Sabtu, 04 Oktober 2014

Selamat Hari Raya Kurban ^^

Gema takbir berkumandang. Membuat hati bergetar. Tak jarang membuat pipi basah oleh air mata. Malam ini, begitu istimewa. Meresapi setiap takbir, menyebut asma Allah yang Maha Agung. Malam ini, Allah sungguh sangat baik. Membuat semuanya terbuka, membuat semuanya begitu ringan, membuat semuanya begitu terang. 

Malam ini, sungguh pertama kalinya aku merayakan penyambutan hari raya kurban ditanah perantauan tanpa teman ataupun saudara. Benar, karena kadang kamu butuh sendiri untuk introspeksi diri lebih dalam. Menelusuri jalan dan menggumandangkan takbir. Trenyuh mengingat kampung halaman, mengingat canda tawa ayah ibuk mbak dan adek di rumah, mengingat semua kenangan masa kecil saat masih dengan bebasnya bermain. Ya, bermain tanpa beban. tanggung jawab yang jelas tak sebesar sekarang. Sungguh Gusti Allah, ridhaMu yang membuatmu aku bisa tumbuh dan berkembang sampai sejauh ini. 

Mengenang hari raya kurban. Mencium aroma khas tubuh hewan yang besok akan disembelih. Kadang melihat sorot matanya membuatku sedih. Mereka seolah berbicara. Mencoba membagi cerita, membagi rasa. Hanya saja, aku tak bisa mengenali bahasa mereka. Andai saja bisa, mungkin aku lebih dalam berduka. Esok, hari raya yang penuh berkah dan hikmah. 

Satu hikmah tercatat. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

Hikmah kedua yang tercatat bahwa Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah. Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

hikmah kedua tercatat bahwa berkurban adalah ibadah yang paling utama. “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]. Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

Hikmah keempat yang selalu diingat. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam. “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

Hikmah kelima yang begitu istimewa. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa. “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]. 
Sungguh jika kau tahu, terdapat kebaikan pada setiap helai bulu hewan kurban yang disembelih. Hewan yang dengan ikhlas dikurbankan. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]. 

Selalu, aku teringat dengan cerita Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya Ismail demi kecintaannya pada Sang Maha Asih, Allah SWT. Sungguh semua yang diberikan, pada suatu waktu akan kembali pada Allah SWT. Lalu adakah yang perlu untuk disombongkan ? Kita, hanyalah manusia yang jauh dari sempurna. yang penuh salah dosa. yang kadang lupa syukur dan menjadi kufur. Berbenah, segeralah berbenah. Ketika pintu maaf masih dibuka lebar olehNya. jangan sampai menyesal, dan mengutuki kehidupan dunia yang hanya penuh dosa. Sekian, selamat melanjutkan perjuangan, selamat melanjutkan pengorbanan. Jangan lupa setelah sholat ied besok, sampaikan salam pada hewan-hewan yang baik hatinya. Sungguh mereka sangatlah baik dan penuh kebaikan. 



Semoga syukurku selali lebih, 
Surabaya, 04-10-2014

*)Hadis dikutip dari berbagai sumber


1 komentar:

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES