Minggu, 14 Desember 2014

Renungan pagi tadi.

Hai. aku rindu membelai malam. bersama kerinduan dan untaian doa untuk ayah dan ibuk di rumah. bersama asa yang terus terjalin dengan tugas-tugas besar yang merajuk ingin segera diselesaikan. tenang dear, aku hanya sebentar. biarkan sejenak melepas lelah, bahkan peningku sudah terlalu lama berjibaku denganmu. 

Biar apa yang mengganjal di hati sedikit lega dibagikan. Banyak hal yang terpikir dan terperangkap dalam kebingungannya sendiri. Tadi pagi, aku banyak merenung. Merenungi apakah aku cukup bijak menggunakan waktuku, atau aku bahkan tak manusiawi dalam menggunakannya. Kadang begitu, ayahku sering berkata bahwa aku tak terlalu mengerti diriku sendiri. 

Pagi tadi, aku banyak berbicara dengan waktu. Merenungi hari-hari yang telah kulalui. Merenung apa aku cukup manusiawi dalam berinteraksi. Introspeksi bahwa aku bukan robot. aku manusia yang punya rasa dan raga.

Pagi tadi , aku juga banyak berkompromi dengan hati. Memberikan banyak pengertian bahwa aku tak cukup siap untuk jatuh cinta dalam jangka waktu ini. Butuh banyak hal yang harus diperbaiki. Termasuk kebiasaanku yang kadang semena-mena, kepala batu, dan susah menerima pendapat yang bersebrangan. Aku harusnya lebih sadar diri, bahwa dalam perihal hubungan dengan manusia hanya perlu saling menerima - saling menghargai dan saling mengerti. (juga) Pagi tadi, aku tiba-tiba rindu seseorang di masa lalu. Tapi aku harus menghentikannya, karena dipaksa seperti apapun juga kita tak bisa bersama. Yang dulu, biarlah menjadi kenangan tak perlu diungkit lagi.  

Tadi padi (juga), aku memutuskan untuk fokus pada tujuan utama menimba ilmu. Melupakan sejenak perasaan yang biasa disebut cinta. Meningalkan sejenak. Memberikan ruang untuk introspeksi diri. Aku tak boleh bergantung dengan waktu, percaya bahwa jodoh pasti bertemu. Aku yang harusnya bergerak, bergerak menggambil langkah kecil. Dari dalam diriku yang harusnya diubah. Hal-hal jelek tak perlu dipertahankan. Itu yang harusnya dibuang dan diubah dengan hal-hal baik. Tak ada kata tak bisa, hanya perihal mau atau tidak untuk melakukannya. Dan semoga, segera berubah baik, segera mendekatkan jodoh untuk bertemu. Aamiin.
Cukup sekian. tugas besar sudah merajuk dari tadi. Terus berprasangka baik. Segera berbenah, segera bertemu jodoh! 

Siapapun jodohku nanti, pasti yang terbaik dari yang terbaik khusus dari Sang Maha Kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES