Senin, 31 Oktober 2011

Sumpah Pemuda = Bhineka Tunggal Ika


             Setiap tahun kita merayakan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober. Itu merupakan hari yang  keramat bagi bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah tonggak sejarah yang penting bagi perjalanan perjuangan bangsa kita. Sumpah Pemuda digunakan untuk identitas nasional dan pegangangan penting bagi kita semua.
            Namun sayangnya sekarang ini, makna sumpah pemuda kian memudar. Kita seperti kehilangan semangat jiwa revolusioner Sumpah Pemuda. Padahal sumpah pemuda adalah salah satu landasan penting bagi kebangkitan nasional bangsa kita yang merupakan semen pemersatu bangsa dan Negara kita.
            Oleh karena itu kita semua harus berusaha bersama-sama meghidupkan kembali “api” Sumpah Pemuda. Menciptakan lagi semangat Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah milik kita bersama, tidak peduli dari kalangan agama ,suku yang mana pun, atau dari kalangan aliran politik yang bagaimana pun. Sumpah Pemuda adalah Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu jua, bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda telah meng-ikrarkan bahwa kita adalah satu tanah-air, satu bangsa dan satu bahasa.
            Inilah bunyi Sumpah Pemuda sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan :
Pertama:
            KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH AIR INDONESIA.
Kedua:
            KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERBANGSA YANG SATU, BANGSA INDONESIA.
Ketiga:
            KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA MENJUJUNG BAHASA PERSATUAN, BAHASA INDONESIA.
Ternyata Sumpah Pemuda sangat berarti dalam hidup saya. Memang sudah sepatutnya jika kita memaknai setiap isi dari Sumpah Pemuda. Tidak hanya memaknai tetapi juga berkewajiban untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sumpah pertama: bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
            Ya, saya juga mengaku seperti itu. Saya bertanah air Indonesia. Tidak mungkin dan takkan pernah aku mengkhianati Negara ini dengan mengakui bertanah air Negara lain.
            Tapi sampai saat ini banyak orang yangmasih salah mengucapkan kata “Indonesia”. Banyak yang mengucapkannya dengan “Endonesa”, “Endonesia” ataupun “Endonesya”. Sungguh salah kaprah. Padahal sebenarnya kita bisa mengucapkan kata Indonesia itu dengan benar hanya saja kita meneruskan sesuatu yang salah itu tanpa mau mengubahnya. Sehingga sudah menjadi kebiasaan dan melekat pada diri kita.
            Contohnya saat kita menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan percaya diri kita menyanyikan lagu tersebut dengan “Endonesia tanah airku..tanah tumpah darahku..” Apakah lagu tersebut enak untuk didengar ? saya rasa tidak.
Sumpah kedua: berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Saya berbangsa Indonesia. Saya orang Indonesia. Seharusnya kalau kita sudah mengucapkan sumpah seperti itu, sudah tidak ada lagi yang menggunggulkan daerahnya masing-masing.  Sebenarnya sih tidak apa-apa menggunggulkan tapi cenderung dari kita menggunggulkan daerahnya namun merendahkan daerah lain. Merendahkan daerah lain dalam artian menjelek-jelekkan daerah tersebut, merendahkan kondisi daerahnya atau apapun. Bukankan seharusnya kita saling membantu daerah-daerah yang satu dengan lainnya ? Bukankah jika Bhineka Tunggal Ika berarti menjadikan perbedaan itu sebagai kesatuan yang Indah ?
Sumpah ketiga: menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
            Saya bangga dengan Bahasa Indonesia. Apalagi bisa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Saya rasa sumpah yang ketiga ini sudah dilaksanakan oleh sebagian besar pemuda dan rakyat Indonesia.
            Sejalan dengan perkembangan jaman, masuk lah bahasa-bahasa lain yang merusak susunan Bahasa Indonesia. Membuat Bahasa Indonesia menjadi belang bonteng. Menjadi salah kaprah. Banyak yang memasukkan kosakata bahasa lain kedalam bahasa Indonesia. Kedengaran aneh dan tidak cocok sekali dengan dasar bahasa Indonesia.
            Sebenarnya tidak masalah jika kita belajar bahasa Negara lain seperti bahasa Inggris, Jerman, Perancis ataupun China. Mengusasai bahasa Negara lain juga penting bagi kita. Karena bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting.  Namun, bahasa Negara lain itu jangan dicampur adukkan ketika menggunakan bahasa Indonesia. Banyak media massa seperti koran, majalah dan televisi yang menggunakan dan menyisipkan kosakata bahasa Inggris dalam media masing-masing. Ditambah lagi sekarang bahasa sms yang mulai tak karuan. Merusak struktur penulisan Bahasa Indonesia. Lebay dalam penggunaanya. Sebagai contoh : menulis Aku menjadi Akyu, Kamu menjadi Qmu, Balas menjadi bales, dan lain sebagainya.
            Tidak hanya itu saja, sekarang ini banyak dari kita yang menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Kita boleh-boleh saja menggunakan bahasa daerah namun tidak saat forum diskusi ataupun saat kita berada dalam suatu tempat yang sebagaian penduduknya berasal dari daerah lain. Setiap daerah pasti punya bahasa daerah yang berbeda-beda. Untuk menghormati perbedaan itu sebaiknya kita bisa menggunakan bahasa daerah tepat pada tempatnya.
            Sekarang ini Sumpah Pemuda telah memasuki usia ke-82 yang sudah tergolong usia ‘teramat’ matang. Oleh karena itu kita harus melihat lagi, sudahkah kita melaksanakan isi Sumpah Pemuda dengan sebaik-baiknya. Masa lalu dan sekarang masih tetap sama tinggal bagaimana sikap kita menghadapi perkembangan perubahan teknologi setiap waktunya. Dengan sikap baik yang positif akan mewujudkan keadaan yang baik pula. Bukankah sikap itu pembaik keadaaan ?
            Jadi, dengan jiwa dan semangat kebangsaan serta keinginan bersatu yang tinggi mari kita renungkan kembali makna sumpah pemuda demi mewujudkan terciptanya persatuan dan kesejahteraan rakyat.
            Hidup bukanlah sebuah teori tapi sebuah tindakan. Wujudkan perubahan itu mulai dari sekarang ! !



  Today's quote : Hidup bukan sebuah kebetulan, melainkan pantulan diri kita sendiri :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES