Sabtu, 29 Oktober 2011

Malam Mencekam A III 6 -.-

Hujan enggan mampir ke asramaku. Mungkin memang sengaja para petinggi sampoerna academy menyewa pawang hujan sampai proyek pembangunan asrama selesai. Alhasil, sampai saat ini, Tlogowaru belum pernah diguyur hujan sejak pindahnya siswa-siswi ke asrama baru ini.

Well, akibatnya malam ini udaranya sangat panas dan gerahhhhh banget. Fiuh, sampai aku kipas-kipas kepanasan dan terbangun di tengah tidurku. Aku ingat betul kejadian itu, Rabu 19 Oktober 2011 pukul 12:15 aku terbangun dari tidurku gara-gara kepanasan. Suasana kamarku, AIII 6 sempurna sepi dan hanya aku yang terbangun - -“ . Teman-temanku tertidur pulas. Sudah terbuai dalam mimpi masing-masing. Hmmpf… 5 menit aku terdiam sambil berkipas-kipas, tiba-tiba suasana menjadi dingin. Aneh, ini suasana yang sangat aneh. Bulu kudukku merinding sempurna. Dan aku tau, Mereka datang.

Aku dengar panggilan mereka. Mengucap namaku seram. Tak berani melihat mereka. Mereka cukup membuat muutku terkunci. Entah apa yang mereka inginkan dariku malam itu, aku pasrah. Semoga Allah selalu menjagaku , doaku dalam hati. Sosok wanita tua itu mendekat. Aku tak kuasa menjauh. Tubuhku serasa membeku ditempat. Oh god, mulutku terkunci. Hanya bisa melihat sosok itu terus mendekat. Dan… 

Happp.. disusul 2 sosok lainnya. Tubuhku tak berdaya. Mereka berat. Aku tak bisa bernafas. Aku terus berdzikir dalam hati. Sialnya diriku malam itu, tak satupun temanku terbangun. Cahaya itu tiba-tiba muncul. Mereka berjubah putih, terlihat baik dan menenangkan. Aku tak tau dan mungkin tak akan pernah tau siapa mereka. Tapi aku sungguh berterimakasih pada mereka.

Aku gak pernah berpikir mengalami hal ini. Hal yang sangat tidak logis untuk pikiran manusia berilmu. Tapi ini benar terjadi, Cahaya putih itu menyelamatkanku. Mereka, sosok yang menakutkan akhirnya lepas dariku. Subhanallah, Allah selalu menjagaku. Aku selalu percaya itu.

Keringat dingin mengucur. Aku meraih buku yasin di sebelah bantalku. Mendekapnya erat. Terus membaca asma Allah yang Kuasa atas segala sesuatu. Aman, pikirku demikian. Aku menoleh kekiri, Adek juniorku berubah. Wajahnya yang menyenangkan itu berubah. . Jahat, bengis, dan matanya menatapku tajam. Oh tuhan, bagaimana ini terjadi. ,

Semakin aku ketakutan, mengambil gulingku yang terjatuh. Tengkurap, menutup kepalaku dan berusaha untuk tidur.

Today’s quote :Hal yang gak logis terjadi, ternyata bisa saja terjadi ! Lindungi aku Tuhan. Amin..

2 komentar:

COPYRIGHT © 2017 | THEME BY RUMAH ES