Sabtu, 22 Oktober 2016

Kenangan Masa Lalu dan Memutus Rantai Diabetes, Mungkinkah?

Terlahir dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit diabetes melitus kadang membuat saya sering was-was. Diabetes atau sering disebut dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit yang terjadi akibat berlebihnya kadar gula dalam darah akibat organ pankreas tidak memproduksi cukup hormon insulin sehingga tubuh tidak mampu mengontrol kandungan gula tersebut. Hormon insulin disini berperan untuk mengatur keseimbangan kadar gula darah dengan cara membantu proses penyerapan glukosa dalam sel. Apabila hormon insulin yang diproduksi tidak cukup maka menyebabkan peningkatan glukosa di dalam darah (hiperglikemia).

Peningkatan glukosa yang terjadi akibat kurangnya hormon insulin akan menyebabkan glukosa dikeluarkan melalui urine. Itulah kenapa disebut sebagai penyakit kencing manis. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes beresiko lebih tinggi untuk terkena diabetes juga, baik itu diabetes tipe 1 ataupun diabetes tipe 2. Resiko bagi anak dengan ayah atau ibu penderita diabetes tipe 2 juga sepertiga lebih tinggi untuk terkena diabetes.
Faktor Keturunan Penyakit Diabetes (Sumber Informasi)
Apakah tentu penyakit diabetes ini akan menurun kepada saya nantinya? #waswasmeningkat

Mengenang Masa Lalu
Almarhum Kakek dari Ibu saya meninggal sekitar 12 tahun yang lalu karena penyakit diabetes dan komplikasi penyakit yang menyerang jantung dan ginjal. Almarhum kakek memiliki gaya hidup yang mendukung ke arah perkembangan diabetes, yaitu merokok, gemar mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta kurangnya aktivitas fisik (berolahraga).

Almarhum kakek adalah perokok aktif, dengan presentase 37% faktor resiko kemungkinan terserang penyakit diabetes. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Liu, peneliti daro California State Polythecnic Pomona, Amerika Serikat. Dalam penelitiannya Liu menemukan bahwa nikotin dalam rokok bisa menaikkan HbA1c dari 9-34,5 % tergantung dari paparan nikotinnya. Hasilnya nikotin yang terhirup bisa meningkatkan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) yang berarti meningkatkan kadar gula dalam darah. Disini dapat dilihat bahwa semakin tinggi kadar nikotin maka semakin tinggi kadar hemoglobin A1c dalam darah.

Selain perokok, almarhum kakek dulu sangat suka mengonsumsi makanan tinggi gula dan juga makanan dengan kandungan lemak tinggi seperti jeroan (usus, hati, lidah, dan teman-temannya). Makanan yang sehat dan kurangnya aktivitas fisik semakin mendukung perkembangan penyakit diabetes almarhum kakek menjadi lebih parah.

Penyakit diabetes dari almarhum kakek ternyata menurun ke Ibu saya. Akhir-akhir ini kadar gula darah Ibu sering melampaui batas normal bahkan hingga mencapai 400 mg/dL dengan tekanan yang mencapai 140/200 mmHg. Sering khawatir ketika mendengar kondisi Ibu sekarang, apalagi Ibu tipe orang yang susah untuk dibujuk untuk dirawat di rumah sakit. Tekanan darah yang tinggi dengan gula yang sangat tinggi sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan cepat karena bisa mengarah ke stroke. Ibu sekarang juga mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis, mudah sekali lelah dan mengantuk.

Ibu saya dulunya gendut, memiliki berat badan yang berlebih atau sering disebut dengan obesitas. Ibu paling suka ngemil, makan gorengan dan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak yang tinggi. Porsi makan yang besar dengan jenis makanan yang tidak sehat tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup menjadi pemicu resiko diabetes menjadi lebih besar lagi. Ditambah lagi, ibu juga kadang suka mengonsumsi minuman kemasan dengan pemanis buatan dan juga minuman bersoda. Gaya hidup yang tidak sehat dan stress berlebihan menjadi penyebab kambuhnya penyakit diabetes yang diderita oleh Ibu akhir-akhir ini.

Semoga menjadi pembelajaran untuk yang lain agar menghindari faktor-faktor penyebab diabetes dan mencegah penyakit diabetes menjadi lebih parah dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk serta memulai gaya hidup sehat.

Memutus Rantai Penyakit Diabetes, Mungkinkah?

Saya memiliki banyak kesamaan dengan Ibu saya. Benar memang pepatah yang mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Mulai dari kesamaan wajah, kesukaan hingga beberapa kebiasaan. Tak hanya kebiasaan baik, kebiasaan buruk juga banyak yang sama. Sayapun juga gendut, obesitas lebih jelasnya. Secara sadar obesitas, membuat saya mulai untuk melakukan diet sebagai usaha menurunkan berat badan dan memulai gaya hidup sehat.

Kendala yang saya hadapi sekarang adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan gaya hidup tidak sehat yang dulunya dengan sadar saya lakukan berubah menjadi membiasakan gaya hidup sehat dan teratur. Kebiasaan - biasa karena terbiasa melakukannya sehingga membutuhkan usaha keras untuk memulai gaya hidup sehat.

Mengenang masa lalu dan faktor keturunan riwayat penyakit diabetes, membuat tekad saya semakin besar untuk berbenah. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk saya yang ternyata menjadi pemicu besar penyakit diabetes. Berdasarkan literatur dan hasil penelitian yang berhubungan dengan penyakit diabetes, sampai sekarang belum ditemukan obat yang pasti untuk menyembuhkannya. Namun penyakit diabetes ini bisa dicegah dan dikontrol dengan mulai menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Gaya hidup sehat dengan Do’s and Don’ts berikut bisa menjadi panduan untuk mencegah penyakit diabetes.


Do’s:
Pola makan diubah – konsumsi makanan sehat
Pola makan saya sangatlah berantakan. Tidak pernah sarapan pagi, kadang baru makan saat larut malam. Kalau saya tidak lapar, maka tidak makan. Namun kalau sudah lapar, makan bisa seenaknya #membabibuta #makanapasaja. Jelas kasihan organ tubuh saya memiliki majikan yang seenaknya, sehingga saya sampai memiliki riwayat penyakit gastritis kronis dan sudah pernah diendoskopi. Tidak hanya pola makan yang kacau, makanan yang saya makan juga sangat ngawur. Sesuka saya apalagi masih muda, saya sering makan makanan cepat saji, ngemil gorengan, ataupun makan makanan dengan kolesterol dan lemak tinggi. Pernah mendapat teguran dari Allah sehingga saya terkena penyumbatan pembuluh darah di Jantung.

Dari sini, faktor pola makanan dan jenis makanan sangat mempengaruhi kesehatan karena hubungannya dengan pencernaan dalam tubuh. Jadi, mulai sekarang saya mebiasakan diri untuk sarapan pagi dan tidak makan lewat dari jam 5 sore (karena sedang masa diet). Selain itu, saya juga menghindari makanan yang berlemak dan cepat saji. Saya juga sudah puasa makan es krim dan coklat sejak 2 bulan lalu karena bagian dari terapi penyembuhan. Sekarang sedang tahap memperbanyak konsumsi sayur mayur dan membiasakan diri makan buah meskipun susah. #iniusaha #semogaistiqomah

Olahraga yang teratur – jangan malas bergerak
Kelemahan saya adalah olahraga. Malas bergerak sehingga lemak nyaman bersemayam ditubuh. Akibatnya kelebihan berat badan alias obesitas seperti sekarang ini. Padahal di tembok kosan sudah terpasang banyak target penurunan berat badan, hanya bekerja seminggu kemudian malas lagi. Betapa kuat pengaruh setan gendut di kamar kosan, alhasil dengan memaksa diri setiap harinya saya pasang target yang penting workout setidaknya 20 menit setiap hari atau melakukan zumba dan senam ringan di kamar setidaknya 10-15 menit #iniusaha #semogaistiqomah

Istirahat yang cukup
Porsi tidur yang kurang dapat menyebabkan metabolisme tubuh menjadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat seiring dengan porsi tidur yang kurang. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusinya adalah tidur setidaknya 6-8 jam sehari.  Tidur yang cukup dengan pola tidur yang baik. Tidur pada waktunya tidur. Sewajarnya manusia memerlukan istirahat, karena manusia bukan robot.

Bebaskan diri dari asap rokok
Perokok pasif memiliki presentase mengidap penyakit diabetes sebesar 22 %. Hal ini karena kandungan nikotin yang ada pada asap rokok dapat meningkatkan kadar hemoglobin A1c (HbA1c) yang berarti meningkatkan kadar gula dalam darah. Jadi sangat dianjurkan untuk menghindarkan diri dari paparan asap rokok dan perbanyak menghirup udara segar ^^


Don’ts:
Ngemil dan makan gorengan
Kebiasaan ngemil keripik, roti, terang bulan, martabak mungkin tidak hanya menjadi favorit saya, namun kebanyakan orang saat ini. Kebiasaan ini mempunyai peranan yang sangat tinggi dalam memicu kegemukan dan tentunya menaikkan kadar gula dalam darah. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi dan kebanyakan sekarang dijual dengan bahan pengawet dan pemanis buatan.

Sementara itu, sering mengonsumsi gorengan juga dapat meningkatkan faktor resiko penyakit diabetes. Gula di dalam darah akan semakin terikat dengan minyak makanan. Minyak yang berubah menjadi lemak ini akan menghambat jalannya darah dan tentunya akan semakin meningkatkan kadar gula darah.

Konsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda
Penyebab diabetes juga bisa terjadi pada makanan cepat saji dan minuman bersoda, karena akan membuat berat badan dan resiko diabetes semakin meningkat. Meningkatnya resiko tersebut terjadi karena kandungan pemanis buatan yang ada di dalam minuman bersoda dan juga pengawet, pemanis atau penyedap pada makanan cepat saji yang sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh.  Asupan kalori cair pada minuman bersoda tidak akan mebuat kenyang sehingga akan  mendorong untuk mengkonsumsi nya lebih banyak.

Stress yang berlebihan
Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Namun, apabila gula darah terus meningkat karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, maka akan meningkatkan resiko penyakit diabetes. Untuk menangani stress, kelola hati dan pikiran dengan bahagia. Ikuti kegiatan-kegiatan yang menyenangkan dan membuat pikiran rileks. Banyak bersyukur atas apa yang terjadi dan dimiliki bisa menjadi jalan sederhana memanajemen stress.

Untuk menambah pengetahuan mengenai tips dan trick mencegah penyakit diabetes datang lebih dini bisa simak video berikut:

 Mencegah Diabetes dengan Cerdik dan Cerdas melalui 3J, 

Nothing impossible menurut saya, selama selalu berusaha melakukan terbaik yang bisa dilakukan dan selanjutnya menyerahkan pada Allah sebagai Pemilik Kehidupan. Memang benar kalau diabetes merupakan penyakit keturunan, namun gaya hidup dan lingkungan juga mempengaruhi perkembangannya. Diabetes memang tidak dapat sembuh, namun gula darah dapat dikontrol sehingga dalam batas normal. Semoga apa yang saya usahakan, bisa mencegah timbulnya penyakit diabetes pada diri saya. Keep calm and stay healthy ^^

Referensi: 
Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan Blogger 
Hari Kesehatan Sedunia 2016: Cegah, Obati, Lawan Diabetes
Semoga bermanfaat :)

10 komentar:

  1. Nothing impossible. Semangaat hidup sehat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap impossible itself means i'm possible 😁 Terima kasih sudah berkunjung 🙏

      Hapus
  2. Ayo rajin olahraga dek, mulai dirawat diri dan dijaga kesehatan e. Semangat terus dan sehat-sehat ya. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa mbaaak. .
      Sampean pisan yaa, sukses sehat dan bahagia terus 😘 Aamiin. .

      Hapus
  3. Saya juga ada riwayat keturunan diabetes mbak, was was juga jadinya. Soalnya sangat menyepelekan makan minuman yg dikonsumsi dan jarang olahraga.

    Terima kasih sharing tips dan kisah hidupnya. Semoga menang (lagi) mbak, keren deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayoo mulai peduli dengan apa yg dikonsumsi dan lebih giat olahraga lagi mbaaak. Mulai gaya hidup sehat 😊

      Aamiin. . Terima kasih doanya mbak, Semoga bermanfaat. Yuk mbak nulis juga 😁

      Hapus
  4. Tidak hanya faktor keturunan yang menjadi penyebab penyakit diabetes, lebih ke gaya hidup sehat sehari-hari. Meskipun tidak ada faktor keturunan namun gaya hidupnya tidak sehat, bisa cepat terserang penyakit diabetes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa benar sekali mbak, gaya hidup adalah faktor penentunya. Meskipun faktor keturunan kalau membiasakan gaya hidup sehat insya Allah bisa meminimalisir penyakit diabetes untuk muncul di usia dini 😇

      Hapus
  5. Wah aku pisan berarti ada faktor keturunan diabetes mbak ya. . Weleh Weleh kudu jaga gaya hidup ini 😱

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaaaa mbull. . kuduuu banget :') gaya hidup sehat itu penting =)

      Hapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES