Sabtu, 19 November 2011

Paradigma Pengorbanan dan Cinta (Part I)

Kemarin malam (18/11), saya sempat bertukar pikiran mengenai pengorbanan dan cinta dengan kakak saya. Memang benar setiap orang mempunyai paradigma berbeda mengenai dua hal tersebut. Ada yang berpendapat bahwa cinta yang sebenarnya timbul bukan karena pengorbanan namun cinta itu timbul dari dalam hati. So sweet deh, , :D

Nah sekarang kita lihat pengorbanan dan cinta itu dalam hubungan orang tua dan anaknya. Banyak orang tua bersedia melakukan apapun untuk memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mereka rela bekerja siang dan malam untuk memberikan penghidupan yang layak, mencukupi semua kebutuhan anak-anak mereka. Hal ini membuat jumlah orang tua yang tinggal dirumah bersama anak-anak semakin sedikit. Beberapa orang tua mengganggap hal ini sebagai pengorbanan, beberapa di antaranya mengganggap tindakan itu sebagai perwujudan rasa cinta. Garis batas antara cinta dan pengorbanan memang seringkali tidak jelas, satu yang harus orang tua perhatikan bahwa anak tak selamanya membutuhkan materi namun juga perhatian dan kasih sayang. 

Berkorban sendiri memiliki arti meninggalkan sesuatu yang bernilai tinggi demi hal-hal laing yang seseorang anggap lebih berharga. Nah, jika pengertian ini kita hubungkan dengan cinta akan menjadi sebuah pengertian baru tergantung dari konteks cinta yang dibicarakan cinta pada kekasih, cinta pada sahabat, atau cinta pada ayah dan ibu.

Well, menurut saya rasa cinta anak pada orang tua dan rasa cinta orang tua pada anak-anaknya merupakan bentuk cinta yang paling murni. Kenapa demikian ? Karena rasa cinta itu sudah tumbuh sebelum si anak anak di dunia ini. Cinta yang diikat dengan hubungan darah. Cinta yang penuh dengan rasa kasih ingin membahagiakan satu sama lain. :D

Lain halnya dengan cinta seorang sahabat. Cinta ini timbul karena kebaikan, kecocokan yang dialami selama proses kehidupan berjalan. Sahabat menurut saya, orang terbaik kedua setelah orang tua. Sahabat mengingatkan jika sahabatnya lupa. Sahabat menegur jika sahabatnya salah. Sahabat akan memberi semangat jika sahabatnya lemah. Sahabat sejati selalu ingin yang terbaik untuk sahabatnya.  :D 
Itu pengertian yang saya dapatkan dari sahabat-sahabat saya. Teringat sebuah statement luar biasa yang dilontarkan oleh sahabat saya (Atika). Friendship is not an opportunity, but friendship is a responsibility. . :D

Selanjutnya, bagaimana pengertian cinta-pengorbanan pada kekasih ? Sepertinya anda harus membantu saya menemukan pengertian sebenarnya tentang ini karena saya belum pernah mengalaminya . . Hhhe. . :D

Nantikan di Part II untuk jawabannya ya, , , B-)


Bersama keluarga ( Ibu-Me-Adek-Kakak)

Bersama sahabat (Atika-Dara-Me)

Bersama sahabat (mb Nephi-Dek Phi-Mbak Ngkik-Me)


Today's quote : Lebih bijaksana menjalani setiap detik kehidupan :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES