Selasa, 04 Februari 2014

Prinsip Demokrasi Diri Menuju Indonesia Emas

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”- Soekarno

    Ungkapan bung Karno yang selalu membuat semangat saya seperti di-charge kembali. Semangat untuk terus berubah menjadi lebih baik, melakukan tindakan-tindakan yang memberi kebermanfaatan untuk orang lain, serta senantiasa melakulan hal-hal kreatif, inovatif dan memberikan perkembangan berkelanjutan untuk lingkungan. Ungkapan yang serasa mengatakan secara langsung bahwa sayalah salah satu pemuda dari sepuluh pemuda yang akan mengguncangkan dunia.
Seperti yang kita tahu perubahan - perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat akhir-akhir ini adalah pengaruh dari Globalisasi. Teknologi berkembang sangat pesat dan semakin canggih mempermudah aktivitas manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Transportasi menjadi semakin mudah dan hemat waktu. Selain itu, proses produksi industri besar-besaran yang mampu menghasilkan bahan-bahan keperluan hidup menjadi bukti bahwa Indonesia masuk dalam globalisasi mutakhir yang semakin lama arusnya semakin besar. Dalam menghadapi arus Globalisasi yang bertambah besar ini dibutuhkan pemikiran yang luas dan kebijaksanaan dalam mengambil tindakan dengan kesiapan serta berfikir kritis apakah cukup menguntungkan dan memberikan feedback atau justru memberikan kerugian. Globalisasi juga membawa perubahan besar demokratisasi dalam bidang politik secara regional maupun internasional.

Sumber gambar klik
      Perubahan-perubahan yang terjadi ini membuat saya merangkum banyak hal dan harus dibenahi agar bisa bekerja lebih baik serta mewujudkan apa yang dicita-citakan bangsa yaitu terciptanya kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia. Hal-hal yang harus dibenahi mempunyai grand desain utama sebagai kunci utama solusi dari permasalahan dan perubahan yang terjadi akhir-akhir ini. Grand desain ini adalah penerapan prinsip demokrasi diri  menuju Indonesia Emas yang lebih bermartabat. Prinsip demokrasi diri pasti sudah familiar di telinga masyarakat. Prinsip dari diri, oleh diri, untuk diri dan negeri. Sederhana sekali melakukan perubahan dari diri sendiri dengan sebaik-baiknya yang nantinya keuntungan itu juga untuk diri sendiri. Keuntungan yang secara tidak langsung juga berdampak pada kemajuan Indonesia menjadi lebih baik lagi. Dari grand desain yang ada juga bisa mendukung terwujudnya tujuan dan target yang dikenal sebagai Millennium Development Goals (MDGs). Pencapaian sasaran MDGs ini menjadi salah satu prioritas utama bangsa Indonesia dan bukanlah semata-mata tugas pemerintah tetapi merupakan tugas seluruh komponen bangsa. 
     Banyak hal yang harus dilakukan untuk membenahi keadaan diri bangsa Indonesia yang semakin semrawut dan tidak teratur. Hal ini bisa dimulai dengan berbagai hal seperti berikut:
-  Meningkatkan moral diri dengan bertindak dan bersikap yang santun
Sumber gambar klik
      Etika menjadi kunci penting seseorang dinilai oleh orang lain baik atau buruk. Dengan etika yang baik memberikan peluang penilaian orang lain tentang hal yang baik-baik. Justru sebaliknya etika yang buruk membuat orang lain bahkan enggan untuk bekerja sama atau bahkan berinteraksi sekalipun. Seperti fakta yang ada, sekarang ini para remaja bahkan sudah mengalami degradasi moral karena etika yang teramat parah. Seenaknya bertindak, perilaku juga jauh dari kata sopan. 

-  Menjunjung tinggi prinsip kejujuran. No corruption anymore !

sumber gambar klik
      Kejujuran sebenarnya adalah poin penting dalam kehidupan ini. Apabila jujur maka hidupnya makmur. Apabila jujur hidupnya jadi mujur (beruntung). Namun sekarang kejujuran sepertinya hanya ada kurang dari seperempat diri manusia di dunia. Bahkan timbul pepatah yang mengatakan bahwa jujur-ajur (kejujuran membawa kesengsaraan). Sungguh tragis memang, nilai kejujuran semakin berkurang seiring berjalannya waktu.
Budaya mencontek yang semakin lestari dan kasus korupsi menjadi contoh semakin memudarnya kejujuran dalam diri masing-masing. Korupsi disini bukan hanya diartikan mengambil ‘uang’ yang bukan haknya. Namun korupsi memiliki pengertian luas penyalahgunaan kewenangan atau kekuasaan yang diberikan untuk keuntungan sepihak yang dapat merugikan publik. Banyak korupsi kecil yang bahkan kita lakukan sehari-hari tanpa kita menyadarinya. Untuk para guru contohnya datang terlambat ke kelas untuk mengajar. Ini termasuk korupsi waktu.  Selain itu juga korupsi para pejabat pemerintah dan kasus suap menyuap untuk mendapatkan jabatan atau posisi yang diinginkan kerap kali terjadi seperti penyuapan saat pengangkatan PNS, suap kampanye atau bahkan adanya uang pelicin pembuatan Surat Ijin Mengemudi.
 Korupsi lainnya yang sering terjadi adalah mahasiswa atau karyawan yang mengerjakan pembukuan tutup tahun atau mengerjakan surat pertanggungjawaban pengeluaran. Banyak yang mengerjakan asal-asalan dengan manipulasi kwitansi ataupun pemalsuan tanda tangan. Hal yang sering dilupakan bahwa ini termasuk salah satu korupsi dan akan merugikan pihak lain. Susah memang menghindarkan diri dari lubang-lubang ketidakjujuran. Jika tidak berhati-hati, kita bisa terperosok didalamnya. 


-  Selalu berpikir kreatif dan inovatif mewujudkan Indonesia Emas

sumber gambar klik
    Inovatif dan Kreatif adalah dua tombak utama sebuah perubahan besar. Dengan pemikiran inovatif dan inovatif maka akan timbul sebuah hal yang baru dan mempunyai tingkat kebermanfaatan tinggi untuk lingkungan. Sebagai mahasiswa teknik yang concern terhadap keadaan lingkungan saya mencoba untuk meninjau hal-hal yang membutuhkan peningkatan dan mendukung salah satu goal Millennium Development Goals (MDGs) yaitu memastikan kelestarian Lingkungan.
    Pembangunan yang berkembang di Indonesia telah banyak merusak lingkungan alam. Hutan ditebang untuk fungsi alih lahan, pengembangan industri besar-besaran dengan tingkat polusi tinggi, dan keadaan badan air yang semakin memprihatikan akibat tumpukan sampah semakin menggunung. Kelestarian lingkungan ini juga mempengaruhi aspek-aspek yang lain seperti memancing timbulnya berbagai macam penyakit yang berbahaya serta ketersediaan energi yang kian terbatas. Banyak hal yang telah coba saya lakukan melalui penilitian untuk menghasilkan terobosan terbaru yang kreatif dan inovatif. Those’re what i have done :     
  1. Melakukan inovasi terhadap bahan surfaktan yang ramah lingkungan
         Saya bersama beberapa rekan saya melakukan penelitian mengenai bahan pengganti surfaktan dari tumbuhan yang berasal dari jerami padi dan kulit kacang tanah. Biosurfaktan ini menjadi pengganti bahan campuran komposisi dasar bahan kimia Monoethanolamina (MEA) dan Alkilfenol Etoksilat (APEO). Dari hasil uji BOD dan COD yang dilakukan di laboratorium didapatkan komposisi jerami padi dan kulit kacang tanah yang tepat sehingga mampu digunakan sebagai biosurfaktan dalam detergen. Penelitian yang dilakukan ini dalam rangkaian pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian tahun 2012. 


  2. Merancang komposter dengan fungsi 3 in 1 menggunakan biostarter mikroorganisme Gerald-B
        Ide komposter multifungsi ini muncul ketika ingin memaksimalkan proses pengomposan. Komposter multifungsi ini bisa mengolah sampah organik menjadi 3 produk sekaligus yaitu kompos padat, kompos cair dan gas methana. Proses pengomposan menggunakan biostarter mikroorganisme Gerald-B yang mampu membuat kompos cepat matang dengan kualitas yang bagus. Berikut ini desain komposter multifungsi yang dikerjakan oleh saya bersama beberapa rekan saya :


  3. Membuat sabun cair alami berbahan dasar Daun Wungu yang ramah lingkungan
           Dalam inovasi ini sabun cair dibuat dari Daun Wungu yang memiliki banyak manfaat seperti melembutkan kulit dan menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Selain itu, sabun cair alami ini juga ramah terhadap lingkungan karena mampu didegradasi oleh mikroorganisme dengan cepat.

  4. Penampungan Sampah Terapung untuk mengatasi penumpukan sampah dan mengurangi budaya membuang sampah di sungai untuk Masyarakat di Dusun Kepetingan, Sidoarjo.
         Ide pembuatan penampungan sampah terapung ini melihat kondisi yang memprihatinkan lingkungan masyarakat di dusun Kepetingan, sidoarjo. Di dusun ini tidak ada tempat sampah satupun, sehingga masyarakat langsung membuang sampah ke sungai.Alhasil ketika air pasang sampah-sampah menggenangi dusun Kepetingan. Penampungan Sampah Terapung ini didesain dalam bentuk kapal agar mudah dioperasikan ke pengepul saat kapasitas sampah sudah penuh.
lokasi Dusun Kepertingan (point merah). Sumber gambar klik
sampah yang ada di dusun kepetingan - @LuckyCaesar

Rancangan Penampungan Sampah Apung. (Desain oleh Rizki dan Alfi)
  
     Banyak hal yang bisa dilakukan dalam mendukung kelestarian lingkungan termasuk dalam melakukan hal-hal kecil seperti menggunakan angkutan publik ataupun bersepeda untuk mengurangi polusi udara, diet kantong plastik, membuang sampah pada tempatnya, menerapkan prinsip 3R untuk mengatasi tumpukan sampah menggunung serta lebih hemat dalam menggunakan energi yang ada agar kritis energi tidak semakin kritis.

      Pemikiran yang inovatif dan kreatif, keinginan hati untuk selalu berbuat baik melalui proses yang baik dan penuh kejujuran serta melalui tindakan yang tepat bisa digunakan kunci menjawab tantangan di masa depan serta mewujudkan Indonesia emas yang bermartabat serta mewujudkan 8 poin tujuan Millennium Development Goals (MDGs). Grand desain dengan penerapan prinsip demokrasi diri (dari diri, oleh diri, untuk diri dan negeri) bisa terlaksana dengan sukses dan mencapai sasaran yang diinginkan.


  Semangat untuk terus memperbaiki diri menjadi yang lebih baik. Selamat introspeksi diri dan sukses menjawab tantangan di masa mendatang :D
sumber gambar Ki Hajar Dewantara
 Artikel ini diikutkan dalam 
http://relawandino.com/category/page/berita_relawan_dino/135/KOMPETISI-BLOG-PIALA-BAPAK-DINO-PATTI-DJALAL
Semoga bermanfaat dan menginspirasi :D

Referensi :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES