last but not least, tough times never last. Tough people do. Stay positive, everything will be okay in the end. Allah Maha Baik. 


Selamat menikmati hari Minggu. Selamat menikmati indahnya musim gugur🍁

2 comments:

  1. bentar lagi memasuki musim dingin ya mbak, berat nggak sih ngejalanin musim dingin di sana?

    ReplyDelete
  2. Udah mau selesai, studinya, mbak? Perasaan baru kemarin, saya baca-baca tulisan tentang lanjut kuliah di Korea. E sekarang sudah mau balik ke Indonesia. Semoga lancar-lancar semuanya....Aamiin

    ReplyDelete

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES