Monday, July 28, 2014

Tanpa Judul

Hai langit. Aku rindu bercengkerama denganmu. Alhamdulilah, malam ini. Parasmu bening, bersinar. Ditemani dengan ratusan bintang cantik. Yang senantiasa berkedip manja saat kusapa. Malam ini, takbir menggema diseluruh penjuru dunia. Syahdu, mengiris hati. Rasanya nelangsa, begitu cepat Ramadhan meninggalkan. Melambaikan tangan dengan air mata yang senantiasa mewarnai setiap lambaiannya. Ya Allah, begitu cepat Ramadhan berlalu. Aku masih ingin bersama Ramadhan, bersama hari-hari istimewa penuh berkah dan ampunanMu :')

Malam ini terasa berbeda, merenungkan banyak hal yang sedemikian berbeda dari ramadhan tahun lalu. Perubahan ini baik, harusnya aku banyak-banyak mengucap syukur. Namun rasa kehilangan tetap terasa. Apalagi,itu bagian yang dulunya begitu istimewa. Mungkin memang ini yang terbaik, harus bisa adaptasi dari sekarang. Karena mempertahankan sesuatu yang tidak mungkin bisa, sama saja mencoba menegakkan benang basah. Mustahil. Aku ikhlas ya Allah, kalau dia memang harus pergi. :')

Terkadang aku merasa diri ini terlalu menuntut lebih, padahal Allah selalu memberiku berlebih-lebih. Satu hal yang lebih diberikan pada diri ini. Merasakan hal yang lebih kadang membuatku bersyukur karena aku tau yang terjadi tanpa perlu bertanya. Cukup melihat dan merasakan. Peka ku berlebih-lebih membuatku senantiasa menjaga sikap. Namun dilain hal, aku harus selalu siap sakit hati. Menghadapi banyak orang yang tidak semuanya suka denganku. Satu hal lagi, ini yang paling utama. Hmmm selalu siap sakit hati ketika jatuh cinta dengan seseorang yang ternyata cinta dengan orang lain. Begitu faktanya. . Cukup membuat termenung sangat lama dan meyakinkan diri sendiri semua baik-baik saja :|

Ah sudahlah. biarlah jadi rahasia antara aku dan kembarku, pollux. Semuanya baik-baik saja. Semuanya kembali sedia kala. Rasa suka diam-diam sepertinya harus dimusnahkan bersama meleburnya dosa-dosa di hari Idul Fitri ini. Terima kasih merah, terima kasih. Tapi kagumku harus berhenti disini, karena sepotong hatiku yang tersisa akan kusimpan untuk imam terbaikku kelak. Karena kamu, terlalu tinggi walau aku berusaha sekuat tenaga memantaskan diri :') Hmm, aku (juga) ikhlas ya Allah. Ikhlas untuk berusaha mengubur rasa suka diam-diam ini. Untuk kebaikanku, dan kebaikan sepotong hatiku :')

Alhamdulilah, lega rasanya. Semua tercurahkan malam ini. Terima kasih langit. Untuk kelapangan hati mendengar semua celotehku. Mohon maaf lahir dan batin yaaa :) Semoga bisa bertemu dengan Ramadhan lagi :') Aamiin, ya rabbal alamin :D. 

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES