Minggu, 14 Agustus 2016

Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Berwawasan Kependudukan

Nature doesn't need people, people (exactly) need nature. Manusia pasti membutuhkan alam dalam segala hal. Memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung keseimbangan hidup. Alam adalah kunci atau penentu kualitas hidup manusia. Alam yang baik akan memberikan kondisi yang baik untuk tumbuh dan mengembangkan diri. Berdasarkan urgensi dan kondisi yang ada, maka perlu dikembangkan konsep pembangunan berkelanjutan dengan berwawasan kependudukan. 

Pembangunan berkelanjutan ini sebagai integrasi antara aspek sosial-budaya, ekonomi dan lingkungan yang saling mendukung dan memperkuat sehingga mampu mencapai tujuan pembangunan. Ketiga aspek dalam pembangunan berkelanjutan ini saling mendukung satu sama lain sehingga mampu mencapai keseimbangan tanpa mengorbankan aspek lainnya, dalam hal ini menitikberatkan pada lingkungan. 
Pembangunan Berkelanjutan (Sumber Gambar)
Pembangunan berkelanjutan berwawasan kependudukan menitikberatkan penduduk sebagai titik sentral dan modal dasar pembangunan. Konsep ini dapat diterapkan dengan memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut:

1. Memastikan tercapainya jumlah penduduk yang berkelanjutan. Jumlah penduduk yang besar dapat menjadi penghalang dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan karena berkaitan dengan kualitas hidup serta kualitas lingkungan yang ada. Semakin besar jumlah penduduk maka semakin besar kebutuhan dasar yang dibutuhkan, meliputi sumber daya alam serta faktor pendukung kualitas hidup (pendidikan, energi, sanitasi, kesehatan, dll).

2.Menggiatkan pertumbuhan ekonomi penduduk. Pertumbuhan ekonomi penduduk berkaitan erat dengan tingkat daya beli dan kesejahteraan masyarakat. Indikator kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari pendapatan per kapita penduduk.

3.Menjaga kelestarian dan meningkatkan sumber daya dengan penciptaan dan perluasan lapangan kerja, pelestarian lingkungan, penggunaan energi dengan bijak, pencegahan terjadinya potensi pencemaran baik air, udara, ataupun tanah sedini mungkin.

4.Berorientasi pada teknologi dalam pengelolaan resiko, yaitu dengan menciptakan inovasi teknologi serta menggunakan teknologi yang ramah lingkungan

5.Mengintegrasikan kepentingan ekonomi, sosial-budaya, serta lingkungan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, kebijakan pengunaan energi (lingkungan) dengan teknologi terbarukan ramah lingkungan diperlukan biaya produksi yang minimal (ekonomi) sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk (sosial).

Beberapa aspek penting yang juga perlu diperhatikan dalam pembangunan berkelanjutan berwawasan kependudukan adalah responsif terhadap data dan informasi penduduk mulai dari jumlah, pertumbuhan, struktur, persebaran, kualitas serta informasi penting lain yang berkaitan dengan penduduk. Selain itu, perlu memrioritaskan pemberdayaan penduduk dan pembangunan SDM serta memperhatikan kondisi serta mengembangkan potensi penduduk lokal/daerah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial-budaya yang ada. 

Referensi: 

1 komentar:

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES