Jumat, 25 November 2016

Cerita Di Balik Nilai Luhur Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Warna-warni pelangi memberikan keindahan yang memesona. Menyejukkan melihat harmonisasi warna yang begitu istimewa. Keberagaman penuh keindahan layaknya warna-warni pelangi, pernahkah membayangkan pelangi hanya terdiri dari satu warna saja?  Tentu tidak akan seindah pelangi yang ada sekarang, tujuh komponen warna berbeda membentuk spektrum warna yang begitu istimewa.

Sama halnya pelangi, keberagaman membawa keindahan dalam kehidupan. Seperti semboyan kebanggaan Negeri ini, Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda namun tetap satu jua.  Memiliki makna mendasar mengenai keberagaman yang bersatu, saling menghargai, saling mendukung satu sama lain untuk mewujudkan kehildupan yang lebih sejahtera dan beradab.

Bhinneka Tunggal Ika mewarnai setiap aspek multidimensional dalam kehidupan sehari-hari mulai dari ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, ras ataupun agama. Beragam latar belakang pendidikan, budaya,  suku,  ekonomi, ataupun keyakinan tetap bersatu dan saling menghargai satu sama lain. Menerapkan nilai-nilai sesuai dengan lima sila menuju negeri yang sejahtera. Begitu indahnya Bhinneka Tunggal Ika dalam praktik nyata nilai-nilai luhur Pancasila. 

Pembangunan dan perkembangan teknologi menuju moderanisasi turut memberikan banyak tantangan dalam penerapan Pancasila, apalagi melihat keberagaman masyarakat Indonesia. Mulai dari degradasi moral para generasi muda saat ini sampai dengan ketegangan yang terjadi antar umat beragama akhir-akhir ini. Hal ini sangat bisa dicegah ataupun ditanggulangi agar tidak terjadi dengan berpedoman pada lima sila utama Indonesia "Pancasila" dan kesadaran diri bahwa Indonesia beragam,  heterogen, sehingga semboyan Bhinneka Tunggal Ika terpatri kuat dalam diri. Yuk simak cerita praktik Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan mengilhami nilai Bhinneka Tunggal Ika 😄
Toleransi Antar Umat Beragama
Indonesia terdiri dari masyarakat dengan beragam agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha ataupun Konghuchu. Sesuai dengan sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, setiap masyarakat Indonesia merdeka untuk memeluk agama dan melaksanakan ibadah sesuai kepercayaannya masing-masing. Beragam keyakinan yang ada menjadikan beragam peraturan dan tentunya kebiasaan sesuai dengan agama masing-masing. 

Keberagaman yang ada memberikan keindahan dengan toleransi, membina kerukunan antar umat beragama. Seperti yang diajarkan pada agama masing-masing, tentunya setiap agama mencintai kedamaian, kebersamaan, dan keindahan saling berbagi bahagia satu sama lain. Bhinneka tunggal ika, beragam agama yang ada namun tetap satu jua mewujudkan negeri yang sejahtera. 

Berbagai praktik toleransi antar umat beragama terjadi di kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya terjadi di masyarakat kabupaten Bojonegoro, khususnya di Desa Kolong, Kec. Ngasem. Masyarakat di desa tersebut saling bergotong royong dalam membangun tempat ibadah. Tidak hanya itu, masyarakat juga saling menghormati dan menghargai dalam perayaan bersama hari besar keagamaan dan ritual kematian antar umat beragama. 

Masyarakat Kampung Kristen Dusun Kwangenrejo, Desa Leran, Kec. Kalitidu di Kabupaten Bojonergoro pun juga menerapkan nilai toleransi antar umat beragama dengan mengadakan buka bersama saat Bulan Ramadhan dengan masyarakat muslim. Tidak hanya itu, masyarakat juga membentuk kepanitiaan bersama untuk takbir keliling. Para masyarakat minoritas muslim demikian sebaliknya ikut menjadi panitia bersama dalam kegiatan sosial di gereja.  

Praktik toleransi antar umat beragama sudah menjadi kebiasaan yang ada di sekitar saya sehari-hari. Saya tumbuh dan berkembang di lingkungan dengan beragam agama sejak kecil. Pada masa-masa perkuliahan 3 tahun terakhir dan tergabung dalam volunteer ITS International Office saya memiliki banyak sahabat bahkan sudah seperti saudara sendiri dari agama yang berbeda-beda. Saya memandang perbedaan sebagai suatu yang indah dengan saling menghormati satu sama lain.
Bermain Games dengan warga Dusun Rowo Terate, Malang

Senam Bersama dengan warga

Bersama dengan volunteer lainnya yang tergabung di ITS International Office, kami melakukan kegiatan sosial di Dusun Rowo Terate, Malang. Dusun tersebut mayoritas masyarakatnya beragama Kristen dan Katolik. Pemandangan yang baru awalnya bagi saya karena muslim sebagai minoritas. Namun saya melihat masyarakat tetap hidup saling menghargai seperti layaknya kampung lainnya saat muslim menjadi mayoritas. Selama kegiatan sosial disana, kami tidur di rumah warga dan diterima dengan sangat baik. Mereka juga menyediakan tempat dan waktu untuk saya dan volunteer yang lainnya menjalankan ibadah.
Merayakan Lomba Balap Karung dengan warga

Saya bersama volunteer lainnya yang diberikan tempat bermalam dan diterima baik oleh salah satu warga setempat
Beberapa minggu yang lalu, pada peringatan hari anak universal,  saya juga melihat begitu indahnya toleransi antar umat beragama dalam mendukung perlindungan anak dan menolak aksi kekerasan pada anak-anak (Baca juga: Meriahnya Peringatan Hari Anak Universal 2016 - Stop Child Abuse!). Pada acara tersebut, para pemuka agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu melakukan doa bersama sesuai dengan agama masing-masing dengan satu tujuan terwujudnya kehidupan anak-anak yang bebas dari kekerasan dan penuh kebahagiaan, kasih sayang dan kesempatan mengembangkan diri. 
Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan
Setiap masyarakat Indonesia memiliki hak sama di depan hukum atas perlindungan hukum yang sama, kebebasan, serta pengakuan atas persamaan derajat.  Praktik penerapan sila ke-2 Pancasila ini lebih pada bidang sosial dan kemanusiaan. Setiap manusia terlahir dengan jiwa kemanusiaan dan sosial masing-masing. Saling menolong dan meringankan beban orang lain telah menjadi naluri manusia sebagai makhluk sosial, tidak dapat hidup tanpa sosialisasi dan keberadaan yang lainnya.  

Terdapat banyak program yang menerapkan makna menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Beberapa contohnya adalah kegiatan donor darah yang sering diadakan setiap bulannya, bakti sosial ke kampung-kampung yang membutuhkan dan kegiatan sosial di panti asuhan. Masyarakat di daerah Kabupaten Bojonegoro juga mengadakan program EBAGA (Evakuasi Banjir Bahagia). Masyarakat saling gotong royong menyediakan logistik dan bantuan pangan untuk para pegungsi. Indahnya gotong-royong membantu sesama.  

Bersatu Kita Teguh,  Bercerai Kita Runtuh
Bersama-sama membawa perubahan, tercerai berai menimbulkan perpecahan. Begitu pentingnya makna persatuan dalam menciptakan perubahan besar untuk bangsa. Menumbuhkan kecintaan pada bangsa dengan memaknai sumpah pemuda dapat meningkatkan nilai persatuan yang ada.  Selain itu, penerapan makna nilai Persatuan Indonesia menyarankan adanya unsur pemersatu diantara masyarakat baik secara individu ataupun golongan. Saling bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.

Sebagai contoh praktik nyata yang memperkuat persatuan masyarakat Indonesia adalah partisipasi masyarakat dari Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, salah satu daerah di Kabupaten Bojonegoro, dalam pengumpulan dana rukun kematian. Selain itu, warga muslim Desa Pajeng juga melakukan aktivitas ibadah dalam satu masjid (NU-Muhammadiyah) untuk mempererat kerukunan pemuka agama.

Musyawarah menuju mufakat
Musyawarah (berembug - diskusi) dalam pengambilan keputusan  ataupun pemecahan masalah hingga mendapatkan kata mufakat atau kesepakatan bersama. Penerapan sila ke-4 "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan" adalah tidak dibenarkan dari kita melakukan penyelesaian masalah ataupun pengambilan keputusan berdasar atas inisiatif sendiri sehingga mengganggu kebebasan orang lain. 

Setiap dari masyarakat Indonesia berhak untuk menyampaikan pendapatnya, berpartisipasi dan ikut serta dalam pemerintahan. Penerapan sila ini mengedepankan pengambilan keputusan secara musyawarah bukan pada suara mayoritas dan mempertanggungjawabkan setiap hasil keputusan musyawarah secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa. Praktik nyata sila ke-4 pada masyarakat Kabupaten Bojonegoro dilakukan melalui beberapa kegiatan yaitu Dialog Publik, terdapat aplikasi lapor, terbentuknya wali amanah desa, serta membentuk perkumpulan GDSC (Gerakan Desa Sehat Cerdas).

Setiap masyarakat berhak atas keadilan dan kesejahteraan
Asas keadilan tercermin dalam sila ke-5 "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia". Keadilan disini ditujukan bagi kepentingan umum, tidak apa pembeda ataupun diskriminasi antar individu. Setiap masyarakat memiliki hak jaminan sosial, mendapatkan pekerjaan serta perlindungan.

Salah satu praktik pelaksanaan sila ini dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Bojonegoro tepatnya di Desa Pajang, Kec. Gondang dengan mendirikan koperasi simpan pinjam untuk mengelola simpan pinjanm warga desa. Selain itu, masyarakat desa Pajeng juga mempunyai lumbung padi "Lumbung Pangan Kemakmuran" untuk menjaga kestabilan pangan masyarakat daerah (Baca Juga: Pemkab Bojonegoro Bangun 20 Lumbung Padi).

Praktik nyata lainnya dalam melaksanakan makna sila ke-5 ini adalah adanya dana abadi migas dan perlindungan potensi lokal oleh masyarakat dengan keterlibatan masyarakat dan perusahaan lokal dalam supply chain industri migas.

Penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan mengilhami Bhinneka Tunggal Ika tentu bukan hal yang mudah. Namun juga bukan hal yang susah. Saya ada beberapa tips nih yang bisa menjadi pedoman dalam menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Yuk simak lebih lanjut 😁
Hidup adalah tentang berbagi kebermanfaatan
Berbagi kebermanfaatan adalah salah satu jalan untuk berbagi bahagia, menjadi berguna ataupun meringankan beban orang lain. Sebisa mungkin membagi apa yang dimiliki dengan orang lain bisa menumbuhkan jiwa sosial dan kemanusiaan. Berbagi kebermanfaatan juga bisa menjadi jalan berbagi bahagia dan bentuk syukur atas apa yang dimiliki.

Waspadai Provokasi - Bijak dalam menggunakan teknologi
Perkembangan teknologi khususnya media informasi menjadi kemudahan dan juga tantangan dalam pelaksanaan praktik sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kebijaksanaan dalam penggunaannya justru menjadi dasar untuk meminimalisir segala dampak negatif yang akan ditimbulkan. Selalu berpikir sebelum berbicara dan bertindak 😁 Sekelumit pemikiran saya mengenai penggunaan media sosial, pengaruh yang ditimbulkan serta tips bijak dan cerdas dalam menggunakannya bisa dibaca disini

Bersatu - Bergerak Bersama Membawa Perubahan Besar
Bergerak bersama untuk kebaikan memberikan pengaruh lebih besar dibanding dengan bergerak sendirian. Untuk menerapkan Pancasila dengan pengaruh lebih besar bisa dengan mengikuti perkumpulan atau komunitas, bisa di bidang pendidikan, kemanusian ataupun bidang sosial lainnya.

Beberapa tahun yang lalu saya tergabung bersama ITS Education Care Centre (IECC) melakukan kegiatan sosial IECC for Indonesia di salah satu pedalaman yaitu Dusun Kepetingan, Sidoarjo. Berbagai rangkaian kegiatan sosial kami lakukan disana seperti mengajar adik-adik SD, membuat perpustakaan dan berbagi ilmu dengan masyarakat setempat (Baca juga: Setahun Lalu, Bahagianya Berbagi dalam IFI 2013)

Makna "Sumpah Pemuda" Terpatri dalam Jiwa
Sumpah pemuda memiliki makna dan arti mendalam dalam diri saya. Memiliki tempat sendiri, tentunya. Selalu bangga menjadi orang Indonesia. Negeri ini memiliki banyak hal untuk dikagumi, dicintai dan dibanggakan. Sumpah pemuda yang terpatri dalam jiwa akan menjadi dasar untuk terus melakukan yang terbaik, menjadi kebanggaan negeri hingga ke seantero penjuru dunia dan garda terdepan bersama generasi Indonesia lainnya mewujudkan perubahan berarti untuk negeri ini (Baca Juga: Sumpah Pemuda = Bhinneka Tunggal Ika).

Bhinneka Tunggal Ika - Kini, Esok dan Selamanya
Mengilhami makna Bhinneka Tunggal Ika, semakin mencintai keberagaman dan perbedaan yang berkembang di masyarakat. Keberagaman yang ada jika bersatu padu, adanya toleransi satu sama lain serta berbagi kebaikan dalam persaudaraan akan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tentram dan sejahtera.
Kelima sila dalam Pancasila sejatinya adalah dasar yang menaungi setiap hak-hak yang dimiliki oleh  masyarakat Indonesia. Dapat dikatakan bahwa Pancasila memayungi Hak Asasis Manusia (HAM) melalui nilai-nilai yang terkandung dalam kelima sila yang ada. Praktik pelaksanaan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari diharapkan dapat membawa kebaikan, kesejahteraan hidup, persatuan serta terbinanya kerukunan di lingkungan masyarakat Indonesia yang sangat beragam. Semboyan bhinneka tunggal ika yang terpatri kuat dalam diri juga mendukung praktik pelaksanaan Pancasila mulai dari tingkat lokal, nasional sampai dengan mancanegara.

Tahun ini perayaan Festival HAM 2016 memiliki tema "Merayakan Praktik Pancasila di Tingkat Lokal" yang akan diselenggarakan di Bojonegoro pada tanggal 30 November - 2 Desember 2016. Pada tahun-tahun sebelumnya Festival HAM diadakan di Jakarta,  namun untuk tahun ini Bojonegoro mendapatkan kehormatan dan terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara festival.  Hal ini tidak lepas dari komitmen dan keberhasilan Bojonegoro mewujudkan kota ramah HAM dan sebagai daerah percontohan Open Government Partnership (OGP).

Festival HAM 2016 ini memiliki tujuan utama untuk membumikan Pancasila dalam implementasi kehidupan rakyat Indonesia. Khususnya dalam tingkat lokal yaitu kehidupan masyarakat sesuai dengan tema yang diusung. Penerapan nilai-nilai luhur Pancasila yang ada sudah tentu sebagai usaha nyata untuk penegakan nilai-nilai HAM.
Festival HAM 2016 (Sumber Gambar
Hidup bukanlah sebuah kebetulan, namun pantulan dari tindakan yang kita lakukan. Hidup juga bukan melulu tentang teori namun lebih ke aksi nyata diri. Mulai wujudkan perubahan untuk negeri dengan pedoman nilai-nilai luhur Pancasila. Semangat berubah, semangat berbenah. Indonesia butuh aksi, bukan hanya teori ataupun sekedar janji-janji.
 Rawe-rawe rantas
Malang-malang putung
Terapkan Pancasila para generasi berkualitas
Mewujudkan Indonesia menjadi Negeri yang agung

-----
Referensi Pendukung:  

38 komentar:

  1. Setuju dengan statement terakhir mbak. Hidup bukan hanya sekedar teori, melainkan perwujudan aksi nyata diri. Nice sharing :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilaah, semoga bermanfaat yaaa. Semakin semangat mengaplikasikan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kebhinnekaan 😄😊

      Hapus
  2. Praktik pelaksanaan nilai-nilai Pancasila dlm kehidupan masyarakat pasti akan menjadkan atmosfer penuh kedamaian, kerukunan dan saling membantu satu sama lain. Negeri ini pasti lebih tentram dan sejahtera 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa bu, setujuu. Negeri pasti semakin tentram, rukun, damai dan sejahtera 😄

      Hapus
  3. Lengkap dan jelas sekali ulasannya. Praktik nyata Pancasila berarti pendukung penegakan HAM :) Ilustrasi yang bagus, kalau ingin ikut perayaan festival HAM nya gmna ya? Apakah terbuka untuk umum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilaah, semoga bermanfaat mas ya 😁😄

      Iyaaa praktik pancasila tentu mendukung dalam usaha penguatan HAM 😄 Sepertinya masyarakat umum bisa ikut juga. Monggo dicek di link ini mas,ada yang bertanya CP panitia disana.

      www.festivalhambojonegoro.com/festival-ham-indonesia-2016-merayakan-praktik-pancasila-di-tingkat-lokal/#more-34

      Semoga membantu 😄

      Hapus
    2. Oke mbak, terima kasih atas informasinya. Sangat membantu. .

      Hapus
    3. Sama" mas, senang bisa membantu 😁🙏

      Hapus
  4. Wah emang terbaik nih mbaknya. Selalu kasih tips-tips bermanfaat.

    Closing statementnya nice banget. Indonesia butuh aksi, bukan hanya teori ataupun sekedar janji-janji. Cintai keberagaman, terapkan nilai Pancasila secara nyata :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilaah, hidup sekali mbak semoga bisa senantiasa berbagi kebermanfaatan. Aamiin. Hehehe 😁

      Yaaaap. Sepakat mbak, cintai keberagamaan dan terapkan nilai Pancasila secara nyata 😁😄😊

      Hapus
  5. Se7, hrs ad aksi jgn cma janji. Bagus artikelnya, dan yg sya suka dri blog ini gambarnya slalu d buat sndri, pokoknya the best-lah. Umm..., good luck dan trus berkarya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iyaa dong kalau janji" tanpa aksi namanya omdo alias omong doang. Hehehe

      Aamiin makasiih yoog, km jugaa terus berkarya. Terus semangaat nulisnya. Hehehe

      Hapus
  6. Terus semangat berbagi ya dek, mempraktikan nilai Pancasila lewat tulisan yg bermanfaat. semangat terus nulisnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. . Insya Allah mbak. .
      Ini lagi berusaha konsisten untuk menulis 😁

      Hapus
  7. Toleransi antara umat beragama harus di highlight, pake capslock, dan bold :D Secara sekarang toleransi antar umat kayaknya tipis banget, masyarakan harus kembali diingatkan bhineka tunggal ika dan tidak gampang tersulut dengan profokasi murahan yg mengatas namakan agama :D *kok serius ya komennya* salam kenal, merdeka! Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, bener banget harus dihighlight. Selain di capslock dan bold, kalau bisa pakai warna yang mencolok biar bisa terlihat dr jauh. Hehehe

      Setuju banget, masyarakat harus punya benteng diri yg tangguh mengenai kebhinnekaan terutama dalam hal agama yg beragam. Biar ndak gampang tersulut provokasi yg ada. Merdekaaaa mbak 😁 Salam Pancasila *toslimajari

      Hapus
  8. berbeda itu indah, tapi entah kenapa semakin kesini terutama di dunia maya, kebencian karena perbedaan semakin santer terdengar. semoga hanya di dunia maya, sedangkan di dunia nyata semoga damai nan tentram :)
    semenjak kecil, saya sudah menjadi minoritas didalam mayoritas, tugas orangtua saya cukup berhasil karena saya sangat nyaman berada ditengah-tengah mayoritas, maupun sebaliknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah iyaa mas, tumbuh dalam minoritas justru menjadikan diri belajar banyak hal terutama dalam hal menghargai dan menghormati.

      Semoga perbedaan di dunia nyata dan maya bsa tetap memberikan keindahan layaknya pelangi. Aamiin 😇

      Hapus
  9. Aku suka tulisanmu mbak... lengkap dan menyenangkan di baca. Semoga menang ya. Ps info grafisnya simple tapi bagus.... keren.... keep it work hard to do.

    Salam kenal dan terimakasih telah bertandang ke blogku. Jadi aku bisa melihat blog baru lagi hari ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. . terima kasih mbaak.
      Alhamdulilaah mbak 😁 Semogaa bermanfaaat yaa. ..

      Salam kenaal jugaaa 😁😊 akuu jugaa suka dapat teman dan banyaak ilmu dri blog mbak, saling berbagi cerita dan kebermanfaatan mbaak. .keep writing, keep sharing 😁

      Hapus
  10. semakin modern, tantangannya makin berat mbak ya. apalagi kalau uda menyangkut persoalan agama, seperti kasus yang lagi hits akhir-akhir ini. Semoga segera ada jalan keluar yang bijak untuk semua pihak. Aamiin. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuhuu. . Makin modern makin banyak godaannya dan jelas tantangannya jd beranak pinak tambah berat deh.

      Iyaa. .Semoga diberikan yg terbaik untuk semuanya. Aamiin. .

      Hapus
  11. Hidup bukan hanya sekedar teori, melainkan
    perwujudan aksi nyata diri.

    Siipp mbak, karena hidup nggak melulu soal teori melainkan aksi nyata.

    BalasHapus
  12. Balasan
    1. Semogaa bermanfaaat yaaa. . Aamiin 😄

      Hapus
  13. Indahnya jika bangsa Indonesia menjujung tinggi toleransi diatas segala perbedaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaak. Indahnya toleransi, indahnya perbedaan dan indahnya keberagaman layaknya pelangi dengan spectrum warna yg memesona 😁

      Hapus
  14. Nilai-nilai Pancasila ini kayaknya udah mulai luntur yak. Ngga seperti zaman dulu. Sekarang mudah banget terprovokasi..duh sedih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbaak skrng modernisasi dan perkembangan teknologi jd kerasa banget dampaknya. Provokasi dimana" apalagi kalau masyarakat tidak bijak dan tidak memfilter informasi dgn baik, jd gampang timbul perpecahan.Hmmm 😢 iya sedih ya mbaak

      Hapus
  15. Keren mba dan teman2 volunteer lainnya. Semoga makin berkah ya kehidupan semua volunteer.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. . Iyaaa mbaak nita 😁😊 semoga bisa konsisten memberikan kebermanfaatan untuk sekitar 😇

      Hapus
  16. semoga tak sekedar teori ya, tapi juga dipraktekan. perbedaan bukan alasan timbulnya perpecahan :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbaak sarii. Bismillah, masih terus berjuang untuk konsisten bisa menerapkan nilai-nilai luhur pancasila dalam kehidupan sehari-hari 😁

      Hapus
  17. Wah... luar biasa ya. Tetapi saya yang tiap hari di sekolah tidak begitu perhatian mungkin karena tidak mengajarkan pelajaran ini kali ya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga sekarang bisa lebih perhatian ya bang ya setelah baca artikelnya. Aamiin. . Semoga bermanfaaat 😁🙏

      Hapus
  18. Allah menciptakan manusia bers=beda suku dan bangsa untuk saling mengenal dan hidup rukun, bukan untuk saling bermusuhan... tapi hidup berdampingan satu sama lain. Islam sudah mengajarkan Bhinneka Tunggal Ika sejak 1400 tahun yang lalu...
    Perbedaan dan keberagaman bangsa kita merupakan sesuatu yang Indah yang harus menjadi kebanggaan kita sebagai Bangsa Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbaaak. . Sepakaaat. Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol kebanggaan negeri. Dengan ragam budaya, bahasa, agama, ras yang ada tetap bersatu padu membangun bangsa. Tentunya dengan nilai luhur pancasila yg menjadi pedoman dan mengayomi HAM di tengah keberagaman yg ada.

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES