Tuesday, June 3, 2014

Untitled

Selamat pagi asa, yang masih tercecer bersama raga yang kian rapuh. Aku lelah, ingin sejenak beristirahat. Berkumpul dengan bintang penyemangat, mutiara terbaik dengan kasih dan sayangnya yang tulus menyelimuti lubuk hati. Merindu kampung halaman lebih cepat dari detik waktu yang baru saja menjejakkan tubuhnya. Ah Tuhan, jika Kau ijinkan detik waktu ini melambat dari biasanya. Sungguh aku ingin menembus lorong ruang dan waktu menuju kampungku. Kampung yang selalu membuatku merindu. 

Ragaku (pun) kian rapuh.. Dan juga asaku untuk melabuhkan apa yang sering disebut cinta pada seorang pria. Entahlah, sekarang ini percayaku sampai pada batas kritis dengan apa yang sering dieluh-eluhkan para pasangan muda. Kesetiaan, kasih sayang atau apalah itu namanya. Namun, tak bisa mengelak, tak selamanya hidup itu mudah dan penuh bahagia. Terkadang bumbu-bumbu kesedihan dan sakit hati membuatmu sadar bahwa kamu masih hidup. Rentetan peristiwa yang yah , aku bosan menceritakannya. Tapi biarlah, aku berceloteh sebentar. Agar setidaknya, aku lega. 

Berawal dari terbongkarnya sebuah rahasia besar. Yang tak pernah terpikirkan sebelumnya bahwa ini benar-benar nyata dan seseorang yang dulunya istimewa sebagai lakon utamanya. Ah Tuhan, sungguh fakta itu menggugurkan semua harapan yang jujur ku rangkai diam-diam. Impian pergi bersama menjelajah dunia, melanjutkan jejak-jejak bersama atau bahkan berikrar untuk hidup bersama.Lenyap. Seperti tanpa bekas, tanpa harapan dan asa yang sudah terkadung lemas mendengar fakta yang ada. Aku sebenarnya masih bisa terima, jika dia melabuhkan cintanya untuk wanita lain, masih bisa berdalih bahwa jodoh pasti bertemu dengan segala aral dan rintangan yang menerpa. Tapi ini berbeda, aku sudah terlalu muak. Bagaimana bisa kau mencinta mukhrimmu. Sebegitu hilangkah seleramu dengan sosok yang disebut wanita? Hanya kamu yang tau alasannya, aku bosan dengan segala urusanmu yang sepenuhnya tak penting dan sengaja kuhiraukan. Selalu ucapan selamat tinggal dan sebaris doa untukmu, semoga kamu bahagia dan segera dapatkan wanitamu, agar aku lega dan lebih bahagia :') 

Kedua, ini cerita berbeda. Selalu asa dan rasa yang salah berlabuh. Akhirnya kembali dan pulang terseok-seok menuju tuannya. Aku terlalu cepat menarik kesimpulan, membuat spekulasi sendiri, mengkait-kaitkan semua yang terjadi untuk melambungkan bahagia. Kenyataannya tidak seperti itu, salah besar dan aku hanya bisa meringkuk bersama serpihan kecewa. Mengutuki diri sendiri, mematut diri lebih lama agar tak terlalu tinggi melepas angan-angan. You should know who you are ! Seorang teman bilang, terlalu pesimis. Dengan alasan dia terlalu baik dan aku tidak ada apa-apanya. Wanita dengan alasan yang terlalu klasik. Nyatanya seperti itu, dia sepenuhnya benar. Aku berada pada titik akhir bersama segenggam harapan yang hanya tinggal kurang dari seperempat bahkan.

Jujur, untuk kali ini aku lepas tangan. Mengaguminya diam-diam seperti perlahan terbongkar. Dan aku tak ingin itu terbongkar. Baiknya aku diam saja, jaga jarak sejauh mungkin, tetap bersikap normal. Ah Tuhan, bagaimana bisa semalam seperti itu -_- Sungguh sampai sekarang aku tak sedetikpun berhenti memikirkan tragedi itu, Aku yang salah, aku yang harusnya segera berubah. Sebelum terlanjur basah, wajarnya aku berdoa agar hujan segera reda. Dan aku bisa berhenti mengutuki diri sendiri. Satu hal, syukur ku untuk kejadian semalam. Aku jatuh tidak terlalu sakit, karena asa dan rasaku masih berada pada ketinggian sewajarnya. Masih sebatas gede rasa dan rasa percaya diri yang berlebih.Mungkin hanya bisa mengaguminya dalam diam. Bentuk cinta paling minimalis. Cinta bukan berarti harus bersama bukan ? 

Untuk seseorang yang tak bisa kusebutkan namanya, kamu lebih beraura sekarang. Negatifmu sudah banyak berkurang. Aku bahagia, semoga kamu selalu sukses dengan pilihanmu. Maaf jika setelah ini, kita tidak bisa saling bertukar cerita karena aku terlalu takut kekagumanku berlebih. Selamat pagi dari asa yang mulai terajut, semoga selalu sukses :')

No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES