Kamis, 17 November 2011

Antara Rayap dan Laron ?

Musim penghujan seperti sekarang ini membuat suasana menjadi lebih segar dan menyenangkan. Aroma tanah basah yang khas selalu mewarnai malamku akhir-akhir ini. Tidak hanya itu, koloni laron dari ladang sebelah kamar tak jarang menerobos masuk celah jendela yang hanya terbuka sekitar 1 inchi. Sempurna, cerdik sekali mereka. Namun jarang semuanya bisa masuk, mungkin hanya 2 sampai 5 laron yang bisa masuk ke kamar. Mereka terbang mengitari lampu untuk mencari kehangatan. Tak jarang antara mereka bertabrakan, dan kemudian jatuh ke lantai.


Laron bersayap


Geli banget ya. . Lihat Laron tanpa sayap. . -,-

Iseng saya mendekati laron yang jatuh tersebut. Memeganggnya. Oops.. Tak sengaja lar itu terlepas. Oh maaf, sungguh tak ada maksud. On ( Lar-On , kata teman saya kalau Laron yang Lar (sayapnya) sudah lepas tinggal On saja deh. . hhhe... ) tersebut jatuh ke lantai lagi. dan merayap menjauh dari saya. ( Doa dalam hati : semoga On tidak membalas dendam pada saya. . amin ) 

Melihat dari kejauhan On yang berjalan menjauh, saya menjadi teringat tentang rayap. Laron merupakan salah satu tahap perkembangan rayap, serangga yang hidup berkoloni seperti semut. Rayap memiliki tiga kasta (level perkembangan) yang terdiri dari kasta reproduktif, kasta prajurit, dan kasta pekerja. 

Laron merupakan salah satu fase dewasa dari kasta reproduktif. Ia akan menjadi raja dan ratu pada koloni rayap.  Laron tumbuh dari telur. Sayap laron berkembang agar laron bisa terbang mencari pasangan kawinnya. Setelah kawin, sayap laron tanggal karena tidak diperlukan lagi ( Semoga Laron tadi sudah kawin ya. . Hhhe ). Laron yang sudah kawin itu mulai membangun sarang dan menetaskan telur-telur sehingga membentuk koloni baru.  

Dan ternyata, laron tidak akan mati setelah sayapnya tanggal, kecuali ada predator yang memangsa atau membunuhnya. :D

Well, satu hal lagi yang saya lihat mengenai Laron. 2 Laron yang sayapnya tanggal akan merayap beriringan. Kata guru saya, Laron tanpa sayap (baca : Laron mbrunduli [dalam bahasa Jawa]) yang merayap bersama-sama itu diibaratkan sebagai sepasang kekasih yang selalu bersama kemana, dimana dan kapan saja. Hem so sweet siih.. Hhee.. :D


Today's quote : Mengamati sesuatu secara detail ternyata mengasyikkan . . :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES