Jumat, 17 Juni 2016

Bonus Demografi dan Perwujudan Generasi Berencana Menuju Indonesia Sejahtera


Isu kependudukan menjadi permasalahan nasional yang memberikan dampak multidimensional terhadap sektor ekonomi, sosial, pendidikan dan sektor lainnya. Isu kependukan ini mencakup kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk.  Kependudukan di Indonesia yang sangat dinamis berdampak pada  pertumbuhan ekonomi dan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu negara. Indonesia terus menikmati pertumbuhan ekonomi yang menakjubkan sejak awal tahun 2000 sampai saat ini. Salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut adalah besarnya konsumsi dalam negeri dan kreatifitas serta produktivitas penduduk usia muda. 

Indonesia Padat Penduduk (Sumber)
Indonesia sudah memulai bonus demografi sejak tahun 2012. Bonus demografi merupakan bonus yang dinikmati oleh negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang terjadi di negara tersebut. Bonus demografi memberikan banyak manfaat mulai dari pembangunan sosial, ekonomi, budaya, politik, lingkungan, hingga pertahanan dan keamanan.

Dalam bonus demografi terdapat istilah dependency ratio atau rasio ketergantungan, yaitu sebuah rasio yang menggambarkan perbandingan antara jumlah penduduk usia non produktif (usia < 15 tahun dan >64 tahun). Sebagai contoh, angka rasio ketergantungan 57 menunjukkan 100 orang berusia kerja produktif menanggung sebanyak 57 orang yang belum maupun yang sudah tidak produktif lagi. Pertumbuan ekonomi secara maksimal terjadi ketika rasio ketergantungan berada dibawah 50. Kondisi ini disebut sebagai the window of opportunity. Terdapat setidaknya empat faktor utama untuk memaksimalkan window of opportunity demi kemajuan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan penduduk, yaitu
(1) SDM yang berkualitas
(2) Terserap dalam pasar kerja
(3) Adanya tabungan pada tingkat rumah tangga
(4) Perempuan dalam pasar kerja.

Untuk memanfaatkan window of opportunity maka kebijakan pengembangan SDM, sektor tenaga kerja, sektor keuangan, sektor riil dan pemberdayaan perempuan harus lebih dipertajam dan disinkronisasikan satu dengan yang lain dengan memperhatikan dinamika demografi dan sosial ekonomi dari kelompok penduduk usia produktif. Selain itu, perlu diperhatikan kondisi global karena bagaimanapun ke depan keterkaitan antar negara dalam bidang sosial dan ekonomi akan semakin erat.

Indonesia bergerak menuju tercapainya jendela kesempatan atau the window of opportunity pada tahun 2028-2031. Pada saat itu ditargetkan rasio ketergantungan berada pada angka 47. Rasio ini akan kembali meningkat pada tahun 2031 karena meningkatnya jumlah penduduk berusia >64 tahun.  Pada kurun waktu 2020-2030, jumlah penduduk di Indonesia berkisar antara 268 juta jiwa (2020) dan 293 juta jiwa (2030). Jumlah penduduk usia produktif pada kurun waktu yang sama adalah 198.5 juta dan 200.3 juta. Bonus demografi ini menjadi kesempatan emas untuk Indonesia dalam mendatangkan peluang yang sangat menguntungkan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin generasi muda menjadi generasi yang produktif dan berkualitas. Terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mewujudkan bonus demografi, yaitu:

Kualitas Pendidikan

Pendidikan menjadi dasar menuju kehidupan yang lebih baik. Pendidikan juga menjadi senjata utama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Perlu adanya penyiapan SDM kependudukan dengan dimulai dari pembentukan karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah. Untuk mewujudkan SDM Indonesia yang berdaya saing tinggi perlu adanya perubahan/revolusi yang mendasar yang memerlukan kerjasama semua pihak.

Pendidikan yang berkualitas mempunyai peran besar dalam mempecepat pembangunan suatu bangsa. Pendidikan menjadi penggerak utama dinamika perkembangan ekonomi. Kemajuan ekonomi bertumpu pada basis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan yang berkualitas menghasilkan generasi-generasi cemerang penuh dengan karya dan inovasi dibidang pengetahuan serta teknologi sehingga memberikan pengaruh yang besar dalam roda perekonomian bangsa.

Tersedianya Lapangan Kerja yang Berkualitas dan Perbaikan dalam bidang Partisipasi Kerja

SDM yang berkualitas mempunyai nilai saing dan daya kerja yang tinggi sehingga memiliki partisipasi kerja yang sangat baik. Selain itu, peningkatan ketrampilan kerja lainnya dan penguasaan bahasa asing merupakan hal yang wajib dan tidak bisa ditawar lagi. Lapangan kerja yang berkualitas mendorong para tenaga kerjanya untuk selalu meningkatkan kompetensi diri dan keluar dari zona nyaman masing-masing.  Melakukan hal-hal baru untuk menguji kemampuan diri ataupun mendapatkan pengalaman dan menambah skill baru sehingga terus berkembang menjadi SDM yang unggul dan penuh potensi.

Menggiatkan Program Pemerintah untuk Menekan Laju Kelahiran dengan Program KB

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program untuk mewujudkan kesejahteraan nasional. KB dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui progtam KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Solusi Anak Cukup 2 bukan merupakan pilihan namun kewajiban. Gizi dan aspek kesehatan menjadi aspek sangat penting dan perlu untuk diperhatikan.

Keberhasilan program KB yang mulai terasa adalah menurunkan jumlah penduduk di bawah 15 tahun. Dinamika perubahan struktur umur ini yang berdampak pada menurunnya proporsi penduduk non produktif dan meningkatnya proporsi penduduk usia produktif. Secara potensial, kondisi ini sangat baik untuk mendukung kemajuan bangsa. Penduduk usia produktif terutama kaum muda merupakan kelompok yang sangat energik dan kreatif. Selain itu, potensi sumber daya alam yang melimpah dan besarnya proporsi penduduk usia produktif khususnya usia muda merupakan faktor kunci yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan nasional.

Selain itu, melalui program GenRe (Generasi Berencana), yaitu suatu program yang berada dibawah naungan BKKBN dan dikembangkan dalam rangka penyiapan dan perencanaan kehidupan berkeluarga bagi remaja diharapkan mampu menghasilkan bibit-bibit unggul yang nantinya membawa kemajuan untuk bangsa. Tujuan dari GenRe adalah untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mempraktikan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan remaja sebagai dasar mewujudkan Generasi Berencana. Melalui GenRe ini sangat diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang baik dan berkualitas dan menjadi tonggak utama menuju Indonesia Emas. 

Pemerataan Penduduk untuk Kelestarian Sumber Daya Alam dan Kualitas Lingkungan

Pemerataan penduduk menjadi salah satu hal penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam serta kualitas lingkungan tempat tinggal. Semakin padat penduduk di suatu tempat maka semakin besar potensi terjadinya penurunan kualitas dan defisit sumber daya alam yang ada. Hal ini disebabkan karena semakin banyak penduduk maka semakin banyak kebutuhan yang dibutuhkan dan buangan yang dihasilkan seperti limbah cair, sampah, emisi udara, dan buangan lainnya.

Semakin besar tingkat pertumbuhan penduduk dengan sistem tepusat (tidak tersebar merata) maka akan semakin sulit menjaga kelestarian sumber daya alam yang ada, seperti sumber air dan potensi penurunan kualitas lingkungan semakin besar. 

Baca juga: 
Tekan Laju Deforestasi – Bukan Sebuah Pilihan Namun Kewajiban  

Kebijakan dan strategi menyiapkan SDM Indonesia yang penuh potensi dan berkualitas dikaitkan dengan berbagai hal, yaitu kompetisi antar negara yang semakin meningkat, gambaran pasar kerja dimasa mendatang (skala global maupun nasional), kemajuan teknologi, dinamika kependudukan secara global utamanya migrasi penduduk, laju urbanisasi  potensi SDA Indonesia, serta langkah nyata strategi pembangunan global pasca 2015 melalui revolusi kependudukan. Adanya bonus demografi menjadi kesempatan emas dan senjata utama untuk meningkatkan derajat kualitas kesejahteraan nasional sehingga bisa tercapai tujuan nasional pembangunan berkelanjutan. Untuk mewujudkan hal ini juga perlu adanya dukungan dan peningkatan kualitas diri dari seluruh pihak. Pendidikan yang berkualitas dan generasi muda yang kompetitif menjadi pionir utama menuju Indonesia yang lebih baik. Terus memperbaiki diri dengan mengasah kemampuan dan menjadi pribadi yang unggul serta berkualitas. 
Selamat berbenah dan terus meningkatkan kualitas diri. 
Generasi Muda untuk Indonesia Sejahtera! 
REFERENSI:
Sekarpuri, Anindita Dyah. 2015. Revolusi Kependudukan Menyambut Era Pasar Terbuka ASEAN. Bogor: Widyaiswara Balai Diklat KKB Bogor

Ulfira, Bunga Rizki. 2015. GenRE, Saatnya yang MudaBerencana!



Artikel ini diikutsertakan dalam
Sayembara Blog Kependudukan 2016 BKKBN
Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Yuk ikutan juga!
Tulis Opinimu Mengenai Kondisi
Kependudukan Indonesia.
Penulis: Lucky Caesar Direstiyani

3 komentar:

  1. Keren mba, tetap semangat menulis dan terima kasih sudah berkenan membaca tulisan kami juga :)

    BalasHapus

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES