Tuesday, September 9, 2014

Cukup saya, bu!

Hai langit.

Benar. Harusnya kuat. harusnya bertahan. Tapi satu hal, hati kecil terus saja mengecil. Terus dan terus sampai kuatku habis. Entahlah, penerimaan yang baik. untuk yang lebih baik. Maaf ayah, putrimu tak sekuat yang kau pikirkan. Maaf untuk kesekian kalinya. Semoga bijaksana menyertai setiap impian dan mimpi yang terangkai apik. Semoga dan semoga, masih ada keberanian tersisa, asa-asa tertinggal, untuk membuktikan tak selamanya anak muda gampang dikalahkan. Tapi untuk kali ini, aku mundur. Semoga ibu dosen, diberikan hidayah. Setiap ucapan akan dimintai pertanggung jawaban. Semoga sehat ya bu! terima kasih, mematahkan berani dan asa yang sudah saya pupuk dan tanam sekian lamanya. Terima kasih! Semoga semesta tidak murka dengan kebijakan yang ibu buat! cukup saya!

2 comments:

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES