Friday, December 19, 2014

Kadang

Kadang, kamu hanya perlu diam sejenak. Menghela nafas panjang. Biarkan semuanya lepas. Tak perlu ditahan. Karena memaksanya tinggal justru memberatkanmu.

Kadang, kamu harus memaksa hati kecil untuk sedikit lebih besar. Memaksanya berhenti merengek. Memberikan sebatang coklat, membuatnya diam dan berhenti berspekulasi. Hati kecil, kadang harus dilatih untuk setidaknya menjadi besar.

Kadang, kamu perlu memaksa dirimu. Melakukan apa yang sebenarnya tidak kamu suka, membuat kamu bernegosiasi sendiri. Merayu diri sendiri "yang kamu benci, belum tentu tak baik. mungkin jadinya justru lebih baik". Tak perlu dipaksa, cukup lakukan. Allah mencoba membawamu ke arus yang seharusnya.

Kadang, kamu tak mendapatkan apa yang kamu inginkan. Menyukai seseorang yang bahkan tak ada keingingan menyukaimu. Berharap pada seseorang yang bahkan tak akan pernah berharap padamu. Tenang, sungguh harusnya kamu berterima kasih padanya. Karena dari dia, kamu belajar mengikhlaskan, belajar melepaskan. Kamu tak perlu sedih, karena harusnya kamu bahagia Allah mengajarkanmu untuk lebih legowo. Jodoh pasti bertemu, pada waktu yang tepat dan orang yang tepat.

Kadang, kamu terus menerus mengutuki dirimu sendiri. Menyalahkan betapa bodohnya kamu tak bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Tak apa, dari situ kamu belajar bahwa memang waktu tak akan pernah menunggu. Selagi masih bisa berjalan bersama, imbangi kecepatannya agar kamu tak kerja keras mengejarnya. Begitu memang, waktu sungguh terlalu.

Kadang, kamu begitu merindukan masa lalu. Saat sendiri atau mungkin saat hujan turun dengan mesranya memeluk bumi. Mulai merenungi masa-masa yang tertinggal jauh dari waktu. Memutar memori indah bersama seseorang di masa lalu ataupun merangkai kenangan saat kamu di manja oleh ayah ibuk semasa kecil. Nikmati saja, karena masa lalu begitu mahal dan selalu istimewa ketika dikenang. Termasuk masa lalu yang kurang begitu menyenangkan. Setidaknya kamu mendapat hikmahnya, bukan?

Kadang, kamu mulai berangan-angan mengenai masa depan. Karir, jodoh, pendidikan atau kesempatan menjelajah dunia. Tak apa, mulai tuliskan satu persatu impianmu. Mulai rangkai jalan yang bisa kamu lakukan untuk mewujudkannya. Mulai buat strategi bagaimana membuatnya menjadi dekat dengan hidupmu. Termasuk jodoh, ini yang perlu kamu prioritaskan. Dia yang akan mendampingimu untuk mewujudkan sebagian impianmu yang lain.

Kadang, aku begitu lega ketika menuliskan apa yang membuat pikiranku penuh. Setidaknya berbagi rasa, berbagi asa ataupun juga berbagi cinta. Kamu, semoga selalu bahagia. Kadang, asaku mulai habis mengharapkan apa yang jelas sulit untuk diwujudkan.Cukup Allah yang tahu, apakah nanti kita berjodoh atau memang hanya ditakdirkan sebagai teman.

Cukup, masih banyak yang harus dilakukan. Masih banyak yang harus dikejar. Sekian, air hujan semalam masih menggenang. Kamu hati-hati!

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES