Jumat, 05 Desember 2014

Sekelumit Cerita dari Negeri Merlion, Be Brave to Lead and Make Indonesia better!

Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving
Albert Einstein

Albert Einstein, sosok yang begitu menginspirasi bagi saya. “Keep moving forward” ya, dunia ini dinamis, selalu berkembang, selalu berubah setiap waktu. Kalau kita hanya termangu tanpa berbuat sesuatu, lambat laun akan terlindas dengan semua kemajuan yang ada.

Saya pun begitu, selalu tertarik menjelajahi hal baru untuk mengisi lumbung ilmu dan pengalaman. Terus upgrade kemampuan diri, tak bosan terus membaca buku-buku penngetahuan, keluar mencari pengalaman sebanyak-banyaknya, serta tak lupa untuk  introspeksi diri bahwa setiap manusia pasti punya kekurangan yang bisa ditutupi dengan kelebihan yang dimiliki. Sewajarnya manusia memang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki, termasuk saya. Namun syukur tetap wajib untuk dilebihkan karena Sang Maha Kasih terus memberikan kesempatan menghirup udara bebas dan merasakan bagaimana kehidupan sebenarnya.

Beberapa minggu terakhir, saya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi negara Sang Merlion selama beberapa hari. Mengunjungi beberapa univeristas untuk menengok banyak hal. Betapa mengagumkan cara hidup mereka, keberagaman dan sikap hidup yang bahkan jarang saya temui di negeri sendiri. Saya dengan beberapa rekan kantor ITS Internasional Office dan para pemenang ISIP melakukan kunjungan dalam rangka mempromosikan ITS dan beberapa program Internasional yang akan diselenggarakan tahun depan seperti summer camp ITS yaitu CommTECH (Community and Technological Camp) dan customize program ASEAN Student Camp. Disini saya berperan sebagai delegasi dari ITS International Office yang membawa misi pengembangan internasionalisasi di ITS. 


Jalanan di Singapura (dok.pribadi)
Dalam rangkaian kunjungan ini, kami berkesempatan untuk mengunjungi salah satu universitas terbaik di Singapura yaitu National University of Singapore (NUS). Kami melihat seluruh seluk-beluk kampus mulai dari perpustakaan, ruang kelas, kantin, fasilitas olahraga, dan berbagai fasilitas lainnya. Semuanya tertata dengan apik, bersih dan enak untuk dipandang. Begitu rapi. Berbagai poster kepedulian dan self personal development banyak dipasang di sudut-sudut kampus.
Saat campus tour (dok.pribadi)
Menulusuri NUS (dok.pribadi)
View NUS (dok.pribadi)
Tempat diskusi dan perpustakaan dipenuhi dengan mahasiswa yang sibuk membaca buku, mengerjakan tugas kuliah ataupun sekedar membaca jurnal di laptop. Perpustakaan yang begitu tenang, tidak saya temui canda tawa dan keramaian seperti perpustakaan di kampus saya. Satu poin yang sungguh berbeda dan begitu membuat saya tersindir melihat pemandangan ini, di kampus saya perpustakaan memang ramai di penuhi oleh mahasiswa, tempat diskusi yang penuh tawa canda dan begitu ramai yang tak jarang sampai menyerupai pasar. Disini berbeda, semuanya tenang nyaris seperti tak ada orang.  Tak jarang jika browshing internet, di kampus saya lebih sering ditemui membuka media sosial seperti facebook, twitter, path dll. Namun disini mereka membuka jurnal – jurnal ataupun running software pendukung mata kuliah. Benar berbeda, negara maju dan negara berkembang. Sikap dan perilaku masyarakatnya yang begitu berorientasi pada kemajuan, tidak sekedar mengharapkan perkembangan namun sikapnya tetap begitu-begitu saja. 
Suasana belajar di NUS (dok.pribadi)
Suasana Perpustakaan di NUS (dok.pribadi)
Fasilitas Olahraga (dok. pribadi)
Fasilitas Olahraga Renang (dok. pribadi)
Selama berkeliling kampus, saya begitu heran. Dari setiap sudut kampus yang dikunjungi sangat bersih dan nyaris tidak ada sampah yang berserakan. Tempat sampah juga mudah ditemui. Terpisah menjadi tiga bagian yaitu sampah kertas, kaleng dan plastik. Berbeda dengan keadaan kampus sendiri, terutama jurusan saya yang notabene harusnya menjadi jurusan paling bersih karena saya berasal dari jurusan Teknik Lingkungan. Namun faktanya, di jurusan saya sering kali ditemui banyak sampah yang berserakan entah itu di kelas, lorong jurusan, kamar mandi atau bahkan kantin. Bahkan banyak juga yang berserakan di sebelah tempat sampah atau bahkan diatas tutup tempat sampahnya. Ah begitu terlalu, di jurusan yang concern dengan lingkungan kondisi kebersihannya seperti ini, lalu bagaimana jurusan yang lain. Padahal mulai dari diri sendiri sudah menerapkan prinsip untuk selalu membuang sampah pada tempatnya. Jika saat memegang sampah tidak ditemukan tempat sampah, saya memilih untuk menyimpannya dalam kantong dan membuangnya saat menjumpai tempat sampah. Sungguh tak dapat dipungkiri, memang kita tidak bisa memaksakan suatu kehendak seperti kemauan diri sendiri. Kesadaran dan kepedulian terhadap kebersihan memang harusnya tumbuh dari dalam diri masing-masing. Maka tanpa ada paksaan ataupun perintah, dengan sendirinya akan selalu menjaga kebersihan. Karena kebersihan pun adalah sebagian dari iman. 
Suasana Teras Kelas (dok.pribadi)
Lorong menuju kantin (dok.pribadi)
Toilet (dok.pribadi)
Pembagian tempat sampah di NUS (dok.pribadi)
Selesai melakukan kunjungan ke NUS kami menjelajah kota Singapura. Menerobos masuk kebiasaan hidup masyarakat yang begitu menghargai waktu, mengerjakan segala hal dengan cepat. Seolah-olah waktu juga berjalan dengan begitu cepat. Menjelajahi kota dengan maskot kebanggan Merlion ini menggunakan Mass Rapid Transit (MRT). Kereta yang juga begitu bersih, nyaman, cepat dan tepat waktu. Andaikan negeri saya punya satu, pasti jadi kereta favorit semua orang.
Suasana MRT (dok.pribadi)
View Stasiun MRT (dok.pribadi)
Kota ini juga begitu menakjubkan ketika malam. Kerlap – kerlip lampu membuat kota ini semakin memesona. Kami tak menyianyiakan kesempatan untuk mengunjungi Sang Merlion. Menelusuri setiap kota dengan langkah yang begitu bersemangat. Sejenak mampir ke swalayan untuk membeli air mineral. Memang salah, harusnya kami mencari kran air untuk mendapatkan air minum. Di sini semuanya serba mahal. Kurs yang begitu tinggi untuk Dollar Singapura dibandingkan dengan mata uang Rupiah. Saat ini 1 SGD mempunyai nilai tukar sebesar Rp 9375.
View Singapura saat malam hari (dok.pribadi)
View Sang Merlion (dok.pribadi)
Air kran disini menjadi sumber air yang bisa langsung diminum. Memang water treatment di Singapura sangat baik dengan hasil yang sudah sesuai dengan standar air minum dan layak untuk dikonsumsi. Pengolahan air yang begitu canggih mengubah grey water menjadi air layak minum. Saat ini air hasil pengolahan  di Indonesia khususnya Surabaya masih digunakan sebatas untuk menyiram tanaman.

Banyak hal baru yang saya dapatkan selama perjalanan ini, mendapatkan banyak hal yang sungguh berbeda dari negeri tempat saya berpijak. Mendapatkan banyak pencerahan tentang apa yang harus saya lakukan selanjutnya untuk mengubah negeri. Satu lagi, selama perjalanan ini sungguh saya merasakan bahwa negeri saya krisis sosok leader yang sesungguhnya. Saat perjalanan hal yang terberat adalah tentang kekompakan dan ketepatan waktu. Saat satu terlambat, maka semuanya juga terlambat. 

Sebagai delegasi dari ITS International Office dan juga volunteer yang harusnya sudah tau bahwa leader tidak lahir dengan sendirinya namun dibentuk dari kemauan kuat dan kebiasaan yang mendukungnya, satu pesan dari Dr.Maria, Ketua ITS International Office, saat perjalanan dan melekat kuat dalam memori saya “Ketika kamu menjadi pemimpin, jadilah yang terdepan saat mengerjakan kewajiban dan jadilah yang paling belakang saat mendapatkan hak” . Sungguh negeri ini krisis sosok leader yang kompeten, dedikasi tinggi, dan memiliki nilai moral dan akhlak baik. 

Sungguh miris melihat kondisi negeri sendiri. Negeri gemah ripah loh jinawi namun tak mampu memanfaatkan dengan baik alhasil negeri orang dengan mudah mencurinya. Negeri yang sekarang banyak dihuni tikus berdasi yang notabene adalah para pemimpin negeri. Sosok leader yang sungguh miris, yang bahkan tak memiliki hati nurani dan tega menodai kepercayaan yang telah diberi. Sungguh tak cukup hanya inspirasi untuk meperbaiki sebuah negeri, lebih dari keberanian, kemauan dan kemampuan untuk benar-benar merubahnya menjadi negeri yang lebih beradab.


 Semoga artikel ini membawa kebermanfaatan untuk kita semua. 
Selamat melanjutkan perjalanan, selamat berbenah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES