Jumat, 20 Juli 2012

Menjadi Pendidik = Menjadi Panutan

Pagi ini saya sibuk menghabiskan waktu luang saya untuk sekedar bermain-main di perpustakaan 'om Google'. Berbagai kata kunci sudah saya telusuri. Salah satunya ingin saya bahas di postingan saya kali ini. Kata kunci yang saya gunakan adalah 'kinerja guru saat ini'. Cukup global memang, tapi lewat sinilah saya bisa mengembangkannya menjadi berbagai pokok pikiran yang kiranya penting dan menambah wawasan saya mengenai kondisi pendidikan di Indonesia saat ini.

Menilik sosok guru saat ini bisa dibilang 180 derajat berbeda dengan sosok guru tempo dulu. Menurut penuturan kakek saya yang dulunya seorang guru, guru adalah figur yang patut ‘digugu’ dan ‘ditiru’. Guru tempo dulu menjadi sosok yang begitu hebat, pendidik sejati anak-anak bangsa.

Guru tempo dulu, pahlawan yang berjuang tanpa mengenal lelah melawan kebodohan. Rela berangkat pagi-pagi buta, menerobos tebalnya kabut, melewati pematang sawah puluhan kilometer dengan sepeda tua, atau bahkan berjalan kaki dengan hanya beralaskan sepatu butut. Mereka tidak mengenal putus asa meski digaji dengan perak saja.

Guru tempo dulu juga sangat telaten terhadap murid-muridnya. Mereka mendidik dengan disiplin tinggi demi keberhasilan murid-muridnya. Mereka pendidik luar biasa berbekal ketulusan hati dan niat keras untuk mencetak siswa bangsa yang ‘unggul dan berkarakter’.

Berbeda sekali jika dibandingkan dengan guru zaman sekarang. Guru zaman sekarang enteng sekali berangkat siang bahkan telat sekalipun, tidak segan bolos mengajar. Ada pula yang hanya menitipkan tugas dan kemudian nongkrong di kantin atau bergosip di kantor. Guru zaman sekarang juga punya gaya hidup yang jauh berbeda dengan guru tempo dulu. Banyak dari mereka yang lebih mementingkan penampilan. Kisah ‘oemar bakrie’ dengan sepeda ontelnya seperti sudah lenyap di jaman sekarang. Sebaliknya guru dengan ‘sedan’ atau ‘motor’ mahal lebih sering terlihat di parkiran sekolah.

Guru zaman sekarang terkesan ‘kurang serius’ dalam mengajar. Mereka terkesan hanya memenuhi jam wajib mengajar. Banyak murid mengeluh bahwa guru-guru mereka tidak enak mengajarnya, tidak bisa mengajar, bahkan ‘tidak pernah’ mengajar. Ini bukti nyata yang sering terjadi di kehidupan sekitar saya. Memang tidak semua guru zaman sekarang mempunyai predikat sama seperti apa yang saya sebutkan di atas. Namun kebanyakan dari mereka lebih mengentengkan tuntutan pemenuhan kinerja profesional sebagai guru.

Guru zaman sekarang harusnya menajamkan kemampuan mereka ke arah yang lebih ‘profesional’. Mereka dituntut mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Mereka wajib mengamati perkembangan belajar siswa mulai dari perilaku siswa sampai evaluasi belajarnya. Tidak hanya itu saja, guru-guru juga harus mempunyai teknik pembelajaran yang menarik dan tidak monoton sehingga tidak menimbulkan kebosanan dalam proses belajar.

Menurut pengamatan saya kebanyakan sistem pembelajaran di sekolah terlalu banyak teori. Kerja praktek cenderung dikesampingkan karena dianggap hanya menghabiskan waktu saja. Padahal menurut saya, dari segi murid, kerja praktek justru membuat murid lebih paham konsep dasar dari ilmu yang diajarkan.

Selain itu ,banyak guru zaman sekarang yang hanya menerangkan ‘copy-paste’ dari buku penunjang tanpa mengubahnya sama sekali sehingga menyebabkan murid-muridnya bosan, tak mengerti, atau bahkan ‘tidak minat’ untuk memperhatikan. Mereka mengganggap bahwa di buku sudah ada, nanti juga bisa dibaca. Dengan begitu sosok guru di kelas kadang dianggap ‘tidak begitu penting'. Banyak murid mengganggap guru mereka hanya ‘mendongeng’ bukan ‘menjelaskan’.

Memang benar nasihat Ayah, tidak semua guru adalah pendidik. Banyak guru yang tidak bisa jadi panutan murid-muridnya. Banyak mereka justru memberikan contoh yang tidak baik dan tidak sepatutnya untuk dilakukan.Tidak jarang kita mendengar berita tentang pemerkosaan guru terhadap muridnya. Ini adalah salah satu tindakan guru yang sangat memprihatinkan. Guru yang harusnya menjadi panutan justru berbuat hal yang tidak bermoral.Guru yang seharusnya mendidik muridnya untuk menjadi insan yang baik justru merusak masa depan muridnya sendiri.

Istilah ‘pendidik’ sebenarnya adalah untuk figur guru yang paham benar arti pendidikan untuk murid-muridnya. Mereka rela kehilangan waktu, tenaga bahkan materi guna mendidik murid-muridnya menjadi pribadi yang mengerti benar mana yang baik dan mana yang buruk. Mereka tanpa pamrih melakukan tugas suci membentuk generasi bangsa dengan karakter unggul, mengerti nilai dan norma, serta paham benar akan konsep dasar ilmu pengetahuan. Mereka ini yang kita sebut guru sejati, pendidik sekaligus panutan untuk membentuk generasi bangsa yang bisa mengubah dunia.

Ulasan panjang diatas semoga bisa menjadi renungan kita semua. Semoga banyak guru 'pendidik' yang muncul di zaman yang semakin sulit ini.  Selamat menjemput perubahan J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES