Sabtu, 03 Desember 2016

Jumat Agung bersama Gus Mus dalam "Membuka Pintu Langit"

Membaca memberikan makna tersendiri bagi saya. Selain sebagai hobby sejak masa kanak-kanak, membaca menjadi obat ampuh untuk berdamai dengan waktu. Membaca memberikan kesenangan tersendiri. Bercengkerama dengan cerita, ilmu serta opini yang ada. Melatih kebijaksanaan diri dalam menanggapi kondisi dan fakta dari berita yang ada. 

Banyak hal yang diberikan dari membaca. Melestarikan budaya membaca berarti membuka jendela pengetahuan, mempersiapkan diri melihat lebih dekat sebuah informasi ataupun mengembangkan imajinasi yang dimiliki. Membaca layaknya penerang dalam kegelapan, kesejukan ditengah padang pasir ataupun penghilang dahaga saat kehausan.
Keuntungan Membaca (Sumber Gambar)
Bagi saya sangat penting melestarikan budaya membaca di era seperti sekarang ini. Apalagi melihat kondisi minat baca masyarakat Indonesia yang berada dalam titik kritis ,yaitu pada peringkat 60 dari 64. Sungguh kritis, bukan? Pentingnya membaca seperti belum lestari dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. 
Minat Baca Masyarakat Indonesia (Sumber Gambar)
Perkembangan teknologi turut memberikan kemudahan dalam melestarikan budaya membaca. Sekarang sudah banyak aplikasi yang dikembangkan untuk menyediakan dan memudahkan akses informasi berita melalui jaringan internet yang ada. Mudah diakses di setiap tempat dan waktu #internetjendeladunia

Namun bagi saya tetap sama, buku selalu membuat rindu. Aroma setiap lembaran buku selalu memberikan kerinduan tersendiri. Aroma khas yang begitu istimewa #mengendusendusbuku. Siang ini saya memberikan waktu sejenak untuk bersenang-senang, ditengah tumpukan deadline yang tidak ada habisnya.Menyenangkan diri sendiri itu perlu #HappyFriday

Kesenangan saya siang ini adalah mengunjungi perpustakaan kampus. Suasana yang juga penuh kenangan saat masa-masa awal kuliah. Rak penuh berisi buku-buku berkualitas. Perpustakaan pun update dengan novel-novel terbaik. Ah surgaa duniaaa begini rasanya. 
Koleksi Buku Perpustakaan
Siang ini suasana perpustakaan cukup kondusif untuk membaca. Tenang dengan dingin AC ruangan yang menyejukkan. Sangat nyaman untuk bercengkrama dengan buku nih #asiknyabacabuku
Suasana Perpustakaan
Siang ini saya pilih buku karangan KH. A. Mustofa Basri. Membuka pintu langit menemani saya siang ini. Buku terbitan Kompas yang berisi 198 halaman ini terbagi menjadi 5 bab besar. Terdapat beberapa sub-bab yang begitu mengena dan menjadi renungan di siang yang agung ini. Kembali introspeksi diri ceritanya, recommended banget untuk dibaca. What a worth book to read 😇😁
Membuka Pintu Langit karya Gus Mus
Tulisan KH. A. Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus ini memberikan ketenangan dan kejernihan batin. Pada sub-bab Cermin – Tidak Mau Dihina, maka Jangan Menghina, begitu mengingatkan saya pentingnya bercermin mengenai kualitas akhlak dan pribadi diri.

Bercermin – apabila kita senang diperlakukan dengan baik, maka kitapun harus senang memperlakukan baik orang lain atau senang bila saudara kita diperlakukan dengan baik. Begitupun juga apabila kita senang jika tidak diganggu, maka kitapun harus menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain. Demikian seterusnya.

Sub-bab lain yang cukup menjadi renungan siang ini adalah “Salah Anggapan – Hanya Lihat Tampilan Luar yang Menipu”. Banyak orang yang sering hanya melihat tampilan luar saja, termasuk saya. Padahal tampilan luar banyak sekali yang menipu.

Seperti yang saat ini terjadi, orang yang dilihat mempunyai satu-dua keahlian, celakanya, lalu dianggap ahli dalam segala hal. Seorang professor misalnya, tanpa peduli professor bidang apa lalu dianggap professor serba bidang, ahli di semua bidang. Dari sini menegaskan sebuah statement bahwa, don’t only judge a book by its cover, look the inside of it. Kenali dengan baik keahliannya dan kepribadiannya, jangan hanya menilai dari gelar ataupun penampilan fisiknya saja.

Tidak hanya itu, Gus Mus juga mengupas hal-hal mengenai azab dan musibah di buku “Membuka Pintu Langit” ini. Berbagai pertanyaan terlontar, apakah datangnya azab dan musibah karena ulah manusia atau hukuman Allah? Kebanyakan orang saat ini tidak bisa membedakan musibah akibat kesengajaan atau justru akibat kekhilafan diri. Gus Mus mengajak saya dan semua pembaca buku ini untuk merenungkan hal ini. Demikian pula Gus Mus juga menyinggung masalah politik dan kekuasaan. Semuanya dijelaskan dengan rinci dan cermat.
Membuka Pintu Langit sesuai dengan judulnya, menurut saya layak dimiliki siapa saja yang ingin mendapatkan pencerahan dan penjernihan mata batin untuk lebih mendekatkan diri pada Sang Pemilik Kehidupan dan juga sesama. What a nice Friday, buku yang berkualitas dengan setiap kejernihan penjelasan yang ada. Gus Mus memang favorit, terima kasih Gus #sungkem

Gus Mus memanglah seorang penulis inspiratif yang sudah banyak makan asam garam dalam dunia literasi. Beliau aktif menulis kolom, esai, cerpen serta puisi di berbagai media masa. Tidak hanya itu, sejumlah karya juga telah diterbitkan dan telah mengispirasi banyak orang, termasuk saya. Terima kasih banyak Gus Mus #sungkemlagi
Terima kasih,  Gus Mus 😁🙏 #sungkem
(Fotonya selfie jadi tulisannya terbalik 😁)
Semoga Gus Mus bisa terus menghasilkan karya berkualitas dan melahirkan buku-buku unggulan yang menginspirasi. Selamat melanjutkan perjuangan, terus semangat majukan dunia literasi dan lestarikan budaya membaca 😁

37 komentar:

  1. Keren nih bukunya. Sudah lama saya gak baca buku nonfiksi. Seringnya baca novel. Nyari ah bukunya. Tfs. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaak..baguss ini bukunyaa 😁😄 Selamaat hunting bukuu yaah. . Terima kasih sudah mampir. Salam kenal 😁🙏

      Hapus
  2. seneng ya mbak baca buku diperpustakaan.
    membaca menambah pengetahuan dari dulu sampai sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mas. . Paling nyaman quality time di perpustakaan 😁😄 nambah ilmu, nambah pengetahuaan 😂 sekalian refreshing 😊

      Hapus
    2. punya hobi yang sama mbak heheheh. apalagi disertai cemilan. huu lupa waktu dan lupa kalau uda jam nya tutup perpustakaan heheh

      Hapus
    3. Wkwkwk wah samaa tos dulu berarti 😁
      Gawat kalau sambil ada cemilannya mas. Baca jd lebih asik tp jd lebar-an 😢😁

      Hapus
    4. harus di iringi dengan olahraga mbak, heheheh naik turun tangga maksimal

      Hapus
  3. Aku jadi pingin baca bukunya juga nih Mbak, hehe, apik ya. Gus Mus, nggak diragukan lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaaak. Legendaris ya kalau dalam dunia literasi 😄😁

      Hapus
  4. mantaff nihh mbaaa bukunyaa...semangattt....

    salam blogger mbaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaaa. . Monggo baca juga mas biar tertular kemantapannya. Hehehe

      Salam blogger jugaa 😁🙏

      Hapus
  5. Mba salfok sama gamabrnya itu gimana cara buatnya?xixixi..
    btw memang bukunya bagus :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakee corel draw mbaak. Yuk belajaar 😁
      Hehee mbak herva sudah baca juga ternyata. Iyaa mbaak baguss bukunya 😁😇

      Hapus
  6. penasaran pengen baca juga...
    baca artikel ini aja jantung udah dag dig dug, hati semu bersipu malu...
    kapan aku bisa menulis bagus kayak ini nih...
    thank gan moga aku juga terinspirasi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo mas hunting terus baca bukunyaa hehehe. Insya Allah jd banyak merenung kaya aku. 😇

      Iyaaa harus banyak berlatih mas. . Nulis dan nuliss terus biar makin lihai menyusun kata, membagi ilmu dan informasi yg bermanfaat. Aamiin. .

      Hapus
  7. sekarang ini minat baca masih kurang, salut untuk lucky karena gemar membaca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheh iyaa mbaak. Sangat kurang mungkin yaa. Banyak yg lbh hobi ngemall dr pada baca 😢 hiks sedih.

      Hehehe iyaaa dibiasakan sukaa bacaa mbaak dr kecill mbaak 😁

      Hapus
  8. Wah keren nih. Kebetulan aku belum pernah baca buku karangan beliau.

    Oiya perihal membaca buku, akhir-akhir ini aku lagi nyaman baca e-book. Hehe soalnya biasa baca malem-malem. Suka perih mata kalau baca buku-fisik malem-malem tanpa penerangan.

    Ngomong-ngomong, aku setuju tuh poin 'Salah Anggapan' di atas. Mantap :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayook bang dicarii bukunya 😁
      Naaah iyaa, e-book lbh flexible ya bang. Ndak papa selamaa kegiatan membaca ttp lestari. Ttp jd hal positif 😂

      Hahaha thank you uda berkunjungg. . 😇

      Hapus
  9. Hai Lucy, kunjungan balik nih hehe salam kenal ya! :D

    Infografisnya keren bangetlah, selalu iri sama yang bisa make corel buat bikin ginian wkwk
    Btw , semenjak skripsi belum baca buku non-fiksi lagi nih. Masukin list dululah, semoga bisa segera dibaca :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe iyaaa mbak novi :D wkwkwk ayoo belajar corel mbaaak.

      semogaa lancar mbaak ya skripsiinyaa. Aamiin.. bukunyaa bagus dan sangat mengsinspirasi hehehe :)

      Hapus
  10. Wow pas banget ini. Saya lagi senang baca buku non fiksi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha iyaaa mbaak. Monggo baca bukunyaa 😁

      Hapus
  11. Bukunya bagus ya mbak, jadi membuka pintu langit harus tau bagaimana kita juga, sudah berbuat baik kah atau belum, jadi bahan intropeksi saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yaaap. Indeed mbaaak. Harus banyak introspeksi diri 😁 terus berbagi kebermanfaatan dan kebaikan untuk sekitaar 😁😇

      Hapus
  12. Jadi penasaran mau baca biografinya gus mus...
    Semogaaja aku terinspirasi!...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ayoo ndang cari bukunyaa mas. Aamiin.. Semoga terinspirasi jd lebih baik lagi. 😁😇

      Hapus
  13. yang soal bab cermin itu bagus sekali mbk, emnag kalau gk mau diperlakukan buruk ma org ya jgn perlakukan org lain dgn buruk jg TFS

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaaak, indeed. Sama seperti apa yg kita tanam itu yg akan kita tuai. Jadi haruss menjaga sikap dan perilaku ke yg lain dengan baik, karena yg kita lakukan menjadi cerminan apa yang akan kita dapatkan :D Terima kasih sudah berkunjung mbaaak :)

      Hapus
  14. Balasan
    1. Iyaaa mbaaaak recommended banget dah 😁😂

      Hapus
  15. Bagus bukunya. Ibu paling suka bagian cermin. Skrng banyak org yg lupa bercermin, ingin diperlakukan baik tp kelakuannya jauh dr kata baik. Banyak introspeksi stlah baca buku ini. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indeed. Banyak orang lupa bercermin. Mau baik tp kelakuannya ndak baik. Hmmm. . Semogaa yg seperti itu segera diberikan hidayah oleh Allah. Aamiin. .

      Hapus
  16. Disentil saat sampai di sini:

    "Bercermin – apabila kita senang diperlakukan dengan baik, maka kitapun harus senang memperlakukan baik orang lain atau senang bila saudara kita diperlakukan dengan baik. Begitupun juga apabila kita senang jika tidak diganggu, maka kitapun harus menahan diri untuk tidak mengganggu orang lain"

    Apalagi yang ini:

    "Tidak hanya itu, Gus Mus juga mengupas hal-hal mengenai azab dan musibah di buku “Membuka Pintu Langit” ini. Berbagai pertanyaan terlontar, apakah datangnya azab dan musibah karena ulah manusia atau hukuman Allah? Kebanyakan orang saat ini tidak bisa membedakan musibah akibat kesengajaan atau justru akibat kekhilafan diri. Gus Mus mengajak saya dan semua pembaca buku ini untuk merenungkan hal ini"

    Semakin lengkap lagi dengan info grafis "Pesan Hidup, Membuka Pintu Langit"

    Terima kasih ya dear, sangat, sangat menginspirasi! :).


    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilaah mbak anna. . Semoga banyak yg terinspirasi dr buku ini. Banyak introspeksi dan berbenah menjadi lebih baik lagi. . 😁 Aamiin..

      Hapus
  17. Gak heran sih soalnya beliau memang penulis yang inspiratif dan cukup kritis juga, apalagi ada beberapa tulisan yang menyinggung soal panggung politik.

    Saya juga suka baca, tapi yang paling sulit menularkan kebiasaan membaca kepada orang-orang di sekitar kita, padahal manfaatnya segudang. Kalo membaca itu ibarat menjelajahi dunia dan isinya ya mba... Saya sangat prihatin sama masyarakat Indonesia yang kurang gemar membaca, mereka lebih asyik menonton, ngerumpi dan hal-hal yang kurang bermanfaat lainnya, padahal kan internet saat ini semakin mudah untuk diakses ya....

    Nice sharing mba

    BalasHapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES