Saturday, October 4, 2014

Lekas Sembuh, Lekas Baik

Selamat siang surabaya. selalu, panasmu awet. Panas dari tubuh yang tak kunjung turun, tanda raga benar-benar marah. Aku harusnya sadar diri, semua punya batas. Raga juga begitu, dia butuh istirahat. Butuh waktu untuk dirinya sendiri. Harusnya aku tak egois, memaksanya untuk terus bekerja. Sementara dia lelah menuruti mauku.

Semalam, aku punya banyak waktu berbicara dengan waktu. Merenungi hari-hari yang telah kulalui. Merenung apa aku cukup manusiawi dalam berinteraksi. Introspeksi bahwa aku bukan robot. aku manusia yang punya rasa dan raga.

Semalam , aku banyak berkompromi dengan hati. Memberikan banyak pengertian bahwa aku tak cukup siap untuk jatuh cinta dalam jangka waktu ini. Butuh banyak hal yang harus diperbaiki. Termasuk kebiasaanku yang kadang semena-mena, kepala batu, dan susah menerima pendapat yang bersebrangan. Aku harusnya lebih sadar diri, bahwa dalam perihal hubungan dengan manusia hanya perlu saling menerima - saling menghargai dan saling mengerti.

Semalam (juga), aku memutuskan untuk fokus pada tujuan utama menimba ilmu. Melupakan sejenak perasaan yang biasa disebut cinta. Meningalkan sejenak. Memberikan ruang untuk introspeksi diri. Aku tak boleh bergantung dengan waktu, percaya bahwa jodoh pasti bertemu. Aku yang harusnya bergerak, bergerak menggambil langkah kecil. Dari dalam diriku yang harusnya diubah. Hal-hal jelek tak perlu dipertahankan. Itu yang harusnya dibuang dan diubah dengan hal-hal baik. Tak ada kata tak bisa, hanya perihal mau atau tidak untuk melakukannya.

Cukup sekian. raga sudah merajuk dari tadi. Terus berprasangka baik. Semoga lekas sembuh, semoga lekas baik!

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES