Friday, January 31, 2014

Amelia - Tere Liye ^^

Caruban sore ini lebih sejuk dari biasanya. Udara semilir berhembus menerpa ujung dedaunan membuat sedikit bergoyang lembut. Awan meskipun tidak begitu cerah tetap memberikan senyum sejenak. Sore ini akan kubagi sekilas cerita dari salah satu serial anak-anak mamak karya bang Darwis Tere Liye. Amelia, serial penutup untuk cerita anak - anak mamak ini :D


Penulis   : Tere Liye
Penerbit : Republika 
Cetakan I, Oktober 2013 - 392 halaman 
Harga : Rp 60.000,-

Namanya Amelia. Si bungsu Bapak dan Mamak. Bungsu dari empat bersaudara. Kakak pertamanya, Eliana dikenal sangat pemberani. Melindungi adik - adiknya , berani menegakkan setiap kebenaran yang ada. Kakak keduanya, Pukat, selalu dipuji sebagai anak jenius karena kepandaiannya. Kakak ketiganya, Burlian, begitu istimewa - tak ada yang bisa mengalahkan keteguhannya. 

Amelia, si bungsu yang paling disayang. Si bungsu yang juga tak kalah istimewa dengan kakak-kakaknya. Amelia yang selalu peduli dengan orang lain. Ia selalu ingin orang lain menjadi lebih baik. Amelia memiliki hati yang kuat dan teguh. Tidak dimiliki oleh setiap orang. Begitu teguh dan tulus hatinya membantu orang lain. Termasuk membantu temannya Chuck Norris yang awalnya begitu menyebalkan. Namun berkat ketulusan dan kesabaran hati Amelia Chuck Norris sekarang bahkan mahir mengembangkan bakat melukis, pandai bersosialisasi dengan banyak orang. Dan satu lagi, Norris tidak lagi menjadi orang menyebalkan, gampang marah dan suka bikin onar seperti sebelumnya.

Satu lagi, Amelia juga memiliki guru super hebat. Guru kakak-kakaknya (juga) semasa di bangku sekolah dasar. Guru yang berdedikasi tinggi untuk pendidikan. Tidak mengenal lelah menanamkan pemahaman baik pada murid-muridnya. Guru yang menyenangkan dengan pembelajaran serba terbatas namun kreatif dalam mengembangkannya. Aku belajar banyak pelajaran IPA dari novel ini. Mulai dari jenis tumbuhan dan bagaimana klasifikasinya. Pak Bin terima kasih :D 

Meskipun bungsu dan paling disayang. Amel sebal menjadi anak bungsu yang selalu diledek hanya akan menjadi "Penunggu Rumah". Namun, kelak ia akan tahu, sejauh apapun ia melangkah, takdir akan membawanya kembali. 

Cerita yang begitu menarik. Selalu, Bang Darwis melakukannya dengan baik. Berhasil memikat melalui setiap kata yang tertulis apik. Sempat menahan haru ketika membaca bagian Mamak menangis dan mencemaskan Eliana yang merantau ke kota untuk meneruskan pendidikan. Selalu teringat 5 tahun lalu, saat aku masuk ke jenjang SMA dan harus terpisah dari keluarga untuk meneruskan pendidikanku. Saat itu begitu terasa, Ibuk memang wanita nomor 1 dalam hidupku. Wanita terbaik sedunia :')

Beberapa kutipan menarik di novel Amelia. Begitu bijaksana :)
“Karena kau harus tahu, air mata dari seseorang yang tulus hatinya, justeru adalah bukti betapa kuat dan kokoh hidupnya. Tidak ada yang keliru dengan tangisan." - Tere Liye, Amelia

"Bersabar juga usaha yang terbaik. Ketika tidak ada lagi yang bisa kau buat, setelah begitu banyak usaha terbaik yang dilakukan maka saatnya untuk bersabar. Cepat atau lambat, keajaiban akan tiba. Dan ketika tiba, dia datang tak tertahankan bahkan tembok paling keras pun runtuh. Batu paling besar pun berlubang oleh tetes air hujan kecil yang terus menerus"- Tere Liye, Amelia


No comments:

Post a Comment

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES