Jumat, 22 Februari 2013

ITS Mengajar, Bersatu-Mengabdi-Membangun Negeri !

Satu hari yang lalu, hari penutupan open recruitment untuk menjadi bagian dari ITS Mengajar. Cukup menarik bagiku mengikuti kegiatan sosial dalam bidang pendidikan. Salah satu wujud mengabdi pada negeri. :D ITS Mengajar ini merupakan gerakan mulia untuk negeri dalam bidang pendidikan. 

Oprec kali ini dibuka untuk Sahabat Mengajar (SM), Sobat Tutor (ST) dan IECC Partner (IP). Berikut adalah penjelasannya  (sumber http://iecc-its.blogspot.com/)

Sahabat Mengajar (SM) adalah pengajar untuk program SGTS. SGTS (Surabaya Goes to School) bekerja sama dengan sekolah yang memiliki KLK (Kelas Layanan Khusus) untuk membantu adik-adik yang putus sekolah kembali ke kelas reguler.

SGTS diadakan setiap Sabtu di beberapa sekolah, yaitu :
1. SDN Tambak Wedi 508
2. SDN Kedung Cowek I *
3. SDN Gading I
4. SDN Manyar

*masih dalam konfirmasi

Sobat Tutor (ST) sebagai pengajar untuk program IECC Goes to UN untuk membantu adik-adik SD, SMP, SMA menghadapi UNAS.

ST akan mengajar setiap Sabtu di beberapa sekolah, yaitu :
1. MI Mutmainnah
2. SDN I Kejawen Putih
3. SMP Raden Fatah
4. dan beberapa sekolah yang masih dalam konfirmasi

IECC Partner (IP) merupakan kawan-kawan yang akan membantu terselenggaranya project-project IECC, yaitu :
1. SGTS (Surabaya Goes to School)
2. IECC Goes to UN
3. IECC Scholarship
4. IECC for Teacher
5. IECC for Indonesia

Dalam open recruitmen ini dibutuhkan foto menggunakan almamater dan essay yang bertemakan Model Pembelajaran Pendidikan Indonesia Yang Lebih Baik. Ini nih essay yang aku buat untuk open recruitmen ITS Mengajar. Read and enjoy it :) 

Perbaikan Pendidikan = Generasi Muda Gemilang
Oleh Lucky Caesar

Betapa bahagianya saya ketika melihat generasi muda Indonesia bisa mengenyam pendidikan yang layak. Memperoleh ilmu pengetahuan yang menunjang untuk kehidupan masa depan mereka. Menilik kondisi pendidikan di Indonesia membuat hati saya tergugah untuk menulis essay ini. Mengulas metode pembelajaran yang lebih baik untuk bisa diterapkan di Indonesia sehingga bisa membentuk generasi muda Indonesia yang cerdas, unggul dan berkarakter.
            Berdasarkan tabel Liga Global yang diterbitkan oleh Firma Pendidikan Pearson. Sistem Pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Dengan record tersebut, sudah seharusnya Indonesia membenahi sistem pendidikan melalui perubahan metode pembelajaran yang lebih baik dan efektif.
            Menurut pengamatan saya kebanyakan metode pembelajaran di sekolah terlalu banyak teori. Kerja praktik cenderung dikesampingkan karena dianggap hanya menghabiskan waktu saja. Padahal menurut saya, dari segi murid, kerja praktik justru membuat murid lebih paham konsep dasar dari ilmu yang diajarkan. Memperbanyak porsi kerja praktik bisa menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan keterampilan, keaktifan serta lebih solutif ketika dihadapkan dalam suatu masalah atau tugas.
            Selain itu ,banyak guru atau pengajar zaman sekarang yang hanya menerangkan ‘copy-paste’ dari buku penunjang tanpa mengubahnya sama sekali sehingga menyebabkan murid-muridnya bosan, tak mengerti, atau bahkan ‘tidak minat’ untuk memperhatikan. Mereka mengganggap bahwa di buku sudah ada, nanti juga bisa dibaca. Dengan begitu sosok guru di kelas kadang dianggap ‘tidak begitu penting'. Banyak murid mengganggap guru mereka hanya ‘mendongeng’ bukan ‘menjelaskan’. Sehingga para guru atau pengajar seharusnya lebih interaktif dengan murid sehingga murid lebih tertarik dan berminat dalam mengikuti pelajaran yang diberikan.
            Pendidikan di Indonesia saat ini juga lebih cenderung dalam penguasaan aspek keilmuan tanpa dibarengi dengan pendidikan karakter. Padahal pendidikan karakter juga sangat dibutuhkan oleh pelajar sebagai bekal kedepannya. Dapat kita lihat saat ini banyak pelajar yang mulai mengalami degradasi moral dan mulai meninggalkan moral serta nilai-nilai baik yang berlaku dalam kehidupan. Mereka jelas membutuhkan pendidikan karakter sebagai benteng dan pondasi untuk menghadapi banyaknya tantangan dari luar. Era keterbukaan informasi akibat globalisasi mempunyai faktor-faktor negatif sehingga dibutuhkan karakter yang kuat dari tiap generasi muda Indonesia agar tidak kehilangan jiwa patriotisme dan nasionalisme serta kukuh mempertahankan nilai-nilai kebangsaan. Oleh sebab itu, pendidikan karakter perlu diberikan dalam pembelajaran agar terbentuk generasi Indonesia yang berkarakter kuat.
            Mulai dari langkah kecil, untuk perubahan besar. Yah, saatnya Indonesia berubah. Perbaikan pendidikan untuk mencetak generasi muda yang lebih cemerlang.


Semoga semakin hari, kita bisa lebih bermanfaat untuk orang lain.

Aamiin :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES